CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/604caf49530f3935737d5689/petualang-masa-lalu

PETUALANG MASA LALU

PROLOG

pict souce: google

Hai...namaku Bayu Satriaji, biasa dipanggil Aji.
Tadinya aku adalah mahaslsww Teknik Sipil di sebuah Universitas Swasta di kota XX.
Aku mempunyai kemampuan super...eh...bukan ding.. Kemampuan supranatural, sebut saja begitu.
Aku berasal dari kota YY, yang berjarak sekitar 4 jam perjalanan menggunakan motor.
Di kota XX, aku tinggal di kost dan punya pacar satu kost bernama Desi.
Untuk lebih mengenalku, baca thread pada link ini:
https://www.kaskus.co.id/show_post/5...7e9326e325c5b4

Aku juga didampingi oleh 3 makhluk astral yang semuanya perempuan.
Yang pertama adalah Nyi Among.
Yang kedua Zulaikha
Yang ketiga Menik.

Dan aku juga punya senjata Ghaib berupa sebatang tombak hitam legam dan sebilah keris emas.

Karena suatu peristiwa alam yang ekstrim, aku tersedot oleh sebuah.pusaran yang ternyata adalah portal menuju masa lalu.
Di alam ini aku kehilangan kontak dengan 2 pendampingku, tapi untunglah, Nyi Among masih berada bersamaku.

Menurut keterangan Nyi Among, untuk kembali ke alamku, semua tergantung pada usaha dan keberuntunganku.
Jika aku beruntung bisa menemukan portal itu, aku bisa kembali ke alamku.
Jika aku kurang beruntung, maka aku akan terkurung di alam itu selamanya.
Thread ini akan mengisahkan perjalananku selama berada di alam ghaib masa lampau. Masa beratus tahun yang lalu.

Sebagai seorang new comer di alam itu, tentunya aku bingung harus tinggal di mana, dan bagaimana bertahan hidup.di alam antah berantah tersebut.

Sekali lagi aku beruntung bahwa aku masih didampingi oleh Nyi Among, yang sudah kuanggap sebagai pengganti almarhumah ibuku.

Dan ketika masuk ke alam itu, serta merta penampilanku berubah. Aku memakai celana komprang warna hitam dengan ikat pinggang yang besar, dan baju berwarna biru muda, dengan ikat kepala berwarna biru muda pula dengab motif batik bergqmbar tombak hitam dan keris emas.

Maka akan bagaimanakah petualanganku di alam itu? Bisakah aku kembali ke alamku?
Dan bisakah aku bertemu lagi dengan 2 pendampingku yang lain?

Ikuti terus cerita ini....

WARNING

Cerita ini hanyalah cerita fiksi belaka. Jika ada nama, kejadian, ataupun tempat yang sama dengan dunia nyata, ini adalah kebetulan belaka.


Jangan lupa like, comment dan subscribe ya gan.....???

Nantikan part selanjutnya.




Index:

