CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jokowi Cabut Izin Investasi Miras, Perdagangan Eceran Masih Ada di Perpres
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/603edfeeb1d5c5084b722192/jokowi-cabut-izin-investasi-miras-perdagangan-eceran-masih-ada-di-perpres

Jokowi Cabut Izin Investasi Miras, Perdagangan Eceran Masih Ada di Perpres



Presiden Jokowi akhirnya mencabut izin investasi baru industri minuman keras atau miras, seperti diatur dalam Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Meski demikian, dalam lampiran III Perpres tersebut, perdagangan eceran minuman keras masih diizinkan.

Pencabutan peluang investasi baru industri minuman keras, dilakukan Jokowi setelah menerima masukan dan kritik dari berbagai pihak. Seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta ormas Islam termasuk Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
Selain itu, Pemprov Papua yang dalam Perpres itu masuk sebagai wilayah terbuka bagi investasi industri minuman keras, juga mengungkapkan penolakan. Pasalnya, di wilayah itu terdapat Perda yang melarang peredaran minuman keras.
"Setelah menerima masukan-masukan dari ulama-ulama MUI, NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas lainnya serta tokoh-tokoh agama yang lain, dan juga masukan-masukan dari provinsi dan daerah, bersama ini saya sampaikan saya putuskan lampiran Perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol, saya nyatakan dicabut," ujar Jokowi dalam keterangan resmi, Selasa (2/3).

Untuk diketahui, lampiran III Perpres Nomor 10 Tahun 2021 mengatur soal Bidang Usaha dengan Persyaratan Tertentu. Ada 46 bidang usaha yang terbuka bagi investasi, dengan persyaratan tertentu. Investasi industri minuman keras misalnya, diizinkan di 4 provinsi yakni Bali, NTT, Sulawesi Utara dan Papua.

Hal itu tertera di nomor 31, 32, dan 33 lampiran III Perpres Nomor 10 Tahun 2021, sebelum dicabut Jokowi.
Tapi di luar investasi industri minuman keras, pada nomor 44 dan 45 lampiran Perpres tersebut, juga ada diatur soal perdagangan eceran minuman keras beralkohol. Pada nomor 44, disebutkan perdagangan eceran minuman keras beralkohol dilakukan melalui jaringan distribusi dan tempat khusus.
Sedangkan pada nomor 45, mengatur secara spesifik perdagangan eceran minuman keras beralkohol di kaki lima.

sumber

Udah cape ribut bawa-bawa ayat ternyata masih bisa dijual bebas sampai kaki lima




Trus pohon enau, pohon sagu, bahan2 khusus di indonesia timur yg biasa di buat minuman kesehatan oleh masyarakat mau di buat apaan?
Produk lokal yg ilegal, tak ada nilai tambah, terbatas dan hanya beredar secara eceran secara sembunyi2 dan tak memberikan kontibusi cukai ke negara??

Tuhan telah memberikan sumber hayati yg melimpah agar manusia di dalamnya bisa hidup sejahtera dengan berbagau cara . tapi ulamak itu.. ah sudahlah .

Seakan2 para ulamak lebih pintar dari Tuhan
emoticon-Ngakak (S)





profile-picture
braaivlees memberi reputasi
profile picture
kalau di Maluku dan NTT sih polisi setempat tutup mata lah dengan sopi/saguer/semacamnya, Di Maluku sana mau Islam atau Kristen kalau ada upacara adat yang ada tetua dan leluhurnya ya pasti ada sopi kok emoticon-Big Grin. Dulu ada kawan cerita di desanya ada yang balik dari Arab Saudi langsung pasang papan besar2 larang minuman alkohol dan mudaratnya bla bla bla, tidak sampai seminggu dia kabur ke Ambon karena rumahnya dipasangi sasi (kunci adat) emoticon-Ngakak (S)
profile picture
kopaser
kaskus holic
@braaivlees
Nah
Itu barang mau di naikkan kelasnya kok malah pada nolak yaa .emoticon-Ngakak (S)

Walau ada perpress juga investor gak ujug2 investasi ke sana gan.

Mereka akan research dulu dan akan memasukan jenis produk ke hamonise commodity coding system untuk mempermudah export. Dan itu butuh legalitas lebih lanjut.

manfaat samping produk itu juga akan di research lagi bukan sekedar buat minuman saja.

Kalau pepressnya di tolak trus kapan barang lokal kitak kitak bisa naik kelas nih.

Kalau kita gak boleh meminumnya ya bikin aturan baru tentang peredaranya .

Sungguh aneh bangsa kita ini emoticon-Ngakak (S)
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 2 dari 2 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di