Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

KokonataAvatar border
TS
Kokonata
Menggugat Seragam Sekolah Negeri yang Panjang, Rindu Lihat Aurat Ciwi-ciwi Lagi??

Seragam sekolah negeri menjadi perdebatan di media sosial. Sebagian orang menganggap seragam sekolah negeri zaman now berlebihan. Terlalu panjang dan tertutup, seperti seragam sekolah Islam. Padahal tidak semua murid sekolah negeri beragama Islam.

Seperti Seragam Tahun 1990-an
 
Orang-orang yang keberatan dengan seragam panjang menginginkan seragam seperti tahun 1990-an. Kemeja dan celana pendek bagi siswa SD dan SMP, barulah pakai celana panjang bagi siswa SMA. Bagi sisiwi SD, SMP, dan SMA rok cukup selutut saja. Tidak perlu panjang semata kaki. Kecuali bagi sisiwi yang menggunakan jilbab, bisa menyesuaikan dengan menggunakan rok panjang dan kemeja lengan panjang.
 
Alasan orang-orang yang menolak seragam panjang karena menghilangkan kebhinekaan. Indonesia NKRI, bukan negara Islam. Seragam rok selutut juga lebih membebaskan anak-anak bergerak, tidak seribet pakai rok panjang. Ada kasus juga guru-guru yang mengharuskan anak perempuan menggunakan celana training selaion rok panjang. Apabila mengendarai sepeda motor atau melakukan kegiatan yang perlu mengangkat rok, tidak masalah lagi.
 


Penolakan seragam panjang itu juga merupakan buntut beberapa kasus di sekolah tertentu. Ada sisiwi yang beragama Islam namun enggan mengenakan jilbab sehingga dipanggil guru BK. Kabarnya si murid jadi stres karena hal itu. Sebagian orang tua menjadi khawatir anaknya bakal dipaksa berjilbab juga.
 

Lebih Nyaman dengan Seragam Panjang
 
Sebagian orang tua juga setuju dengan seragam panjang. Lebih aman, meskipun anaknya laki-laki. Anak zaman now juga lebih cepat puber, sehingga menggunakan celana pendek dan rok selutut terasa kurang pantas. Meskipun seragam panjang tidak menutup kemungkinan pelecehan seksual, namun setidaknya sudah ada upaya mencegah.
 

Apabila kita meninjau peraturan pemerintah yang mengatur tentang seragam yaitu Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014, tidak ada keharusan menggunakan seragam panjang. Ada beberapa pilihan seragam, termasuk seragam zaman old berupa celana pendek dan rok selutut.
 
Hanya saja apabila di satu sekolah mayoritas siswa dan siswinya mengenakan seragam panjang, bakal terlihat mencolok siswa dan siswi yang mengenakan seragam pendek. Potensi perundungan sangat besar. Tentu membuat sisiwa bersangkutan stres.
 
Agan dan Sista sendiri gimana, nih. Seandainya balin jadi anak sekolah negeri lagi, bakal pilih seragam yang mana? Seragam versi panjang atau yang pendek saja?


Sumber 1234
Foto dari Canva
Diubah oleh Kokonata 02-08-2022 02:32
bang.toyip
anggrekbulan
Swararuri
Swararuri dan 14 lainnya memberi reputasi
13
9.2K
268
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Tampilkan semua post
st3v4ntAvatar border
st3v4nt
#92
Ane sekolah jaman 80-90-an, dulu seragam sekolah masih normal, ini semua terjadi gara-gara Mentri P&K pak FH jaman itu mengijinkan penggunaan seragam khas. Gara-garanya jaman itu ada yang sekolah di sekolah negri ngotot pakai baju khas dan di skors gurunya. Lalu muncul polemik dan pembahasan di media cetak. Alih-alih ngebelain guru yang menegakan peraturan mentri P&K nya cari aman malah membuat keputusan membolehkan penggunaan seragam khas di sekolah negeri. Maka mulailah sejak itu keruwetan ini terjadi...

Sebenarnya sebelum aturan seragam khas ini dibuat, tidak pernah ada problem sebab semua ortu dan siswa yang sekolah di sekolah negeri paham, kalau memilih sekolah di sekolah negeri ya harus berseragam yang netral tidak bercirikan agama tertentu. Kalau mau sekolah pakai seragam khas silakan masuk sekolah bercirikan agama. Ane masih inget temen-temen cowok ane yang sekolah di Madrasah biarpun masih SD sudah pakai celana panjang, sedangkan ane yang sekolah di SMP Negeri masih mengenakan celana pendek. Seragam yang berbeda hanya saat olahraga dan setiap jumat bajunya batik biru tutwurihandayani.

Kalau bicara soal kekhawatiran pelecehan, ane rasa dari jaman dulu sampai sekarang ya sama saja. Orang melakukan pelecehan bukan karena busana atau seragam tertentu, tapi karena kelakuan orangnya (pelaku) dan biasanya karena yakin tidak bakal kena sanksi. Bedanya jaman dulu masyarakat dan pers tidak cengeng dikit-dikit menyalahkan miras dan film bokep.
Miras banyak beredar, nonton bokep harus usaha dulu (tapi jangan lupa film lokal di bioskop banyak yang semi vulgar), lokalisasi juga masih buka. Toh mayoritas bangsa Indonesia apapun agamanya bisa bergaul dengan baik dan tidak jadi orang jahat.

Menurut ane sebaiknya fungsi seragam dikembalikan ke tujuan awalnya saja, yaitu sebagai identitas anak sekolah yang bersekolah di sekolah negara. Jika negara tidak sanggup ya sekalian saja dibebaskan masing-masing anak untuk mengenakan busana yang dia mau selama tidak melanggar norma kesopanan. Tentunya norma kesopanan umum bangsa Indonesia bukan menurut kemauan agama atau golongan tertentu.

stephen69
stephen69 memberi reputasi
1
Tutup