KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Karena Cinta Itu Buta (Kakak Yang Cantik)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/633e51cc7f652b30266fae2f/karena-cinta-itu-buta-kakak-yang-cantik

Karena Cinta Itu Buta (Kakak Yang Cantik)

Kisah ini hanyalah kisa fiksi belaka. Biarlah fantasi menjadi fantasi. Tak semua khayalan bisa dituangkan dalam bentuk tulisan.


Lelaki itu bernama Fred. Usianya baru 18 tahun, kelas 3 sma. Dia tinggal bersama kakak perempuannya karena kedua orang tuanya sedang tidak ada di rumah atau lebih tepatnya jarang ada di rumah sehingga rumah besar itu hanya dihuni mereka berdua saja.

Kalau dibilang besar sih... ya memang besar tapi tidak seperti mansion, jadi ya relatif juga sih. Terlepas dr itu semua, bukan rumah mereka yang akan dibahas tapi penghuninya. Pembantu sih ada tapi ya pembantu hanya mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan sesuai dengan tujuannya digaji.

Fred memang sangat dekat dengan kakak perempuan dia yang bernama Valerie. Usia gadis itu 26 tahun. Dia bekerja sebagai seorang dokter di sebuah rumah sakit besar di pusat kota. Wajahnya sangat cantik dan memiliki tubuh indah bagaikan model. Memang sih dia ada kepikiran mau jadi model tapi tidak dalam waktu dekat ini.



Mereka berdua memang sangat dekat sehingga tak jarang mereka sering dikira sepasang kekasih. Fred sendiri juga memiliki tubuh idea dengan tinggi 180 cm dan berat 70 kg. Lumayan juga. Valerie sendiri memiliki tinggi badan 170 cm berat 49 kg. Ideal.

Kedua orang tua mereka senantiasa ke luar kota atau kadang ke luar negeri karena urusan bisnis. Biasa. Kaum berduit. Meski demikian, mereka berdua tetap rajin dan mandiri alias tidak manja. Kalau di sekolahan, Fred memang cukup populer karena wajah tampan dia dan jago olah raga serta main musik.

"Yuk sis. Dah mau jam 8. Buruan. Aku kesiangan nih."

"Dedek juga sih pakai ketiduran segala. Hehehe. Tenang. Belakang tempur siap beraksi." Kata Valerie sambil memakai jaketnya.

Mereka berdua berangkat ke sekolahan Fred. Valerie sudah tidak asing lagi di sekolahan itu. Lah kok bisa? Apa sebab? Dikarenakan orang tua mereka jarang di rumah, Valerie senantiasa datang ke sekolahan adiknya untuk ambil raport. Ya mau gimana lagi? Wajah cantik gadis muda itu membuat para siswa di sana terpesona.

Bagi para siswi? Ya mereka juga sudah banyak yang tergila gila dengan Fred tapi Fred tetap memilih untuk tidak pacaran. Entah kenapa; tidak ada yang tahu.

Broooomm!!! Motor balap itu tiba di sekolahan Fred. Meski feminim tapi kalau soal roda 2, Valerie itu ratunya. Dia bisa membelah jalanan seperti musa membelah laut merah pada zaman sebelum masehi.

Helm dibuka. Rambut panjang hitam itu tergerai dengan indah.

"Belajar yang bener ya dek. Jangan nakal ya. Hehehe. Cium dulu sini. Muach!"

"Ok sis. Hati² ya d jalan." Kata sang adik yang baru saja dicium oleh kakak perempuannya. Ya seperti itulah kedekatan mereka berdua. Banyak siswa yang iri kepada Fred karena dia memiliki seorang kakak perempuan nan cantik.

"Suek. Kalau gua ada kakak perempuan cantik kayak gitu. Bahagia bener hidup gua." Kata Michael ke Johnny, teman baik Fred yang kebetulan sedang ada di depan sekolahan.

"Siapa juga yang menolak. Enak bener dah si Fred." 

Fred masuk ke sekolahan dan menjalankan kegiatan dia dengan normal.

"Halo Fred. Tadi kakak kamu yang antar ya? Aku ada liat tadi. Ketemu di jalan. Keren ya dia. Cewek bawa motor balap kayak gitu. Hehehe." Kata Linda, siswi yang dekat dan juga tergila gila dengan Fred.

"Ah. Iya. Biasa dia pakai mobil. Cuma tadi takut terlambat saja. Jadi ya pakai motor." Jawab Fred santai sambil tersenyum manis. Memang Linda salah 1 siswi tercantik di sekolahan itu dan juga anak orang kaya.

"Fred. Uhm... kakak kamu dah ada pacar belum? Dia cantik banget loh." Tanya Linda penasaran.

"Belum. Kami berdua belum mau pacaran. Aku juga gak tau kami ke mana nantinya. Kayaknya kami mau lanjut ke Australia untuk kuliah. Dia mau kuliah spesialis juga katanya." Jawab Fred bimbang.

