Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

harrywjyyAvatar border
TS
harrywjyy
Iblis Suci


Blurb:

Mengisahkan tentang dua orang vlogger yang mendatangi sebuat sekte rahasia di tengah hutan terpencil. Semakin lama mereka di sana, mereka mulai merasakan keanehan, kegilaan dan hal-hal abnormal yang tidak manusiawi.

Akankah mereka bertahan di sana? emoticon-Takut (S)

emoticon-Takut


BAB 1

Quote:

To be continued


Diubah oleh harrywjyy 01-04-2024 09:42
regmekujo
sampeuk
itkgid
itkgid dan 11 lainnya memberi reputasi
12
2.7K
37
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Tampilkan semua post
harrywjyyAvatar border
TS
harrywjyy
#4
BAB 3


Pada suatu pagi yang indah, burung-burung berkicauan dan matahari terbit dengan indah. Cahayanya menghangatkan suasana tidak seperti pagi sebelumnya. Di dalam kamar apartemen, Ray sibuk mengemas barang-barang ke dalam koper besar miliknya. Mulai dari baju, sepatu dan lain-lain. Wajahnya tampak sedikit kesal, tangannya mamasukkan satu per satu baju itu tanpa menyusunnya dengan rapi.

“Sayang? Kenapa gak kamu aja yang rapikan ini? Aku mau siapin kamera, mic, kabel-kabel, drone, laptop. Bisa gak kamu aja yang urus pakaian?” tanya Ray yang kesal.

Saat itu pacarnya Rissa tengah duduk di depan cermin sambil merias wajahnya. Penampilannya masih memakai gaun tidur tipis yang biasa ia pakai. Tanpa menoleh ke Ray, Rissa menjawab, “sabar dong, sebentar lagi selesai ini.” Tangan Rissa dengan pelan mengoleskan lip-tint ke bibir indahnya itu.

“Yaudah, kalo sebentar lagi berarti aku tinggal aja ya.” Ray lalu berdiri dan meninggalkan koper itu. Berjalan ke studio rekaman untuk mempersiapkan segala macam peralatan syuting yang akan mereka butuhkan.

Setelah Ray pergi, Rissa berdiri sambil terus memperhatikan wajahnya di cermin. Ia lalu melepas gaun tidur itu dari tubuhnya. Ia beranjak ke lemari dan mulai memilih pakaian yang akan ia pakai kali ini. Sementara koper dan pakaian itu ia abaikan begitu saja.

***

Sekitar pukul 10.00, Rissa keluar kamar sambil menyeret koper berisi baju miliknya dan juga milik Ray. Ia sudah cantik dengan setelan celana pendek ditambah kaos tanpa lengan yang ketat dan memperlihatkan bentuk tubuhnya yang indah.

Ray memakai sepatu sambil membawa tas ransel besar berisi perlatan syuting. Jaket parka yang ia pakai tampak penuh dengan berbagai barang-barang kecil tapi penting kegunaannya. Ia duduk di sofa sambil memakai sepatu.

“Udah semuanya?” tanya Ray.

“Udah,” jawab Rissa.

Setelah Ray selesai memakai sepatu, Rissa membuka pintu dan berjalan ke luar. Disusul Ray yang kemudian menutup dan mengunci pintu. Suara koper yang diseret terdengar di koridor apartemen. Mereka masuk ke salah satu lift untuk menuju ke basement.

Di basement, mobil pun sudah disiapkan. Ban dan mesinnya sudah dicek agar tidak ada kendala selama perjalanan. Mengingat perjalanan mereka ini cukup jauh ke luar dari hiruk pikuk suasana perkotaan. Ray memasukkan koper dan tas ke jok belakang. Sementara Rissa sudah duduk di depan sambil merapikan rambut pirangnya itu.

“Oke, kita jalan ya,” ucap Ray saat masuk dan duduk di jok supir.

Mesin mobil pun ia nyalakan, pedal gas ia injak. Mobilnya pun mulai berjalan meninggalkan posisi semula, menyisakan jejak debu di sana. Sinar mentari menyambut mereka, sebelum mobil itu bersentuhan dengan aspal jalanan. Dengan kecepatan sedang Ray melajukan mobil di tengah jalan raya yang tidak terlalu padat itu.

Hari itu hari Minggu, banyak pesepeda memenuhi bahu jalan. Sedangkan trotoar di isi oleh pedagang makanan dan minuman. Mobil Ray melewati semua pemandangan itu, sebelum akhirnya menghilang kala mereka mulai memasuki jalan bebas hambatan.

“Kalau sampai di sana ternyata kita ditipu gimana?” tanya Rissa sedikit cemas.

“Kalo ditipu? Ya berarti kita apes,” jawab Ray.

Tangan Rissa lalu bergerak ke sebuah layar kecil yang berada di dasbor mobil. Ia membuka peta penunjuk arah yang sedang digunakan oleh Ray. “Liat tuh, ini lumayan jauh lho,” kata Rissa sambil menunjuk titik tujuan mereka.

Sambil fokus menyetir, Ray menghela nafas. “Kalo misalnya kita ditipu.” Ray lalu menggeser sedikit layar tersebut. “Kalo ditipu, kita belok kesini. Kita liburan!” kata Ray menunjukkan sebuah titik yang mengarah ke sebuah kota di pesisir selatan pulau Jawa yang terkenal dengan keindahan pantainya.