1. Prolog


2. Part 01: Keluar dari alam ghaib


3. Part 02: Sepasang Bunga


4. Part 03: Gunung Sumbing


5. Part 04: Pendekar Ghaib Gunung Sumbing


6. Part 05: Ki Santiko


7. Part 06: Di Rumah Ki Santiko


8. Part 07: Pertemuan


9. Part 08: Cerita Zulaikha Dan Masalah Baru


10. Part 09: Menembus Rintangan

11. Part 10: Penyusunan Rencana

12. Part 11: Ki Among

13. Part 12: Penjagaan


14. Part 13: Pertempuran Awal

15. Part 14: Puncak Pertempuran

16. Part 15: Kemenangan (Semu ??)

17. Part 16: Melati Hilang

18. Part 17: Sungai Itu

19. Part 18: Pagar Halimun

20. Part 19: Misi Pengintaian

21. Part 20: Cerita Menik

22. Part 21: Menyusun Siasat

23. Part 22: Pangeran Anom

24. Lanjutannya...

25. Part 23: Perang

26. Part 24: Absurd

27. Part 25: Petunjuk

28. Part 26: Menur Sakit

29. Ini Lanjutannya Ya.....

30. Part 27: Pembuatan Pagar Ghaib

31. Part 28: Kembang Api

32. Lanjutannya Boss

33. Part 29: Pertempuran 1

34. Part 30: Pertempuran 2 ( Serangan Gelap)

35.Part 31: Arya Damar

36. Part 32: Melati Dilamar..

37. Part 33: Nawala Tresna (Surat Cinta)

38. Part 34: Go Away...

39. Part 35: Kejadian Tak Terduga

40. Part 36: Solved

41. Wening's Pov

42. Part 37

43. Part 38: Perpisahan

44. Part 39: Ending
profile-picture
profile-picture
profile-picture
doronpa31 dan 89 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh beqichot

Part 01: Keluar Dari Alam Ghaib

Dengan petunjuk Nyi Among aku berjalan mengikuti jalan setapak yang di depanku. Jalan setapak yang sangat kecil, hanya cukup.dilewati 1 motor, jika ini di alamku sana.
Entahlah...akan kemana jalan setapak ini membawaku.
Harapanku, semoga ini akan membawaku ke arah portal berbentuk pusaran, sehingga aku tak terjebak terlalu lama di alam ini.

Fyuh...alam ghaib tapi di masa lalu...
Bahkan aku sempat bertanya-tanya, mengapa aku harus tersedot kemari? Ada hikmah apa dibalik semua ini?

Yah...akhirnya aku hanya bisa pasrah saja. Semua ini sudah diatur oleh Sang Maha Kuasa. Aku hanya menjalaninya. Dan satu hal lagi, aku yakin, akan ada kebaikan di balik semua ini.

Sampai sekian lama aku berjalan, belum juga aku keluar dari hutan ini. Sebesar apa sih hutan ini?
Dan lagi, tak ada satu makhluk hidup-pun yang kutemui selama perjalananku.
Hingga sampailah aku di tepi hutan ini. Hutan yang lebat dan aneh... Sepi, tak ada suara burung berkicau ataupun suara hewan hutan. Apalagi suara manusia...

Di tepi hutan, ada sebuah padang rumput. Aku melanjutkan langkahku, dan mulai menginjak.padang rumput itu.

BYARR....
Alam berubah... Suasana yang tadinya seperti senja, berubah menjadi terang benderang. Kulihat matahari di arah sebelah kananku. Aku mengerjapkan mata...
Hmm...sepertinya ini waktu pagi menjelang siang. Berarti sebelah kananku adalah arah timur.
Di depanku arah utara.

Aku menengok ke belakang, dan aku tersentak kaget...
Hutan yang baru saja kulewati hilang..dan berubah menjadi rimbunan semak-semak kecil, dan di sebelah selatan agak.jauh, baru terlihat sebuah hutan.
Keanehan apalagi ini?
Apa yang akan kutemui di sini?

"Ibu...." panggilku pada Nyi Among.
"Iya nak... Ada apa?"
"Hutannya hilang Bu... Ada apa ini Bu?'
"Ketahuilah nak, kamu baru saja keluar dari alam ghaib masa lalu. Dan sekarang, kita berada di masa lalu. Bukan di alam ghaibnya!"
"Tapi Bu, bukankah portal itu membawaku ke alam ghaib masa lalu? Kalau sudah keluar dari alam ghaib, bagaimana kita bisa menemukan portal itu?" tanyaku penuh cemas.
"Tenanglah Nak. Serahkan semua pada Allah SWT. Pasti semua akan berakhir dengan baik!"
"Iya Bu....! Lalu kita akan kemana Bu? Sejauh mata memandang hanya ada padang rumput yang sangat luas...!"
"Teruslah berjalan... Di depan sana, ibu bisa merasakan adanya aura kehidupan...!"
"Baiklah... Bismillah....!"

Aku melanjutkan perjalananku ke arah utara. Arah perjalananku semula.
Dengan perlahan aku berjalan, karena memang tak mengenal medan. Tspi padang rumput ini terlihat sangat luas...
Kalau pelan-pelan, kapan bisa keluar dari padang rumput?

