alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Entrepreneur Corner /
Ada yang pernah ikutan seminar full nya Pak Cipto Junaedy?
3.9 stars - based on 30 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000002919188/ada-yang-pernah-ikutan-seminar-full-nya-pak-cipto-junaedy

Ada yang pernah ikutan seminar full nya Pak Cipto Junaedy?

Tampilkan isi Thread
Halaman 42 dari 66
Saya udah beberapa kali ikut seminar tentang properti
Dan memang baik seminar ataupun buku nya, gak ada ilmu nya.
Hanya pengenalan2 singkat tentang properti, dan mungkin networking nya yg dijual.

Saya terjun langsung main di bisnis properti, dan memang kenyataan nya tidak semanis kata2 para coach di seminar2 tsb.

Yaaa yg saya belajar, semua itu perlu proses, proses itu mahal. Gak dengan selesai 1-2 proyek ente bisa klaim diri ente sebagai pengusaha properti sukses.

IMHO.
share barusan nganterin temen ane ikut gathering cj, kalo menurut kacamata saya temen ane ampe terbius uda ikut seminar fullday 3,5jt + buku 90rb + biaya bimbingan 1jt (bisa juga bimbingan khusus bayar 50jt tinggal bayar 49jt) juga bisa juga kerjasama dimana ada succession fee 30% .ane aja ampe pusing dengernya&ini abis anterin gathering tiap acaranya kena 100rb buat kumpul2 sesama alumni yg pecah telor.

pilihan di anda, kalo ane nyengir aja liat ginian, kok mau ya????
Saya sempat ikut seminarnya Pak Cipto di Surabaya. Sebenarnya sih ide'nya simple banget. Pertama kita disuruh "makelaran" rumah. Nawar ke pemilik rumah (A) dan dijual lagi ke pihak lain (C) dengan profit, dimana kita jadi "makelarnya" (B). Bila berhasil dan dapet profitnya, mungkin kita bisa beli rumah beneran hehe

katakan A jual rumah 1M dan kita tertarik pada rumah itu. Kita sebagai B minta A tandatangan perjanjian jual beli. Mungkin kita kasih tanda jadi 5 atau 10 juta atau tidak sama sekali. Dan yang penting kita minta tenggang waktu untuk pelunasan (katakan 3 bulan). Lalu dalam 3 bulan kita mati-2an cari pembeli (C) yang mau beli dengan harga kita, misal 1,2M, dengan harapan bisa profit 200juta. Sistem ini sering dipakai di Bali dan dinamakan jual gantung. Namun biasanya yang sering pake jual gantung adalah spekulan tanah, dan umumnya DP mereka lumayan gede (kisaran 100 juta keatas). Kalau yang model Pak Cipto pake DP 5-10 juta ngga pernah denger sih, dan kalo ada penjual yang mau "digantung" dengan duit segitu selama 3 bulan sih, nurut saya yang agak bodoh penjualnya hehehe

Yang jadi pertanyaan adalah segi hukum dari PPJB dibawah tangan ini. Kalo B gagal dapat pembeli sih paling dia akan membatalkan PPJBnya dengan A dan kehilangan uang tanda jadinya. Namun bila pihak A merasa dibodohin oleh B, lalu membatalkan perjanjiannya dengan B, apakah A dianggap wanprestasi? Secara yuridis PPJB atas tanah bersertifikat harus dibuat didepan PPAT

Menurut hemat saya setelah menelaah metode CJ, cara dia sebenernya masuk akal bila kita memiliki modal yang cukup (paling tidak untuk meyakinkan pembeli bahawa kita serius), seperti contoh spekulan tanah di Bali yang pake "jual gantung". Mereka dengan mudahnya kasih DP 100-500 juta ke penjual dan mereka betting/bertaruh akan bisa jual lagi dengan keuntungan berlipat. Kalaupun ngga laku, mereka siap hilang duit tersebut karena memang para spekulan tersebut telah mendapatkan keuntungan yang besar dari transaksi sebelumnya. Cara ini tetap memakai UANG/MODAL, bukan tanpa uang yang selalu digadang-2kan tim sukses CJ

