CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Erdogan vs Mustafa Kemal Ataturk, Siapa Yang Lebih Baik?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/609d53457a7b6c30a910960d/erdogan-vs-mustafa-kemal-ataturk-siapa-yang-lebih-baik

Erdogan vs Mustafa Kemal Ataturk, Siapa Yang Lebih Baik?





Melihat kiprah Turki yang memberikan sedikit sejarah tentang peradaban dunia memang cukup menarik, terlebih ketika dinasti mereka runtuh dan berganti menjadi republik. Pemahaman Sekuler vs Agamis sangat kental terasa, hingga menjadi pro dan kontra dari kebijakan para pemimpin mereka.

Diawali dengan banyak peperangan, dari perang Italo-Turki 1912, kemudian berkecamuknya daerah otonomi yang membentuk Liga Balkan yaitu Montenegro, Yunani, Bulgaria, dan Serbia membuat wilayah Usmani semakin mengkerut di 1913, ditambah lagi dengan Perang Sarikamish melawan Rusia 1914-1915. Dan berujung pada perang Megiddo 1918 yang dimenangi blok sekutu ketika Perang Dunia 1, maka Timur Tengah dikuasai dua kekuatan besar saat itu Imperium Britania Raya dan Perancis.





Perjanjian Sevres pun terjadi Ottoman diambang kehancuran, pasukan sekutu menempatkan pasukannya di Konstantinopel (sekarang Istanbul).

Di dalam negeri akhirnya muncul kaum nasionalis, mereka marah kenapa Sultan Ottoman dimana pasukan sekutu (Entente) diperbolehkan masuk ke wilayah Ottoman.

Maka kaum nasionalis harus mengangkat senjata, dan muak kenapa Sultan Ottoman terlalu patuh pada sekutu. Yang akhirnya membuat pemerintahan baru di Ankara, Anatolia tengah, dengan Mustafa Kemal Pasha sebagai pemimpinnya, tentu perjuangannya dengan mengangkat senjata.





Di Tanggal 1 November 1922, ada sejarah yang besar ketika parlemen nasionalis Turki di Ankara, akhirnya mengumumkan pembubaran Kesultanan Ottoman. Ini menandakan Khalifah dalam Islam sudah padam, sedangkan pada tanggal 17 November Sultan Mehmed VI harus terusir dari bekas kerajaannya dan tinggal di luar Turki.

Pada 1923, antara sekutu dan kaum nasionalis Turki melakukan perjanjian damai permanen yang dikenal sebagai "Traktat Lausanne". Di tahun yang sama akhirnya di deklarasikan "Republik Turki" (Turkiye Cumhuriyeti) sebuah negara baru dengan konstitusi & sistem hukum sekuler.





Mustafa Kemal diberikan gelar  "Ataturk", saking sekulernya adzan pun sempat menggunakan bahasa Turki karena agama dianggap tidak cocok dengan sains modern sedangkan sekularisme sangat penting bagi modernitas. Kebijakan ini tentu ada pro dan kontra, karena Turki berasaskan pada negara yang modern, demokratis, dan sekuler. Dan bagian dari sekulerisasi, ia pun membuat kebijakan yang kontroversi yakni menjauhkan pemerintahan dengan agama seperti menghapus kekuasaan lembaga kegamaan. Setidaknya Turki di ubah menjadi ramah terhadap semua agama dan berbagai kelompok, serta tidak menjadikan agama sebagai alat justifikasi politik.

Atas kebijakannya yang membuat Turki menjadi lebih modern, ia dihormati dan disegani oleh masyarakat Turki, tapi ia dibenci oleh mereka yang cinta sistem khilafah.





Maka tak heran sifat pemimpin ini menjadi inspirasi gerakan nasionalis di berbagai dunia, bahkan Bung Karno pun terinspirasi dari sosok Mustafa Kemal namun tidak meninggalkan agama seutuhnya, namun di combine menjadi Nasakom.

Tongkat kepemimpinan Turki saat ini beralih ke Recep Tayyip Erdogan, apa yang ia lakukan ketika memimpin Turki? Kebijakan sekuler tetap dipertahankan, namun karena ekonomi Turki menuju jurang krisis ia memberikan pesan dan dukungan dari dunia Islam, mengubah fungsi hagia Sophia kembali menjadi masjid yang tadinya adalah museum, kebijakan sekuler tentang pelarangan identitas agama pun dibatalkan, masjid-masjid baru dibangun, tentu kalangan sekuler tidak suka dengan perubahan ini dan kudeta pun dilancarkan namun gagal.





Namun yang membuat sebagian masyarakat Turki tak suka dengan Erdogan bukan tentang identitas agama yang dihidupkan kembali, namun resesi ekonomi Turki di depan mata. Walau begitu ia tetap populer terlebih di mata dunia, dengan bersitegang dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

Bahkah baru-baru ini statementnya tentang Israel dinilai sungguh berani!! Erdogan pun mesra dengan beberapa pemimpin dunia terutama terhadap Vladimir Putin. Sepak terjangnya di politik dunia menjadikan dirinya semakin populer.





Perlahan namun pasti sepak terjang Erdogan merubah apa yang telah ditetapkan oleh Ataturk, berjalannya waktu Erdogan semakin pintar memainkan trik politik agar semakin disukai banyak orang.

Atas aksi Erdogan di politik luar negerinya mendapatkan simpati dari banyak orang di dunia, hingga di Indonesia sendiri ada komunitas sahabat Erdogan. Sungguh luar biasa, kenapa tidak ada sahabat Jokowi atau Anies Baswedan saja? Entahlah, yang jelas siapakah dari kedua pemimpin Turki ini yang lebih baik?





Terima kasih yang sudah membaca thread ini sampai akhir, semoga bermanfaat, tetap sehat dan merdeka. See u next thread.

emoticon-I Love Indonesia



"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2021
referensi : klik, klik, klik, klik
Pic : google

emoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Star






profile-picture
profile-picture
profile-picture
Daniswara92 dan 29 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
Kalo gak ada attaruk, mgkn turki sdh dijajah barat lagi...

Org jaman skrg cuma bs tau menghina2 attaturk, gak tau gimana perjuangannya dulu


Erdogan??? Cuma jualan agama aja cukup bikin terkenal, prestasi 0
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kentutz dan 12 lainnya memberi reputasi
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di