c4punk1950...Avatar border
TS
c4punk1950...
Kenapa Di Indonesia Kalau Hajatan, Tahlilan, Sunatan Di Rumah Sering Menutup Jalan?




Kalau ada acara besar seperti pernikahan, tahlilan, sunatan, atau arisan, hingga gelar dangdutan sering kali menutup badan jalan.

Tentunya ada alternatif jalan yang diberikan, walau harus memutar dan lebih jauh. Namun sebenarnya kenapa bisa terjadi seperti itu?

Jadi begini juragan, di Indonesia itu dahulu kalau hajatan pasti meriah, hingga penduduk desa lain pun datang. Bahkan diantara tetangga juga saling bahu membahu membantu, gotong royong sudah menjadi budaya.





Bahkan jalanan desa bisa ditutup karena hal itu tadi, dimana masyarakat setempat saling bahu membahu dan bersuka ria bila ada tetangga yang hajatan di desa. Tentunya jalan desa akan penuh, dan hal itu dianggap hal wajar hingga membudidaya sampai ke akar rumput.

Masalahnya sekarang ini, budaya ini dibawa ke perkotaan, tentunya akan menjadi permasalahan ketika jalan raya nasional yang ditutup.

Bahkan di perumahan warga jalan yang tidak seberapa harus ditutup, tentu mengakibatkan banyak orang harus puter balik dan hal ini mengakibatkan banyak orang bisa terkendala waktu bila sedang ada kepentingan mendadak.





Bayangkan kalau ada orang hamil mau lahiran, orang sakit, atau ada orang yang ingin dikuburkan dan banyak kepentingan masyarakat lainnya harus bingung karena terkendala oleh orang-orang yang menutup jalan tadi.

Sebenarnya memang di izinkan menutup jalan, namun tidak seluruh jalan ditutup. Harus diberikan hak pengguna jalan, bahkan semakin besar jalan yang ingin digunakan maka semakin sulit juga izinnya hingga harus ke kepolisian setempat.

Namun bagi sebagian orang cukup ke RT dan RW setempat izinnya itu sudah cukup, padahal ya tergantung besar jalannya. Kalau jalan besar otomatis akan banyak hal yang harus di urus.



Tapi karena ini budaya masyarakat desa yang dibawa ke kota, terlebih untuk sewa gedung, atau aula untuk hajatan harganya cukup lumayan, tidak semua orang punya uang yang cukup.

Tapi, hajatan kecil-kecilan atau sekedar kendurian terkadang juga menutup jalan, ketika mayoritas masyarakat menganggap hal itu biasa maka hal itu akan banyak dilakukan.

Kalau ada yang nyinyir bisa habis di bully, tentunya untuk merubah budaya tidaklah mudah. Tapi perlu kesadaran secara nasional, mirip seperti budaya telanjang dada masyarakat Indonesia yang kini terkikis dan budaya itu hilang karena kesadaran bersama.

Apakah budaya hajatan yang menutup jalan akan hilang dimasa depan? Entahlah kawan, pertanyaan yang susah untuk dijawab. Karena kita kelak kalau melakukan hajatan dan tak bisa menyewa aula atau gedung pasti akan melakukan hal yang serupa.



Terima kasih yang sudah membaca thread ini sampai akhir, bila ada kritik silahkan disampaikan dan semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat dan merdeka. See u next thread.

emoticon-I Love Indonesia



"Nikmati Membaca Dengan Santuy"


Tulisan : c4punk@2022
referensi : 1
Pic : google

emoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Star









Diubah oleh c4punk1950... 17-07-2022 22:56
screamo37
screamo37 memberi reputasi
43
10.5K
261
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Tampilkan semua post
kimberly.ela179Avatar border
kimberly.ela179
#90
Wkwkwk Indonesia ini banyak cerita2 lucu ya...
fourtyone
fourtyone memberi reputasi
1
Tutup