CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Menganggur, Diusir Istri & Mertua, Bertahan jadi Manusia Silver
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60601c5baaadc25f1f1ffbb1/menganggur-diusir-istri-amp-mertua-bertahan-jadi-manusia-silver

Menganggur, Diusir Istri & Mertua, Bertahan jadi (Pengemis) Manusia Silver

Note: Thread ini adalah curahan hati kaskusers yang dm Ts kutilkuda. Nama dan lokasi di samarkan. Komentar akan dibalas Ts kutilkuda.

Halo perkenalkan namaku Boni. Aku saat ini tinggal di Jawa Tengah, usiaku 36 tahun. Aku ingin mencurahkan isi hatiku kepada kalian semua. Semoga pengalaman hidupku ini menjadi pembelajaran pagi kalian semua.

Kalian pernah lihat manusia silver?
Itu lho orang yang dicat warna silver sekujur tubuh dan mengamen atau meminta uang di lampu merah.
Nah itulah pengalamanku.. aku pernah menjadi manusia silver sekitar 5 bulan lebih. Kulakukan itu agar aku bisa hidup.

Siang ini aku merasa kesepian dan tidak bergairah sama sekali. Hari minggu adalah hari yang seharusnya ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Hari minggu menjadi hari yang membahagiakan bagi banyak orang karena mereka bisa bersantai dan berlibur bersama orang orang terkasih mereka. Sama seperti hari ini. Minggu yang cerah dan indah, matahari bersinar menghangatkan seluruh tubuhku di pagi menuju siang ini. Aku lihat tetangga belakang rumah, mereka sedang bercanda bersama dan bermain di taman halaman depan rumah mereka. Ayah, ibu dan anak nya yang masih balita bermain bersama sambil memutar musik yang berbunyi “baby shark dududu” melalui bluetooth speaker.

Kulihat depan rumah, sepasang suami istri lansia juga sibuk membersihkan taman depan rumah mereka. “Semua orang nampak bahagia ya di akhir pekan ini”, pikirku. Aku berjalan ke dapur dan mendengar tetangga sebelah kiri rumahku sedang bersiap-siap berangkat piknik ke pantai sekeluarga. Sungguh indah nampaknya. Berbeda dan berbanding terbalik dengan kehidupanku. Aku sendiri seorang diri di rumah ini. Tanpa keluarga, tanpa sahabat dan tidak ada satupun peduli. Tetapi, jujur... semenjak aku tinggal di kampung ini, aku menjadi orang anti sosial dan tidak nyaman bertemu dengan banyak orang.

Daripada aku kesepian dan merasa hampa, aku akan menceritakan isi hatiku kepada teman teman kaskus melalui akun ini. Aku adalah salah satu follower dari akun kutilkuda ini. Dan akhirnya aku mendapat kesempatan untuk bercerita pengalaman hidup ku melalui akun ini. Pengalaman hidup yang merubah kisah hidupku. Mungkin ini adalah awal kehidupanku, dan semua masih dalam kondisi kehancuran dan kesedihan. Ya, kesedihan karena aku diusir oleh istriku, kedua anakku dan mertuaku.

Kejadian ini terjadi akhir Mei 2020 lalu. Aku diusir dari rumah mertua ku dan kelurgaku mendukung mertua ku untuk mengusirku. Sebelum aku menceritakan kronologis aku diusir, aku akan menceritakan bagaimana aku bisa menikah dengan istri ku yang ternyata berkhianat padaku.

Tahun 2017 lalu, tepat diusiaku yang ke 32 tahun, aku dijodohkan dengan seorang wanita dari keluarga kaya di kota Bandung. Aku saat itu bekerja sebagai kepala marketing di suatu perusahaan. Karena usiaku yang sudah dibilang tua, maka aku dijodohkan dengan wanita ini. Ayah dan ibuku sudah meninggal dia tahun sebelum aku menikah. Aku anak tunggal dan berjuang sendiri hingga aku bisa bekerja dan mencukupi kebutuhan ayah ibuku hingga mereka tutup usia.

