CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mereka yang Putuskan Lepas Jilbab: Saya Bicara pada Tuhan untuk Melepas....
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60113e049a972e3e6343270f/mereka-yang-putuskan-lepas-jilbab-saya-bicara-pada-tuhan-untuk-melepas

Mereka yang Putuskan Lepas Jilbab: Saya Bicara pada Tuhan untuk Melepas....


Ilustrasi Jilbab. [Dok.Pixabay]

BeritaHits.id - Pemakaian jilbab menjadi kontroversi di kalangan publik seusai mencuatnya kabar siswi di Padang, Sumatera Barat dipaksa memakai jilbab saat sekolah. Padahal, siswi tersebut tidak beragama Islam.

Banyak pihak menilai penggunaan jilbab merupakan bentuk penghormatan terhadap pemilik agama mayoritas di sebuah wilayah.

Alasan lain yang muncul di tengah pemaksaan penggunaan jilbab datang dari eks Wali Kota Padang, Fauzi Bahar.

Fauzi menyebut siswi diwajibkan memakai jilbab agar bisa terhindar dari gigitan nyamuk penyebab penyakit Demam Berdarah (DBD).

"Kalau menggunakan pakaian pendek, siswa tidak sadar mereka digigit nyamuk saat belajar. Dengan seluruhnya tertutup, maka hal itu tidak akan terjadi," kata Fauzi.

Di tengah arus pemaksaan mengenakan jilbab, ada
perempuan memilih melawan arus tersebut.
Dikutip dari DW Indonesia , Mereka memutuskan untuk tak lagi mengenakan jilbab yang selama ini menutupi kepalanya.


Dewi Susanti ungkap alasan lepas jilbab (DW/Monique Rijkers)

Salah satunya Dewi Susanti yang memutuskan melepas jilbabnya setelah mengenakan selama dua tahun.

Ia mengaku merasa menjadi dirinya sendiri dan bebas dalam mengekspresikan dirinya.

"Saya tak berjilbab lagi karena tidak sesuai dengan kata hati saya," kata Dewi dikutip dari DW.com -- jaringan Suara.com, Rabu (27/1/2021).


Nisa Alwis ungkap alasan lepas jilbab (DW/Monique Rijkers)

Selain itu, Nisa Alwis, seorang pemilik pesantren di Pandeglang, Banten warisan sang ayah yang lulusan Madinah, Arab Saudi juga memilih menanggalkan jilbabnya.

Setelah 30 tahun memakai jilbab, Nisa memilih membukanya dan mendorong perempuan berbusana sesuai budaya Indonesia.

"Saya merefleksikan kembali nilai-nilai keislaman setelah saya mendalami filsafat," ungkapnya.


Stania Puspawardhani ungkap alasan lepas jilbab (DW/Monique Rijkers)

Ada pula kisah Stania Puspawardhani yang memutuskan membuka jilbabnya pada 2013. Meski tak memakai jilbab, ia terus berusaha menunaikan rukun Islam sebaik mungkin.

Stania juga sempat membacakan Hijabi Monologues dalam acara di sebuah kedutaan besar yang menentang stereotip perempuan berhijab.

"Setelah perjalanan pribadi dan profesional saya beberapa tahun terakhir, saya berbicara pada Tuhan 'Saya tidak pakai jilbab ya'" ujarnya.


Eli Almira ungkap alasan lepas jilbab (DW/Monique Rijkers)

Ada pula Eli Almira yang memutuskan melepas jilbab. Sejak kecil ia diminta orang tuanya untuk memakai jilbab dengan alasan jilbab wajib untuk perempuan dan akan mendapatkan hukuman di akhirat bila tidak mengenakannya.

"Tuhan jadi sosok yang menakutkan. Jilbab jadi identitas yang tidak diminta tapi wajib dipatuhi. Saya merasa bukan menjadi diri saya sendiri dan selalu berpura-pura menjadi sosok yang ideal di mata orang lain," tuturnya.


Sindy Nur Fitri ungkap alasan lepas jilbab (DW/Monique Rijkers)

Selanjutnya Sindy Nur Fitri juga memutuskan melepas jilbab yang telah digunakannya selama 7 tahun.

Saat ia menempuh pendidikan di Inggris pada 2017, Sindy memutuskan tak berjilbab. Keputusannya itu sempat menjadi pertanyaan keluarga tanpa mempersoalkan keputusannya.

Rekan-rekan kantornya juga sempat menanyakan alasan Sindy melepas jilbab, sesama diplomat bisa memahami keputusannya.

"Saya ingin orang menilai saya apa adanya," tuturnya.



https://hits.suara.com/read/2021/01/...eadline_hits_1



profile-picture
profile-picture
profile-picture
abigorgrind dan 11 lainnya memberi reputasi
menurut ane sih jangan gampang ngejudge yak
itu kan perkara penampilan, sukanya mencampurkan iman sama penampilan
masalah neraka surga udah urusan personal sama Tuhan
profile-picture
Cupu1971 memberi reputasi
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di