KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Food & Travel / ... / Domestik /
Sekongkang, Destinasi Liburan Pantai yang Asyik Untuk Happy dan Menyepi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62eeb521690bb364560361a7/sekongkang-destinasi-liburan-pantai-yang-asyik-untuk-happy-dan-menyepi

Sekongkang, Destinasi Liburan Pantai yang Asyik Untuk Happy dan Menyepi



Pantai Cantik di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, yang Juga Secantik Pantai di Senggigi, Lombok

Assalamualaikum Sahabat Kaskuser semuanya. Hai, hai, hai, jumpa lagi dengan Enya, di cerita jalan-jalan dalam negeri, mengeksplor negara sendiri. Oh ya, ini kelanjutan kisah ngebolang kami menikmati suasana pantai di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat.

Kali ini, Enya akan ke Sekongkang, sebuah kecamatan di KSB. Kabarnya, pantai di Sekongkang sangat terkenal dengan keelokannya, menghadap ke laut lepas, Samudera Hindia.

Beberapa kali kami bertanya ke orang-orang tentang pantai itu. Dan jawaban mereka selalu kompak. "Memang, Pantai Sekongkang yang paling bagus."

Duh, kami kan jadi semakin penasaran. Apalagi kami sudah ke Pantai Balat, Kertasari, Labuhan Lalar, dan Pantai Potobatu. Itu saja sudah cantik dalam pandangan kami. Nah, kalau katanya Pantai Sekongkang ini lebih cantik lagi? Amboi, seperti apa ya, kira-kira?




***EHZ***

Pagi setelah sholat Subuh, kami siap-siap berangkat. Menurut Google Maps, jarak dari Taliwang--tempat kami memulai perjalanan--ke Pantai Sekongkang lebih kurang 60 kilometer atau sekitar 2 jam jika ditempuh dengan kendaraan bermotor. Kami sudah tak sabar ingin membuktikan kecantikan pantai yang akan kami tuju. Sepertinya, kami semua sedang euforia, tak ingin telat sampai ke sana.

Dari jendela mobil, bukit-bukit kecil tampak tersusun berlapis-lapis, seperti bangunan segitiga berbentuk kerucut yang berdiri bersisian, samping menyamping, mengelilingi, seakan-akan menjaga lembah.

Ladang, rawa, dan tanah lapang, sejak musim penghujan berubah semakin hijau. Subur. Air pun menggenang di sana-sini, sebagian malah membentuk seperti danau. Saat hujan lama tak berkunjung; rawa, ladang, dan tanah lapang itu, semuanya berwarna kuning kecokelatan. Kerontang tak mendapatkan makanan.




Perbedaan musim hujan dan kemarau telah menghamparkan permadani alam dengan motif pemandangan yang berbeda. Sama-sama cantik. Yang satu bersolek dalam nuansa kuning kecokelatan nan hangat, yang satunya lagi berdandan dalam nuansa hijau penuh keteduhan.

Sepanjang mata memandang, banyak padang rumput dan rawa yang mendominasi. Rumah-rumah penduduk berjarak, tidak rapat-rapat seperti di perkotaan. Bangunannya pun kokoh, terbuat dari batu, menunjukkan taraf ekonomi masyarakatnya cukup baik.

Pantai agak sedikit jauh, tak terlihat dari jalan raya. Jalanan pun semakin berliku, turun naik menyusuri perbukitan. Semakin tinggi, semakin luas pula lapangan pandang. Laut nan biru tampak tenang seperti tak bergelombang. Gili-gili (pulau-pulau kecil) bertebaran seperti batu kerikil yang dihampar berserakan.




Sebelum tiba di Sekongkang, kita akan melewati Kecamatan Jereweh dan Kecamatan Maluk.

Kecamatan Maluk tidak kalah ramai dari Ibukota Kabupaten Sumbawa Barat: Taliwang. Bagaimana tidak, di Maluklah pusat pertambangan emas dan tembaga terbesar kedua se-Indonesia setelah Tembagapura di Papua. Kalau dulu nama pertambangannya Newmont, sekarang berganti nama menjadi Amman. Kenapa berubah? Entahlah. Sepertinya itu urusan politik. Bisa teman-teman cari sendiri jawabannya dalam rekam jejak di berita nasional.

Jalanan aspal yang tadinya mulus dan sempit kini mulai melebar. Melebar, tentu saja karena memang sengaja dibuat begitu untuk kebutuhan pertambangan. Namun, jalanan itu banyak berlubang di sana-sini.

