CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mengintip Lebih Jauh Kisah Seputar DAMRI, Saksi Perkembangan Transportasi Indonesia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6059eec4b60b55158255e122/mengintip-lebih-jauh-kisah-seputar-damri-saksi-perkembangan-transportasi-indonesia

Mengintip Lebih Jauh Kisah Seputar DAMRI, Saksi Perkembangan Transportasi Indonesia

Halo Agan dan Sista! Selamat pagi, siang, sore dan malam bagi Gansis di seluruh dunia! Kali ini, ane bakal bahas seputar DAMRI, yang menjadi saksi perkembangan transportasi Indonesia sejak zaman penjajahan Jepang.


Siapa yang tak kenal dengan DAMRI, perusahaan otobus berpelat merah yang dominan memiliki bus dengan livery putih? Hampir semua orang, terlebih busmania, pasti kenal dengan PO milik negara ini.

PO satu ini merupakan PO yang sudah melayani sejak 1943, menjadi pilihan masyarakat termasuk ane. Memiliki rute di seluruh Indonesia, dan menjadi salah satu BUMN terbesar yang dimiliki oleh Republik Indonesia.


DAMRI yang merupakan singkatan dari "Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia" berawal pada November 1943 ketika pemerintah Jepang mendirikan 2 perusahaan yang bergerak di bidang pengiriman logistik dan angkutan penumpang.

Pemerintah Jepang menamai perusahaan yang didirikan dengan nama "Zyawa Un'yu Zigyosya" yang berarti "Perusahaan Transportasi Jawa" untuk perusahaan logistik pengiriman. Sementara, perusahaan yang bergerak di bidang angkutan penumpang dinamai "Zidosha Sokyoku" yang berarti "Automobile Board".


Armada awal yang dioperasikan adalah cikar, gerobak, truk, dan mungkin ada sedikit armada bus. Cikar adalah sebuah kendaraan yang ditarik dengan sapi dan bisa mengangkut penumpang serta barang, sementara gerobak tak jauh berbeda dengan cikar, hanya saja dikhususkan untuk mengangkut barang.

Pada 17 Agustus tahun 1945, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaaan Indonesia. Otomatis, kepemilikan dari dua perusahaan tersebut berpindah ke tangan pihak Indonesia. Dibawah pengelolaan Departemen Perhubungan Republik Indonesia, "Zyawa Un'yu" berubah nama menjadi "Djawatan Pengangkoetan" dan "Zidosha Sokyoku" berubah nama menjadi "Djawatan Angkoetan Darat".


Selang setahun kemudian, karena dirasa 2 perusahaan ini mungkin perlu digabungkan menjadi satu, maka pada tahun 1946 Menteri Perhubungan Bapak Ir.Djuanda Kartawidjaja menyatukan 2 perusahaan menjadi "DAMRI" yang berarti "Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia" yang bertahan hingga sekarang.

Awalnya, DAMRI berstatus BPUPN atau Badan Pimpinan Umum Perusahaan Negara, tetapi pada tahun 1961 DAMRI diubah statusnya menjadi PN atau Perusahaan Negara saja, tanpa "Badan Pimpinan Umum"


DAMRI kembali mengalami penggantian status 21 tahun kemudian. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1984 dan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2002, pada 1982 DAMRI resmi menjadi Perum atau Perusahaan Umum.

Dibawah naungan BUMN, DAMRI terus melayani masyarakat. DAMRI terus menambah armada, menambah trayek, memperluas jangkauan, memperbaiki pelayanan. Hingga saat ini, DAMRI atau Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia memiiki lebih dari 5000 armada yang melayani berbagai trayek di seluruh Indonesia.


Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia ini sudah memiliki kantor cabang di hampir setiap kota di Tanah Air. Trayek DAMRI ada ratusan bahkan mungkin ribuan trayek, mulai dari trayek AKDP sampai AKAN atau Antar Kota Antar Negara pun ada. DAMRI juga memiliki kantor cabang di Brunei dan Malaysia, untuk melayani armada bus AKAN milik Perum DAMRI.

DAMRI kebanyakan menggunakan bus-bus dari Mercedes-Benz untuk bus-bus AKAP dan AKAN miliknya. Sementara, untuk trayek AKDP, DAMRI menggunakan bus-bus bersasis Hino yang kebanyakan berwarna biru untuk trayek AKDP-nya DAMRI. Untuk trayek perintis yang menggunakan bus-bus medium, DAMRI banyak mengandalkan sasis bus medium Mitsubishi Colt Diesel yang memang terkenal kehandalannya. Tak lupa, untuk shuttle bandara, DAMRI menggunakan Toyota Hiace.


Sementara dari segi karoseri, DAMRI kebanyakan untuk bus AKAP mengandalkan Morodadi Prima yang memang terkenal kuat, akhir-akhir ini juga mengandalkan karoseri Laksana untuk bus AKAP miliknya. Untuk AKDP, biasanya menggunakan karoseri dari Trisakti. Sementara unit perintis menggunakan karoseri New Armada. Sementara untuk armada AKAN, DAMRI rata-rata menggunakan produk karoseri Laksana.

