KOMUNITAS
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62b3d64cd373f41b7d475b71/pengalaman-dijodohkan

Pengalaman Dijodohkan


[ltr]Assalamualaikum wr. wb. selamat siang agan dan sista kaskus.

Perkenalkan saya Eri, newbie di kaskus ini emoticon-Malu (S)ebelumnya saya sudah jadi silent reader di kaskus ini udah dari lama sih tp baru berani muncul di sini untuk buat thread.
Sebelumnya apa yang akan saya sampaikan di sini adalah beberapa hal yang terjadi dan ada dalam hidup saya.... mohon maaf bila penyampaian cerita masih terkesan kaku. Semoga bermanfaat (padahal g tau juga nanti ada manfaatnya enggaemoticon-Ngakak) dan jangan dibully dulu ya sayanya~ 
 
-Part 1
 
Ini terjadi sekitar tahun 2015-2016, waktu itu aku masih kuliah semester 5 di salah satu universitas di surabaya (dekat dengan RS Dr. Soetomo wkwkwkwwkw). Seperti biasa saat libur hari raya, saya pulang ke Kediri untuk merayakan hari raya dan liburan bersama keluarga. Di desa saya ada tradisi kalau hari pertama hari raya itu semua orang akan keluar rumah untuk silaturahmi secara bergantian ke rumah2 penduduk satu desa termasuk saya dan ibu serta keponakan (anak dari kakak sepupu saya) yg sejak saya kuliah mulai diasuh dan tinggal bersama ibu. Maklum saya adalah anak tunggal dan di rumah cuma ada ibu karena ayah sudah hilang entah kemana wkwkwkkww.
 emoticon-Ngakak
Esok pagi nya, saya diminta oleh ibu untuk mencari daun pandan di kebun tetangga karena ibu mau membuat Lepat (makanan yg terbuat dari beras ketan, kelapa, dan kacang merah yang dibungkus dengan daun pandan). Jadi pergilah saya ke rumah tetangga tersebut, sebut saja namanya mbah man. Setelah mendapat ijin untuk mengambil daun pandan, saya pergi ke belakang rumah beliau dan mengambil beberapa daun pandan yang agak besar kemudian segera pulang ke rumah. Namun, tidak lama ketika sampai di rumah, tiba2 ada yg mengetuk pintu dan di depan pintu sudah berdiri Mbah Man yang ketika saya tanya ada keperluan apa katanya ada perlu dengan ibu saya. Saat itu jujur saya merasa deg-deg an ketika mbah man ini datang ke rumah. Karena selain terkenal dengan kebun pandannya, mbah man ini juga orang pintar di desa saya. pikiran saya, apa saya ketempelan mahluk halus kah dari kebunnya sampai-sampai mbah man datang menyusul saya? 
 emoticon-Bingung
ketika sedang bengong itu ibu menyuruh saya untuk membuatkan kopi untuk mbah Man. Sambil membuat kopi saya berusaha menguping pembicaraan Mbah Man dan ibu dengan hati yang masih berdebar, maklum walaupun saya sudah sering berurusan dengan yg mistis2 tapi masih tetap takut juga wkwkwkkww yang horor-horor nanti ya saya ceritakan kalo saya sudah berani wahahhaa. Percakapannya langsung saya bahasa Indonesia kan aja ya, sebenernya ini pake bahasa jawa sih.

Ibu               : "Ada apa ya Mbah, kok sampe Mbah datang ke sini?"


Mbah Man : "Jadi gini Bu Sar (oh iya nama ibuku Sari ya kawan wkwkwkwkw), saya ini sebenernya dimintai tolong oleh Mbah Rah untuk meminta anak sampean Eri buat jadi istrinya Saka karena katanya Saka ini jatuh hati sama Eri ini."

 
Ibu               : "Lho iya kah Mbah? walah tapi saya ya ndak bisa memutuskan sekarang mbah, soalnya harus tanya dulu sama Eri" 

Mbah Man : "iya, iya ndak apa-apa Bu, nanti aja jawabannya kalo sudah ada nanti saya bantu sampaikan kepada Mbah Rah."


