CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Tasikmalaya, Tempat Yang Paling Aku rindukan Untuk Berkumpul Bersama Keluarga
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/609785708663031f5b2f8ea8/tasikmalaya-tempat-yang-paling-aku-rindukan-untuk-berkumpul-bersama-keluarga

Tasikmalaya, Tempat Yang Paling Aku rindukan Untuk Berkumpul Bersama Keluarga





#EnggaMudikDulu #KaskuserBerbagiTHR


Assalamualaikum Sahabat kaskus ....

Jika membahas kampung halaman tercinta rasanya hati ini terbawa nostalgia ke masa kecil dimana merayakan lebaran yang indah bersama keluarga besar.

Saya adalah orang sunda yang dilahirkan dari orangtua yang memiliki latar daerah berbeda walaupun sama-sama sunda. Bapak berasal dari Tasikmalaya dan ibu dari Cianjur. Dan kami menetap di Cianjur tempat kelahiran ibu.

Sewaktu kecil hingga sekitar usia SMP kami sering mudik ke Tasikmalaya tepatnya di kecamatan ciawi desa Sukapancar. Walaupun desa itu jauh dari hiruk pikuk kota. Namun saya betah dengan suasana alam yang masih asri.


Pesawahan: Dokpri

Areal pesawahan yang membentang menghiasi penjuru desa bak permadani hijau. Belum lagi sungai berbatu yang mengalir membelah desa. Terdapat bendungan untuk irigasi yang dibangun di era Pak Harto. Saya paling senang melintasi tembok kokoh yang merupakan pintu air dari bendungan kecil itu.

Ratusan kolam penduduk yang dipenuhi ikan mas warna warni begitu indah menghiasi pinggiran sawah. Ada juga yang memakai sistem longyam yaitu membuat kandang ayam di atas kolam sehingga ikan mendapatkan pakan dari kotoran ayam.

Salah satu bendungan di daerah Pagerageung kini menjadi spot wisata yang Instagramable.

Wisata air cipatani: klik

Tak jauh dari sungai bergerak ke arah jalan desa yang dilewati angkot. Terdapat sumber mata air panas yang dikelola masyarakat. Ajaibnya kolam kakek saya dialiri air panas ini tetapi ikannya tetap hidup dan rasanya lebih gurih loh!

Saya juga masih ingat bagaimana uwak (budhe) mengajak panen sawi yang subur di kebunnya. Setelah itu kami menunggu pengepul. Sisanya uwak membagikan kepada tetangga. Di belakang pesawahan itu berdiri megah gunung Galunggung. Ciawi termasuk saksi bisu ketika gunung ini memuntahkan lahar dahsyatnya di tahun 80-an.


Tangga menuju gunung Galunggung: dokpri

Kata bapak Galunggung meletus beberapa kali salah satunya saat kakak saya lahir. Namun sekarang Galunggung begitu cantik dan banyak dikunjungi karena keindahannya.

Saya kembali bernostalgia menikmati indahnya mudik di kampung halaman bapak. Kami berziarah ke makam kakek buyut. Pemakaman tua yang dikelilingi pohon-pohon tua. Bahkan ada pohon beringin yang akarnya melindungi 10 makam leluhur kami. Akarnya membentuk daun pintu.

Setelah ziarah, biasanya kami keliling kampung silaturahmi sambil mencicipi aneka kue khas lebaran, ada borondong, godeblag, ranginang oyek dan opak ketan. Setelah itu kami berkumpul untuk botram alias makan bersama menikmati ikan bakar.

Setelah itu bapak mengajak kami menuju daerah Pagerageung tempat dulu beliau mengaji di pesantren Suryalaya. Tempatnya memang menentramkan hati, dan hingga kini masih dipadati santri yang menimba ilmu di sana.



Pesantren Suryalaya: dokpri



Satu lagi hal yang selalu saya rindukan adalah mengunjungi makam leluhur kami yang juga adalah seorang waliyullah. Syekh Abdul Muhyi Pamijahan. Yang terletak di kecamatan Bantarkalong Tasikmalaya. Sekitar 2 jam dari Ciawi. Areal pemakaman dan tempat beliau berdakwah dan mengajar para santri dari dulu telah terkenal sebagai tempat ziarah. Pamijahan dikenal dengan gua safarwadi dan areal khusus yang dilarang untuk merokok.


Makam syeh Abdul Muhyi: dokpri

Karena kami masih keturunan Syekh yang dibuktikan dengan menjelaskan silsilah orangtua kami hingga anaknya syekh tanpa terputus dan juga tanpa teks. Kami diberikan izin khusus untuk berziarah. Yang paling unik di sini setelah keluar goa safarwadi kami disuguhkan aneka kuliner seperti nasi tutug oncom dan oleh-oleh berupa cenderamata yang dijajakan para penjual.


Goa safarwadi: dokpri

Kini sudah 7 tahun sejak bapak meninggal, kami belum pernah mudik ke Tasikmalaya lagi. Rasanya rindu sekali suasana hangat sanak keluarga dan kerabatnya keasrian alam di sana.

Itulah kota tempat yang paling aku rindukan untuk dikunjungi. Semoga dalam waktu dekat bisa kembali ke sana dan bersilaturahmi.

Opini pribadi
Gambar:
dokpri
klik
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trifatoyah dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh zatilmutie
Enya pernah ke Tasik, ke kampung sahabat. Duh, wiskulnya enggak bakal terlupa. Mie Yamin. Secara zaman awal 2000-an itu, kuliner penyajian Mie Yamin belum begitu terkenal seperti sekarang. Orang masih banyak taunya mie ayam aja.
profile-picture
zatilmutie memberi reputasi
Diubah oleh enyahernawati
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di