CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Militer dan Kepolisian /
KRI Nanggala Hilang di Utara Pulau Bali, Ada Masalah Serius dengan Alutsista TNI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/608163820a63714a6509df05/kri-nanggala-hilang-di-utara-pulau-bali-ada-masalah-serius-dengan-alutsista-tni

KRI Nanggala Hilang di Utara Pulau Bali, Ada Masalah Serius dengan Alutsista TNI

Kabar tidak menyenangkan kembali datang dari alutsista TNI, pada hari Rabu (21/4/2021). Dikutip dari Kompas.id, satu dari lima kapal selam yang dimiliki Indonesia, KRI Nanggala (402) dinyatakan hilang. Kapal selam buatan Jerman tahun 1979 tersebut dilaporkan tenggelam di sekitar Pulau Bali. Kabar tersebut juga sudah dikonfirmasi oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Beliau mengatakan bahwa kapal selam diperkirakan hilang di perairan sekitar 60 mil atau 95 kilometer dari utara Pulau Bali. Sekitar pukul 03.00 (Rabu pagi) kapal izin utuk menyelam setelah diberi clearance, kemudian pada pukul 03.46, KRI Nanggala mulai melakukan penyelaman. Pukul 04.00, kapal selam melaksanakan penggenangan peluncur terpedo, menurut laporan TNI AL komunikasi terakhir dengan KRI Nanggala pada pukul 04.25.

Rencananya KRI Nanggala (402) akan ikut dalam latihan penembakan rudal di laut Bali. Latihan tersebut rencananya akan dihadiri oleh Panglima TNI dan KSAL Laksamana Yudho Margono pada hari Kamis (22/4/2021). Dalam latihan tersebut, kapal selam membawa 53 orang yang terdiri dari 49 ABK, seorang komandan satuan, dan tiga personel senjata.




Foto: M. Risyal Hidayat/ANTARA



Pada pukul 07.00 WIB melalui pengamatan udara dengan helikopter, ditemukan tumpahan minyak di sekitar posisi awal menyelam, hal tersebut disampaikan oleh Biro Humas Kemhan, Rabu (21/4/2021) malam. Indonesia telah meminta bantuan Singapura dan Australia yang memiliki kapal penyelamat kapal selam untuk mencari Kapal Selam Nanggala. Selain itu pihak India juga siap untuk membantu pencarian tersebut.

Pihak TNI AL juga mengirimkan distres International Submarine Escape and Rescue Liaison Officer (ISMERLO) ke sejumlah negara sahabat. Hingga Rabu malam upaya pencarian masih dilakukan dengan mengirimkan KRI Rengat dari Satuan Ranjau untuk membantu pencarian dengan menggunakan side scan sonar. Selain itu TNI AL juga mengerahkan kapal survei hidrooseanografi, yakni KRI Spica dan KRI Rigel. Kapal survei tersebut memiliki kemampuan untuk misi pencarian bawah air.

Saat ikut melakukan pencarian, KRI RE Martadinata sempat melaporkan secara lisan bahwa mereka mendeteksi pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2,5 knot. Namun, laporan tersebut belum bisa dijadikan kesimpulan bahwa yang dideteksi adalah kapal selam. Sebab, kontak tersebut kemudian hilang sehingga tidak cukup data untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.




Ilustrasi: nasional.okezone.com



Dari hasil pantauan laut dan udara juga sempat ditemukan tumpahan minyak, yang diduga dari kapal selam tersebut. Temuan tersebut terlihat secara visual oleh helikopter Panther 4211 posisi 7 derajat 49 menit 74 detik LS, 114 derajat 50 menit 78 detik BT dengan radius 150 meter. KAL Bawean juga menemukan tumpahan minyak, tapi lokasi tidak dilaporkan. KRI RE Martadinata juga melaporkan menemukan tumpahan minyak di posisi 7 derajat 51 menit 92 detik LS, kemudian 114 derajat 5 menit 77 detik BT dengan area 150 meter.