Ibu              : "Baik Mbah." Ibu terdiam ketika melihat saya datang membawa nampan berisi secangkir kopi untuk Mbah Man, kemudian saya pamit pergi ke belakang lagi. Di situ kemudian obrolan berlanjut.

 
Ibu              : "Memang Saka ini sudah ketemu Eri kah Mbah? kok bisa punya perasaan begitu sama Eri"

Mbah Man
 : "Iya saya juga kaget waktu tadi diamanati Mbah rah, tapi katanya Saka lihat Eri kemarin waktu Eri keliling halal bihalal, wong Saka juga pulangnya kan setahun sekali juga pas hari raya aja"


Ibu             : "oh iya juga mungkin kemarin waktu Eri keliling ya, tapi saya juga kurang ngeh kalo ada Saka waktu di rumah Mbah Rah."

 
Setelah mengobrol beberapa saat dan meminum kopi yang tadi saya buatkan, Mbah Man pamit pulang. Setelah Mbah Man pergi, ibu menemui saya di dapur, saat itu saya berpura-pura sibuk membuat ketupat supaya tidak ketahuan kalo saya sudah menguping. Di situ kemudian ibu menyampaikan maksud kedatangan Mbah Man tadi kepada saya. Jujur saya juga langsung berpikir setelah menguping tadi. Bagaimana ya baiknya, memang waktu itu saya jomblo sih (tapi gak jones ya wkwkkwwemoticon-Ngakak). Saya memang sengaja mau fokus kuliah g mau terikat kata pacar, tapi saat itu saya juga sedang dekat dengan seseorang tapi ya HTS (hubungan tanpa status) gitu deh jadi ndak bisa jadi alasan kuat untuk menolak juga. Jadi saya bilang ke ibu kalau saya mau berpikir dulu bu sebentar.
 
Sedikit informasi tentang Mbah Rah dan Mas Saka ya. Mbah Rah ini adalah salah satu orang kaya dan dihormati di desa saya. Jadi ibu juga memang sudah mengenal seluruh keluarga Mbah Rah karena sering bantu-bantu di rumah Mbah Rah kalo ada acara seperti hajatan dsb. Karena kami dari keluarga yang sederhana dan cukup sehingga kalau ada peluang untuk dapat penghasilan tambahan seperti membantu memasak di acara hajatan tersebut sangat disyukuri oleh ibu saya. Sedangkan Mas Saka adalah anak bungsu Mbah Rah yang saat ini bekerja sebagai pegawai TU di salah satu SMA di Kalimantan. Karena pekerjaannya yang jauh inilah mengapa Mas Saka juga cuma bisa pulang setahun kali di waktu hari raya idul fitri. 
 
Setelah menyampaikan pesan Mbah Man kemarin, saya sempat bertanya pada ibu tentang bagaimana Mas Saka karena saya tidak tau menahu bahkan rupa mas Saka juga saya tidak pernah lihat. Ibu bilang Mas Saka tampan, kemudian ibu ingat pernah menyimpan sebuah foto yang ada Mas Saka nya. Di poto itu ibu kelihatan masih muda banget dan benar katanya waktu itu ibu masih belum menikah mungkin seusia saya sekarang, tapiii di situ saya lihat poto Mas Saka itu kira-kira sudah SMP. Agak kaget karena kalo melihat dari situ berarti usia kami kan terpaut agak jauh karena ibu baru melahirkan saya di usia 29/30 tahu an. Tapi ibu tidak percaya waktu saya bilang begitu ahahahaha, karena kami sama2 tidak tahu tahun kelahiran Mas Saka.
 
