Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

gabener.edanAvatar border
TS
gabener.edan
Tiket Rp 750 Ribu Buat yang Mau Naik Candi Borobudur, Kalau Tidak Cuma Segini
Tiket Rp 750 Ribu Buat yang Mau Naik Candi Borobudur, Kalau Tidak Cuma SeginiSuara.com - Harga tiket masuk Candi Borobudur seharga Rp 750 ribu bagi turis lokal telah menggegerkan masyarakat. Terbaru, PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) memberikan penjelasan lebih lanjut.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi, Edy Setijono menjelaskan, tiket seharga Rp 750 per orang hanya diperuntukan bagi turis lokal yang mau menaiki Candi Borobudur.

Sementara harga tiket masuk kawasan candi Borobudur masih tetap Rp50 ribu per orang untuk wisatawan nusantara. Sedangkan untuk wisatawan macanegara atau wisman, sebesar 25 dolar jika tidak naik ke candi.

Namun, harga tiket tersebut hanya bisa dibeli wisatawan untuk menikmati kawasan pelataran Candi Borobudur, tidak sampai menaikinya.

"Sementara itu, itu kan tiket untuk naik ke candi. Tiket regulernya masih tetap sama untuk wisnus Rp50 ribu," kata Edy kepada Antara saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (5/6/2022).

"Untuk wisman 25 dolar. Hanya tiket untuk ini berlaku cuma sampai pelataran candi saja," sambungnya.

Sebagai informasi, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya mengumumkan harga tiket masuk Candi Borobudur untuk turis lokal sebesar Rp 750 ribu, sedangkan wisatawan mancanegara sebesar 100 dollar AS.

Mengenai harga itu, Edy menyebut keputusan tersebut ditetapkan melalui rapat koordinasi dengan pemerintah pusat. Alasannya, harga tiket itu untuk menerapkan sistem kuota per hari bagi yang diperbolehkan naik ke atas Candi Borobudur.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan kuotabagi wisatawan yang diperbolehkan naik ke atas Candi Borobudur hanya 1.200 orang per hari.

Penetapan kuota tersebut bertujuan untuk melindungi bangunan Candi Borobudur atau konservasi demi menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara.

Edy mengungkapkan bahwa bangunan Candi Borobudur mulai mengalami penurunan dan pengikisan. Kondisi itu diduga disebabkan oleh adanya beban berlebih akibat kunjungan wisatawan.

Sebelum pandemi Covid-19, kunjungan wisatawan yang menaiki bangunan Candi Borobudur rata-rata sekitar 10 ribu orang per harinya.

Selama pandemi, pengelola menutup akses naik ke Candi Borobudur dan kunjungan wisatawan hanya terbatas sampai ke pelataran atau halaman candi.

Edy menjelaskan penetapan harga naik ke candi atas dasar pertimbangan kuota 1.200 orang per hari, dimaksudkan agar pengunjung yang ingin menaiki candi harus orang yang bersungguh-sungguh dan berkepentingan.

"Artinya apa, orang yang mau naik ke candi harus betul-betul orang yang berkepentingan naik ke candi. Kalau orang mau foto-foto nggak usah naik ke candi, di bawah saja. Jadi itulah tujuannya," jelas Edy.

"Jadi orang naik ke candi karena dia sudah membayar mahal, saya kira dia akan sungguh-sungguh, dia akan belajar, dia akan mempelajari. Tapi kalau cuma foto-foto rugi kan bayar Rp750 ribu, di bawah saja. Karena ada aspek konservasi tadi," lanjutnya.

Pihak pengelola sudah menyiapkan pemandu wisata atau tour guide di atas candi. Mereka akan menjelaskan mengenai sejarah candi yang dibangun sejak tahun 770 masehi tersebut, serta menerangkan mengenai relief di tiap dinding candi.

Edy menekankan penetapan harga Rp750 ribu bagi wisatawan lokal yang ingin menaiki candi bukan dikarenakan lantaran hal komersial.

Pengelola t4tap memberikan akses khusus bagi pelajar yang ingin mempelajari Candi Borobudur, dengan penetapan tarif Rp5.000 saja per siswa untuk naik ke atas candi.

"Sebagai wujud keberpihakan kita pada dunia pendidikan, maka untuk pelajar hanya ditetapkan Rp5 ribu. Inilah jawaban kenapa kok mahal, seolah-olah jadi komersial. Tidak, bukan komersial, alasannya beda-beda. Oleh karenanya untuk pelajar hanya Rp5 ribu," imbuhnya.

Akses khusus kepada pelajar ini akan diberikan sebanyak 20 hingga 25 persen dari total kuota 1.200 orang per hari. Tiket Rp 750 Ribu Buat yang Mau Naik Candi Borobudur, Kalau Tidak Cuma Segini

https://mobile.



https://mobile.


https://mobile.




https://www.suara.com/news/2022/06/0...ak-cuma-segini

50 rebu aja ...tapi tuk naik keatas tunggu dulu...

Ane pribadi setuju2 aja karna ini peninggalan sejarah yg sulit di gantikan bila ada kerusakan.
Harga perawatan lebih mahal di banding harga yg masuk :dor


Si zonk yg katanya ahli sejarah tapi tidak tau pentingnya dan sulitnya menjaga candi borobudur.

Ini bkn keris atau buku yg mudah di lindungi dgn kaca bung...

Jaga bacot ente ..

:dor:dor:dor
corobikang
Kepala.Jenggot
ecchi.senpai
ecchi.senpai dan 5 lainnya memberi reputasi
4
1.7K
36
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Tampilkan semua post
suromenggoloAvatar border
suromenggolo
#5
Setuju dinaikin tiketnya.
Jangan samakan dengan obyek wisata modern...yang bisa dibongkar dan dibangun lagi

Obyek wisata yang statusnya udah cagar...harus dilestarikan biar tidak rusak oleh turis rese

Harga tiket bisa lebih murah asalkan pengunjungnya datang dalam rangka ke ilmu an dan penelitian
Kepala.Jenggot
seanman
ecchi.senpai
ecchi.senpai dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Tutup