CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Ngomongin Battle Royale Dewan Pers vs. Buzzer
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6024fdaf8153ef42f03281d2/ngomongin-battle-royale-dewan-pers-vs-buzzer

Ngomongin Battle Royale Dewan Pers vs. Buzzer


Sumber : tirto.id

Kemarin, kita sempat dikejutkan oleh kabar di mana Dewan Pers (ibu asuh dari semua media yang bersliweran di Indonesia), mengeluh akan keberadaan buzzer yang kian hari kian membahayakan katanya.

Awal mulanya mereka berkata demikian tentu disebabkan karena adanya statement dari Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang menekankan mengenai pentingnya kritik dan saran buat pemerintah.

Sumber : international.sindonews.com

Saban hari, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sempet meminta masyarakat untuk lebih aktif dalam memberi masukan dan kritik kepada pemerintah. Menurut beliau, kritik tersebut merupakan bagian dari proses untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik.

Meskipun pemerintah sudah ngasih kebebasan mengkritik, Dewan Pers pun tetap mewanti-wanti ke pemerintah kalo kehadiran buzzer itu dirasa membahayakan kebebasan pers, serta buzzer itu harusnya ditiadakan saja dengan dalih pemerintah juga sudah memiliki bagian Humasnya tersendiri.

Sumber : alinea.id

Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, Arif Zulkifli pun mengatakan bahwa buzzer kerapkali tidak mengkritik berita yang disiarkan oleh pers, melainkan melancarkan serangan kepada pers itu sendiri.

Ia pun sempet bilang juga kalau salah satu kritik yang sehat itu ialah sang pengkritik harus jelas identitasnya alias tak boleh anonim. Seperti yang kita tau, para buzzer yang berkeliaran di media sosial (medsos) terkadang selalu identik dengan tingkat anonimitasnya yang tinggi, beda banget sama influencer yang identitasnya masih terbuka dengan jelas.

Ngomongin soal battle royale antara Dewan Pers vs. Buzzer ini, ada beberapa hal yang tentunya layak dikomentari oleh saya.

1. Soal buzzer membahayakan kebebasan pers.

Sumber : winstarlink.com

Kalo soal ini sih, terkadang ada benarnya juga. Para buzzer dari semua kubu kerapkali memprovokasi netizen di alam maya sana dengan cuitan-cuitan kontroversialnya itu. Tujuannya sendiri tentunya sama, ingin menyebarkan isu-isu terkait kepentingannya sendiri. Masalah mereka dibayar atau enggak, alangkah baiknya mending gak usah dibahas lebih detil lah yah, daripada nanti ujung-ujungnya malah jadi fitnah, iya gak?

Tapi meskipun demikian, buzzer tetaplah netizen biasa yang berkeliaran di dunia maya juga, dan buzzer sendiri pun kalo di dunia nyata ya tetep aja cuma manusia biasa yang demen berekspresi tapinya melek teknologi juga. Kalo misalkan sampe ada yang bilang buzzer itu harus "ditertibkan", "ditiadakan", dan sejenisnya, ya si ngeluh tersebut secara tak langsung sudah menunjukkan sisi fasisnya.

Ya jelas dong, si ngeluh tersebut secara tak langsung sudah menunjukkan sikap menang sendirinya alias gak mau banget ngasih kesempatan orang lain untuk berpendapat. Padahal seperti yang kita tau, media sosial sendiri tentunya sangat terbuka untuk masyarakat banyak lho (meskipun media sosial sendiri nyatanya tetep aja punya aturannya tersendiri yang harus dipatuhi oleh para penggunanya). 

Sumber : jakartasatu.com

Saran saya, kalo misalkan kalian sebel sama keberadaan buzzer meresahkan di media sosial, alangkah baiknya mending si buzzer tersebut di-mute (dibisukan) atau diblokir sekalian aja akunnya supaya cuitannya tak muncul di timeline-mu itu. 

