KOMUNITAS
Home / FORUM / All / News / ... / Citizen Journalism /
Viral! Benarkah Suku Nias Ada Adat Memberikan Keperawanan Kepada Bapak Mertua?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61718de66af2763f8866b9f1/viral-benarkah-suku-nias-ada-adat-memberikan-keperawanan-kepada-bapak-mertua

Viral! Benarkah Suku Nias Ada Adat Memberikan Keperawanan Kepada Bapak Mertua?


Viral! Benarkah di suku Nias ada istilah adat menghormati orang tua dengan cara memberikan kehormatan atau perawan ketika anak laki-lakinya menikah lalu pengantin perempuan itu harus memberikan keperawanannya kepada bapakya?



sumber

Dari beberapa media sosial saat ini baik di facebook, di youtub, dan media sosial lainnya, kini heboh dan viral tentang adat suku Nias. Salah seorang Marga Sinaga mengatakan, bahwa di suku Nias masih berlaku istilah adat menghormati orang tua dengan cara ketika anak laki-laki menikah maka isterinya harus memberikan perawannya kepada bapak mertuanya, sebagai tanda hormat kepada orang tua. Lantas, apakah benar berita yang beredar itu?


Perlu diketahui bersama di Nias dalam acara-acara pernikahan, sebelum acara pernikahan berlangsung, maka keluarga pihak perempuan menasehati pengantin baik laki-laki maupun perempuan agar selalu hormat kepada orang tua, saudara, dan lingkungan, serta beretika sopan. Perlu dijelaskan pada kata nasehat hormat itu adalah bersikap sebagaimana anak terhadap orang tua, sang anak di ingatkan kembali. Sebagai salah satu contohnya adalah sebelum ke mana-mana harus pamit terhadap suami begitu juga terhadap ibu atau ayah, begitu juga sebaliknya jika suami yang pergi entah ke mana, maka harus pamit terlebih dahulu.

Ibu Riana Sinaga

Dari beberapa orang yang saya temui, untuk mengetahui sejarah tentang tata cara menghormati orang tua di suku Nias, tak satupun seorang membenarkan pernyataan bahwa perawan pengantin perempuan dipersembahkan untuk bapak mertua, dan bahkan saya si marga Sinaga juga dinikahi oleh seorang putra Nias, namun tidak seperti hal yang dikatakan saudaraku Kodrat Sinaga, saya sebagai marga Sinaga juga merasa malu karena telah mencemarkan suku adat Nias perihal perawan itu, ungkap ibu Riana Sinaga dalam sebuah video yang diunggahnya di media sosial.

Dan masih banyak lagi yang tidak sependapat dengan apa yang dikatakan oleh Kodrat Sinaga itu, termasuk para tokoh-tokoh pemuda Nias. "Jika anda punya masalah dengan salah seorang anak Nias, jangan bawa-bawakan adat sukunya, karena bisa saja anda diikat oleh hukum apalagi kita adalah negara hukum," balas seorang anak yang berdarah anak Nias dalam sebuah komentar di medsos. Siapa yang tak tersinggung dengan ucapan yang mengatakan hal yang tak sesuai kenyataannya? Apalagi bawa-bawa adat. Bukankah itu namanya mencemarkan nama baik?


Dalam hal itu, saya Nidar Zalukhu asli anak Nias, kakek nenek saya adalah orang Nias, menanggapi hal itu adalah sebagai pencemaran nama baik. Saya berkata begitu karena merasa tersinggung dengan apa yang beliau umbar-umbar di media sosial. Saya rasa beliau sudah terlalu tinggi tinggi cara berpikirnya, sehingga secara pelan-pelan meleleh hingga akhirnya berkata-kata yang bukan-bukan. Saya sebagai keturunan Nias, memberitahukan bahwa di suku Nias tidak ada sejarahnya dan tidak pernah ada istilah adat menghormati orang tua dengan cara memberikan perawan pengantin perempuan kepada bapaknya.



Perlu kita tahu juga, bahwa menghormati atau menghargai orang tua itu sangat  diharuskan, bahkan dalam firman Tuhan menegaskan untuk selalu berbakti kepada kedua orang tua, tetapi tidak dengan cara yang dikatakan oleh bapak Kodrat Sinaga itu. Dan sekali lagi saya beritahu, di Nias tak ada adat yang ketika anak laki-laki menikah maka perawan dari pada isterinya diberikan kepada bapaknya. Saya rasa beliau itu sudah terlalu ngawur!

Walau beliau mencoba mencemar nama baik suku Nias, saya sebagai anak berdarah Nias tidak membalasnya dengan ujaran kebencian. Karena kutahu, marak api jika dibalas dengan api, apinya akan berkobar semakin besar bahkan akan sampai ke langit. Saya hanya berdoa, sekiranya beliau segera meminta maaf di depan publik dan mengikuti jalur hukum yang berlaku, karena kita adalah negara hukum.


Salam ono niha!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
terangterong dan 19 lainnya memberi reputasi
ini kok seperti salah merangkai kata... Bukan menyerahkan keperawanannya secara eksplisit namun lebih seperti ngunduh mantu klo dalam adat nikah Jawa. Menyerahkan dari keluarga perempuan ke keluarga laki-laki.
profile-picture
profile-picture
NidarZalukhu dan iyenzagus memberi reputasi
Diubah oleh Rohmatullah212
profile picture


Hahaha emoticon-Spanyol
Kebanyakkan makan jagung bakar orang yang nyebar itu keknya. Salah nyimakemoticon-Hansip
profile picture
Sepertinya gitu gan
profile picture
Rohmatullah212
aktivis kaskus
@iyenzagus Jagungnya nyangkut di tenggorokan haahaahaa
profile picture
Rohmatullah212
aktivis kaskus
@NidarZalukhu ane rasa juga gitu
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 4 dari 4 balasan
×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di