CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Ketika Mata Batin Terbuka ...
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f73096cc0cad77f125ae633/ketika-mata-batin-terbuka

Ketika Mata Batin Terbuka [Ep #88]



Perkenalkan, nama ku (panggil aja) Zhiyan. Aku tinggal di salah satu desa di daerah provinsi Kalimantan Tengah. Disini aku mau sedikit berbagi kisah ku demi sekedar mengisi waktu kosong ku. Mungkin ada banyak hal yang susah untuk kalian percaya, tapi aku tidak perduli karena aku hanya ingin menuangkan apa yang ada di benak ku. Percaya atau tidak, keputusan pribadi para pembaca, cukup nikmati sebagai bacaan.

!!! Cerita ini dibuat sekedar untuk menambah pengetahuan seputar dunia jin, jangan pernah percaya cerita ini 100%, karena aku sendiri tidak pernah percaya 100% dgn perkataan dan hal yang berkaitan dgn jin. Sebab dunia jin penuh dengan tipuan. Jadi, apabila ada percakapan ku dgn bangsa jin. Jangan percayai sepenuhnya yang dia (jin) katakan. Jin itu pandai berbohong.

Ada banyak pengalaman yang tidak bisa terlupakan baik yang menyenangkan maupun yang menyeramkan ketika mata mu bisa melihat apa yang tidak bisa orang lihat. Dan kisahku pun bermula disini.

- Episode 01 | Tambang Berdarah #01
- Episode 02 | Tambang Berdarah #02
- Episode 03 | Tambang Berdarah #03
- Episode 04 | Tambang Berdarah #04
- Episode 05 | Tambang Berdarah #05
- Episode 06 | Tambang Berdarah #06
- Episode 07 | Tambang Berdarah #07
- Episode 08 | Tambang Berdarah #08
- Episode 09 | Tambang Berdarah #09
- Episode 10 | Tambang Berdarah #10

- Episode 11 | Tambang Berdarah #11
- Episode 12 | Jin Rumah Makan #01
- Episode 13 | Jin Rumah Makan #02
- Episode 14 | Berpisah Dengan Saga #01
- Episode 15 | Berpisah Dengan Saga #02
- Episode 16 | Tersesat Di Meratus #01
- Episode 17 | Tersesat Di Meratus #02
- Episode 18 | Tersesat Di Meratus #03
- Episode 19 | Tersesat Di Meratus #04
- Episode 20 | Tersesat Di Meratus #05

- Episode 21 | Tersesat Di Meratus #06
- Episode 22 | Tersesat Di Meratus #07
- Episode 23 | Tersesat Di Meratus #08
- Episode 24 | Tersesat Di Meratus #09
- Episode 25 | Tersesat Di Meratus #10
- Episode 26 | Tersesat Di Meratus #11
- Episode 27 | Tersesat Di Meratus #12
- Episode 28 | Tersesat Di Meratus #13
- Episode 29 | Tersesat Di Meratus #14
- Episode 30 | Tersesat Di Meratus #15

- Episode 31 | Selamat Dari Meratus
- Episode 32 | Hubungan Ku Dengan Zoya
- Episode 33 | Pengantin Kesurupan
- Episode 34 | Tetangga Di Santet ?
- Episode 35 | Zoya Ngambek
- Episode 36 | Ngerinya Pocong Gantung
- Episode 37 | Serunya Berburu Jin #1
- Episode 38 | Harta Yang Terpendam
- Episode 39 | Melihat Koleksi Fadly
- Episode 40 | Kebun Pisang Pak Adi

- Episode 41 | Diajak Ke Istana Buaya #1
- Episode 42 | Diajak Ke Istana Buaya #2
- Episode 43 | Diajak Ke Istana Buaya #3
- Episode Spesial • Mengenal Mata Batin
- Episode 44 | Diajak Ke Istana Buaya #4
- Episode 45 | Diajak Ke Istana Buaya #5
- Episode 46 | Jin Kebun Karet #1
- Episode 47 | Jin Kebun Karet #2
- Episode 48 | Sang Dukun Goblok
- Episode 49 | Belajar Silat Gaib
- Episode 50 | Jin Sekolah SD #1

- Episode 51 | Jin Sekolah SD #2
- Episode 52 | Jin Sekolah SD #3
- Episode 53 | Jin Sekolah SD #4
- Episode 54 | Jin Sekolah SD #5
- Episode 55 | Kebun Pisang Pak Adi #2
- Episode 56 | Kebun Pisang Pak Adi #3
- Episode 57 | Kebun Pisang Pak Adi #4
- Episode 58 | Akhir Perburuan #1
- Episode 59 | Akhir Perburuan #2
- Episode 60 | Selamat Tinggal ?

