KOMUNITAS
Home / FORUM / All / News / Militer dan Kepolisian /
Cara Pemasangan Bom dan Rudal Pesawat Tempur
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61c27efcc9654169d3155b98/cara-pemasangan-bom-dan-rudal-pesawat-tempur

Cara Pemasangan Bom dan Rudal Pesawat Tempur

Quote:


Mungkin selama ini jika kita membahas soal pesawat tempur, kita hanya fokus membahas seberapa cepat pesawat bisa terbang, berapa jangkauan rudalnya, serta sudah battle proven atau belum pesawat tersebut. Namun, ada hal penting yang mungkin terlupakan dari pesawat tempur, yakni proses pemasangan senjatanya. Bagaimana cara memasang senjata berupa bom dan rudal pada pesawat tempur ? Kali ini TS akan membahas hal tersebut gan.

Dan seperti yang sudah TS tulis di atas materi dalam thread kali ini bersumber dari narasi video milik Lycma Mil-Tech, dan TS sudah meminta izin sekaligus diberi izin untuk menggunakan materi tersebut. Tentu isi dari thread ini akan dirubah untuk memudahkan agan memahaminya, kalau begitu mari kita mulai pembahasannya emoticon-Cendol (S)



BAGIAN 1: Hardpoints

Quote:


Sebelum kita memahamai cara pemasangan bom atau rudal pada pesawat tempur, alangkah baiknya kita mengetahui sedikit seluk-beluk tentang pesawat tempur tersebut, pesawat tempur biasanya memiliki cantelan-cantelan senjata atau yang biasa dikenal dengan nama "hardpoints." Hardpoints merupakan titik atau lokasi penempatan senjata pada pesawat tempur, hardpoint tersebut terletak di bawah sayap dan badan pesawat. Pada foto pesawat Rafale di atas, bisa kita lihat beberapa senjata yang terpasang pada pesawat tempur, lokasi dipasangnya senjata tersebut disebut sebagai "hardpoint."

Jumlah hardpoints setiap pesawat tempur berbeda-beda, misal pada Rafale punya 14 hardpoint, sementara Su-35 punya 12 hardpoint dan F-15EX punya 24 hardpoint. Semakin banyak hardpoints, maka semakin banyak senjata yang bisa dipasang/dibawa. Selain digunakan untuk memasang rudal dan bom, hardpoints juga digunakan untuk memasang tangki bahan bakar eksternal, serta targeting pod.


BAGIAN 2: Pylon

Quote:


Bom dan rudal tidak bisa dipasang langsung ke hardpoints, untuk memasang kedua senjata tersebut dibutuhkan perangkat penghubung bernama "pylon." Seperti tampak pada foto yang sudah TS beri tanda di atas, tanda panah di atas menunjukkan pylon yang biasanya terdapat pada pesawat tempur.

Selain dijadikan penghubung antara hardpoints dan senjata, pylon juga bisa dipasangi perangkat sensor, serta perangkat pengecoh berupa flare serta chaff. Flare dan chaff biasanya dipasang pada ruang kosong pada pylon, umumnya dipasang menghadap ke samping. Sementara senjata dipasang di bawah pylon, senjata tersebut bisa dipasang langsung maupun dengan adaptor tambahan, tergantung jenis senjatanya. Untuk tempat pemasangan chaff atau flare bisa kita lihat pada foto di bawah ini.


Quote:



Bagian 3: Pemasangan Bom


Nah, setelah bagian hardpoints pesawat dipasangi pylon, kini para kru darat siap memasangkan senjata pada pesawatnya gan. Pada bagian 3 ini TS akan menjelaskan cara pemasangan bom terlebih dahulu, cara ini digunakan untuk memasang bom bodoh dan bom pintar. Pada bagian atas bom terdapat dua bagian yang disebut sebagai "suspension lug", bagian ini nantinya akan dicantelkan pada bagian pylon. Suspension lug ini juga berfungsi untuk mengangkat bom, di mana suspension lug akan dikaitkan pada katrol atau crane.


Quote:



Suspension lug pada bom yang berukuran kecil akan dipasang dengan ulir langsung sementara suspension lug yang berukuran lebin besar dipasang dengan empat buah baut. Seperti bisa kita lihat foto di bawah ini:


Quote:



Sekarang kita lanjut menuju proses pemasangan bom, untuk memasangkan bom pada pesawat tempur menggunakan mekanisme "bomb rack", di mana pada bagian dalam pylon terdapat komponen yang bernama "bomb shackle." Pada bagian bomb shackle ini terdapat dua buah kait (hook), pada kait inilah bom dicantelkan.

Ketika suspension lug dipasangkan pada kait tersebut, kait akan mengunci. Mekanismenya mirip seperti mekanisme pengunci pada jok sepeda motor.


Quote:



Karena hanya dicantelkan, bom tersebut tentu saja rawan bergoyang, untuk mengencangkannya digunakan komponen bernama "sway brace." Sway brace jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya "penjepit goyangan", karena bergoyang makanya dijepit. Akan aneh jika kita menggunakan versi terjemahannya, maka pada thread kali ini TS pakai yang versi bahasa Inggris saja.

Sway brace lalu dikencangkan dengan ulir, saat dikencangkan akan memberi tekanan pada bom, sehingga bom tidak akan bergoyang.