Maka aku mempercepat langkahku...ingin segera keluar dari padang rumput yang luas ini.
Lama-lama aku mulai berlari.
Dari lari-lari kecil lama-lama semakin cepat dan menjadi sangat cepat...
Sangat cepat sampai aku bisa mendengar deru angin di dekat telingaku.
Tunggu...mulai kapan aku bisa berlari secepat ini?
Tapi asyik juga sih... Dan juga nafasku ga terengah-engah walau aku sudah berlari sekian lama.

Tunggu...apa itu melintang di tengah jalan setapak? Baru aku berpikir, aku sudah sampai di dekat benda itu, yang ternyata adalah sebatang kayu sebesar pelukan.
Reflek, aku melompat untuk menghindari tubrukan dengan batang kayu yang melintang itu.

Wus.....huwaaaaaaa......lompatanku kok tinggi banget?
Aduh....gimana turunnya ini? Kalau jatuh pasti sakit banget, karena aku melompat setinggi kira-kira 3 meteran.
Saking bingungnya aku sampai berteriak-teriak ketakutan....
Apalagi saat tubuhku meluncur turun dengan deras....
Ahhhh......mati aku.......

JLEG..... Aku mendarat di atas dua kakiku dengan selamat.
Fyuh...selamat...selamat ..gumamku sambil mengelus dadaku.

Aku melihat ke sekitarku... Untunglah, ga ada yang melihat kekonyolanku tadi.
Aku heran sendiri melihat kemampuanku itu. Bisa berlari cepat...melompat tinggi... Wah...hebat, tapi agak mrngerikan juga.
Mumpung ga ada orang...aku mau melatih kemampuan baruku itu.
Celingukan dulu melihat keadaan, aku lalu bersiap untuk melompat.

Hup.... Ah..kok cuman segini tingginya. Cuman sekitar 1 meter kurang.
Coba lagi....
Hup.... Masih sama saja...

Kalau ada yang melihatku pasti menganggap aku orang gila. Lompat-lompat ga jelas... Ngomong sendiri.. Kadang garuk-garuk kepala karena bingung.

Akhirnya karena gagal terus...jadi bosen juga. Capek lagi... Dan haus serta lapar.
Nah ini....mau cari makan dan minum di mana coba? Mana ada warung di sini?
Aku melihat ke arah utara...memusatkan pandanganku untuk melihat sejauh mungkin.
Ah...ada gerumbulan pohon agak besar di sana, tapi agak jarang. Ga terlalu rapat.
Pasti itu bukan hutan... Siapa tahu itu adalah pemukiman atau desa.
Kalau ada desa, pasti.bisa minta minum barang seteguk...

Kulanjutkan langkahku...agak cepat karena memang sudah haus banget. Lapar masih bisa ditahan, tapi kalau haus....ga tahaannn...
Apalagi matahari sudah mulai terik... Membuat keringatku lebih banyak yang keluar.
Rasa haus makin mendera saja...
Aku mempercepat langkahku untuk bisa segera mencapai gerumbulan pohon itu. Seandainya tak ada rumah di dekat sana, paling tidak aku bisa berteduh di bawah pohon.
Sambil berjalan aku membayangkan...betapa bahagianya jika saat itu ada penjual es campur.
Pasti enak.banget... Haus hilang, lapar terganjal.. Tapi di jaman ini, mana ada penjual es?emoticon-Cape d...