- Episode 61 | Kost Tanpa Jendela #1
- Episode 62 | Kost Tanpa Jendela #2
- Episode 63 | Kost Tanpa Jendela #3
- Episode 64 | Kost Tanpa Jendela #4
- Episode 65 | Kost Tanpa Jendela #5
- Episode 66 | Kost Tanpa Jendela #6
- Episode 67 | Kost Tanpa Jendela #7
- Episode 68 | Kost Tanpa Jendela #8
- Episode 69 | Kost Tanpa Jendela #9
- Episode 70 | Kost Tanpa Jendela #10

- Episode 71 | Rumah Tak Bertuan #1
- Episode 72 | Rumah Tak Bertuan #2
- Episode 73 | Rumah Tak Bertuan #3
- Episode 74 | Rumah Tak Bertuan #4
- Episode 75 | Rumah Tak Bertuan #5
- Episode 76 | Rumah Tak Bertuan #6
- Episode 77 | Rumah Tak Bertuan #7
- Episode 78 | Rumah Tak Bertuan #8
- Episode 79 | Rumah Tak Bertuan #9
- Episode 80 | Rumah Tak Bertuan #10

- Episode 81 | Rumah Tak Bertuan #11
- Episode 82 | Rumah Tak Bertuan #12
- Episode 83 | Rumah Tak Bertuan #13
- Episode 84 | Rumah Tak Bertuan #14
- Episode 85 | Rumah Tak Bertuan #15
- Episode 86 | Rumah Tak Bertuan #16
- Episode 87 | Rumah Tak Bertuan #17
- Episode 88 | Rumah Tak Bertuan #18

!!! Cerita ini dibuat sekedar untuk menambah pengetahuan seputar dunia jin, jangan pernah percaya cerita ini 100%, karena aku sendiri tidak pernah percaya 100% dgn perkataan dan hal yang berkaitan dgn jin. Sebab dunia jin penuh dengan tipuan. Jadi, apabila ada percakapan ku dgn bangsa jin. Jangan percayai sepenuhnya yang dia (jin) katakan. Jin itu pandai berbohong.

Untuk memudahkan kalian mengakses Thread ini, aku buatkan sebuah link pendek agar mudah di ingat.
http://s.id/zhiyan


#BukanSekedarHalusinasi
#AntaraHayalanDanKenyataan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zafranramon dan 99 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh zhiyan

Episode 81 - Rumah Tak Bertuan #11



Setelah obrolan selesai, mereka (geng kapak putih) juga sudah pulang, akupun juga pulang, karena sudah mulai larut malam. Sebenernya mereka ngajakin aku untuk nginap lagi, tapi gak enak sama mereka, jadi aku pulang aja.

- Part 11-A (Kolam Jin)

Setelah beberapa malam tidur di tempat orang, akhirnya malam ini bisa tidur di tempat sendiri lagi. Malam itu, aku tidur dengan Ayu disebelah ku, tapi dia hanya sekedar menemani tidur, kami gak ngapa ngapain kok hehe.

Pagi nya, saat aku terbangun dari tidur, Ayu sudah gak ada disebelah ku, aku periksa celana ku gak ada basah basah, berarti tadi malam aku gak di apa apain sama Ayu.

Seperti biasa, siang nya aku kerja dan gak perlu diceritain hehe..

Langsung skip aja lagi ke malam hari.

Malam itu, sekitar setelah magrib, rencana nya aku mau ces hape dan ternyata gak ada. Aku bingung, dimana kira kira aku meletakan hp ku. Aku tanya tanya sama orang rumah tapi mereka gak ada liat. Aku coba telpon dengan meminjam hp sepupu ku, juga gak ada respon alias nomor tidak aktif.

