CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Battle Of Mogadishu, Ketika Mayat Tentara AS Diseret-seret Di Jalanan (part-1)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/608b7c41a4202c13e47a8c34/battle-of-mogadishu-ketika-mayat-tentara-as-diseret-seret-di-jalanan-part-1

Battle Of Mogadishu, Pelajaran Yang Mahal Bagi Amerika Serikat.



Mungkin tidak banyak yang tahu "Battle Of Mogadishu",tapi TS yakin kalau "Black Hawn Down" , banyak kaskuser, terutama penggemar film action dan perang yang tahu.

Jadi pertempuran di Mogadishu, Somalia ini memang sudah diangkat ke layar lebar, dengan judul film "Black Hawk Down". Menurut beberapa sumber, pertempuran ini adalah pertempuran paling sengit yang dialami oleh militer AS pada dekade-dekade terakhir (setelah perang Vietnam).

Bukan perang terbesar ya, tapi pertempuran paling sengit.

Militer AS termasuk sering berperang di mana-mana, tapi pada umumnya (CMIIW) tentara AS yang diturunkan ke medan perang merupakan gabungan dari berbagai kesatuan udara, darat dan air; ditambah dengan dukungan penuh teknologi-teknologi perang termuktahir.

Berbeda dengan yang terjadi dalam pertempuran di Mogadishu ini.

Pasukan elit AS yang terdiri dari 160 tentara yang direkrut dari pasukan khusus milik AD, AL dan AU mereka, mendapatkan misi untuk menangkap salah seorang pimpinan kelompok bersenjata di Somalia.



Misi ini kemudian berjalan di luar rencana, ketika dua helikopter AS ditembak jatuh oleh salah satu kelompok bersenjata di Somalia.

Puluhan pasukan elit yang dikirim dalam misi itu dan puluhan rekan mereka yang dikirim untuk menyelamatkan pun harus menghadapi ribuan kelompok bersenjata, di antara padatnya rumah-rumah, gang-gang sempit dan jalanan di Mogadishu, Somalia, dengan dukungan yang minim.

Tidak ada kendaraan berlapis baja, tidak ada serangan udara, mereka harus bertahan melawan ribuan orang yang datang menyerbu tak habis-habisnya.

Pertempuran berlangsung hampir 17 jam tanpa henti, sebelum akhirnya pasukan elit AS yang diterjunkan itu berhasil lolos dari sergapan kelompok-kelompok bersenjata di Somalia.


Gbr diambil dr Historica Wiki

18 orang pasukan elit AS gugur dalam tugas. Sementara laporan jumlah korban pihak kelompok bersenjata Somalia yang terbunuh bervariasi jumlahnya, tergantung sumber berita.

Perkiraan yang meninggal dari kelompok bersenjata Somalia adalah antara tiga ratusan sampai seribu lebih.

Sementara korban luka-luka mencapai 3000-4000 orang di pihak Somalia dan mencapai 84 korban luka-luka di pihak tentara AS.

Sengitnya pertempuran dan jumlah korban yang jatuh, membuat pertempuran di Mogadishu ini dipandang sebagai salah satu pertempuran paling berdarah-darah yang pernah dialami pasukan AS setelah masa perang Vietnam berlalu.

-----------------------

Sangat panjang kalau mau menuliskan secara lengkap apa yang terjadi di Mogadishu, Somalia.

Namun TS akan berusaha menceritakan selengkap dan sepadat mungkin.

Tentu akan ada banyak hal yang terlewat, ada banyak sisi yang gagal dieksplorasi lebih dalam. Untuk segala kekurangan, TS mohon maaf.

Gansist bebas untuk berkomentar, mengoreksi dan menambahkan, apa-apa yang salah, dan apa-apa yang kurang dari tulisan TS ini.

Bagaimana Awal Mula Militer AS Terlibat di Somalia

Di tahun 90an, kondisi negara dan rakyat Somalia sangat mengenaskan.

Somalia berdiri pada tahun 1960an sebagai negara Demokratis. Di tahun 1969, pemerintah yang terpilih secara resmi di tahun 1960an jatuh ke tangan seorang pemimpin kelompok bersenjata, Muhammad Siad Barre, lewat sebuah pemberontakan bersenjata.

Sejak itu, ekonomi Somalia semakin lama semakin buruk di bawah pemerintahan Muhammad Siad Barre yang tidak efektif tapi bertangan besi. Ditambah lagi bencana kekeringan berkepanjangan yang mengakibatkan kelaparan.

