KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
DILEMA PENGANUT ILMU PELET. (Based On True Story)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6289143330b3c5703835d070/dilema-penganut-ilmu-pelet-based-on-true-story

DILEMA PENGANUT ILMU PELET. (Based On True Story)



Salam sejahtera buat agan/aganwati sekalian..

Btw, ini trit keempat ane di forum SFTH ini.
Kali ini ane bukan mau share pengalaman ane pribadi, tapi sebuah pengalaman dari teman ane lagi. Sebut saja namanya "Aris".

Selamat membaca..

Kenalin.. nama ane Aris, usia ane sekarang 30 tahun, ane tinggal di bilangan Bekasi.

Sejak SMA ane emang tertarik dengan dunia supranatural, khususnya dengan ilmu-ilmu yang berbau klenik, dimana waktu itu teman-teman sebaya ane umumnya mengisi kegiatan seperti main band, futsal, ekskul basket, taekwondo dan lain-lain, sementara ane justru lebih tertarik dengan kegiatan yang dibilang “gak pas “dengan usia ane saat itu.

Bukan tanpa alasan ane tertarik dengan dunia mistik, tapi rasa penasaran yang menggebu-gebu yang membuat ane ingin tahu dan ingin membuktikannya, sehingga hobi ane berbeda dengan teman-teman sebaya kebanyakan semasa SMA.

Walau tertarik dunia seperti itu, tapi prinsip ane tetap, yaitu, “Ane gak akan pernah percaya kalau ane gak melihat dengan mata kepala sendiri.”
Jadi bukan cuma “Katanya..”.

Berawal dari perkenalan ane dengan Hamim, seorang tukang bangunan asal pesisir ujung Jawa Timur yang sedang merenovasi sebuah ruko di dekat rumah ane.
Usia Hamim gak jauh beda dengan ane, hanya terpaut dua tahun lebih tua saja dari ane, tapi dia putus sekolah, hanya tamatan SMP saja dikarenakan keadaan ekonomi orangtuanya yang tidak mendukung, jadi dia putuskan untuk berhenti sekolah dan memilih untuk bekerja saja daripada harus membebani keadaan orangtuanya.

Setiap ane berangkat ataupun pulang sekolah, ane kadang-kadang selalu berpapasan dengannya dan bertegur sapa, lambat laun jika ane sedang masuk sekolah siang dan pulang sore, ane jadi sering mampir di ruko yang sedang direnovasinya setelah dia selesai bekerja, ngobrol “ngalor ngidul” ditemani secangkir teh hangat mengisi waktu sore hari yang beranjak malam, hari ke hari selalu begitu dan kami berdua pun jadi bertambah akrab dan lebih saling mengenal satu sama lain.

Hingga pada suatu malam obrolan kami tiba-tiba menjurus ke topik yang berbau supranatural, entah siapa yang memulai tapi ane justru malah makin tertarik dan hanyut dalam obrolan tentang “hal-hal” seperti itu, dan ane pun mahfum walaupun Hamim masih muda tapi dia tau sedikit banyak tentang dunia seperti itu yang mungkin di daerah asalnya masih kuat hal-hal seperti itu.

Sampai pada ujungnya Hamim bertanya ke ane.

“Ris, ente percaya pada ilmu klenik atau dunia mistik gak, pelet misalnya?” tanyanya.
“Ehm.. gimana yah? ya percaya gak percaya sih, cuma pernah dengar aja, tapi gak pernah ngelihatnya langsung, jadi masih fifhty fifhty deh.. hehe,” jawab ane sambil bercanda.

“Kalau ane bisa membuktikannya di depan ente gimana?” tanyanya lagi.

“Boleh.. kalau memang terbukti di depan mata kepala ane langsung dan berhasil, ane pasti akan percaya 100% bahwa ilmu-ilmu seperti itu memang ada.” ujar ane mantap.

Lalu Hamim pun merencanakan waktu dan hari pembuktiannya nanti kepada ane.
Ane pun gak sabar menunggu waktu itu tiba, pikir ane.

Hari yang dinantikan pun tiba, ane dan Hamim sepakat untuk iseng-iseng pergi ke sebuah Mall dan duduk mampir di barisan spot foodcourt yang ada di dalam mall itu serta memesan dua gelas kopi cream. Ane lihat kepalanya celingak-celinguk memandang ke sekeliling foodcourt dan tak lama senyuman terkembang di wajahnya, dia lalu bertanya ke ane.