Menurut orang, wajar jika jalanan itu rusak atau menjadi cepat rusak. Karena truk-truk besar yang membawa hasil tambang sering berseliweran. Berita bagusnya, jalanan rusak tersebut juga cepat diperbaiki. Rusak, perbaiki. Rusak lagi, perbaiki lagi.

Di Maluk, perekonomian masyarakat tampak lebih hidup. Banyak kedai, warung makan, juga minimarket. Bahkan, toko-toko yang lebih besar pun banyak. Toko kelontong, perabot, dan fashion, juga show room motor berjejer di pinggir jalan. Sepertinya semua tersedia, lengkap.

Daerah pertambangan biasanya memang terlihat lebih sejahtera. Akan tetapi, efek pandemi karena Covid-19 sedikit banyak telah mengubah wajah kemakmuran itu. Covid-19 telah mengurung para pekerja; mengisolasi dan mengkarantina mereka, tak lagi bebas keluar-masuk seperti biasa. Semua harus berada di dalam kompleks. Bahkan, menurut salah seorang pegawai perusahaan tambang itu, segala kebutuhan harian mereka telah dipenuhi oleh manajemen, bisa dibeli dari dalam.

Imbasnya tentu saja ke penduduk setempat. Warung-warung mulai sepi hingga akhirnya banyak yang kolaps tak ada pembeli. Tutup dan bangkrut. Akan tetapi, perlahan sekarang sepertinya sudah mulai kembali bangkit.

***EHZ***

Jalanan mulai menurun. Kami pun memasuki Kecamatan Sekongkang, yang tak kalah ramai dari kecamatan tetangganya tadi, Maluk. Banyak cottage, vila, hotel, juga rumah makan dan restoran. Ada yang mewah, ada yang biasa. Bahkan, ada juga yang dibangun seadanya. Sekongkang ini ramai karena memang merupakan daerah kunjungan wisata, terutama wisata pantainya.

Pantai wisata di Sekongkang terkonsentrasi di satu wilayah karena memang sesuai dengan kontur alamnya. Struktur tanah yang bervariasi, garis pantai yang panjang dengan pasir putih dan ombaknya yang besar semakin memperindah panorama yang kami lihat. Salah satu pantai yang terkenal, Pantai Tropika namanya.

Pemandangan pantai dengan gulungan ombaknya yang tinggi sering dipakai untuk berolahraga surfing oleh para wisatawan, terutama wisatawan asing. Bahkan kejuaraan surfing internasional setiap tahun diadakan di sini. Informasi tersebut sering sekali kami dengar, diceritakan dengan penuh bangga oleh penduduk lokal. Dan sekarang kami membuktikannya.











Nah, jadi semakin penasaran, kan? Yuk, mampir ke Sekongkang ....
Cantik, bukan?

***EHZ***

Foto-foto dan cerita merupakan dokumentasi dan opini pribadi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nite.hime dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh enyahernawati
sumbawa emang pantainya banyak yg cantik.

cuma yg jadi masalah di kebanyakan tempat wisata indonesia itu cuma fasilitasnya aja

kalau cuma cantik alamnya saja. banyak bgt di indonesia apalagi kategori pantai.

cuma balik lagi.
kalau jualannya cuma keindahan alam doang ya tetep bakal sepi.

kenapa.
karna orang datang yg diandalin cuma pemandangannya saja dan tidak ada aktifitas lain/hiburan lain selain melihat pemandangan.

wisatawan datang jebret. wow pemandangannnya indah sekali,,, trus apalagi ? g ada cuma gitu doang. akhirnya wisatawan bosan.

ini yg di bahas masih faktor fasilitas dan infrastrukurnya. blm lagi kalau mau bahas faktor.keamanan..

dan ini juga mnjadi alasan kenapa bali masih jadi primadona,padahal kalau mau jujur, jika di banding daerah lain alam di bali ini termasuk biasa saja (mungkin karna udah terlalu ramai, jadi keasriannya ilang)


akhir kata: ane g bermaksud mengucilkan tempat wisata di indonesia, ane cuma mau sharing alasan kenapa tempat yg bagaikan surga kayak di sumbawa ini masih bnyak yg sepi.

CMIIW
profile-picture
enyahernawati memberi reputasi
Diubah oleh leonard21
profile picture
TS enyahernawati
kaskus addict
Iya, Gan. Beberapa tempat wisata di kita, masalah seriusnya emang tentang sarana, prasarana, dan kesiapan daerahnya.
Memuat data ...
1 - 1 dari 1 balasan
×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di