Rissa tertawa kecil lalu bersandar di bahu pacarnya itu. “Hehe, emang itu yang aku mau. Kamu peka juga ya,” ucapnya.

Di dalam jalan bebas hambatan itu, mobil mereka melaju dengan cepat. Sehingga bisa menghemat waktu perjalanan. Singkat cerita, perjalan mereka memakan waktu lima jam lamanya. Mereka kini sampai di sebuah pedesaan. Rumah-rumah di sini masih banyak menggunakan bilik bambu. Jam menunjukkan pukul 15.30.

Mobil mereka melewati jalanan rusak yang hanya muat satu mobil dan satu motor. Karena ingin memastikan, Ray lalu memberhentikan mobilnya di dekat sekumpulan ibu-ibu yang sedang mengobrol. Ia membuka kaca mobil dan hendak bertanya.

“Permisi, Bu. Numpang nanya,” ucapnya dengan sopan.

“Iya, sok atuh kalau mau nanya,” jawab ibu-ibu itu.

Ray melihat layar smartphone-nya sesaat. “Kalau ke bukit mendes kemana ya?” tanya Ray kepada mereka. Saat mendengar nama bukit mendes, wajah para ibu-ibu itu berubah. Mereka yang tadinya sedang asik makan rujak pun tiba-tiba merapikan semua piring dan peralatan makannya dengan cepat. Wajahnya seperti panik. Bahkan beberapa dari mereka sudah berjalan cepat meninggalkan mobil Ray sebelum sempat menjawab.

“Maaf, ibu tau gak di mana?” tanya Ray pada satu orang wanita tua yang masih merapikan piring.

Wanita tua itu menoleh pelan ke arah Ray. Matanya melotot, seakan marah dengan Ray. “Tidak ada! Tidak ada! Tidak ada bukit mendes! Jaga ucapan kamu! Kurang ajar!” bentak ibu itu kepada Ray.

“Lho? Salah saya apa ya, Bu? Kok marah-marah sih?” tanya Ray tak terima.

“Heh! Kamu denger ya! Jangan sebut-sebut nama itu di sini! Tidak sopan! Kurang ajar kamu!” Ibu itu lalu bergegas pergi meninggalkan Ray. Sementara orang sekitar mulai dari petani, penjaga warung bahkan anak-anak tampak melihat ke arah Ray dengan tatapan aneh. Melihat itu, Ray buru-buru menutup kaca jendelanya dan langsung tancap gas.

“Aneh banget sumpah! Buru-buru deh keluar dari kampung ini,” kata Ray sedikit takut.

“Udah, kamu ikutin arah maps ini aja,” ucap Rissa dengan wajah cemas.

Ray lalu mengikuti arahan dari penunjuk jalan yang ada di dasbornya. Pengalaman tidak enak tadi membuatnya enggan untuk bertanya ke orang sekitar. Ia pun mengikuti kemana pun penunjuk arah ini mengarahkannya.

Perlahan-lahan jalan semakin menanjak, mereka bisa melihat sebuah bukit di depan mereka yang tak lain adalah titik lokasi yang jadi tujuan. Rumah-rumah warga semakin hilang dari pandangan, berganti dengan pepohonan lebat dan semak belukar. Rissa sedikit cemas saat sadar kalau mobilnya mulai masuk hutan belantaran ditambah hari yang semakin gelap.
Sekitar beberapa meter di depan, sebuah mobil tampak berhenti menghalangi jalan. Mobil Ray ikut berhenti. “Apaan nih?” tanya Ray.

“Hati-hati, Sayang. Bisa aja itu orang jahat!” kata Rissa yang takut sambil memegangi lengan Ray. Walau Ray juga merasa takut, tapi ia harus mengambil tindakan. Tanpa ragu ia bunyikan klakson beberapa kali.

Tak lama kemudian, dari mobil itu keluar orang-orang dengan setelan jaket kulit membawa senjata laras panjang berjalan ke arahnya. Mereka pun mengetuk jendela mobil, menyuruh Ray untuk membuka kaca.

“Sayang! Apaan ini?” Rissa panik dan ketakutan, ia peluk lengan pacarnya itu.

“Tenang, tenang, Sayang!” Ray menelan ludah, wajahnya berkeringat. Dengan tangan bergetar ia menekan tombol. Kaca jendela pun terbuka dan ia berhadapan dengan orang berkacamata hitam dengan senjata api itu.

“Kodenya?!” tanya orang itu sambil menodongkan senjata.

“K-Kode apa?” Ray berpikir sesaat. “Oh, Veloso!” ucap Ray.

Mendengar kata itu, orang-orang itu segera menurunkan senjata mereka. Suasana tegang pun mulai mereda. Ray dan Rissa kini bisa bersandar sambil bernafas lega.

“Kalian orang yang terpilih. Mulai dari sini, kami yang akan mengarahkan anda untuk menuju ke mansion! Kalian sudah ditunggu,” kata orang itu.
Diubah oleh harrywjyy 28-02-2024 12:10
ardian76
bambanghariy192
itkgid
itkgid dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Tutup