“Ris, ente lihat dua cewek yang sedang duduk di meja foodcourt paling pojok sana gak?”

“Ya, ane lihat.. kenapa emangnya?” tanya ane penasaran,
dan memang ane lihat di meja pojok itu ada dua orang cewek lumayan cantik-cantik yang sedang asyik mengobrol sambil menikmati makanan di mejanya.
Perkiraan ane, usia mereka berdua tidak jauh bedalah dengan kami, mungkin masih SMA juga.

“Ane incar yang baju merah itu, ente lihat ya.. jangan berkedip!” ujarnya serius.

Lalu Hamim pun ane lihat mulutnya mulai berkomat-kamit setengah berbisik seperti membaca sebuah mantra, samar-samar terdengar seperti bacaaan arab tapi diselingi bahasa jawa halus yang gak ane mengerti, sedangkan matanya tak berkedip, memandang tajam dan lurus ke arah cewek yang berbaju merah yang masih terus asyik mengobrol dengan temannya itu.

Kira-kira satu menit sudah berlalu dan Hamim pun selesai membaca manteranya, tapi pandangan matanya masih tetap menjurus tajam memandang lurus ke arah cewek yang berbaju merah itu.

Ane lihat cewek berbaju merah itu pun masih belum bereaksi apa-apa, masih asyik mengobrol dengan temannya sambil memainkan Gadget di tangannya.

Gak berapa lama, secara tiba-tiba cewek berbaju merah itu pun menoleh ke arah Hamim dan beradu pandang dengannya untuk beberapa lama, spontan Hamim pun ane lihat langsung menepuk-nepuk pahanya dengan tangannya sebanyak tiga kali, lalu tak dinyana setelah itu cewek berbaju merah itu pun tiba-tiba tersenyum simpul kepada Hamim dan kembali memandang ke arah Gadget-nya sambil ngobrol kembali dengan temannya.

“Nah.. dapat Ris, berhasil!” ucapnya sumringah.

“Hah? semudah itu?” tanya ane heran.

“Yups.. semudah itu.”

“Ente lihat yah, ane akan mendatangi mejanya. Kalau ente lihat ane langsung kembali lagi ke sini, berarti ane gagal, tetapi jika ane bisa sampai duduk di sana dengan mereka, berarti ane berhasil.. Oke, Deal!?” ujarnya mantap.
“Deal!” jawab ane menimpali.

Hamim pun beranjak dari kursinya lalu tersenyum ke ane penuh arti sambil berjalan ke meja di mana dua cewek itu berada.
Ane lihat Hamim mulai bertegur sapa sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman, lalu tak lama dia pun akhirnya duduk di meja dua cewek itu, sungguh tak dinyana.. pikir ane.

Yang ane heran adalah karena yang membalas tangan untuk bersalaman dan mempersilahkan duduk hanya cewek yang berbaju merah itu, sedangkan cewek yang satu lagi tidak memberikan reaksi atau respon apa-apa dan hanya terbengong-bengong melihat ulah temannya yang dengan mudahnya berkenalan dan mempersilahkan duduk orang asing yang tiba-tiba datang ke mejanya dan duduk bersama mereka sekarang.

Ane hanya bisa meneguk kopiku dengan pikiran yang bercampur aduk sambil geleng-geleng kepala setelah melihat kejadian seperti ini yang pertama kali ane lihat dalam hidup ane, aneh tapi nyata, ajaib tapi jadi iri juga sedikit.

Di saat ane larut dalam lamunan, Hamim pun datang mengagetkan ane,

“Woy.. ngelamun aja! kesambet loh nanti! ayo pulang, ane dah dapat nomor hp-nya, namanya Citra, nanti mau ngajak ane ketemuan lagi katanya.. hehe.” ledeknya.

Kami pun beranjak keluar dari Foodcourt itu setelah sebelumnya Hamim dan cewek berbaju merah yang bernama Citra itu saling melambaikan tangan dan saling tersenyum satu sama lain.
Makin iri saja hati ane ini rasanya.

Sepanjang jalan pulang ane pun terus bertanya kepada Hamim agar dia bisa menjelaskan tentang cara kerja, efek dan cara untuk bisa menguasai ilmu pelet yang barusan digunakannya itu, karena ane benar-benar awam tentang hal seperti itu.