Saya ada teman yang kebetulan kuliah pasca sarjana di UPH Surabaya, dan menurut dia, dulu CJ pernah kuliah S2 Management di UPH Surabaya namun kemudian dropped out dan ngga kembali lagi. Mungkin setelah itu dia peruntungan melalui jualan seminar. Saya baca bukunya pun dia ngga pernah jelasin curriculum vitaenya. Saya search di Google dia ngga ada track record memimpin perusahaan multinasional.

Ya saran saya sih gini, lebih baik mendengarkan seminar dari developer kawakan seperti Ir. Ciputra atau Pak Riady yang sudah punya track record dalam property. Paling ngga kita bisa menerapkan dalam skala yang lebih kecil :-)
Teman-teman, saya sudah pernah ikut seminar Cipto tapi saat coba menerapkan selalu menemui halangan yang tidak sedikit.

Terakhir ini saya kontak dengan teman seangkatan yang (katanya) sudah berhasil dan mendapat beberapa proyek. Saya ingin belajar dengan dia. Ini salinan chatting saya dengan dia.

A: adalah saya, B: adalah dia

Terserah apa pendapat teman-teman setelah membaca chat ini

Participants:
-------------
A: Saya
B: Teman seangkatan

Messages:
---------
A:
Pak Dokter, project yg di Jakarta itu project apa dan di mana?
B:
Maaf baru bales.
B:
Kalo sy paling baru sedang koordinasi dengan aerotel dan Aston untuk pembangunan Kondotel di wilayah JakTim.
B:
Projek nya yg baru jalan punya temen2 satelit yg juga di share kan ke kita semua untuk bisa andil dalam pemilikan, pemasaran dan profit ada beberapa...
B:
The Aristoteles Residence Sumarecon Serpong.
Smart home and green living.
B:
Perum Geger Kalong Residence Bandung, Vivo vila Bali, the avani villa bali, the royal asthana jogja, the royal giwangan jogja, dll
A:
Kalau begitu saya ikut belajar ya untuk yang aerotel dan aston?
B:
Lah, emangnya mau bangun Hotel ? emoticon-Smilie
A:
Bukan, saya pengen belajar "tanpa modal"
A:
Soalnya saya nggak pernah berhasil terapkan teorinya Cipto
B:
Kalo bisa dengan modal knapa blajar yg ga pake modal?
A:
Lho bukannya selama ini kita diajarkan tanpa modal?
B:
=))
B:
Maksud saya knapa skrg jadi berniat unt belajar lagi... emoticon-Smilie
B:
Kalo hotel itu dah tingkatan tinggi jika "tanpa modal" , karena banyak sekali aspek yang harus di perhitungkan dengan teliti...
A:
Saya sih nggak pernah stop belajar cuma pas sekarang ada kesempatan dgn Pak Dokter
B:
Saya di community termasuk lengkap dalam strategy, tapi saya di batasi oleh hak cipta jika mau ngajarin
A:
Lho saya khan murid juga
A:
Kalau utk org lain boleh di hak ciptakan
A:
Aneh kalau saya kena masalah hak cipta juga
B:
Tidak semua murid mendapat strategy yang sama Om
A:
Kalau bgt cipto nggak fair
A:
Saya khan juga sdh bayar mahal
B:
Berapa mahal?
B:
emoticon-Smilie
A:
Lho yg seminar sehari apa nggak mahal?
B:
Temen2 murid BI dan saya bayar lagi 50jt
B:
Ikut blum?
B:
Lagian kita, terutama saya nguntit beliau ke beberapa kota demi memperoleh strategy2 terapan yang baru juga perlu biaya tidak sedikit...
A:
Wah kalau begitu bohong ya kalau tanpa modal
A:
Modalnya cukup besar utk dapat ilmunya
A:
Ya sudah kalau begitu
B:
=))
B:
Ok bos
Sorry double post
Quote:


Dari sini saya jadi tau kenapa sebelumnya ada kaskuser dari Bali yg nge-pro banget dgn CJ.