Jujur waktu itu saya galau, di satu sisi saya tidak mau dijodohkan, di sisi lain kami yang dari keluarga sederhana ini mana berani menolak permintaan Mbah Rah. pasti nanti kami jadi bahan gunjingan satu desa jika menolak. 'ndak tau diri, ada anak orang kaya yang mau kok ditolak.' sudah pasti itu yang akan kami dengar nanti, dan itu benar adanya wkwkkww nanti tolong simak sampai akhir ya. Akhirnya saya menyatakan mau menerima perjodohan ini dengan syarat 'tunggu sampai saya lulus kuliah dan bekerja setidaknya satu tahun untuk cari modal nikah'. Syarat ini yang kemudian disampaikan oleh Mbah Man kepada Mbah Rah dan disanggupi. Tapi pihak Mbah Rah juga menyampaikan bahwa saya atau ibu saya tidak boleh sampai membocorkan informasi perjodohan ini kepada orang lain, entah apa tujuannya.
 
Berjalannya waktu, saya berhubungan dengan Mas Saka cuma melalui SMS dan telepon, sebenarnya saya malas pakai SMS itu, karena saya kan mahasiswa pas2 an jadi pilihannya antara membeli pulsa atau kuota saja, kalo keduanya jujur saya keberatan. saya sudah menyampaikan kepada mas Saka untuk pakai Whatsapp saja tapi mas Saka malah bilang tidak tau cara pakai W.a (WTH???) emoticon-No Hopeakhirnya saya harus tekor pulsa demi menghormati mas Saka, tp kalo memang sudah benar2 tidak punya uang, ya saya lebih memilih untuk beli makanan daripada beli pulsa... bahkan sampai 3 bulan saya tidak bisa beli pulsa dan tidak bisa SMS, mas Saka tidak ada inisiatif untuk membelikan saya atau bagaimana. Maaf saya bukan matre ya gansis, saya juga sudah menjelaskan kondisi saya ke mas Saka kalo saya ini kuliah Bidik misi, dan hidup cuma mengandalkan dana bidik misi yang saat itu 600ribu per bulan, itu saya gunakan untuk bayar kos sebulan 250 ribu, dan sisanya uang makan dan keperluan kuliah, kebayang kan harus seirit apa saya wkwkkww tp alhamdulillah Allah Maha Baik, Demi Allah saya tidak pernah merasa kekurangan karena rejeki itu ada aja datangnya .  Dan tambahan info ya guys, selama saya 1 tahun berhubungan dengan Mas Saka itu saya tidak pernah diberi sesuatu baik dari ibunya atau mas Saka sendiri yang bersifat materi ya, saya juga g pernah minta. Tapi ya gitu kalo disuruh beli pulsa, alamak mending buat makan dah, toh saya juga sudah pake kuota jd agak g peduli juga sama Mas Saka orang dianya juga g peduli sama saya wkwkkwwemoticon-Ngakak.
 
Dan buat agan-agan nih ya, ini penting, jangan pelit jadi orang karena wanita g doyan sama laki pelit wkwkkwkw. Kalau agan mikirnya halah kan masih pacar siapa tau g jodoh nanti daripada rugi, nanti aja kalo udah sah aku g pelit, gitu? wah no no no jangan begitu gan, penilaian tentang kalian itu sudah dimulai sejak tahap kenalan, pacaran pelit nanti jadi istri pasti lebih pelit lagi wahahaha jangan PD bilang g akan pelit, orang mau dapetin anaknya orang aja agan perhitungan apalagi udah dapet, kalo pelit g usah nikah uang utuh dah . Dan buat sista2 amit2 dah ya dapet orang pelit, saya doakan lakinya pada Loyal dan rejekinya banyak aamiinnnnemoticon-Malu
 
Inilah poin pertama yg buat saya kecewa sama Mas Saka. lalu poin lainnya? ada, Mas Saka itu ternyata ndak dewasa gansis g cocok sama umurnya. jadi setelah saya stalking (inget cewek itu kalo udah niat cari tau, intel pun kalah wkwkwkw) saya nemu FB nya yang namanya beda jauh wwkwkw dan dari situ saya tau kalo umur kami beda 16 tahun wwkkwkw tp bagi saya umur cuma tentang angka, yang penting itu dewasa atau engganya sih. Contoh ketidak-dewasaan Mas Saka adalah dia tidak berani/tidak bisa mengambil keputusan sendiri.