Untuk jenis body yang digunakan, bus-bus AKAP, AKDP, dan AKAN milik Perum DAMRI menggunakan jenis body HD dan HDD karena rata-rata sasis yang digunakan tak support body SHD, ada juga bus dalam kota milik DAMRI pada zaman dahulu yang menggunakan body Double Decker. Sementara, untuk bus mediumnya, DAMRI menggunakan jenis body standar.


Untuk armada AKAP, DAMRI menyediakan kelas yang terbilang sedikit. Hanya kelas bisnis dengan konfigurasi seat 2-2 dengan AC, smoking room, dan toilet yang berkapasitas 38 kursi, eksekutif dengan konfigurasi seat 2-2 dengan fasilitas yang sama, hanya saja ditambah legrest dan kapasitas seat yang hanya 28 kursi, dan Royal Class dengan konfigurasi seat 2-1, dengan fasilitas yang sama dengan eksekutif dengan tambahan minibar dan air suspension.

Bicara soal armada AKDP milik Perum DAMRI, armada AKDP milik DAMRI biasanya berupa bus besar dengan sasis Hino RK8 dengan body buatan karoseri Trisakti, dengan konfigurasi seat 2-2 yang berkapasitas sekitar 49 kursi. Sementara, armada perintis DAMRI biasanya berupa bus medium dengan sasis Mitsubishi Colt Diesel dengan body buatan karoseri New Armada, dengan konfigurasi seat 2-2 atau 2-1 tergantung trayek, dilengkapi tempat barang. Pada trayek tertentu, armada perintis DAMRI tidak menggunakan AC.


Oleh karena tujuan utama DAMRI bukanlah mencari untung melainkan melayani masyarakat dan menstabilkan harga tiket, DAMRI memiliki tarif yang cukup terjangkau tapi kalau dibilang murah, ane rasa iya untuk beberapa trayek namun tidak untuk beberapa trayek lain. Untuk trayek yang biasa ane naiki yaitu Unit 2-Jakarta, DAMRI memiliki harga tiket yang terbilang murah untuk jarak sejauh sekitar 300-400 kilometer ditambah penyeberangan kapal, yaitu sekitar 250 ribu rupiah untuk kelas eksekutif dengan armada yang nyaman, pada sekitar tahun 2016-2017.

DAMRI juga memiliki sederet trayek perintis yang sangat ekstrim. Mulai menyeberang sungai, melewati jembatan rusak, melewati jalur berlumpur, menembus jalan pegunungan yang berupa jalur offroad dan kiri-kanan berupa jurang, sampai jalur menanjak yang menaiki pegunungan. Walau okupansinya sedikit, tetapi DAMRI tetap mempertahankan trayek-trayek tersebut, alasannya tentu karena tujuan utama DAMRI adalah melayani masyarakat bukan mencari untung.


Sistem penjatahan BBM dari DAMRI ini rata-rata adalah solar jatah, yang berarti supir bisa mengambil sisa uang jatah BBM jika menyetir dengan irit. Itu juga adalah salah satu alasan kenapa DAMRI rata-rata tidak "suosss" atau melaju cepat, melainkan lambat dengan mempertahankan RPM agar konsumsi BBM dari bus tersebut irit.

Pengalaman ane naik DAMRI cukup sering. Sekitar tahun 2011-2015, ane menaiki DAMRI jurusan Unit 2-Jakarta rata-rata 6-8 kali dalam setahun. Alasannya karena kampung halaman ane ada di Jakarta, dan kadang ada saja urusan pekerjaan atau keluarga yang menuntut ane untuk berpergian ke kampung halaman di Jakarta. Pengalaman ane sih supir gak pernah melaju dengan cepat, busnya nyaman, bersih. Biasanya dapat bus dengan body Morodadi Prima atau SR1 Facelift. Pernah juga ane dapat seat di smoking room, nyaman sih, untuk sekeluarga yang 2 anak dan 2 dewasa pun tetap nyaman. Biasanya ane pesan yang kelas Eksekutif karena sejak sekitar 2013 atau 2014 DAMRI hanya menyediakan kelas Eksekutif untuk trayek yang biasa ane naiki.


Jadi, gimana pendapat Gansis seputar DAMRI ini? Oh iya, ane akan sangat berterima kasih jika Gansis mengoreksi informasi di thread ini yang salah!

Sumber: 12
Narasi: Opini Pribadi
Disclaimer: Thread ini tak bertujuan untuk mempromosikan atau menjatuhkan pihak manapun.
Pic: Terlampir
Original Written By: @ulungrinjani

emoticon-Rate 5 Staremoticon-Toastemoticon-I Love Indonesia

profile-picture
profile-picture
profile-picture
buday dan 31 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ulungrinjani
cuma pernah merasakan Damri dalam kota Bandung sekitar 2010an...

kalo gak salah tarifnya 2000, yg AC 5000...
..cmiiw.. agak² lupa, udah lama soalnyaemoticon-Hammer
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
profile picture
odeode
kaskus holic
Yang mirip mobil perang asepnya item sama bangkunya plastik itu ya gan?
profile picture
jagotorpedo
kaskus geek
@odeode
yup... yg tarip 2000 persis gitu...emoticon-Big Grin
profile picture
odeode
kaskus holic
@jagotorpedo udah pernah naik itu buat ke cimahi dari kelapa wkwk
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 3 dari 3 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di