Quote:


Sumpah, team-nya CJ bener2 all out dalam hal ini emoticon-Blue Guy Peace
kalo ada yang mau beli buku pak cipto yang berjudul membeli bisnis francise tanpa uang dan utang buruan kontek saya.. COD only di jogja baru beli tanggal 14 oktober masi mulus emoticon-Big Grin
to : henrycah
hallo Gan, sdh ikut seminar, sudah action belum?
rajin ikut pertemuan belum?
ayo kalo mau kenal sesama murid silahkan email saya
ke sandradic(at)yahoo(dot)com
salam

Harus diakui sebagai pembicara pemula, Pak Cipto, ini caranya bicaranya cukup meyakinkan walau sangat lebay (tong kosong nyaring bunyinya)...

Namun perlu diketahui pula oleh orang2 yang kepingin cepat kaya,
FAKTA bahwa dari semua yang belajar mobil hanya 0,0000000000001% yang bisa jadi pembalap mobil kelas dunia seperti Michael Schumacher atau Alonso.

Begitu pula orang yang belajar renang, hanya 0,0000000000001% yang bisa menjadi atlet kelas dunia seperti Michael Phelps.

Apalagi orang yang belajar properti, juga hanya 0,0000000000001% yang bisa caplok sana-caplok sini.

Penting diingat, tidak semua orang cocok di bisnis seminar properti, bisnis potong rambut, bisnis kolam renang atau bisnis setir mobil!

Perlu ada proses belajar yang serius dan konsisten selama puluhan tahun untuk mencapai level Grand Master. Sekedar inspirasi, coba agan nonton film Jiro Dreams of Sushi. Bahkan di usianya yang sudah 85 tahun, Kakek Jiro masih belum mau pensiun dan belum mencapai level kesempurnaan. Terus belajar gan, yang penting KONSISTEN di bidang yang agan kuasai.


Quote:


berhubung ane bru ikutan seminarnya yang gratis,ane mau sedikit share disini.
kbetulan ane ikut tu seminar ama bokap ane di twin tower slipi. pas ikut seminarnya ane rasa2nya tau pasti bakalan ada seminar2 lanjutan yang berbayar. nah pas diujung acara ternyata bner, ane disuruh ikut buat tanggal 23 oktober ini. lantas ane dan bokap ga begitu saja mau bayar segitu. yang ada ane beli tuh buku yang 90rb (cover merah). mahal buat ukuran buku setipis itu.
setelah ane baca2 tu buku emang bagus,beberapa strategy yang dishare masuk akal dan bisa diterapkan bagi yang sungguh2.
bokap ane lanjut beli buku yang harganya 150rb kira2 3 hari setelah buku merah dibeli. disni kami mulai menemukan kejanggalan. kok malah di harganya yang lebih mahal strategynya malah ga ada yang di share. lebih mending yang merah masih ada strategynya.

disitu kami menyimpulkan bahwa memang cj memang komersil dan pelit. terlebih setelah saya tahu bahwa seminar fullnya seharga 2.5 juta pun tidak seluruhnya di share melainkan masih ada gathering dsb yang harus bayar.

karena memang systemnya yang komersil (pelit) ilmu tadi kami tidak jadi ikut yang seminar fulldaynya. kelihatan dari bukunya yang sangat mahalpun hanya omong kosong tanpa mendapatkan apapun seperti yang ada pada judulnya.


sekian share dari ane semoga bermanfaat.


