CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Automotive / Otomotif /
Suzuki Ertiga, MPV Bermoncong Pertama Suzuki Untuk Bersaing Ketat Di Segmen LMPV
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6112ac26755159424250275c/suzuki-ertiga-mpv-bermoncong-pertama-suzuki-untuk-bersaing-ketat-di-segmen-lmpv

Suzuki Ertiga, MPV Bermoncong Pertama Suzuki Untuk Bersaing Ketat Di Segmen LMPV

Hola Agan dan Sista! Selamat pagi, siang, sore dan malam bagi Gansis di seluruh dunia! Kali ini, ane bakal bahas seputar Suzuki Ertiga, MPV bermoncong pertama Suzuki di Indonesia untuk bersaing ketat di segmen LMPV.


Ertiga, yang diambil dari kata "mengERTI keluarGA", atau "R3" yang artinya mobil dengan 3 baris. Siapa sih yang tidak mengenalnya, LMPV Suzuki pertama dengan konfigurasi penggerak FF yang diluncurkan sejak 2012 untuk menyaingi Avanza dan Xenia.

Mobil ini sangat banyak terlihat di jalanan, mengingat populasinya sudah sangat banyak sekali. Tentu hal ini karena Ertiga sesuai dengan selera orang Indonesia yang suka mobil 7 seater bermoncong.


Ertiga pertama kali diluncurkan di Auto Show Expo 2012 New Delhi, India berdasarkan Suzuki R-III Concept yang dipamerkan di ajang IIMS 2010. Beberapa bulan kemudian, barulah Ertiga dijual di Indonesia.

 Ertiga diluncurkan untuk melengkapi mobil LMPV Suzuki setelah sebelumnya ada APV yang diluncurkan pada tahun 2004 dan Carry Minibus yang ada sejak Suzuki pertama kali masuk Indonesia. 


Mobil ini cukup revolusioner karena mengawali tren safety pada kelas LMPV. Perlu diketahui, Ertiga GX adalah LMPV pertama dengan fitur safety lengkap, seperti ABS-EBD dan dual SRS Airbag (CMIIW). Karena Ertiga-lah, pesaing-pesaingnya mulai menambah fitur safety lengkap. 

Jika dilihat sekilas, Ertiga adalah sebuah Station Wagon yang diberi kursi 3 baris. Memang, Ertiga merupakan mobil yang berbasiskan dari Suzuki Swift dengan banyak sekali persamaan, jadi bisa dibilang Ertiga merupakan sebuah "Swift Wagon" yang dimensinya lebih besar, 4,265 x 1,695 mm. 


Suzuki Ertiga ditawarkan dengan 3 varian, mulai dari varian bawah (GA), varian tengah (GL), dan varian atas (GX). Hanya ada 1 varian mesin, yaitu mesin bensin 1400cc K14B 4 silinder inline DOHC dengan tenaga 90PS/torsi 130nm, dan 1 varian transmisi yang seperti biasa mengandalkan manual 5 percepatan.

Sayangnya, Ertiga batch awal tidak memiliki double blower dan varian transmisi otomatis. Hal ini diperbaiki pada improvement tahun 2013 ketika Ertiga GX dan GL ditambahkan varian transmisi otomatis dan AC Double Blower.


Setelah melalui berbagai improvement, dan 3 tahun tanpa facelift, pada tahun 2015 Ertiga di-facelift. Facia depan Ertiga facelift diperbarui menjadi lebih baik dan lebih elegan. Pun juga dengan facia belakang, diperbarui dengan penambahan reflektor dan aksen chrome. 

Sementara, pada bagian interior, Ertiga diperbarui dengan warna stir yang baru dan beberapa improvement. Dan, velgnya juga diperbarui untuk tipe GX dan GL dengan velg 5 palang yang entah kenapa bagi ane desainnya mengingatkan design velg Kijang Innova Reborn tipe Q.


Selain itu, Suzuki juga menghadirkan varian Dreza sebagai varian tertinggi Ertiga diatas GX. Ertiga Dreza menggunakan design yang berbeda, mulai dari fascia depan berbeda, head unit jumbo, velg berbeda, emblem berbeda, dan lain-lain.

Semua varian Ertiga bermesin bensin tidak dirubah dalam facelift ini, tetap dengan mempertahankan mesin K14B 4 silinder inline berteknologi variable valve timing atau VVT dengan kapasitas 1,4 liter.


Pada tahun 2017, Ertiga ditambahkan satu varian. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Suzuki di Tanah Air, Suzuki meluncurkan MPV bermesin diesel. Yup, Ertiga ditambahkan varian bermesin diesel, dengan skema CBU atau diimpor langsung. Varian ini juga memiliki teknologi mild hybrid sehingga diiklankan dengan embel-embel "Ertiga Diesel Hybrid".