1991, pemimpin-pemimpin suku lain mengangkat senjata dan berhasil menyingkirkan Muhammad Siad Barre dan sejak saat itu Somalia pun menjadi medan pertempuran antar kelompok bersenjata.

Di akhir tahun 1991 saja, tercatat tidak kurang 20.000 orang Somalia tewas terbunuh dalam peperangan antar kelompok dan suku.

Peperangan mengakibatkan orang-orang di pedesaan untuk lari ke kota, meninggalkan sawah ladang mereka. Tanpa petani tentu saja tidak ada bahan pangan, bencana kelaparan pun semakin meraja lela.


Gbr diambil dr website Unicef

Pengiriman bantuan makanan dan obat-obatan yang didatangkan oleh PBB dan negara-negara lain, gagal mencapai sasaran. Kelompok-kelompok bersenjata yang ada di Somalia membajak bantuan-bantuan itu, sebelum bantuan sampai ke rakyat yang membutuhkan.

Diperkirakan kelompok-kelompok bersenjata ini berhasil merebut tidak kurang dari 80% bantuan yang dikirimkan. Mereka menggunakannya untuk kelompok mereka sendiri, dan menjualnya ke negara tetangga untuk ditukarkan dengan senjata.

Di tahun 1991-1992, sekitar 300.000 orang Somalia mati kelaparan dan diperkirakan di tahun 1992 jumlah korban bisa terus bertambah sampai lebih dari 500.000 jiwa. Jutaan orang kehilangan tempat tinggal dan tidak mungkin bekerja akibat peperangan yang terus menerus antar kelompok bersenjata.


Gbr diambil dr Blog.Unicef.org

Pasukan PBB yang mengirim dan mengawal bantuan tidak mampu menghadapi kelompok-kelompok bersenjata Somalia dan meminta bantuan dari AS untuk turun tangan mengatasi permasalahan di Somalia.

Agustus 1992, pemerintahan AS di bawah George W. Bush mengirimkan 400 tentara berikut 48.000 ton (bkn 48.000 kg ya... 48.000 ton alias 48.000.000 kg) makanan dan obat-obatan untuk rakyat Somalia.

Desember 1992, pemerintahan AS meluncurkan misi "Operation Restore Hope", atau "Operasi Pemulihan Harapan", sebuah operasi militer gabungan dengan total tentara sejumlah 25.000 dikirimkan ke Somalia untuk memastikan bahwa bantuan tersebut bisa sampai pada rakyat yang membutuhkan.


Gbr diambil dr www.Newsweek.com

Jadi perlu digaris bawahi di sini, pada saat itu, setidaknya pada awalnya, militer AS diterjunkan ke Somalia dengan misi yang mulia dan atas dasar kemanusiaan.

(Kaskuser BP yang anti AS silahkan komentar, ane cuman berusaha menyampaikan seobyektif mungkin dan dalam kasus ini ane pikir kepentingannya lebih condong pada kemanusiaan. Yg sering ke BP tahulah siapa yang ane maksud)

emoticon-Wakaka

Peristiwa Yang Memicu Battle of Mogadishu

Januari 1993, Bill Clinton naik menggantikan George H.W. Bush dan operasi penyelamatan Somalia pun masih berlanjut.

Maret 1993, gencatan senjata antar kelompok bersenjata di Somalia ditanda tangani. Pada bulan itu pula berbagai negara, di bawah bendera PBB datang ke Somalia untuk menjaga perdamaian di sana.

Mei 1993, secara resmi pemerintah AS menyerah terimakan keamanan di Somalia pada PBB dan mulai menarik pasukannya, meninggalkan Somalia dan kembali ke AS.

Juni 1993, saat itu hanya  tersisa 1200 tentara AS di Somalia, ketika salah satu pemimpin kelompok bersenjata, Aidid, mulai melakukan penyerangan-penyerangan atas pasukan PBB yang ditugaskan di sana.

5 Juni 1993,24 orang pasukan PBB yang berasal dari Pakistan tewas terbunuh dalam sebuah penyerangan oleh kelompok Aidid. Pimpinan pasukan AS saat itu, Admiral Howe, mengeluarkan perintah penangkapan Aidid dan meminta bantuan satuan anti teroris dari AS.

Aidid pun kemudian menghilang dari publik dan memimpin di tempat yang tersembunyi, sementara konflik antara kelompok bersenjata di bawah pimpinan Aidid dengan pasukan PBB dan tentara AS pun semakin sering terjadi. Pasukan Aidid saat itu diperkirakan antara 2000-4000 orang bersenjata lengkap.