(Percakapan telepon saya dan Mas Saka di suatu malam)

Mas Saka   : “Dek kamu ini kuliah semester berapa?”

Saya           : “Udah semester 6 mas sekarang alhamdulillah, kenapa mas?”

Mas Saka  : “Udah g usah lanjutin kuliah dek, ayo tak nikahin aja nanti tak boyong ke Kalimantan”

Saya           : (disini saya udah kaget denger mas Saka ngomong gini, apa dia g tau tentang syarat yang saya ajukan sebelum menerima perjodohan? Akhirnya saya jawab) “Lho kan aku udah bilang mas kalo aku maunya lulus kuliah sama kerja dulu baru nikah, Mas kan juga tau aku wes g ada bapak, aku sama ibu g ada uang mas buat modal nikah.”

(Jujur dengan mengingat umurnya dan lamanya dia telah bekerja, saya berharap mas Saka seenggaknya akan bilang gini, ‘masalah modal wes kamu g usah pikirin nanti tak kasih -ngarep- untuk make up pengantin dan dekor gampang.’ Gitu pengennya bilang gitu lo, karena kakak ipar mas Saka itu kerjanya ya jadi make up pengantin sama sewa dekorasi, jd missal nanti kita ke kakaknya itu sewa kan pasti juga dapet harga miring kan? Toh juga aku g suka nikah yang mewah2, tapi sebagai anak tunggal cewek ibuku ya berharap nikahku itu ya ada hajatannya bukan asal sah di KUA bayar 400 rebu gitu. Tapi nyatanya jawaban mas Saka malah.


Mas Saka : “soal itu biar ibu kita aja yang bicarain nanti.”

Aku udah g jawab dan males ngeladenin telpon mas Saka, jadi aku ijin pura2 mau tidur karena udah ngantuk. Untung nya mas Saka g pake w.a jd g tau kalo aku masih online chat dengan anak2 kampus wkwkwkkww.

Sebenarnya kalo mau diajak nikah cepet sih oke lah ya, missal ngajak nikah tp aku tetep lanjut kuliah, nah ini engga, aku suruh mutung (berhenti tengah jalan) kan ya aku g mau, karena perjuangan ku dulu masuk kuliah itu beneran susah (susahnya g ada modal sih jadi mengandalkan dapet beasiswa atau engga ahahahhaa Alhamdulillah Allah Maha Baik). Jadi aku g terima aja kalo ada orang asing yang memutuskan gimana aku harus hidup, I hate it. Dia g tahu menahu tentang perjuangan ku tau2 ngomong gitu dih bikin illfeel aja. Tapi aku berusaha maklum lah ya karena dia memang jarang ada di desa. Kemudian lagi...



Bersambung Part 2 ya karena g muat ahahhahaha[/ltr]

profile-picture
profile-picture
profile-picture
fa.achryy dan 12 lainnya memberi reputasi

-Tambahan dikit

Quote:
profile-picture
ANUStertusuk memberi reputasi
profile picture
kcgedan
kaskus maniac
udah selesai belom sis ceritanya? ada part 4 kah? apa ga mau cerita ttg kisah cinta dengan suaminya? mas saka jeles ga tuh? emoticon-Big Grin
profile picture
@kcgedan ahahahha udah cukuph yang part ini ahahahahha jangan nanti aja yang kandas2 yang diceritakan, kalo sama suami kan ceritanya blm selesai
profile picture
mending mas saka beliin kaca, buat ngaca.. cewe cantik, glowing, kaya, PNS mana ada yg mau ama bujang lapuk pengangguran emoticon-Ngakak
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 3 dari 3 balasan
×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di