Ertiga Diesel memiliki perbedaan di instrument cluster, mesin, pengaturan AC yang lebih lengkap, emblem, dan lain-lain. Mesinnya sendiri menggunakan mesin D13A 4 silinder inine berkapasitas 1,25 liter yang digunakan di Spin Diesel pula, tetapi ditambahkan teknologi VGT dan SHVS.


Sayangnya, Ertiga Diesel hanya tersedia dalam satu varian, yaitu varian ZDi atau GX dengan transmisi manual. Tentunya, hal ini akan merepotkan konsumen yang berada di perkotaan serta konsumen penggemar transmisi otomatis.

Menurut ane, inilah hal yang menjadi alasan utama Ertiga Diesel tidak se-laku versi bensinnya. Tidak ada varian automatic, dan hanya ada varian manual saja dengan 5 percepatan maju dan seperti biasa 1 percepatan mundur.


Tak menunggu lama, pada tahun 2018 SIS sebagai ATPM Suzuki di Indonesia meluncurkan Ertiga generasi kedua yang berubah total, mulai dari eksteriornya hingga interiornya.

Ertiga generasi terbaru menggunakan platform HEARTECT yang sama dengan Baleno terbaru. Platform baru ini dipercaya lebih ringan tapi lebih kuat dan aman dibanding platform sebelumnya.


Suzuki Ertiga generasi kedua menjadi jauh lebih mewah dibanding generasi sebelumnya. Interiornya kini, untuk tipe GX penuh dengan aksen-aksen woodpanel mulai dari stir, doortrim hingga dasbor. Ada fitur ESC juga. Hal ini ane kira untuk melawan Mitsubishi Xpander Ultimate yang juga memiliki aksen-aksen woodpanel dengan jumlah banyak serta fitur stability control.

Designnya kini menjadi lebih ke-SUV-SUVan dengan tarikan garis yang lebih futuristik. Mengambil desain Xpander yang juga futuristik. Desain interiornya juga baru, dengan desain dasbor retro baru, doortrim baru, lubang AC baru, dan lain-lain. Design velgnya juga baru, lebih elegan, mengingatkan desain velg Toyota Camry facelift tahun 2015.


Meski begitu, ciri khas Ertiga lama masih banyak terlihat di All New Ertiga, seperti jok yang tebal dan nyaman, akses jok row kedua yang tidak lazim dan unik, serta bentuk headrest row kedua dan ketiga.

Selain itu, ada perbaikan di kelegaan kabinnya. SIS menambah dimensi mobil ini, sehingga menghasilkan row ketiga dan kedua yang lebih lega. Perlu diketahui bahwa Ertiga lama banyak dikritik akan jok row ketiganya yang sempit.


Mesin Ertiga generasi baru ini juga baru. Mesinnya menggunakan K15B, yang berkapasitas 1,46 liter dengan konfigurasi 4 silinder inline. Mesin ini memperbaiki keluhan konsumen di Ertiga bensin generasi sebelumnya yang lemot.

Untuk varian, ada perubahan. Sayang, varian Ertiga Dreza dan Ertiga Diesel dihilangkan, sehingga hanya ada varian GA, GL dan GX ESP. Tentunya, dengan varian transmisi otomatis 4 percepatan dan manual 5 percepatan.


Selain fitur ESP atau Electronic Stability Program, varian GX kini juga mendapat fitur seat height adjuster. Tentunya, fitur ini sangat amat berguna untuk mendapat posisi mengemudi yang pas. Tetapi, sayang sekali selain armrest hilang, handgrip lengkap juga hilang.

Varian GL juga mengalami "penukaran fitur". ABS-EBD menjadi standar, gantinya fitur foglamp hilang. ABS-EBD ini menurut ane penting karena merupakan "pencegah kecelakaan".


Ertiga generasi ini mendapat fitur unik pula. Yaitu, cooler di cup holder. Cooler ini mengandalkan semburan angin AC dari lubang kecil di tengah cup holder untuk mendinginkan minuman.

Sehingga, menjadikan Ertiga merupakan LMPV yang pertama menerapkan fitur ini di kelasnya. Fitur ini menurut ane sangat berguna, minuman dapat menjadi sejuk terlebih dahulu sebelum keluar mobil.


Setelah berjalan 2 tahun tanpa facelift, pada tahun 2020 lalu Ertiga mendapatkan facelift. Facelift ini mengubah Ertiga cukup banyak, mulai dari warna interior, fitur, dan lain-lain.

Mendengar kritik dari pengguna Ertiga generasi kedua prefacelift, SIS mengembalikan armrest di jok row kedua untuk tipe GL dan GA. Amrest tengah ini sudah ada sejak generasi pertama Ertiga diluncurkan tahun 2012, dan sempat hilang pada tahun 2018.


