CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Trend Saat Ini: Mengaku Atheis, Sebenarnya Malas Ibadah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6088130a41801a7874699155/trend-saat-ini-mengaku-atheis-sebenarnya-malas-ibadah

Trend Saat Ini: Mengaku Atheis, Sebenarnya Malas Ibadah




 
Quote:



Kutipan di atas mungkin tidak lebih terkenal dari kutipan yang berbunyi “Die religion ..ist das opium des volkes” atau berarti agama adalah opium bagi masyarakat yang berasal dari salah satu karya tokoh kiri yaitu Karl Marx dalam A Contribution to the Critique of Hegel’s Plilosophy of Right pada tahun 1843. Terlepas sebagai bahan untuk menyerang Karl Marx, kutipan tersebut seakan menjadi kebanggaan bagi mereka yang merasa sok agnostik atau bahkan yang mengaku atheis tanpa memahami konteks dan maksudnya.

Di samping agama-agama besar didunia nyatanya jumlah mereka yang tidak beragama atau yang termasuk dalam golongan deisme, agnostik, atheisme, skeptisme atau yang serupa setiap tahunnya meningkat terkhusus dinegara-negara sosialis, komunis dan sekuler. Salah satu pertanyaan yang akan timbul yaitu “apakah hal tersebut sesuatu yang salah?” tentu saja tidak khususnya bagi mereka yang menganggap agama atau kepercayaan adalah sesuatu yang bersifat pribadi. Tetapi lebih tepatnya yang menjadi perhatian dan pertanyaan adalah apakah atheisme millenials masa kini merupakan penolakan terhadap “Tuhan” yang didasari rasionalitas dan dalil-dalil pengetahuan?

Salah satu dasar pokok pemikiran Atheisme dapat kita telusuri dari pemikiran bapak Atheisme,Ludwig Feuerbach.  Secara garis besar pokok pemikiran Feu erbach yaitu kritik terhadap agama dan kepastian indra sebagai titik tolak kebenaran atau disebut materialisme. Kritiknya terhadap agama menegaskan bahwa bukan Allah yang menciptakan manusia, tetapi Allah yang diciptakan manusia. Pemikiran Feuerbach yang demikian berasal dari tiga tahap yaitu: pertama, manusia mengalami pertanyaan yang terus menerus tak terhingga. Kedua, tidak terhinggaan tersebut ditentukan dalam diri manusia itu sendiri, kemudian karena ditempatkan sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, maka tidak terhinggan itu ditempatkan di luar manusia dan disebut Allah. Ketiga, maka dengan demikian Allah adalah ciptaan manusia.

Dengan demikian menurut Feuerbach manusia harus mengerti kekeliruannya yang selama ini menguasai dirinya sendiri, yaitu bahwa Allah menciptakan manusia.

Kembali kepada persoalan awal di atas apakah atheisme millenials masa kini merupakan penolakan terhadap “Tuhan” yang didasari rasionalitas dan dalil-dalil pengetahuan?Seperti halnya  Ludwig Feuerbach, Karl Marx dengan materialisme historis, dan tokoh-tokoh lainnya. Di samping ada tidaknya mereka yang bersandar pada rasionalisme, pemikiran mendalam atau dalil ilmu pengetahuan, nyatanya ada mengaku dan mengatakan dirinya atheis yang hanya didasari hal receh bahkan sebenarnya tidak masuk akal untuk hal demikian. Di antaranya yaitu: pertama, cari perhatian. Dengan beralinya dari era masyarakat tradisional  kepada era post-modernisme logika berpikir pun demikian. Di mana masyarakat lebih fokus kepada manipulasi penanda sosial. Meningkatnya atensi atau perhatian yang didapat merupakan kebanggaan tersendiri bagi mereka, tidak terkecuali untuk mempermainkan agama. Kedua, malas dalam beribadah. Bagi mereka yang menempatkan agama sebagai landasan dogmatik atau dasar maka perintah yang ada dalam agama tersebut merupakan sebuah keharusan. Terkhusus ibadah, yang bagi beberapa atau seluruh agama merupakan bentuk pengagungan kepada Tuhan. Namun banyak dari mereka yang menolak atau enggan beribadah dengan alasan malas atau membuang waktu menutupinya dengan mengaku atheis. Ketiga, kekecewaan terhadap agama. Mengenai hal tersebut, dapat kita lihat dari dua sudut yang berbeda yaitu kekecewaan langsung terhadap agama seperti membandingkan ketidak adilan dari Tuhan, doa yang dianggap tidak kunjung dikabul dan sejenisnya yang kemudian diperparah dalam dangkalnya memahami konsepnya sendiri. Atau kekecewaan terhadap secara tidak langsung, seperti menilai perilaku buruk seseorang sebagai sebuah ajaran agama.



profile-picture
profile-picture
profile-picture
anson85 dan 38 lainnya memberi reputasi
Buat apa juga ibadah kalau gak punya dasar kuat mengapa harus ibadah, commiting prayer is as hard as having to leave the religion itself, mengapa harus ibadah, apa karena tuntutan agama atau lingkungan ?
profile-picture
parpining memberi reputasi
profile picture
pleguk
kaskus maniac
Jadi kesimpulannya ente tidak berterimakasih udah dikasi oksigen gratis, air, bokep, lonte, pemandangan, dkk. Berterimakasih pada siapa?
profile picture
Argumen yg goblok, emang tuhan yg ngasih ?, Tuhan yg mana ?
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 2 dari 2 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di