CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Berbagai Alasan Mengapa Masyarakat Tidak Peduli Pada Corona
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60d044800d88bb4bf93b8cd1/berbagai-alasan-mengapa-masyarakat-tidak-peduli-pada-corona

Berbagai Alasan Mengapa Masyarakat Tidak Peduli Pada Corona

Baru-baru ini Jerinx kembali berulah. Jerinx yang dulu pernah dipenjara karna cuitannya yang tidak percaya korona kini menantang beberapa artis yang mengaku positif covid untuk membuktikan bahwa mereka tidak dibayar untuk mensponsori covid.

Jerinx adalah satu dari banyak orang yang percaya bahwa corona itu hanyalah akal-akalan pemerintah atau konspirasi elit global untuk menimbulkan kepanikan di tengah dunia. Padahal pemerintah dan PBB sudah mengeluarkan peringatan darurat korona yang membuktikan pandemi ini bukanlah main-main.



Tapi, kenapa ada saja orang yang masih yakin kalau corona itu cuma mitos dan tidak peduli pada prosedur kesehatan? Mari kita bahas satu persatu.

Alasan pertama yang bisa saya pikirkan adalah, karna pemerintah sendiri tak bisa membuktikan bahwa mereka pantas dipercaya. Mari kita lihat saja fakta di lapangan. Dana bansos dikorupsi, tahanan penjara dibebaskan, anggota DPR yang meresmikan uu tak penting dengan memanfaatkan ketidakmampuan mahasiswa untuk berdemo dan berbagai proyek yang 'terpaksa' dihentikan.

Kalau ada yang bilang corona itu cuma akal-akalan pemerintah demi keuntungan mereka sendiri maka saya tak bisa membantah seutuhnya. Politik pemerintahan kita itu rumit. Presiden mungkin berkata begini tapi belum tentu yang dibawahnya ingin begitu. Setiap pejabat punya kepentingan dan keinginannya masing-masing jadi wajar saja kalau ada yang tidak percaya pada pemerintah. Tingkat ketidak percayaan masyarakat pada DPR adalah bukti nyata.



Alasan kedua adalah, mungkin mereka sebenarnya percaya tapi dibayar agar tidak peduli. Ini sama seperti buzzer yang dibayar untuk menyalahkan apapun yang dilakukan lawan politiknya, mereka dibayar agar orang-orang terus menebar corona kemana-mana.

Nah, siapa orang yang senang dengan corona yang terus berlanjut? Tukang masker? Ceo Zoom? Atau tukang korupsi dana bansos? Well, selama uang terus mengalir seribu orang yang mati rasanya tidak terlalu berarti.



Dan alasan ketiga kenapa orang tidak peduli pada corona adalah, karna corona itu super duper mengganggu. Sejak Indonesia darurat covid banyak orang yang tak bisa bekerja dan tak bisa bekerja sama artinya dengan tidak punya uang. Jika kita percaya akan corona dan diam seperti anak patuh di dalam rumah maka bukan tak mungkin kita akan mati kelaparan.

Memang benar bahwa ada yang namanya protokol kesehatan bagi mereka yang bisa bekerja dengan menjaga jarak tapi itu juga merepotkan. Memakai masker sepanjang hari itu tidak enak kan? saya sendiri yang memakai kaca mata harus mengalami tidak enaknya uap dari nafas mengembun di kaca mata. Lagipula dengan covid yang bermutasi setiap hari membuat protokol kesehatan semakin tidak terlihat berarti.



So, mati kelaparan atau mati kena corona? Toh kena corona belum tentu mati jadi kenapa harus berkurung di rumah sampai pandemi selesai?

Tulisan ini tidak bermaksud menuduh atau menyudutkan siapapun. Tulisan ini dibuat untuk menyadarkan kita semua bahwa corona itu nyata dan Indonesia berada di ambang bahaya. Negara negara sudah mulai bebas dari corona, kita kapan?

Sekian dari saya mari bertemu di thread saya yang lainnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
penyukabiru dan 34 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ih.sul
Konspirasi buat menurunkan jumlah penduduk dunia karena beban bumi ini sudah semakin berat.
profile-picture
profile-picture
iskrim dan ih.sul memberi reputasi
profile picture
erwinar
kaskus addict
Izzzz di dunia ini masih banyak lahan kosong. Cek aja di indo sendiri. Ada berapa luas lahan kosong di banding lahan berpenduduk. emoticon-Ngakak
profile picture
dxbike
kaskus maniac
Bukan masalah lahan gan, tapi berapa banyak manusia yang harus dikasih makan, diberi pekerjaan, dll. Belum lagi yg tua2, sakit2an, serta yg dianggap tidak berguna.
profile picture
erwinar
kaskus addict
@dxbike mantap gan. Kalo ini alasannya memang pas susunya, mantap kopinya.
profile picture
TS ih.sul 
KASKUS Plus
Tapi kan angka kelahiran malah naik selama pandemi
profile picture
erwinar
kaskus addict
@ih.sul abis mau ngapain lagi selama pandemi? Semoga aja lahir bayi dengan gen kebal covid.

Ya inilah keseimbangan alami, sebagian dari seleksi alam. Ada yg meninggal juga ada yg lahir.
profile picture
dxbike
kaskus maniac
@erwinar @ih.sul

Butuh beberapa generasi lagi mungkin? Mutasi genetik alamiah itu gak bisa instan.
profile picture
maggotsaid
aktivis kaskus
THANOS ENTER the CHAT
profile picture
erwinar
kaskus addict
@dxbike @ih.sul
Dalam case virus masih belum butuh mutasi genetik gan, cukup sekedar anti body saja.

Ane pernah baca case ilmuwan barat check kuman e colli dalam perut beberapa lapisan masyarakat di indo. Rata2 hasil check sangat mengejutkan karena jumlah bakteri tersebut jauh di atas rata2 (kalo ga salah sampai ribuan kali lipat) dari masyarakat di negaranya.
Di negaranya jumlah bakteri sebanyak itu sudah dapat menimbulkan masalah yang serius. Tapi penduduk indo yg di teliti ternyata tetap aman dan sehat.

Secara genetika case bakteri tersebut tidak ada pengaruhnya. Tapi cenderung di turunkan secara habitat.
profile picture
hermanwnkr
kaskus addict
@ih.sul
Gmn kelahiran g naik gan...
Dirmh aja msk bengong...
Ya main kuda2an lah gan...
Untuk ngisi waktu drpd bengong...
emoticon-Toast
profile picture
dxbike
kaskus maniac
@erwinar @ih.sul

Sebenarnya penggunaan vaksin bisa mengubah struktur genetik manusia tidak?

Seperti jason bourne



Atau seperti di filem world war z

profile picture
erwinar
kaskus addict
@hermanwnkr @ih.sul
Vaksin umum seperti covid, cacar air dan sejenisnya tidak akan mengubah genetika.

Jason bourne kan cuma filem. Tidak semudah itu merekayasa genetika apalagi jika sudah dewasa. Kalo masih mulai dari tahap pertemuan sel telur dan sperma masih mungkin bisa
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 11 dari 11 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di