Aku coba ingat ingat, ternyata siang itu aku sempat meletakan hp di salah satu ruangan, di bangunan yang sedang kami kerjakan. Setelah isya, aku langsung pergi kesana sambil lari lari kecil, karena takut ada anak anak muda yang nongkrong dan ada yang melihat hp ku.

Saat sudah sampai dilokasi, sudah gak ada lagi hp ku. Kayanya sudah ada yang duluan ngambil. Yasudah lah, cuma bisa pasrah. Sebenernya gak terlalu sayang hp nya sih, toh beli nya juga pakai duit hasil pemberian tante kolektor akik (episode di amuntai). Yang disayangkan itu banyak kontak penting didalamnya, termasuk Z***.

Dan sejak saat itu, aku dan dia sudah gak ada saling komunikasi lagi. Sudah gak ada lagi yang aku smsin tiap malam wkwk. Eh, malah curhat..

Setelah puas nyari dan gak ketemu, aku pulang dan mampir ke rumah bakso. Aku cuma nonton tv aja di dalam, gak makan, karena lagi gak selera, masih kepikiran sama hp ku. Btw, saat itu masih gak ada bos nya, jadi ya bisa santai didalam nonton tv.

Sekitar jam 9, ada terdengar suara motor nya Rifky singgah di luar.

Jajay: eh rif, masuk.
Rifky: gimana nanti rencana nya, jadi kan.
Jajay: jadi donk. mau pesen ?
Rifky: gak.. aku duduk disini aja, soalnya baru makan sama anak anak (geng nya) tadi.
Jajay: oh. ok.. tapi gak bisa nemenin ngobrol ya, soalnya lagi sibuk.
Rifky: oke. sip..

Setelah itu, Ahmad keluar sambil membawakan makanan dari dalam.

Ahmad: eh rif, kok jam segini sudah nongkrong. masa lama lagi ini.
Rifky: gapapa.. bosen dirumah.
Ahmad: daripada duduk disitu, mending ke dalam nonton tv sama dia (sambil nunjuk aku).
Rifky: hmmm.. boleh..

Dia kemudian masuk ke dalam dan nonton tv bersama ku. Dikarenakan itu tv gak ada remot nya, entah disimpan kemana, jadi nya aku dan dia cuma nonton 1 chanel aja. Dan sekitar setengah jam berlalu, aku dan dia tanpa ngobrol sepatah kata pun. Bayangin aja gimana suasana nya, duduk bersebelahan tapi terasa canggung, gak ngomong apa apa, cuma nonton acara berita di tv wkwk.

Kemudian, dia mengeluarian sepatah kata "anak mana?"... Sadis,, nanya nya kaya ngajakin berantem gitu. Ya aku jawab aja, kemudian kami mulai saling ngobrol dan berkenalan yang mana akhirnya memecah keheningan diantara kami berdua.

Ternyata, dia ini orang nya asik juga kalo ngobrol, suka bercanda dan bikin ketawa. Kami ngobrol banyak malam itu yang mana akhirnya, aku dan dia berteman akrab.

Setelah berlalu waktu, tibalah waktu yang dinantikan, yaitu saat dimana orang orang sudah mulai sepi dan mereka bertiga menutup pintu pintu didepan. Motornya Rifky juga dimasukin didalam, takutnya nanti ada yang bawa pergi saat kami tinggal ke rumah kosong.

Aku lupa jam berapa, pokoknya sudah di atas jam 11 malam. Kami berlima berangkat kesebrang membawa berbagai perlengkapan. Sesampainya di halaman depan, kami sudah disambut oleh beberapa mahluk yang bisa dibilang unik, badan nya itu seperti ada akar pohon nya. Hanya saja mereka tidak mengganggu, karena memang tempat mereka di halaman itu.

Yang bisa liat kehadiran mereka cuma aku, Ahmad, sama Rifky. Jajay sama Rifan gk liat, karena mereka emang mata batin mereka belum terbuka. Seandainya Rifan liat, entah apa yang bakal dia lakukan saat itu.

Rifky memimpin jalan, menuju Kolam Jin yang dia maksud. Setelah berjalan melewati beberapa ruangan, sampailah kami pada suatu ruangan yang tidak ada apa apa disana. Ya, hanya ruangan kosong. Berbeda dengan ruangan lain yang ada sofa, ada kursi, ada ranjang, ada meja, atau pot pot hiasan. Entah ini memang ruangan kosong dari dulu, atau barang barang didalamnya sudah ada yang ambil.

