CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Dugaan "Mark Up" Dana "Hand Sanitizer" Sumbar 4,9 M, Harga 9 rb / Botol, Dibeli 35 rb
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6035cc886007cc363e25ee85/dugaan-quotmark-upquot-dana-quothand-sanitizerquot-sumbar-49-m-harga-9-rb---botol-dibeli-35-rb

Dugaan "Mark Up" Dana "Hand Sanitizer" Sumbar 4,9 M, Harga 9 rb / Botol, Dibeli 35 rb



Dugaan "Mark Up" Dana "Hand Sanitizer" Sumbar Rp 4,9 M, Pansus DPRD: Harga 9.000 Per Botol, Dibeli Rp 35.000

PADANG, KOMPAS.com -;Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menemukan adanya indikasi penyelewengan dana Covid-19 Sumatera Barat berupa kemahalan harga barang senilai Rp 4,9 miliar.

Akibatnya uang tersebut terpaksa dikembalikan oleh rekanan atau penyedia jasa ke kas negara.

"Ada temuan di Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI sekitar Rp 4,9 miliar atas indikasi kemahalan harga barang," kata Kalaksa BPBD Sumbar Erman Rahman yang dihubungi Kompas.com, Selasa (23/2/2021).

Erman menyebutkan barang yang dibeli tersebut adalah hand sanitizer untuk kebutuhan penanganan Covid-19 di Sumbar.

Akibat temuan tersebut, rekanan harus mengembalikan harga yang kemahalan itu dengan total Rp 4,9 miliar.

"Sekitar Rp 4,3 miliar sudah dikembalikan. Sedangkan sisanya dalam minggu ini dibayarkan," kata Erman.

Pansus DPRD Sumbar duga ada penyelewengan

Sementara Wakil Ketua Pansus DPRD Sumbar tentang LHP BPK RI terkait Covid-19, Nofrizon menyebutkan dalam LHP BPK RI ditemukan adanya indikasi penyelewengan dana untuk pembelian hand sanitizer tersebut.

Hasil penyelidikan Pansus sementara ditemukan bahwa pembelian hand sanitizer itu diduga di mark up dari harga sebenarnya.

"Harga sebenarnya Rp 9.000 per botol, namun dibeli Rp 35.000. Kemudian perusahaan atau rekanannya tidak bergerak di bidang pengadaan alat kesehatan," jelas Nofrizon.


Nofrizon menyebutkan rekanan yang menyediakan hand sanitizer tersebut bergerak di bidang batik tanah liat, bukan alat kesehatan.

"Ini yang akan kita selidiki di Pansus," kata Nofrizon. 

Dua temuan LHP BPK RI di Sumbar

Temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI soal dana hand sanitizer merupakan salah satu dari dua temuan indikasi penyelewengan dana Covid-19 Sumbar.

Temuan sebelumnya, ada indikasi dana Rp 49 miliar yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat pun menyelidiki dugaan penyelewengan dana Covid-19 dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus).

"DPRD Sumbar bentuk Pansus untuk menindaklanjuti LHP BPK RI tersebut. Ada Rp 49 miliar dana Covid-19 Sumbar yang belum bisa dipertanggungjawabkan," kata Wakil Ketua Pansus DPRD Sumbar, Nofrizon yang dihubungi Kompas.com, Selasa (23/2/2021).

Politisi Partai Demokrat itu menyebutkan temuan BPK RI itu berupa adanya pembelian barang yang dibayar tunai.

Padahal dalam aturan tidak diperbolehkan pembayaran dilakukan secara tunai.

Nofrizon mengatakan Pansus sudah bekerja sejak 17 Februari 2021 lalu.

https://regional.kompas.com/read/202...page=all#page2

35.000 - 9000 = 26.000.. emoticon-Malu (S)

Akankah d hukum mati??.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 52 lainnya memberi reputasi
udah kebiasaan pegawai plat merah. malah kalau mereka belanja, mereka meminta faktur kosong selain faktur yg telah ditulis orang toko. ntar harganya diisi mahal2 emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Kranevitter dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh must.cod.ok
profile picture
Jangan.maling
kaskus addict
Hahaha, benar nih.
profile picture
dnaltalf
kaskus maniac
kalo gw yg punya toko gw tolak, bodo amat lah emoticon-Ngakak
profile picture
angopmaksimal
kaskus maniac
Lumayan banyak sih toko yg nolak gituan...
profile picture
adrifebri
kaskus addict
ngga melulu plat merah sih, karyawan swasta juga banyak, kok.

Gue dulu di Mangga 2, kerap cari hardware komputer di beberapa toko tertentu, soalnya pelayanannya enak dan harganya yg tergolong paling murah.

Ada satu toko yg lumayan rame, dan gue pernah denger si pemilik tokonya ngomong ke salah satu pembeli, "Mau diisi angka berapa niiihhhhh ... ?"

Tapi kalo soal pengadaan barang gede2an, memang sektor swasta jarang ada mark-up.
Lain soal kalo pihak swasta yang jadi pemasoknya emoticon-Big Grin
profile picture
monblankk1
kaskus addict
bener gan dl juga pernah ketemu model yang ginian, belanja ga nyampe 10 juta di up sampe 150jt emoticon-Nohope
profile picture
Jangan.maling
kaskus addict
@monblankk1 Pelat merah?
profile picture
margareth23
kaskus geek
Hehehe...tahu aja,, emang sudah jadi budaya leluhur, harga selalu di mark up, ga tangung2 lagi berlipat2 dari harga asli....
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 8 dari 8 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di