12 Juli 1993, bloody Monday

Di hari itu, terjadi sebuah serangan militer dengan berbagai informasi yang simpang siur. Menurut seorang wartawan AS pada hari itu, para tetua dari berbagai suku dan kelompok Somalia mengadakan pertemuan untuk membahas bagaimana mereka bisa mendamaikan pasukan AS dan kelompok-kelompok bersenjata di Somalia (utamanya Aidid).

Di lain pihak, jaringan intelijen pasukan AS, memberikan informasi bahwa Aidid akan hadir di pertemuan itu untuk merencanakan perang melawan pasukan AS.

54 orang Somalia tewas dan 161 terluka dalam serangan itu.

4 orang wartawan yang hendak meliput, tewas karena amukan masa.

Apakah ada kesalahan dalam informasi intelijen AS? Atau ini sebuah intrik dari pihak tertentu? Yang pasti Aidid tidak hadir dalam pertemuan itu.

Sementara hubungan pasukan AS dengan rakyat Somalia pun menjadi semakin buruk akibat serangan itu.

8 Agustus 1993, sebuah ranjau, menewaskan 4 prajurit AS. Melihat situasi yang semakin serius, di bulan itu pula AS mengirimkan pasukan elit-nya ke Somali.


Delta Force, salah satu satuan elit yang dikirimkan, gbr diambil dr grid.id

Oktober 1993, pasukan AS berhasil mendapatkan informasi akan keberadaan orang-orang kepercayaan Aidid dan mengirimkan 4 batalion pasukan khusus (Bravo Company 3rd Battalion, the 75th Ranger Regiment, the 1st Special Forces Operational Detachment-Delta, and the 160th Aviation Battalion )untuk menangkap mereka.

Misi yang direncanakan akan selesai dalam waktu 30 menit itu pun berubah menjadi bencana ketika salah satu helikopter yang membawa pasukan elit itu ditembak jatuh oleh RPG milik pasukan Aidid.


Gbr bangkai helikopter yang tertembak, diambil dr TribunJogja

Dan dimulailah pertempuran sengit yang akhirnya dikenal dengan nama "Battle Of Mogadishu".

(Bersambung .... To be continue.... capek cuy ngetik sebanyak ini, selain itu jatahnya sisa 6900an karakter, ga cukup buat cerita ttg pertempurannya dan efek dari pertempuran ini sesudahnya. Tanggung kalau dilanjut di sini, jadi nanti ane bikinin trit kedua buat lanjutannya.)

emoticon-Nyepi

Sumber referensi





Index
Part-1 : Latar Belakang Dan Peristiwa Sebelum Battle of Mogadishu.

Part-2 : Kronologi Battle Of Mogadishu, Kesalahan Kebijakan & Strategi, Gangguan Politik Dalam Negeri, Also Heroik Dan Penyelamatan Yang Dramatis.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
red.wangyi dan 108 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh lonelylontong
Baru2 ini gw juga menonton di channel National Geographic tentang battle of mogadishu. Di film dokumenter itu dibahas kesalahan tentara AS yang terlalu menganggap remeh milisi somalia sehingga mereka tidak menyediakan alutsista yg memadai dan juga tidak berkordinasi dengan pasukan PBB yang ada di sana baru setelah kewalahan minta bantuan pasukan PBB. Harusnya dalam penyerangan itu harus di sediakan ranpur anti peluru sekelas panser tapi mereka hanya menyediakan Humvee aja juga tiadanya heli Apache sebagai dukungan udara jarak dekat (CAS) dan yang terakhir tidak ada dukungan tembakan artileri ringan. Intnya tentara Amerika merasa sok jagoan dan menganggap milisi somalia noob semua.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jupie_wan dan 3 lainnya memberi reputasi
profile picture
jagotorpedo
kaskus geek

wah blom nonton yg Nat Geo gw... kayaknya detail..:emoticon-Add Friend (S)

pernah baca versi Kompas, komunikasi bermasalah di antara bangunan, jadi koordinasi kacau.

kalo di film, sebagian pasukan gak bawa armor, gak bawa NVG, bahkan gak bawa minum.emoticon-Ngakak (S)
...terlalu menyepelekan lawan...emoticon-Hammer (S)
profile picture
TS lonelylontong 
KASKUS Plus
Dukungan kendaraan berat dan persenjataan yang lebih memadai sudah diminta oleh pimpinan pasukan AS di Somalia.