Wanita ini adalah anak ketiga dari kelurga penguasaha sukses. Aku dikenalkan oleh kyai di lingkunganku. Saat itu sedang ada syukuran di masjid dan wanita ini datang bersama ayahnya menghadiri undangan itu bersama seorang kyai lain dari Bandung. Nama nya Uswatun. Ia berusia 36 tahun, lulusan S2 dan bekerja sebagai HRGA di perusahaan ternama. Dalam waktu 6 bulan, akhirnya kami menikah. Pernikahan kami berjalan baik baik saja, tetapi jujur aku tidak mencintai nya. Aku terpaksa menikah dengannya karena aku sadar usiaku sudah tua. Kamipun juga belum dikaruniai seorang anak sama sekali.

Tetapi di awal tahun 2019, ada seorang wanita lain yang menarik hatiku. Baru kali itu aku merasakan jatuh cinta. Aku seperti menemukan jantung hatiku. Ia benar benar mengerti isi hatiku dan hanya dia yang ada di pikiran dan jiwaku. Berbeda dengan istriku. Ia hanya memaksaku, mengaturku dan tidak pernah mencintaiku. Ia seolah terpaksa menikah denganku. Saat aku meminta jatah biologis dengannya, ia seperti terpaksa dan selalu berkata, “cepet dikeluarin, males aku”.

Aku sampai benar benar lelah dengannya. Bahkan sampai dua bulan aku tidak berhubungan badan dengan istriku. Ia selalu menolak dan berbagai alasan yang ia utarakan. Ia juga tidak mau tinggal pisah dengan keluarganya. Sejak 2010, aku tinggalkan semarang untuk hidup dengan nya di Bandung. Jadi satu dengan mertua dan kakak kakaknya yang berumah tangga juga. Bayangkan saja, dalam satu rumah, ada ayah ibu mertua, kakak pertama dengan keluarganya, dan kakak kedua yang masih single juga tinggal disitu.

Istriku benar benar tidak mau pindah rumah. Dengan alasan,” mending disini, daripada kredit rumah, mau tidur kok bayar. Belum lagi kalo kontrak atau kost, tambah bikin pusing. Mending disini. Kamu mau ngikut aku atau nggak terserah kamu. Kamu kan suamiku, dari awal aku bilang gak bisa kalau gak jagain mama papa”.

Alasan itu menjadi suatu ganjalan dalam rumah tanggaku untuk mandiri. Istriku selalu melibatkan orangtuanya dalam mengambil keputusan. Bukannya berembug berdua, ia malah mengikuti ayahnya. Percuma rasanya menikah, seperti hanya menutupi status dan formalitas saja. Aku tahu aku bukan dari keluarga kaya dan berasal dari kampung, tetapi aku seorang pria yang berusaha memimpin rumah tangga. Tapi sayangnya aku tidak dihargai layaknya kepala rumah tangga. Dan disaat semakin terpuruk aku menemukan cinta dari perselingkuhan.

Ternyata perilaku salahku ini mendapatkan akibatnya. Bulan Apri 2020, aku harus mengalami PHK. Kondisi covid sudah menghantam karirku. Aku menjadi pengangguran. Aku coba daftar kerja kesana kemari tetap tidak ada yang menerima. Malah kondisi makin memburuk karena covid19 ini.

Disaat menganggur, hinaan dari keluarga istriku semakin menjadi jadi. Aku seperti manusia tidak ada harga dirinya. Sakit hati rasanya menghadapi kenyataan seperti ini. Bayangkan saja setiap akan makan disindir sama mertua,” Makan terus tapi nggak kerja, semut aja kerja biar bisa makan”. Belum lagi disindir tidak bisa memberikan keturunan. Aku benar benar merasa frustasi dan tertekan di rumah itu. Akupun mencoba mencari pekerjaan lagi sambil ketemuan dengan selingkuhan.