Kalopun si buzzer tersebut dilaporkan (report) di media sosial dan akunnya tersebut berhasil ditangguhkan (suspend), terkadang ujung-ujungnya malah jadi percuma aja mengingat si buzzer tersebut ujung-ujungnya bakalan bikin akun lagi juga biar bisa ngebacot di media sosial seperti sedia kalanya.

2. Soal mengkritik itu harus jelas identitasnya.

Sumber : nusantaranews.co

Kalo soal ini sih, sumpah saya kurang setuju sih. Bukannya semua orang itu bebas untuk mengkritik yah? Masalah orang tersebut percaya diri nunjukin identitas aslinya atau enggak, itu kan balik lagi ke selera yang bersangkutan juga.

Ya kali kita kudu ngatur-ngatur orang "Heh, lu kalo mau mengkritik, identitasnya harus ditunjukin yah, gak boleh anonim" terlebih dahulu sebelum mengkritik . Emang sendirinya mau juga gitu diatur-atur dulu sebelum mengkritik sesuatu?

Sumber : viva.co.id

Kalo saja seandainya Dewan Pers sendiri berpikiran kalo buzzer yang katanya selalu anonim itu tak bisa dilacak keberadaannya, bukannya zaman sekarang itu ada teknologi yang namanya pendeteksi alamat IP yah? Polisi dan orang-orang IT jaman sekarang juga udah udah bisa ngelacak posisi akun si buzzer anonim tersebut berada kok (dengan catatan si buzzer anonimnya gak pake piranti fake location tentunya (kalo keliru, mohon koreksinya)). Mau bukti? Coba deh liat gambar di atas paragraf ini.

Penutup

Mungkin cukup segitu aja ocehan saya soal battle royale antara Dewan Pers vs. Buzzer kali ini. Menurut kalian, gimana nih pendapatnya soal pertikaian antar kedua kubu tersebut? Silahkan tulis di kolom komentar yah.

Referensi Thread :

- news.detik.com/berita/d-5368397/dewan-pers-kehadiran-buzzer-membahayakan-kebebasan-pers


- nasional.tempo.co/read/1430919/jokowi-minta-masyarakat-lebih-aktif-mengkritik-dan-memberi-masukan

Rekomendasi Thread:

Tracing COVID-19 oleh TNI-Polri, Apakah Itu Brilian?





Benarkah Sistem Bersalah? (HT)

Trump Di-Banned Twitter, Pengekangan Kebebasan Berpendapat Kah?

6 Alasan Orang Sinis Sama Vaksin Sinovac (HT)

Mengenal Jang Hansol : YouTuber Korea Medhok yang Serba Bisa

Rewind Time : Perkembangan Ponsel di Indonesia Sepanjang Era 2010-an (HT)

Nostalgia Sejenak Sama Seri-Seri Ponsel Nokia Jadul (HT)

Apakah Benar Trending YouTube Indonesia Isinya Selalu Sampah? (HT)

Apakah Benar Keluarga Gen Halilintar Tak Punya Bakat? (HT)

Membahas Jagat Review : Channel YouTube Gadget Paling Detail se-Indonesia

Mengenal Kolor Ceplok : Content Creator yang Mendadak Cenayang

6 Profesi yang Bisa Didapat dari Adanya Internet

Ngomongin Bang Ripiu : YouTuber Spesialis Gadget yang Medhok

Review Konten-Konten Tanboy Kun : YouTuber Kuliner Paling Rakus se-Indonesia

7 Channel YouTube Tara Arts yang Mungkin Kalian Sukai

Apakah Benar Konten Podcast di YouTube itu Gak Sesuai Tempatnya?

6 Alasan Indonesia Butuh Anak Muda

7 Video Terkeren dari Tara Arts, Cocok Banget Buat Nemenin Waktu Luang Kamu 
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 18 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh tim2one
Oknum wartawan di daerah ada yang sambilan jadi buzzer, trus gimana ?
profile-picture
profile-picture
CoZiA dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
profile picture
seadust
kaskus addict
Bukannya berita sekarang sama aja, udah macem buzzer? bedanya bayarnya ga personal, langsung ke perusahaan media kali ya 🤔 ini mah UUD
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 1 dari 1 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di