Tapi ditolak oleh pemerintah AS karena saat itu juga ada isu HAM. Sehingga senjata-senjata berat yang dikhawatirkan memperbanyak korban tidak diperbolehkan oleh pemerintah AS saat itu.

Kl ga salah ya, ini ane lagi nulis part-2 nya. Ntar tolong ditengokin jg gan
profile picture
TS lonelylontong 
KASKUS Plus
@jagotorpedo
Betul gans.... mereka juga terlalu menyepelekan lawan.

Kalau tidak salah, sebelumnya sudah 6 kali mereka melakukan misi serupa dan sukses.

Misi ini sendiri dianggap akan selesai dalam waktu 30 menit. Itu sebabnya tidak bawa minum, tidak siap amunisi extra, dll.
profile picture
Nautilus7
kaskus holic
@jagotorpedo itu adalah hasil analisa mantan anggota SAS Inggris. Bagi gw kualitas lawan kuantitas selalu menarik buat di analisa di mogadishu itu tentara amerika menghadapi musuh yang berkali lipat dari jumlah mereka kalau selisih jumlah pasukan nya hanya 2X lipat mungkin bisalah mengganggap remeh tapi ini puluhah kali lipat sama aja bunuh diri. Mereka gak belajar sejarah PD 2 antara jerman lawan soviet walau 1 tank tiger jerman sanggup menghabisi 20 lebih tank soviet mau gak mau mereka harus mundur teratur karena kerugian nya segera bisa ditutpi sementara produksi mereka macet di bom sekutu siang malam.
profile picture
Horst Vessel
kaskus addict
Gak boleh ada air strike karena itu wiliyah sipil.. permintahan air support ga diberikan sama pentagoh. Air Strike harus ijin POTUS..bukan ngerasa jagoan.
profile picture
Horst Vessel
kaskus addict
Milisia somalia didukung Osama bin laden .. Rusia maen disitu jg... sebenernya Amerika bsa jajah somalia ..tp buat apa ? Casualty of war gede..dan opini dunia akan panas. Amerika untuk duduk disuatu negara bth dukungan kongres .
profile picture
eightgreedkings
aktivis kaskus
Nyepelehin karena mereka merasa misi aka selesai sebelum sore, jd gk bawa amunisi lebih, gk bawa peralatan perang malam, dan soal senjata berat, pemerintah AS yg nolak buat kerahin senjata berat, terlalu mencolok alasan nya
profile picture
arbiel
kaskus addict
@jagotorpedo @Nautilus7

Ane jd keinget 300 baca treehundred gan.. Dimana leonidas berperang melawan mesis c*res eh xerxes.. emoticon-Ngakak

Tp bedanya di 300 sbnernya kya gk bakal terkalahkan pasukan leonidas klo gk dikhianati si punuk..
Nah klo nyang ini mamarika imho krna terlalu nyepelein lawan
profile picture
TS lonelylontong 
KASKUS Plus
@arbiel @jagotorpedo @Nautilus7
Itu kalau mereka bawa amunisi lengkap, dsb ga kebayang jatuhnya korban bgmn.

Soalnya pasukan AS yg terjebak katanya hampir kehabisan amunisi. Kl banyak peluru bisa2 makin main obral aja itu nembaknya.
profile picture
Nautilus7
kaskus holic
Kalau dukungan close air support gak dibolehkan ngapain juga itu misi dipaksakan, gw kira jumlah kekuatan milisi farrah aidid sudah diketahui oleh Intel AS. Petinggi militer tentu mengganggap remeh sama milisi farrah aidid makanya misi itu dipaksa dilaksanakan.
@abiel Leonidas di seorang jendral yg cerdik dia menahan musuh di sebuah ngarai yg sempit jadi pasukan persia tidak bisa menggunakan keunggulan jumlah pasukannya buat ngepung pasukan leonidas jadi di ngarai sempit itu jumlah pasukan digaris depan tetap sama antara pasukan leonindas dan persia. Sampai ada satu penghianat membocorkan jalur alternatif. Kalau satu pertempuran pasukan kita kalah jumlah dan musuh memanfaatkan keunggulan buat mengepung maka bisa di bilang riwayat kita hampir tamat, satu2nya cara buat bebaskan kepunganya melalui serangan udara. Itulah yg terjadi di battle ia drang dan battle of bastogne.
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 10 dari 10 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di