Nasib buruk, ternyata kakak ipar yang masih single itu melihat ku dengan wanita lain. Ia memfoto dan mengirimkan pada istriku. Istriku marah marah, menangis dan mengadu pada ayahnya. Pulang pulang dari cari kerja, aku disidang satu rumah. Awalnya aku tidak mengaku tetapi karena sudah lelah dengan hinaan dan kata kata kasar mereka, aku akui bahwa aku selingkuh. Alasanku karena aku lelah dengan perilaku tidak menyenangkan mereka.

Setelah mendengar penjelasanku, mereka makin marah. Bahkan aku di tonjok oleh kakak ipar. Istriku menghina dan menyalahkanku. Ia masuk ke kamar dan menyobek ijazah S1 ku. Disobek sobek nya depan keluarganya. Lalu ayahnya mengusirku. Aku pergi hanya dengan pakaian yang kukenakan, dompet dengan uang simpanan ku, handphone dan tas kecil. Aku pergi dari Bandung dan kuputuskan kembali ke Semarang. Aku kebingungan harus gimana. Ayah ibuku sudah meninggal dunia, aku anak tunggal dan tidak punya apa apa. Dengan uang seadanya, aku kost dan menjadi manusia silver.

Saat itu aku duduk di dekat lampu merah, dan ada anak muda yang jadi manusia silver. Akhirnya aku ngobrol dengan mereka dan aku diajari caranya jadi manusia silver. Daripada aku mati kelaparan, aku pun berjuang menjadi manusia silver. HP ku jual dan kupakai bayar kost. Aku kerja jadi manusia silver dari pagi sampai sore. Hasilnya nanti dibagi rata sama teman kerja lainnya. Sambil jadi manusia silver, malamnya aku juga mencoba jadi pelayan di angkringan. Jadi tukang cuci gelas dan piring. Aku lakukan semua demi menyambung hidup.

Syukur Alhamdullilah,
Tahun 2021 ini aku sudah bisa bekerja di sebuah pabrik. Menjadi karyawan produksi. Aku bersyukur bisa bekerja lagi. Dan teman teman manusia silver ini seperti keluarga bagiku. Sampai sekarang aku sering mengirim makanan dan juga gaji ku sisihkan agar bisa membantu mereka.
Aku juga sudah tidak mau lagi mengulang kesalahan masa lalu. Aku kontrak di kampung dan fokus bekerja.


Kesedihan, kesepian dan kekecewaan masih ada. Kemarahan juga ada. Tetapi yang kupikirkan sekarang hanyalah berjuang bagaimana cara nya melanjutkan hidup.
Roda itu berputar.
Aku tahu aku miskin, dan gagal dalam rumah tangga. Semoga kedepannya ada harapan baru untukku.

Untuk keluarga istriku yang kaya raya....
Kalau anda membaca ini, saya katakan pada anda wahai mertua dari keluarga kaya raya:
Saya bisa hidup tanpa kalian. Hinaan dan cacian kalian akan aku ingat sampai akhir hidupku. Ingat, roda berputar. Bisa saja besok anda yang jadi manusia silver. Silahkan dimanja saja anak perempuan mu itu, sampai dia sadar ketika kelak anda meninggal.

Salam
Boni, Jawa Tengah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cos44rm dan 26 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh kutilkuda1202
Ada kerjaan neh bro, bayarannya mahal, tapi loe gk bisa menikmati hasil kerja loe, tapi tenang, uangnya dikasih ke keluarga loe kok. Kerjaannya jadi teroris buat ngeledakin diri, mau? kwkwkwkkw
profile picture
Klo dipikir2 benar juga
Terbelit masalah ekonomi adalah yg utama sebagai faktor jadi penganten teroris. Pergi dari dunia biar terbebas dari belenggu ekonomi.
Mana ada penganten teroris yg milyader, pasti mikir sejuta kali utk meledakkan diri.
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 1 dari 1 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di