Selain itu, tak hanya armrest, handgrip juga disempurnakan menjadi lebih lengkap. Jok row pertama dan kedua mendapat handgrip retract, dan jok row ketiga mendapatkan handgrip model fixed. 

Handgrip ini sebenarnya sudah ada di Ertiga facelift 2015, tapi sayang sekali di All New Ertiga prefacelift dihilangkan. Padahal handgrip konfigurasi ini sangat enak dan lumayan terasa "mahal" untuk mobil sekelas ini. Untunglah di facelift ini, Ertiga diberikan handgrip yang lebih proper.


SIS mengubah warna interior juga menjadi hitam khusus tipe Sport dan GX. Warna hitam ini memberikan kesan yang lebih elegan, dan juga memberikan kesan yang lebih "mahal". Velg dirubah juga dengan warna dual tone dan design baru khusus varian GX dan Sport.

Sementara, pada bagian AC, Suzuki merubah AC model putar-putaran menjadi pencet-pencetan alias AC digital. AC Digital ini digunakan guna mengikuti tren LMPV sekarang yang kebanyakan mulai memakai AC digital, seperti Mobilio dan Avanza-Xenia.


Suzuki juga meluncurkan XL7, sebuah Suzuki Ertiga yang di-SUVkan. Dengan 3 vaian, Zeta, Beta, dan Alpha, Suzuki mengandalkan mobil ini untuk bertarung di segmen LSUV.

Varian Ertiga kembali ditambah, dengan varian Ertiga Sport yang lebih "resing" karena penggunaan bodykit serta adanya ESC (Di facelift ini setahu ane Ertiga GX ESC-nya dihilangkan). Sementara, varian GX, GL dan GA tetap ada. Ertga Sport mungkin bisa dibilang sebagai penerus varian Dreza pada Ertiga lama.


Hingga saat ini, belum ada pembaruan lebih lanjut untuk Ertiga. Ada rumor bahwa pada tahun 2022 Suzuki akan meluncurkan Ertiga Diesel Hybrid kembali. Ane berharap Ertiga Diesel segera diluncurkan agar kembali membuka pasar mobil kelas LMPV bermesin Diesel di Indonesia. Tentunya dengan pilihan trim yang berbeda serta dengan pilihan transmisi manual dan automatic.

Ane juga berharap, Suzuki terus melakukan pengembangan Ertiga menjadi lebih sempurna lagi. Dengan harga yang semakin reasonable tentunya, serta fitur yang lebih banyak.


Nah, itulah isi thread ane yang membahas seputar sejarah Suzuki Ertiga. Jadi, gimana pendapat Gansis seputar thread ini? Oh iya, ane akan sangat berterima kasih apabila Gansis mengoreksi informasi yang salah!

Sumber: 12345
Pic: Terlampir
Narasi: Opini Pribadi
Disclaimer: Thread ini tak bertujuan untuk mempromosikan maupun menjatuhkan siapapun.
Original Written By: @ulungrinjani

emoticon-I Love Indonesiaemoticon-Toastemoticon-Rate 5 Star
profile-picture
profile-picture
profile-picture
BlueGuy.BuleGay dan 21 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ulungrinjani
Tapi sayang ertiga blunder terus..emoticon-Cape d...
profile picture
TS ulungrinjani
kaskus geek
Kamsudnye gimana gan? emoticon-Bingung (S)
profile picture
aroesi
aktivis kaskus
Ingat Ertiga keluar pertama kali bersamaan toyodai ngeluarin all new Toyota/Xenia. Ertiga gen 1 type ga, gl, gx belum double blower, padahal all new sudah pakai double blower kecuali Xenia 1000 cc. Eh baru beberapa bulan dikeluarkan yang versi double blower kecuali type ga. Dan masih ada lagi.
CMIIW
profile picture
TS ulungrinjani
kaskus geek
@aroesi nah iya om, gak ada varian matic jg, kayanya r3 awal itu buat ngetes pasar, dan ternyata laris, lalu dikasih DB ma Automatic

Tapi ya thanks to Ertiga, LMPV-LMPV lain jadi memiliki safety feature lengkap
profile picture
aroesi
aktivis kaskus
Kalau saya bilang bukan ngetes pasar, tapi keliru marketing nya. Kalau dibilang laris hanya awalnya saja tapi setelah itu toyodai menguasai pasar. Aslinya Ertiga bukan saingan toyodai, fwd vs rwd. Dan sampai sekarang hanya wuling yang rwd, lainnya fwd semua. Sebenarnya kalau masalah mpv saya lebih suka yang rwd karena memuat beban banyak
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 4 dari 4 balasan
×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di