Quote:



Pada pemasangan bom ini, kru di darat juga bertugas memasang kabel baja yang biasa disebut sebagai "arming wire", kabel ini terikat pada safety pin. Ketika nanti bom dijatuhkan, otomatis safety pin yang terikat pada kabel baja ini akan tercabut, lalu bom menjadi aktif.

TS akan membahas sedikit tentang cara menjatuhkan bom, pada bomb shackle yang sempat kita bahas di atas terdapat komponen bernama LEMA yang merupakan akronim dari "Linear Electro Mechanical Actuator." Komponen actuator ini digerakkan dengan solenoid. Ketika arus listrik dialirkan, solenoid akan menggerakkan batang yang kemudian menggerakkan tuas. Gerakan tuas ini membuka kait, saat kait terbuka bom akan terjatuh akibat gravitasi. Arming wire yang terikat pada pylon kemudian menarik safety pin, sehingga bom menjadi aktif.


Quote:




BAGIAN 4: Pemasangan Rudal


Pada bagian terakhir ini TS akan membahas pemasangan peluru kendali alias rudal, untuk memasangkan rudal pada pylon diperlukan komponen tambahan yang bernama "launcher" (peluncur). Sama seperti memasang bom, launcher dicantelkan ke pylon menggunakan suspension lug, lalu dikencangkan dengan sway brace. Peluncur untuk setiap rudal tidak sama, jenis rudal yang berbeda meggunakan jenis launcher yang berbeda juga. Umumnya ada dua tipe jenis peluncur yang digunakan yaitu tipe rail dan ejector. TS mulai dari tipe rail terlebih dahulu.

BAGIAN 4.1: Rail Launcher


Quote:


Pada sistem ini terdapat semacam rel untuk tempat rudal meluncur, pada salah satu sisi rudal terdapat hook/hanger, bagian ini yang berkontak langsung dengan peluncur. Ketika roket pendorong dinyalakan rudal akan meluncur lurus pada rel, pada peluncur juga terdapat sistem pendukung peluncur rudal.

Misalnya pada peluncur rudal berpemandu infrared homing, contohnya Sidewinder, terdapat tabung gas nitrogen. Nitrogen bertekanan tinggi ini digunakan untuk mendinginkan sensor inframerah pada seeker rudal. Selain itu terdapat juga "Pure Air Generating System (PAGS)" yang juga berfungsi sebagai pendingin rudal. Sistem peluncur ini juga dilengkapi dengan ambilical cable, yang digunakan untuk menghubugkan sistem komputer pada peasawat dengan sistem rudal sebelum peluncuran.


Quote:




BAGIAN 4.2: Ejector


Quote:


Pada bagian terakhir ini TS akan membahas sistem ejector, digunakan untuk memasang rudal beruran besar seperti rudal jelajah serta rudal anti kapal. Pada sistem ini rudal dijatuhkan terlebih dahulu, setelah posisi rudal sudah agak jauh dari pesawat, roket pendorong baru dinyalakan. Pemasangan sistem ejector sama dengan pemasangan bom, menggunakan suspension lug dan kait. Bedanya, pada sistem ini memakai piston yang digerakkan dengan udara bertekanan, piston ini akan mendorong bom atau rudal menjauh dari badan pesawat ketika peluncuran.


Bagaimana dengan sistem peluncuran rudal pada pesawat Siluman ?



Bagi agan yang mengikuti perkembangan dunia militer, khususnya pesawat tempur, pasti sudah tahu jawaban dari pertanyaan di atas. Pada pesawat tempur siluman alias pesawat generasi 5 seperti F-22, F-35, Su-57 sampai J-20. Rudal-rudal tersebut disimpan pada ruang tertutup yang disebut sebagai "weapon bay." Rudal tersebut disimpan di bagian internal (badan pesawat).

Sama seperti pesawat tempur konvensional, di dalam weapon bay pesawat siluman juga bisa dipasangi sistem peluncuran rail atau ejector. Jika menggunakan sistem rail, sistem ini akan dilengkapi hidrolik yang membuatnya menyerong keluar.


Quote:



Nah, demikian sekilas pembahasan cara pemasangan bom dan rudal pada pesawat tempur, semoga bisa menambah wawasan baru buat agan-agan sekalian. Jika agan merasa masih belum paham tentang sistem pemasangan bom dan rudal yang TS tulis, agan bisa menonton videonya di bawah ini. Sampai jumpa emoticon-Angkat Beer


Quote:



Referensi Tulisan: Lycma Mil-Tech, tpub.com, aviation.stackexchange.com
Smber Foto & Ilustrasi: sudah tertera di atas

profile-picture
profile-picture
profile-picture
x310 dan 38 lainnya memberi reputasi
Sumber narasi ente emang bagus gan, ane udh lama subrek abang Lycma Mil-Tech.
Pembahasan teknis di dalam militer tidak ada selengkap channel tersebut, sangan detail.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Gailham dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh pasek.satrya
profile picture
jagotorpedo
kaskus geek

kadang admin Lycma ngelawak juga..emoticon-Big Grin
profile picture
haha,,ia gan, dengan nada datarnya bisa juga ngelucu emoticon-Big Grin
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 2 dari 2 balasan
×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di