CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / Heart to Heart /
Copet di Bus Andalan Jurusan Pasar Senen-Kalideres
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/600dac9f65b24d33e646caa4/copet-di-bus-andalan-jurusan-pasar-senen-kalideres

Copet di Bus Andalan Jurusan Pasar Senen-Kalideres


Sumber gambar Dokri


Copet di Bus Andalan Jurusan Pasar Senen-Kalideres

Diary

Ada yang ingin kuceritakan padamu

Aku punya feeling yang kuat untuk masa depan. Atau biasa disebut kata hati. Setiap manusia memiliki kata hati. Coba perhatikan jika kita ingin berbuat sesuatu. Dia akan berkata dengan baik-baik. Tapi kata hati itu hanya bisa di dengar sepintas dan tidak berapa lama. Tapi sangat mujarab.

Masa depan kita tidak ada yang tahu. Tapi feeling itu dominan. Selalu muncul di saat kita sedang di ujung tanduk atau mendapatkan musibah.

Diary banyak hal yang sering aku alami, berbuah manis bila mendengar kata hati.

Kisah ini sudah lama sepuluh tahun yang lalu. Ketika itu aku melihat foto wisuda sepupu di dinding kamar. Ketika itu aku masih bekerja sebagai buruh. Dengan hati masgul. "Kapan aku punya foto wisuda?"
Itu sekitar tahun 2002. Ternyata terjawab tahun 2009. Aku punya foto wisuda yang bisa dibanggakan hasil keringat sendiri. Maaf bukan sombong ya diary. Hanya bersyukur, segala sesuatu yang tidak mungkin tiada yang mustahil bagi-Nya. Asal kita berusaha dan berdoa.

Diary

Aku ceritakan juga kisah mendengar kata hati ketika aku dan teman-teman kena copet di Bus Andalan jurusan Senen- Kalideres. Ceritanya begini. Kala itu ketika habis banjir bandang Jakarta. Bus way yang kami tumpangi seperti biasa tidak bisa melawati pasar Cengkareng dikarenakan masih digunakan tempat mengungsi. Banjir bandang Jakarta sekitar tahun 2008.
Aku bersama dengan teman-teman, 4 orang. Tiga cewek satu cowok.

Pulang dari kampus kami menuju halte busway Pasar Rebo turun lagi di Kampung Melayu, kemudian transit lagi di Pasar Senen. Ternyata apa yang terjadi. Jurusan ke Kalideres tidak bisa lewat. Akhirnya kami turun di Pasar Senen. Sehingga membuat kami akhirnya mampir ke pasar loak. Heni membeli payung, Novi membeli tas Alkitab, dan saya membeli baju kemeja. Semuanya murah, maklumlah pakaian bekas. Sangking senangnya mendapatkan baju dengan harga termurah, kami tertawa sepanjang jalan. Masih gadis tidak ada beban.

Berhubung busway jurusan Kalideres tidak ada. Kami mencari bus Andalan jurusan Pasar Senen-Kalideres. Bus Andalan ini kelas ekonomi tanpa AC hanya AC alam, jendela terbuka lebar-lebar. Aku memilih duduk di belakang sopir bersama Heni. Novi di dekat pintu masuk karena dia belakangan turun. Safrin duduk di belakang karena merasa cowok. Jadi memilih duduk di belakang. Kami masih melanjutkan canda tawa, yang ternyata mengundang lirikan copet. Dia kira kami punya banyak uang padahal kan pulang dari kampus. Isi tas hanya buku dan kisi-kisi ujian tengah semester.

Selama perjalanan kami tertidur, sehingga sampai di tujuan Pasar Cengkareng. Di sinilah sang copet beraksi. Ketika mau turun, aku dipepet dari belakang. Di depanku Heni juga berhenti karena didepannya susah turun, diam tidak mau bergerak. Padahal sopir sudah menghentikan bus. Tas aku selempang di sebelah kiri. Copet mendorongku hingga aku juga mendorong Heni.

Aku melihat mata sopir tertuju kepadaku lewat kaca spion. Ada perasaan tidak enak. Kata hatiku ada bahaya, tapi tidak tahu apa. Ternyata si copet beraksi, dia mulai merogoh tasku. Handphone untung di dalam tas kamera dan memakai tali panjang. Sehingga ketika dia merogoh tas tak menemukannya karena di dalam tas kamera kecil. Talinya tersangkut juga di buku. Cuma yang rawan tuh dompet, sebelah luar, karena posisi tas terbalik kancing di belakang. Akhirnya copet leluasa. Tiba-tiba aku menengok ke belakang. Langsung saja darah Batak mengalir.

Mau tahu diary apa yang kukatakan.
"Apa lo rogoh-rogoh tas gua, kurang ajar Lo," sambil aku tarik tasku, kudekap erat-erat, dan berusaha turun secepatnya. Tapi jantungku sudah berdisko ria. Marah dan takut, menjadi satu, lemas. Heni juga korban, tasnya kena sayat , kembalian uang pembelian payung lenyap berikut dengan kisi-kisi ujian.

Sampai di rumah masih saja terbayang. Aku masih geram dan gemetar. Aku ceritakan semua kejadian itu sama Abang tengah. "Untung tidak ditusuk kamu Dek. Lain kali hati-hati ya."

Membayangkan itu memang ngeri deh, bila kecopetan di bus. Semenjak itu saya sangat hati-hati naik bus. Tas selalu di depan, ongkos disiapkan dikantong tas biar mudah tidak buka-buka dompet lagi. Mendengar kata hati memang membuat aku selamat dari copet.

Sekian dulu diary, lain kali kita lanjutkan ya, masih ada cerita yang lain.


Bekasi, 24012021

Belajar Bersama Bisa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 14 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh erina79purba
Forum heart to heart macam cerita pengalaman singkat ya ternyata ? Kirain Nubie kaya novel gitu.

Oke..langsung saja Juri eh Nubie komenin
1. Era 1995-2010 adalah era keemasan copet di angkutan jakarta

2. Ane terhitung pernah mau dipalak tukang orasi di mikrolet, diambil duit dari kantong kemeja di Mayasari 507, ketemu rombongan tukang bajak ramean bawa golok di PPD 916, disayat tas di KRL, mergokin Copet di Koantas 102, dipepet copet pura2 mijit kaki di Metromini 69, ketemu orasi teler sakau di Kopaja 615 yang lucunya eks temen SMA ane

3. Era tersebut ane pernah mergokin penjahat kelamin di Metromini 71 yang muntahin sperma di rok belakang anak SMA, gedeg nya penumpang lain kaga ada yang mau bantu ngejar..ane doang..tapi ga dapet

Udah dikit doang pengalaman ane
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reynal88 dan 2 lainnya memberi reputasi
profile picture
TS erina79purba 
KASKUS Plus


Wihh serem juga gan, pengalamannya
profile picture
njir
kaskus maniac
Bagian novel, cerpen, ada di sub forum SFTH (stories from the heart).
Kalo h2h buat para bucin curcol gan. emoticon-Ngakak (S)
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 2 dari 2 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di