CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Kiprah Condor Legiun di Perang Saudara Spanyol tahun 1936-1939
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/602cb46202b4b07b071fec31/kiprah-condor-legiun-di-perang-saudara-spanyol-tahun-1936-1939

Kiprah Condor Legiun di Perang Saudara Spanyol tahun 1936-1939

Spoiler for Poster Propaganda Condor Legiun:




Perang Spanyol adalah sebuah rangkaian konflik yang terjadi di daratan Spanyol yang terjadi akibat perebutran kekuasaan yang dilakukan oleh kubu Nasionalis yang berhaluan Fasis melawan pihak penguasa yang disebut sebagai republican yang berhaluan sosialis. Para pengamat berpendapat bahwa perang saudara Spanyol merupakan miniatur perang dunia ke II dan juga medan gladi bersih bagi tentara Jerman. Pihak Nasionalis yang di pimpin oleh seorang Jendral militer bernama Fransisco franco diketahui dekat dengan para pemimpin fasis seperti Adolf Hitler dan Benito Mussolini karena kesamaan ideologi. Hubungan franco dan hitler semakin mesra ketika franco secara langsung meminta bantuan hitler pada saat keduanya menonton opera di kota Bayreuth, Jerman. Bantuan yang di butuhkan franco awalnya hanyalah dalam hal penyediaan sarana transportasi udara dimana franco meminta bantuan jerman untuk bias mengerahkan armada angkut udaranya untuk bias mengangkut pasukan dari Maroko yang dikuasai oleh Nasionalis menuju ke daratan utama Spanyol untuk bertempur di front utama melawan pasukan republican. Permintaan tersebut disambut baik oleh hitler yang memang sedang mempersiapkan kekuatan militernya dan menjadikan teater perang spanyol untuk menjajal kekuatan militernya khususnya di udara. Selain itu juga Hitler berusaha mengalihkan pandangan dunia terhadap jerman ke spanyol dimana jerman sedang mempersiapkan kekuatannya untuk perang dunia ke 2.


Spoiler for Hitler dan Franco dalam kunjungan di Berlin:



Hitler menugaskan Hermann Goering untuk menyusun sebuah armada kapal pengangkut dan pesawat tempur pengawal untuk melakukan misi tersebut. Franco meminta 10 kapal angkut udara beserta senjata infantri dan senjata anti udara, namun hitler memberikan lebih dari itu. Hitler mengirimkan 20 kapal angkut Ju 52 dan pesawat pengiring He 51. Dalam tugasnya armada jerman itu bertugas mengangkut sekitar 13.500 pasukan dari maroko ke daratan utama spanyol untuk bertempur di front perang. Peristiwa ini merupakan pengangkutan udara terbesar dan pertama dalam sejarah umat manusia berperang. Selama pengangkutan pesawat ju 52 dapat mengangkut 40 orang bersenjata lengkap dari kapasitas utamanya yang hanya 17 orang bersenjata lengkap. Di lain pihak, republican di dukung oleh liga komunis dunia yang digalang oleh Uni Soviet. Pihak republican yang didukung oleh Uni Soviet didukung oleh pesawat polikarpov I-15 biplane, I-16 biplane dan pembom Tupolev SB-2 yang didukung pilot berpengalaman.


Spoiler for Pesawat He 51s Jerman dengan emblem pasukan Nasionalis:



Sementara itu sekutu fasis franco yang lain yaitu Italia turut mengirimkan pesawat tempurnya berjenis CR.2.s guna mendukung superioritas udara spanyol. Namun dengan hadirnya pilot-pilot uni Soviet tersebut menjadikan ancaman keberadaan pasukan udara Jerman tersebut. Terlebih lagi setelah terjadinya peristiwa pemboman pangkalan udara Italia di Guadalajara yang menghancurkan kemajuan operasi Franco secara signifikan. Menyadari hal tersebut, Jerman segera mengganti armada udaranya di spanyol dengan armada pesawat tempur yang lebih mumpuni dan jumlah yang lebih banyak. Untuk lebih memfokuskan kampanye militer Jerman di Spanyol dan menghadapi armada udara Uni Soviet yang lebih superior, Jerman membentuk sebuah task force yang terdiri atas pesawat pembom, pesawat tempur, serta pesawat pengintai yang lebih mumpuni dengan pilot yang lebih terlatih disertai dengan dukungan teknis di darat. Selanjutnya task force ini disebut sebagai Condor Legiun. Dinamai berdasarkan burung besar pemakan bangkai yang menjadi predator dominan di pegunungan Andes.