Saat ini upaya pencarian masih dilakukan, namun belum ada tanda-tanda dari kapal selam tersebut. Diperkirakan posisi KRI Nanggala berada di kedalaman 600-700 m. Dugaan sementara kapal mengalami blackout saat melakukan penyelaman statis. Hal itu mengakibatkan kapal tidak terkendali serta tidak dapat melaksanakan prosedur kedaruratan untuk kembali naik ke permukaan laut.

Selain dugaan blackout, KRI Nanggala juga diduga mengalami kebocoran atau kerusakan di bagian tangki. Dugaan itu muncul saat pencarian lewat udara yang mendapati tumpahan minyak di lokasi awal kapal selam tersebut menyelam.

Bicara soal usia, kapal selam tersebut memang sudah berusia uzur. Kapal selam ini hadir saat masa Orde Baru, dan mulai masuk jajaran Satkalsel TNI AL pada tahun 1981. Selama hampir 40 tahun pengabdiannya, KRI Nanggala memang sudah melalui berbagai macam penugasan. Kapal selam itu juga beberapa kali mengalami overhaul, yang terakhir kapal selam tersebut baru saja selesai overhaul di Korea Selatan.




Foto: Guslan Gumilang/Jawa Pos



Tenggelamnya KRI Nanggala menambah daftar panjang alutsista TNI yang bernasib tragis, belum genap setahun, 3 matra TNI kehilangan masing-masing inventarisnya. Pada hari Sabtu (06/06/2020) helikopter Mil Mi-17 TNI AD jatuh di Kendal, Jawa Tengah. Dalam insiden itu menewaskan 4 orang personel. Sembilan hari kemudian giliran TNI AU yang kehilangan inventarisnya. Pesawat latih Hawk jatuh di Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, Riau, Senin (15/6/2020).

Dalam kejadian di Riau tersebut pilot berhasil menyelamatkan diri, jatuhnya pesawat Hawk waktu itu menyebabkan kerusakan pada rumah warga. Kemudian kejadian terakhir menimpa kapal selam KRI Nanggala dengan nomor 204 pada hari Rabu (21/04/2021). Dan sampai saat ini kapal selam tersebut belum ditemukan, ironisnya ketiga inventaris TNI tersebut mengalami insiden saat sedang 'melakukan latihan'. Ada masalah besar dalam perawatan alutsista TNI, belum genap setahun ketiga matra TNI kehilangan inventarisnya.

Tentu kita sebagai WNI pasti bertanya-tanya, ada apa dengan alutsista TNI ? Apakah perawatannya sudah sesuai ? Apakah alutsista yang berusia uzur tersebut memang benar-benar layak pakai ? Ada banyak hal yang bisa ditanyakan, namun segala pertanyaan tersebut tidak akan pernah menemukan jawaban.

Meski beragam alutsista TNI masih layak dan dalam keadaan siap operasi, tentu alutsista yang sudah berusia puluhan tahun (uzur) tetap harus mendapat perhatian ekstra. Sebab, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kerugiannya menjadi lebih besar. Termasuk kehilangan personel. ”Itu merupakan kerugian paling besar".




Ada apa dengan Alutsista TNI ?






Referensi: 1.2.3
Ilustrasi Gambar: ANTARA, Jawa Pos dan berbagai sumber
profile-picture
profile-picture
profile-picture
teyaling dan 55 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh si.matamalaikat
wedew.... dana anti teroris baiknya buat perbaiki alat tempur kita supaya pertahanan negara kuat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lonelylontong dan 4 lainnya memberi reputasi
profile picture
m0buh41
kaskus maniac
Plus dana penanganan COVID baiknya dialokasikan unt membeli alutista juga ya gan
profile picture
@m0buh41 setuju gan, daripada makan sama yg atas2 emoticon-Ngakak (S)
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 2 dari 2 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di