Hamim pun menjelaskan semua yang ane tanyakan kepadanya barusan kepada dia sebatas yang dia ketahuinya saja, maklum dia pun “pemain” baru karena usia kami waktu itu masih sangat muda.

Jadi menurut dia, bahwa “cara kerja” pelet itu mirip dengan hipnotis tapi bedanya adalah kekuatan pelet dibantu oleh bantuan jin atau khodam, sehingga powernya lebih kuat dan jangka waktunya pun tidak terbatas selama sang pemelet belum mencabut peletnya atau ada “orang pintar” yang mencabut peletnya.
Efeknya pun bisa bermacam-macam, misalnya yang dipelet bisa selalu rindu dan ingin selalu bertemu atau selalu bermimpi tentang si pemelet, walaupun baru pertama kali kenal atau bertemu si pemelet. Bahkan kata Hamim ada juga jenis pelet lain yang lebih ekstrim lagi, dimana si pemelet dan yang dipelet belum pernah kenal sebelumnya

Hamim juga menuturkan, cara mendapatkan dan menguasainya juga harus melewati serangkaian proses tirakat yang memang berat. Tapi karena niat ane sudah bulat dan terlanjur menggebu-gebu ditambahlah oleh dorongan ego darah muda, ane tetap ingin dapat untuk menguasainya setelah apa yang tadi ane lihat, akhirnya ane nyatakan sanggup untuk melakoni semua proses tirakatnya. Tapi sayangnya, Hamim gak bisa untuk mengajar dan membimbing ane, karena Hamim mengamalkan ilmu pelet yang hanya bisa di-“pakai” sendiri, bukan untuk diajarkan atau diturunkan kepada orang lain, di samping usia Hamim pun masih tergolong muda kala itu.

Tak lama Hamim pun harus pergi ke Lampung bersama teman-teman kerja bangunannya untuk mengerjakan proyek baru, pembangunan kavling di sana, sedangkan proyek renovasi ruko dekat rumah ane telah selesai.

Tapi sebelum pergi Hamim memberi saran kepada ane, jika ingin belajar tentang ilmu pelet atau ilmu-ilmu supranatural lainnya, cobalah untuk mengunjungi atau ikut bergabung dengan padepokan-padepokan yang memang mendalami dunia supranatural di sekitar kota ane,

“Pasti ada.. di setiap kota pasti ada.” ujarnya pada ane sebelum pergi. Dan Hamim pun akhirnya pergi..

Semenjak itu, setiap sehabis pulang sekolah ane gak langsung pulang ke rumah.
Dengan mengendarai motor, ane pun mencoba untuk mencari-cari, berkunjung dan bersilaturahmi dengan pemilik serta anggota-anggota padepokan-padepokan aliran supranatural dan kanuragan yang ada di sekitar kota tempat tinggal ane dan ternyata memang ada, benar kata Hamim, setiap kota itu pasti ada padepokan seperti itu, cuma kita aja yang tidak tahu.

Ane pun jadi rajin mengunjungi sebuah padepokan yang menjadi pilihan ane kala itu, jaraknya kira-kira sepuluh kilometer dari rumah ane.

Ane mengikuti semua pelajaran-pelajaran, pengajaran yang diberikan guru kepada anggota atau murid-muridnya, ane menjadi salah satu murid teladan di padepokan itu.

Karena tak pernah absen datang belajar, walaupun tidak ada kewajiban untuk hadir. Kadang-kadang ane sering pulang larut malam sampai rumah, ortu ane pun heran dengan berubahnya kebiasaan ane yang sering pulang larut malam.
Tapi ane selalu berkilah bahwa ada kegiatan ekstrakurikuler di sekolah sampai malam.

Akhirnya, gak sampai dua tahun, ane pun sudah bisa menguasai ilmu pelet setelah melewati segala lelaku dan tirakat yang tidak mudah, hingga ane harus sampai absen sekolah hingga hampir tiga minggu.

Kendati begitu, ane akhirnya berhasil juga setelah perjuangan berbulan-bulan tekun belajar di padepokan tersebut, walaupun cara menggunakan pelet ane berbeda dengan pelet yang digunakan Hamim dulu, tapi inti tujuannya adalah SAMA.

Tak tanggung-tanggung, percobaan pertama ane adalah mencoba memelet PRIMADONA sekolah di SMA ane, sebut saja namanya “Putri”.
Walaupun reaksinya agak lama, kira-kira hampir seminggu tapi akhirnya Putri bisa ane dapatkan dan jadi pacar ane.