Diruang itu, kami meletakan semua perlengkapan kami dan kami duduk di karpet yang kami bawa. Saat masuk keruangan itu, gak ada satupun mahluk gaib yang terlihat, apalagi kolam nya. Karena awalnya aku mengira yang disebut kolam jin itu sebuah kolam yang berisi banyak jin.

Rifky mengeluarkan sebuah bungkusan plastik dari kantong celana nya, kemudian dia ngambil korek api. Dia kemudian membuar garis lingkaran disekeliling kami dengan benang putih dan menyuruh Jajay dan Rifan untuk menutup mata, katanya dia akan membuka mata batin bereka agar mereka berdua bisa melihat alam jin.

Sesudah selesai, dia membakar daun tadi dan diletakan di piring keramik. Dan tak lama, ruangan itu berubah drastis. Kami berada disebuah pasar yang penghuni nya semua berbaju kuning, bukan cuma pakaian mereka, bahkan rumah dan pepohonan juga berwarna kuning. Anggap saja itu Dunia Kuning.

Awalnya, aku sempat mikir jangan jangan yang dia bakar tadi itu ganja, dan kami sedang nge-fly karena efek nya, makanya lihat yang aneh aneh. Aku kemudian cubit paha nya Rifan dan dia teriak kesakitan, berarti ini bukan mimpi atau hayalan, tapi emang nyata.

Aku: ini kita dimana ?
Rifky: kita sedang ada di desa bulaken.
Aku: desan alam gaib?
Rifky: benar.. ini kita sedang ada dipasar.
Rifan: wah.. aku baru pertama ini melihat alam jin. sungguh diluar dugaan. aku kiran alam jin itu semua nya hantu yang menyeramkan.
Rifan: gak semua. itu hanya segelintir jin nakal yang sering menganggu manusia. aslinya mereka seperti kita juga, ada yang baik dan jahat.
Ahmad: ini sedang siang atau malam, kenapa kuning begini, seperti suasana matahari mau tenggelam.
Rifky: disini gak ada siang gak ada malam begini aja terus terusan.
Rifan: aku baru sebentar aja disini sudah seperti sakit mata. soalnya banyak warna kuning..
Rifky: kalian kalo mau lihat lihat, boleh kok. aku tunggu kalian disini, tapi ingat, jangan lama lama. nanti kalian lupa jalan pulang.

Dan, kami berempat berjalan di sekitar pasar itu untuk melihat apa yang mereka jual. Biasa aja sih, seperti pasar tradisional pada umumnya, hanya saja bentuknya yang berbeda. Iklan dan sayur sayuran nya ikutan berwarna kuning juga.

Bahkan, ini pasar gak ada serem nya sama sekali. Mereka cuma jin biasa, gak ada yang berbentuk mengerikan. Ini sih namanya traveling ke pasar jin, bukan mau uji nyali.

Saat kami melihat lihat disekitar, tiba tiba bumi bergetar, Ahmad sempat berucap "gempa bumi ya?". Karena saking terasanya getaran dibumi. Ternyata, tidak jauh dari situ, ada mahluk yang tinggi besar badanya sedang berjalann ke arah kami. Seandainya dia berdiri disebelah Tower Indosat, mungkin tower itu baru setinggi batas perut dia.

Dengan suara yang menggelegar, dia berkata sambil menunjuk ke arah kami.

" Kalian, pendatang dari alam luar...."

profile-picture
profile-picture
profile-picture
dimaschevy62 dan 14 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh zhiyan
profile picture
Siplah klo besok dilanjutkan lagi.....makasih gan...
emoticon-Cendol Gan
profile picture
kirain lupa update ceritanya 😂
profile picture
Di tunggu bang
profile picture
Update 82 bang...yukk...
Udah 108K pembaca 😁😁😁
profile picture
g3nk_24
aktivis kaskus
Keren.. bumi bergetar. 😭😭😭
profile picture
TS zhiyan
kaskus addict
@makgendhis ahahaha
profile picture
@zhiyan Tolong balas dm dari seoramg emak2 yak 🙄
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 7 dari 7 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di