CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Naas! Iseng Pelorotkan Celana Teman Saat Hajatan, Lelaki Ini Malah Tewas Ditikam.
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6034932faae34c64e35ab954/naas-iseng-pelorotkan-celana-teman-saat-hajatan-lelaki-ini-malah-tewas-ditikam

Naas! Iseng Pelorotkan Celana Teman Saat Hajatan, Lelaki Ini Malah Tewas Ditikam.

Ini lah definisi "bercanda lah pada tempatnya" jangan sampai memancing emosi seseorang, karena kita tidak pernah tau nyawa bisa menjadi taruhannya.



Tanggal 21 Februari 2021 kemarin, di Desa Sugi Waras Kecamatan Gumay Talang Kabupaten Lahat sempat dihebohkan dengan kabar penikaman yang dilakukan oleh Junaidi (44) terhadap temannya Darsan (45). Motif penikaman ini perihal sepele yaitu candaan dari Darsan. Penasaran candaan apa yang bisa sampai menghilangkan nyawa seseorang yuk kita baca kronologinya bersama.


TERJADI DI TEMPAT HAJATAN MILIK TETANGGA SATU DESA
Peristiwa naas ini bermula ketika keduanya dan beberapa tetangga lainnya sama-sama menghadiri sebuah acara hajatan milik tetangga yang masih satu wilayah desa pada malam tanggal 21 februari 2021. Darsan yang memang memiliki selera humor iseng melakukan candaan kepada Junaidi dengan cara melorotkan celana nya di depan tamu hajatan lainnya. 

Sayangnya candaan yang dilakukan Darsan tidak bisa diterima oleh Junaidi dan dianggap sudah berlebihan, Junaidi yang seketika naik pitam mencabut senjata tajam jenis kuduk yang ada di pinggangnya lalu menikam Darsan tepat di lehernya.

Seketika Darsan limbung dan jatuh ke tanah, warga sekitar sempat panik dan berusaha menolong namun Darsan sudah tewas seketika akibat tikaman dari Junaidi.

TIDAK ADA PERLAWANAN DARI PELAKU
Pelaku saat itu juga dengan kesadaran diri dan tanpa perlawanan menyerahkan diri ke kepala desa setempat sampai akhirnya dibawa ke Polres Lahat. Warga di tempat hajatan sempat kaget dan tidak menyangka peristiwa berdarah akan terjadi malam itu, apalagi mengingat alasan utama terjadinya pembunuhan hanyalah candaan iseng.

BANYAK RESPON PRO KONTRA ATAS KASUS PENIKAMAN INI


Ane pribadi sangat menyayangkan adanya kejadian ini, kalau dibilang siapa yang salah tentu lebih salah yang melakukan pembunuhan dong, karena jelas-jelas menhilangkan nyawa seseorang. Memang kalau dirasa perlakuan Darsam memelorotkan celana Junaidi sudah keterlaluan apalagi didepan umum mempermalukan orang, tentu yang namanya bercanda harus ada tempat dan batasannya. Ane juga menyayangkan tindakan Darsam yang dengan sengaja mempermalukan Junaidi.

Namun ane juga gak habis pikir dengan respon Junaidi, bar-bar banget. Becanda kok dibales pake tikaman? kalau gentle harusnya bales dengan mempelorotkan celananya balik dong, Itu baru namanya adil. Bukan malah mengedepankan emosi dan menikam pelaku candaan. 

Tapi kasus seperti ini benar-benar jadi pembelajaran untuk kita semua, jika ingini bertindak alangkah baiknya di pikirkan terlebih dahulu. Kalau hendak bercanda pun sebaiknya di pikirkan jangan sampai membuat lawan main tersakiti sampai merasa emosi, bercandalah sesuai batas dan pada tempatnya, agar semua tetap aman dan terkendali. 

Dan oiya perilaku seperti ini sangat tidak patut untuk di contoh lho ya, jadi jangan sekali-kali terinspirasi dengan kasus edan seperti ini. Cukup sekian ocehan ane di thread kali ini, sampai jumpa di thread-thread selanjutnya. Eittss jangan lupa tinggalkan jejak yaaa. 

sumber : 1 dan opini pribadi

profile-picture
profile-picture
profile-picture
nyolot.beuudd dan 45 lainnya memberi reputasi
Tidak akan ada asap bila tak ada api
profile-picture
profile-picture
kakekane.cell dan sinsin2806 memberi reputasi
profile picture
TS sinsin2806
kaskus maniac
tapi asapnya jauh lebih banyak dan gede dari pada apinya
profile picture
guntur9090
kaskus maniac
@sinsin2806
Pasti lah, mana mungkin asap lebih sedikit dari api
profile picture
ax788
aktivis kaskus
@sinsin2806 @guntur9090 mungkin gan, kompor gas misalnya
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 3 dari 3 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di