Spoiler for Seragam pasukan Condor Legiun terdiri atas Pilot dan kru darat:



Condor legion di bentuk pada tahun 1936 tiga bulan pasca perang yang di komandoi oleh komando strategis jerman yang bertanggung jawab langsung terhadap Franco. Komandan condor legion adalah seorang perwira udara Luftwaffe bernama Mayjen Hugo Sperrle yang memimpin pasukan yang seluruhnya merupakan orang jerman. Condor legion merupakan pasukan volunteer maka dari itu anggotanya adalah pasukan sukarela. Pasukan Luftwaffe yang masuk ke condor legion harus keluar dari Luftwaffe dan masuk ke condor legion yang tergabung di dalam pasukan nasionalis spanyol dalam korps sukarelawan internasional. Pasukan ini memakai emblem dan insignia pasukan nasionalis spanyol, berseragam coklat khaki dan pangkatnya dinaikkan satu tingkat diatas dari pangkat sebelumnya di Luftwaffe. Pasukan di condor legion berjumlah 6.000 orang dengan kekuatan 100 pesawat tempur berjenis He 51s dan Ju 52 yang menjadi pesawat pembom dan dirotasi 12 bulan sekali.


Spoiler for Ju 52 melakukan bombing terhadap posisi republik:



Kiprah condor legion yang paling terkenal adalah pada saat pemboman Guernica yang memiliki daya hancur yang luar biasa dan membuat dunia ikut merasakan kengerian perang. Guernica adalah kantong perlawanan tentara Republik yang akan segera direbut oleh pasukan nasionalis. Untuk mendukung misi tersebut condor legion menurunkan armada tempur dan pembomnya. Pembom He Ju52 melakukan teknik carpet bombing yang menghancurkan daerah secara luas dan massif. Menyebabkan pertahanan pasukan republic kualahan serta dukungan pesawat tempur He 51s dalam melindungi pemboman secara sukses. ¾ bangunan di Guernica hancur yang menyebabkan korban jiwa sipil sebanyak 1.654 jiwa dan 889 terluka namun banyak pihak yang mengatakan kematian berkisar sebanyak 200-300 jiwa. Kehancuran Guernica di rekam oleh seniman Pablo Picasso dalam lukisan nya dengan judul Guernica yang menggambarkan kengerian saat itu. Pemboman Guernica berdampak pada naiknya popularitas dan ketakutan terhadap jerman yang dapat menghapus sebuah kota dalam waktu beberapa jam saja.


Spoiler for Messerschmitt Bf 109 Condor Legiun emblem:



Kesuksesan condor legion mendorong Hermann Goering menambah daya tempur pasukan itu dengan mengirimkan pesawat terbaiknya yaitu Messerschmitt Bf 109 yang dikenal sebagai pesawat tempur paling maju dimasanya dan juga pesawat dukung udara Ju 87 Stuka serta He 111 pembom. Pengamat menduga ini adalah langkah jerman untuk menguji peralatan tempurnya yang dikemudian hari digunakan sebagai mesin tempur dalam perang dunia II. Efektifitas armada udara baru ini terlihat dalam adu udra yang dilakukan oleh Bf 109 yang menyapu habis pesawat I-15s dan I-16s Uni Soviet dalam setiap pertempuran. Dengan cepat superioritas udara Spanyol dapat dikuasai. He 111 membuktikan diri sebagai pembom paling mematikan dengan kecepatannya serta presisi pembomannya membuat kota-kota pertahanan republic luluh lantak yang memudahkan gerak maju pasukan darat nasionalis. Salah seorang jago udara jerman, Adolf Galand menciptakan teknik pemboman baru yang mengikatkan drum bensin dengan bom seberat 22 pon, karyanya tersebut menciptakan sebuah prototype bom bakar yang dikemudian hari disebut sebagai napalm bomb. Bom bakar tersebut membakar kota-kota republic yang menciptakan situasi mencekam dan kepanikan. Untuk mendukung gerak infantry di darat, pesawat Ju 87 Stuka milik jerman menjadi momok yang menakutkan bagi pihak lawan. Pesawat ini dapat menukik seperti elang dan menjatuhkan bom dengan daya akurasi tinggi serta dilengkapi dengan peluit yang menambvah daya cekam.