Ya memang benar. Fred sendiri masih ragu dengan masa depan dia. Mau dibawa ke mana masa depan dia? Entahlah. Dia sih ingin jadi arsitek karena dia ahli matematika dan suka menggambar. Ya itulah dia. Dia memang pintar namun tak jelas ke mana arah tujuan dia.

Pulang sekolah...

Broommm! Sepeda motor itu kembali datang. Siapa lagi kalau bukan Valerie, sang kakak yang menjemput Fred, adik tersayang. Siswa siswi yang berada di sana langsung fokus ke kakak adik itu. Helm diberikan oleh Valerie tapi Fred memberikan kode.

Fred di depan dan sang kakak di belakang. Valerie memeluk adiknya dengan erat seperti sepasang kekasih. Suasana langsung riuh seperti sekolah baru kedatangan artis meski mereka hanya orang biasa. Mereka melaju langsung pulang ke rumah.

"Ih Fred keren banget. Macho. Kakaknya cantik banget. Mereka kayak orang pacaran aja de."  Kata Elvin, teman Linda.

"Bused. Kakak cantik kayak gitu mah mau dah gua. Kwkwkwkw." Kata Ricky, teman sekelas Fred.

Ya memang begitulah mereka berdua. Orang tua jarang di rumah. Mereka tentu saja menjadi sangat akrab dan saling menyayangi. Apa yang salah? Bukannya wajar saja kakak adik saling sayang?

Valerie yang uangnya banyak karena dokter cukup sukses; sering membelikan pakaian ke adiknya termasuk jam tangan dan sepatu. Uang bukan masalah. Pakaian perempuan muda itu juga modis. Sebetulnya bisa saja dia jadi model karena dia juga rajin olah raga sehingga tubuh nya senantiasa terlihat indah dan ramping. Sama hal nya dengan sang adik. Dia atletis penuh otot tp gak kayak bina raga.

1 Wajah tampan 1 nya cantik. Sama² pintar dan dr keluarga berada. Mereka juga ramah dan sopan. Tidak angkuh serta baik kepada siapapun juga. Itu sebab mereka berdua sangat dicintai oleh orang-orang di sekitarnya. Valerie juga rajin membantu para pasien yang tidak mampu alias diobati secara gratis. Menyelamatkan jiwa orang adalah tujuan utama dia menjadi dokter, bukan karena mencari kekayaan.

Meski demikian, Valerie tetap berniat ke Australia untuk mengambil spesialis dan tidak menutup kemungkinan mereka berdua menetap di sana. Entah kapan?  Tidak ada yang tahu. Bisa saja setelah sang adik selesai sma. Orang tuanya bagaimana? Ah mereka mah masa bodo. Mereka tahu anak mereka bukan boneka yang bisa diatur seenaknya.

"Sis. Nanti gym bareng yuk. Besok sabtu. Ada praktek gak nanti? Kalau nggak, malam juga gpp. Lebih sepi. Biar kita berdua aja sis." Kata adiknya

"Malam aja dek. Sepi. Banyak cowok genit di tempat gym kadang. Malas dah. Besok aku libur kok. Hehe. Lagian deket banget sama rumah kan tempat gym nya."  Jawab Valerie sambil membelai rambut dan wajah adiknya.

"Ok deh. Sis. Aku mau tidur dulu. Hehe. Besok kita jalan² yuk."

"Boleh. Ya udah. Kamu bobo dulu gih dek. Lagian kamu juga tadi kayak masih lelah." Kata Valerie dengan lembut. Fred tersenyum dan ke kamarnya.

"Duh dedek siapa sih itu? Ganteng banget." Kata Valerie dalam hatinya sambil tersenyum.




Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan 27 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh enjihalala25
Minggu pagi. Cuaca cerah. Burung berkicau. Di dalam sebuah kamar tampak sepasang kekasih alias kakak adik yang baru saja berbagi kehangatan di malam hari. Selembar selimut menutup tubuh mereka yang tanpa busana. Tampak mereka begitu lelah dalam fisik dan pikiran.

Memang bercinta itu bisa menghabiskan banyak kalori. Banyak pikiran juga sama saja. Mereka berdua masih berpelukan mesra layaknya pengantin baru yang baru saja menikmati malam pertamanya. Matahari tampak kesal dan sinar nya membangunkan Valerie.

Gadis cantik itu terbangun dan dia tersenyum melihat adiknya yang masih tertidur. Kecupan mesra dilayangkan Valerie ke bibir lelaki yang baru saja mengambil kehormatan dirinya semalam. Valerie bangun dan sambil menahan sakit, dia ke kamar mandi.

"Wah 2 minggu lagi mama dan papa pulang. Hmm... harusnya sudah pulih di bawah sini. Tenang dah. Bisa diatur." Kata dia dalam hati. Sebagai seorang dokter, bukan hal yang sulit bagi dia. Fred mendadak ke kamar mandi yang tidak tertutup itu. Dia memeluk Valerie yang masih belum memakai busana dari belakang.

"Halo sayang. Enak ya semalam." Ledek Fred.