Tapi, banyak juga teman-teman di sekolah ane yang merasa janggal bahwa ane bisa mendapatkan Putri, pasalnya Putri adalah bintang di sekolah, paling cantik di sekolah, smart, agak judes dan pilih-pilih dalam berteman, apalagi kalau memilih untuk jadi pacar.

Irdan saja yang notabenenya adalah seorang ketua ekskul tim basket di sekolah yang punya wajah tampan, body tinggi atletis, kulit putih, anak gaul dan kaya saja belum tentu bisa mendapatkan Putri.

Secara logika mana mungkin anak cupu, gak populer, tampang pas-pas-an dan bermotor butut seperti ane bisa jadi pacarnya Putri..???,

“Persetanlah !!
"Pemenang tetaplah pemenang!”, ego ane berkata.

Semenjak itu ane pun tiba-tiba malah menjadi salah satu siswa yang populer di SMA ane, bukan karena prestasi belajar ane, tapi karena ane berhasil mendapatkan hatinya Putri, sang primadona sekolah.

Akhirnya dengan ilmu pelet yang ane miliki, hingga ane lulus SMA, kuliah, sampai bekerja, ane selalu gonta-ganti pasangan atau pacar.

Walaupun sering bergonta-ganti pacar tapi ane gak pernah ke luar jalur, sewajarnya saja, gak pernah sekalipun ane sampai berzina, karena otak ane masih waras untuk tidak melakukan hal seperti itu.
Ane masih ingat kedua orangtua ane.

Di samping selama itu pula kadang-kadang ane sering bermimpi didatangi oleh sesosok pria berwajah rupawan dan berpostur kekar dengan mengenakan setelan pakaian mirip tokoh aladin, tapi dalam mimpi itu gak pernah kami berbicara sepatah kata pun satu sama lain.

Ane berpikir, mungkin “dia” adalah sosok sebangsa jin atau khodam yang mendiami ilmu pelet yang ane miliki ini, mungkin..
Tapi biarlah, ane juga gak merasa takut atau terganggu sedikit pun olehnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, sampailah ane pada titik nadir, mungkin juga puncak pencerahan ane.

Ane renungkan kembali, ternyata ilmu pelet yang ane miliki, yang ane gunakan selama bertahun-tahun, dan yang selalu ane andalkan itu bukannya malah membuat ane bahagia, dalam arti kata bahagia yang hakiki, tapi yang ada hanyalah kepalsuan dan kehampaan.

Ya! kepalsuan !!!

Kehampaan yang berkedok kebahagiaan semu selama bertahun-tahun.
Dimana sejatinya cinta sejati adalah murni datang dari hati kedua insan manusia yang sedang jatuh cinta dan saling mencintai satu sama lain, bukannya cinta dua anak manusia yang salah satunya harus dipaksakan secara halus dengan manipulasi ilmu pelet, seperti cinta tapi bukan cinta yang sebenarnya.

Intinya adalah secara sadar hanya satu pihak yang mencintai sedangkan satu pihak lagi hanya permainan, hanya cinta hasil Manipulasi!

Akhirnya saat usia ane menginjak dua puluh lima tahun, atau lima tahun yang lalu, ane memutuskan untuk nggak menggunakan ilmu pelet lagi dan meminta guru ane untuk mencabutnya.

Dan terbukti, tanpa ilmu pelet pun dengan modal rasa percaya diri dan attitude yang baik, ane bisa mendapatkan pasangan kembali, malah akhirnya ane dapat menemukan cinta sejati ane yang sekarang telah menjadi istri ane dan ibu dari anak-anak ane, dan merasakan bagaimana rasa cinta yang sesungguhnya,
Tanpa dimanipulasi,
Cinta yang murni yang berasal dari dua hati yang menyatu menjadi satu.

Jodoh tak akan lari ke mana.
Kita hanya perlu sedikit berusaha. Karena bahagia adalah nyata. Bukan hasil rekayasa.

** Tamat **

Demikian lah sepenggal cerita lalu dari kawan ane. Dan jika ada kurang atau lebihnya dalam hal penulisannya, ane mohon maaf.

Trims.
Jangan lupa cendolnya gan..emoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
a.rizzky dan 37 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh nanayes
Gak heran sih dgn arabian paganism
×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di