Spoiler for Lukisan Pablo Picasso berjudul Guernica:




Dengan pengalaman berharganya di Spanyol, jerman kemudian akan mengembangkan taktik yang disebut dengan Blitzkrieg atau perang kilat dengan serangan cepat di darat didukung oleh infantry mekanik dan tank medium serta dukungan pesawat pembom yang dilindungi oleh pesawat tempur dan di darat didukung oleh pesawat tukik stuka. Kombinasi yang mematikan ini didapat dari pengalaman berperang bukan hanya teori semata. Setelah mendukung kampanye militer Franco selama 3 tahun, ahirnya pihak nasionalis dapat mendesak pihak republic untuk melakukan penyerahan tanpa syarat yang menandai kemenangan pihak nasionalis pada 1 april 1939. Peran condor legion tentu sangat vital bagi kemenangan franco, tanpa jerman dan condor legion pasukan franco tidak memiliki kemampuan menguasai udara dan mendukung laju pasukannya di darat dalam menguasai kota-kota republic. Keberadaan condor legion juga berperan dalam melatih angkatan udara nasionalis prancis yang nantinya akan menjadi pasukan angkatan udara spanyol. Pasukan condor ini ditarik pulang pada tanggal 28 mei 1937 dan disambut secara meriah di berlin langsung oleh Hitler dengan parade kemengan besar pada tanggal 6 juni yang menandakan jerman sudah siap berperang. 3 bulan kemudia jerman menyerang polandia yang menandai dimulainya Perang Dunia 2, sementara Spanyol di bawah franco yang fasis tetap netral pada perang dunia ke 2 namun berpartisipasi secara terbatas mendukung jerman di front Uni Soviet dengan mengirimkan unit sukarelawan Azul Divison. Franco tetap berkuasa di Spanyol sampai kematiannya tahun 1975.


JAS MERAH




Daftar Pustaka:

SUMBER 1
SUMBER 2
SUMBER 3
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 32 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gurusejarah
Bukannya taktik blitzkrieg digunakan jerman lantaran jerman kagak bisa perang jangka panjang, dikarenakan sumber daya yang terbatas
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
profile picture
TS gurusejarah
aktivis kaskus
Menyerang secepat kilat untuk dapat hasil maksimal gan
profile picture
tuhanparadewa
kaskus addict
Salah satu bukti jerman ga bisa perang panjang ya blitzkrieg, bukan karena hasil maksimal yang diinginkan jerman dalam menerapkan blitzkrieg tapi untuk dapat secepatnya mendapatkan sumber daya yang diperlukan.
Jalur laut di blokade inggris, aliansi kagak guna, stromtrooper untuk blietzkrieg jg udah mulai kelelahan dan kurang amunisi
profile picture
Nautilus7
kaskus holic
Salah bro Jerman bukan gak bisa perang jangka panjang karena sumber daya tapi terlalu bernafsu mau menguasai seluruh daratan Eropa seharusnya sebelum mereka bisa menaklukkan Inggris mereka gak usah buka front baru di timur. Inggris belum takluk mereka sudah berani2 menyerbu Uni Soviet dan ketika kampanye di Uni Soviet gak kelar2 sudah berani menyatakan perang lawan Amerika emang seberapa hebat sih sampai berani menentang 3 kekuatan raksasa kala itu, ini sama aja bunuh diri. Sementara itu sekutu mereka Italia gak bisa diharapkan Jepang sih agak lumayan tapi mereka punya agenda tersendiri juga (jepang tidak mau menyerang Uni Soviet tapi mengarahkan kampanye nya ke selatan) intinya gak kompak di kubu axis.
profile picture
tuhanparadewa
kaskus addict
Jerman di PD 2 apes dapet aliansi kagak guna, jerman buka front timur lantaran sumber daya yang diperlukan buat perang, rusia kan sumber tambang, ladang minyak nya kan lumayan banyak gan. Kenapa jerman harus buka 2 front sekaligus? Ya itu tadi, italia hampir kalah di afrika utara. Mau ga mau jerman harus bantuin mereka agar posisinya enggak terjepit sekaligua buat motong logistik serta tentara inggria dan koloni nya di timur jauh dan india. Lah tau sendiri italia gimana di front afrika, secara keseluruhan tentara italia lumayan bagus loh pada saat itu tapi para komandan2 lapangan maupun jendral nya yang kagak punya skill yang mumpuni. Jerman sebenarnya udah agak waspada kalo2 amerika ikut pihak sekutu, toh amerika jg secara ga langsung ikut perang dengan cara pengiriman logistik untuk pihak sekutu dengan menyamarkannya dengan kapal komersil. Jerman memang berencana untuk perang dengan amerika "jika" Inggris mau menyerah tanpa syarat, pihak intelijen jerman jg udah ngehubungin pihak meksiko untuk masuk ke blok axis guna menahan amerika. Yah sayangnya ditolak sama meksiko
CMIIW
profile picture
tuhanparadewa
kaskus addict
Nambahin dikit, italia bukan cuman kalah di afrika utara, tapi juga dengan berani menyerang yunani yang dianggap dapat mereka kuasai secara cepat dan mudah. Tahu sendiri kan akhirnya gimana?
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 5 dari 5 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di