"Eh dedek ganteng. Halo sayang. I love you. Uh sakit nih. Hehee. Capek sepanjang malam kita gituan. Enak. Hehehe. Puas banget aku. Duh ranjang masih basah. Nanti tolong bantu aku beres beres ya." Pinta Valerie

"Sepele. Mandi yuk."

Fred menggendong Valerie ke tempat mandi. Valerie tersenyum malu. Mereka langsung mandi berdua. Rasa lelah hilang dalam waktu singkat. Setelah mandi bersama, mereka memutuskan untuk tidak ke mana². Sarapan sudah dan sekarang mereka harus membereskan semua jejak dan bukti ² dari kegilaan mereka semalam.

"Val. Beres juga. Nanti minggu depan harus panggil tukang steam cleaning. Biar gak ada bukti." Kata Fred.

"Beres dek. Eh dek. Kita jadi ke Australia kan? Kamu dah mau ujian akhir loh. Nanti setelah lulus, aku bantu kamu urus semua dokumentasi. Kayaknya kita menetap di sana saja. Gimana?"

"Aku mau. Lagian mama papa jarang di rumah. Mereka juga sudah tua. Entahlah. Lihat aja nanti gmana Sis. Nah dah beres. Aku langsung bawa ke laundry aja ya sis. Biar noda ini gak lama². Bisa panjang urusannya kalau ketauan." Kata Fred

"Dek. Uhm... i love you... hehehe."

"Kirain apa... hehhee. Love you to sis." Jawab Fred sambil mencium bibir Valerie.

"Dek. Selama mama dan papa belum pulang, bobo di kamar aku aja yuk."

"Pasti sis. Kamu gak menyesal kan semalam kamu.... kehilangan itu.."

"Dedek sayang. Aku sayang kamu. Aku gak menyesal meski nanti kamu akan menikah dengan perempuan lain. Kita tidak bisa menikah tapi cinta aku ke kami tidak akan berubah." Kata Valerie sambil tersenyum dan merangkul leher Fred.

Mereka kembali berciuman. Apa yang terjadi selanjutnya? Ya bayangkan saja pengantin baru seperti apa. Mereka kembali bercinta lagi. Meski masih kesakitan, Valerie tetap sangat menikmati dirinya dinikmati oleh adiknya sendiri.

Desahan mereka mengalahkan suara burung di pagi yang cerah. Matahari begitu terang sampai sinar nya masuk ke kamar Valerie yang sudah ditutup tirai itu seolah langit memberikan restu kepada mereka untuk melanjutkan hubungan terlarang itu.

3 jam kemudian, mereka makan siang dengan memesan makanan via online. Di ruang tengah, mereka makan bersama sambil menonton drama. Adegan romantis pun tiba dan mereka kembali berciuman mesra. Puas berciuman...

"Dek. Di sekolah kamu, ada murid yang cantik gak?" Tanya Valerie penasaran.

"Ada beberapa tapi mereka semua ya... gitu deh. Aku mau sama wanita dewasa, bukan anak sma. Mereka semua kagum sama kecantikan kamu loh sis. Hehehe. Yang cowok juga senang." Puji Fred 

"Yeeee. Hehehe. Terkenal deh aku di selolah kamu. Dedek, mereka cemburu gak kalau kamu dicium ama aku?"

"Nggak sih. Paling yg cowok pada iri. Yang cewek juga mungkin ada yang iri. Soalnya gak berani cium aku. Hehehe."

"Belagu. Hehhee. Dek dek. Sore jalan di taman yuk. Bosan di rumah."

"Eh mau. Boleh. Perumahan kita mulai sepi. Orang² yang kita kenal sudah hampir gak ada semua. Kebanyakan penghuni baru. Wah mungkin kita juga gak akan di sini lagi dalam waktu dekat ini." Kata Fred.

"Ya ada pertemuan dan perpisahan. Gak selamanya kita bisa di sini. Mungkin bisa saja sih tapi aku ingin kamu sekolah tinggi dan mengejar cita-cita kamu, sayang. Aku lihat juga kamu dan papa gak gmn akur. Kamu juga gak tertarik sama usaha papa. Ya liat aja nanti gimana dek." Kata Valerie agak lesu.

"Iya sis. Liat saja nanti gmn. Hmm.. sis. Masih sakit di bawah sana? Hehehe. Tadi ada semburan maut soalnya dari bawah sana. Wahahahhahaa."

"Hiiiiihhhh dedek!! Malu ah. Hehehe. Kamu juga sama. Nakal. Dek. Dedek. Kalau kita di sana, pasti lebih bebas ya. Hehehe."

"Setahu aku sih bebas. Hehe. Bilang aja kakak adik. Mau gmn? Hehe. Sis. Ke taman jam4 lewat dikit aja yuk. Aku ngantuk. Zzzzzz."

"Ok deh. Aku juga. Yuk bobo siang. Aku temenin tapi gendong dong. Hehehe."

Fred tersenyum dan langsung menggendong Valerie. Mereka kembali berciuman lagi. Di kamar, mereka kali ini beneran tertidur. Sungguh seperti pengantin baru yang gak mau keluar kamar hotel.


Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fernando4231 dan 8 lainnya memberi reputasi
×
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di