Tak terasa aku sampai di getumbulan pohon itu. Aku menghela nafas lega... Terasa sejuk berada di bawah pohon.
Ternyata gerumbulan pohon itu terdapat di tepi sebuah sungai kecil.
Sungai yang tidak terlalu dalam dan airnya sangat bersih, hingga dasar sungai bisa terlihat. Tampak ikan yang berenang kesana kemari.
Wah ini... Ada air dan ikan...
Melihat air yang jernih itu, tak tahan lagi aku mengambil airnya dengan kedua telapak tanganku dan meminum air itu.
Huahhhh....segaarrr....
Haus sudah hilang..tinggal rasa lapar yang tersisa. Aku berpikir, bagaimana caraku menangkap.ikan?
Ga ada pancingan.. Yang ada hanya tombak dan keris.
Hmmm...mungkin pakai tombak ya? Aku pernah melihat di TV tentang orang yang menangkap.ikan dengan harpoon, sejenis tombak namun ada kaitnya di ujung tombak itu.
Segera aku melepas bajuku, dan ikat kepala, melipat dan meletakkannya di bawah pohon, dan keris kusembunyikan di bawahnya.
Aku lalu masuk ke sungai kecil itu pelan2, lalu diam sejenak agar ikan tidak kaget.
Kulihat ikan-ikan berenang dengan santainya di sekitarku.
Aku mencoba mengincar ikan terbesar yang ada untuk kutusuk dengan tombakku.
Begitu target kudapatkan, kuarahkan tombakku ke ikan itu...lalu......JLEBBB.... Luput.....
Melihat gerakanku tadi, ikan berhamburan menjauh dariku.
Terpaksa aku berdiam diri lagi agar ikan berkumpul...
Percobaan kulakukan berulang kali, namun gagal terus. Tapi rasa lapar yang mendera, membuatku bersabar dan terus mencobanya...

Akhirnya....dapat juga seekor ikan yang agak besar, walaupun bukan yang terbesar.
Aku beranjak dari dalam sungai menuju ke bawah pohon.
Aku keluarkan isi perut ikan dan membuang sisiknya.
Masalah muncul ketika aku akan membakar ikan. Darimana aku dapat api?
Kubongkar pakaianku untuk mencari, siapa tahu korekku ikut masuk ke alam ini.
Tapi...kosong..
Aku malah menemukan tembakau, dengan kulit jagung kering dan sebuah batu berwarna putih.
Walah...buat apa batu ini? Tembakau dan kulit jagung kering jelas buat merokok lintingan...lha batu putih itu buat apa?
Ah....aku ingat. Dulu waktu kecil aku sering menggunakan 2 batu putih seperti ini untuk membuat percikan api. Caranya, dua batu diadu dengan keras sehingga bergesekan dan akan timbul percikan api.
Tapi kalau batunya cuma satu bagaimana?
Otakku yang lumayan agak pintar sedikit mulai kuputar...
Sambil berpikir, iseng kuketuk ketuk batu itu dengan ujung tombak...

Cratt... Ah...ada letikan bunga api...
Wah...begitu toh caranya.
Aku segera celingukan mencari.barang yang mudah terbakar..
Setelah kudapat, kukumpulkan daun dan ranting kering yang kutata seperti api unggun.
Rumput kering kuletakkan di atas batu itu, lalu kupukul dengan tombak..
Beberapa kali aku mencoba, dan akhirnya rumput kering itu terbakar dan mengeluarkan bara api.
Secepatnya kuletakkan rumput yang terbakar tadi di bawah tumpukan daun, lalu kutiup tiup.
Fuhh...fuhhh....
Daun kering itu sedikit demi sedikit berasap dan menjadi bara..
Kutiup lebih kuat dan mulailah muncul api...
Hahaha....senangnya.....
Setelah ranting kering ikut terbakar, kutusuk ikan dengan sebuah ranting basah, dan kubakar di atas api.
Wah...jadi makan juga nih.
Akhirnya mateng juga tuh ikan. Karena kelaparan yang sangat...ga sabar aku segera mencuil daging ikan dan melahapnya.

"Huaahhh....hanas...hanas...!" teriakku kepanasan.
"Hihihik....makanya jangan terlalu rakus ..hihik!"
Sebuah suara perempuan mengagetkanku...
Siapa itu...? Aku mencoba mencari dengan mataku kesana kemari, tapi tak nampak seorangpun. Ah..paling kunti tukang godain orang.
Mending lanjut makan... Cacing2 di perutku sudah nggak sabar, pada demo...
Let's eat....

"Mbakyu, kayaknya orang ini kelaparan banget ya...?" lagi-lagi suara itu.
"Ssttt...jangan suka usil gangguin orang...!"kata sebuah suara lain. Suara perempuan juga.
Hanya suaranya seperti berbisik.
Aku masih cuek aja... Laper cuy...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 47 lainnya memberi reputasi
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di