oiya fyi ane di kaskus udah malang melintang cukup lama, jadi objektivitas sangat ane jamin disini
Quote:


yahhh gan, kenapa nggak bilang mo beli bukunya CJ. Ane ada tuh buku yang kedua ya gan beli kira2 150rb, ane mo jual ke agan 10rb aja, daripada ane bakar tuh buku modal korek api lagi emoticon-Blue Guy Bata (S)
Quote:


Untung ane nggak ketipu lagi beli bukunya CJ, cukup buku sebelumnya aja yang beli properti tanpa modal, tanpa utang, tanpa cicilan (dan tanpa hasil)
Quote:


kalo agan di yogya barteran yuk emoticon-Ngakak (S):
temen ane juga sudah ikut sampe sekarang nihil emoticon-Frown
Quote:



tanpa uang, berarti pake daun ato apa nih ?
Quote:



FOR : RUPA-RUPA

Saya Joshua M, Sarjana Hukum , bukan Pak Cipto, Kalau mau ketemu saya , silahkan saja, di setiap seminar Pak Cipto di Jakarta saya pasti ada.

Sementara anda hanya berdebat-debat disini, di setiap gathering, pada saat berkumpulnya para murid, banyak pula dari mereka yang membicarakan thread ini dan hanya menertawakan saja. Karena sementara anda membuang waktu untuk berdebat, semakin banyak murid-murid beliau yang sudah berhasil , berkembang dan maju. Diantaranya sdh membangun apartemen dan condotel, dll......

Untuk anda perlu tau, Pak Cipto pun mengetahui dan membaca thread ini, dan dengan berbesar hati beliau menjawab dan menanggapi : "mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat".

Quote:


Sarjana Hukum? Gak keliatan dari komentar2nya + gampang banget nuduh orang rasis? Lulusan mana?

Di forum Surat Pembaca banyak orang yg dikomplain terus ngaku2 Sarjana Hukum, pengacara kalau udah kepepet.
Diubah oleh rupa2
Quote:


"Sarjana hukum" kok nggak tahu klo sebelum tanda koma nggak boleh ada spasi. Gaya bahasanya juga aneh. Klo tulis surat perjanjian, akta, ataupun surat-surat hukum lainnya dengan cara begini, apa nggak kabur customer emoticon-Big Grin

dear bp. HADI7878

saya sudah download e book bapak td pg dan sudah saya baca hampir separo buku. untuk pemula seperti saya sangat membuka wawasan .
dan ini satu-satu nya buku yg menurut pemikiran saya benar-benar relevan yg sangat mungkin untuk di terapkan.dan pasti akan saya bagi ke teman-teman yg lain.
terima kasih banyak dan mohon bimbingan nya.
Angkat topi dan membungkuk hormat saya bwt bapak. emoticon-Angkat Beer
Saya sudah ikut gan, Mei 2010 di Surabaya.

Menurut saya pribadi apa yang disampaikan Pak Cipto lebih ke strategi marketing, saya akui strategi nya ampuh dan bisa dipraktekkan. Akan tetapi, memang agak sulit. Karena apa? Strategi tersebut di luar jalur "biasa", jadi ya perlu tenaga dan semangat yang tidak seperti "biasanya".

Saya juga alumni Entrepreneur University, komunitas TDA, dan Sukses Mulia. Saya pribadi belajar dari kegagalan-kegagalan rekan di komunitas. Jadi saya bisa saling tambal sulam untuk strategi yang akan saya gunakan dalam ber-wirausaha.

Menurut saya, semua itu kembali ke pribadi masing". Ada yang berhasil dan ada yang tidak. Jika kita mendengar lebih banyak orang yang gagal itu wajar. Dimana pun, di dunia ini, prosentase orang berhasil memang lebih kecil daripada orang gagal. Yang penting kita semua mau berusaha maksimal untuk membuat hidup kita dan orang-orang di sekitar kita lebih bermakna.

Salam emoticon-Smilie
Halaman 42 dari 66


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di