CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Terungkap! Penyebab Dokter Palembang Wafat Usai Divaksinasi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/600d854f88b3cb6f533eabc2/terungkap-penyebab-dokter-palembang-wafat-usai-divaksinasi

Terungkap! Penyebab Dokter Palembang Wafat Usai Divaksinasi



Jakarta, CNBC Indonesia - Polemik kematian seorang dokter asal Palembang berinisial JF (49) yang meninggal setelah divaksinasi Covid-19 terjawab. Sang dokter dipastikan meninggal karena serangan jantung. Hal itu diketahui dari pemeriksaan forensik di RS Mohammad Hasan Bhayangkara Palembang.

Awalnya jasad JF ditemukan di dalam mobil yang terparkir di sebuah mini market, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (22/1/2021) malam. Penemuan jenazah JF bermula dari kecurigaan pegawai mini market karena mobil tersebut terparkir sejak pagi hingga pukul 23.00. Saat pegawai mengecek isi mobil dengan mengintip kaca, JF sudah dalam kondisi meninggal.

Pegawai mini market melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian yang segera melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah JF dibawa ke Instalasi Foreksi RS Mohammad Hasan Bhayangkara Palembang untuk keperluan visum dan mengetahui penyebab kematian.

Dokter forensik RS M Hasan Bhayangkara Palembang Indra Nasution mengatakan dokter tersebut sudah meninggal sejak Jumat (22/1/2021) pagi. Hal tersebut diketahui dari otot jenazah yang belum kaku.

Tim forensik pun menemukan bintik pendarahan yang disebabkan kekurangan oksigen di daerah mata, wajah, tangan, dan dada. Temuan itu menyimpulkan dugaan penyebab kematiannya.

"Diduga meninggal karena sakit jantung. Benar berdasarkan laporan yang bersangkutan baru saja divaksin, namun vaksin tidak ada hubungan dengan penyebab kematian. Jika akibat vaksin, pasti reaksinya lebih cepat dan matinya juga lebih cepat karena disuntikkan," ujar Indra.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Palembang Yudhi Setiawan mengatakan, JF menerima suntikan vaksin Covid-19 Sinovac pada Kamis (21/1/2021) atau sehari sebelum ditemukan tewas. Pada 30 menit usai divaksinasi, korban tidak menunjukkan reaksi apa-apa dan dipastikan aman.

"Penyebab kematian dokter JF bukan akibat vaksin, tapi sakit jantung sesuai hasil pemeriksaan forensik. Kami imbau tenaga kesehatan tidak takut divaksin," ujar Yudi.

sumur 

https://www.cnbcindonesia.com/news/2...ai-divaksinasi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indramamoth dan 22 lainnya memberi reputasi
Kata kuncinya setelah vaksinasi emoticon-Embarrassment

Apapun hasil forensic, yg disalahin ttp vaksinnya emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
KurohinaM1911 dan 6 lainnya memberi reputasi
profile picture
ortillo.reborn
kaskus addict
Ga juga.. kata kuncinya jelas chinak.. seandainya vaksin buatan araf dari xtrak biji korma.. pasti yg disalahin.. AC mobilnya yg beracun, ato makanan/minuman yg abis dibeli dari minimarket..
profile picture
nataliupigai.
kaskus addict
Dan itu semua terjadi sejak jokowi jadi presiden, yg artinya......
profile picture
rizkyren2
kaskus addict
@nataliupigai. corona ga akan ada kalo trump terima kekalahan
profile picture
ortillo.reborn
kaskus addict
@rizkyren2 wih.. ada pens om sontoloyo.. sekedar berbagi pikiran gan..
Klo cuma buat bahan obrolan di warkop2 sih okelah.. tapi Klo buat dipercayai 100% janganlah.. yg terbaru.. kabar tentang covid masih ada kan?? Ga sesuai Ama prediksi Dy Klo berita covid selesai abis pilpres paman Sam..
profile picture
rizkyren2
kaskus addict
@ortillo.reborn wew padahal cuma random comment abis ada yg nyebut presiden indo emoticon-Big Grin
profile picture
richardus96
kaskus addict
itulah susahnya di indonesia gan. dikasih tau yg bener malah tambah marah
profile picture
Awas aja kalau berita ini dipakai alat manipulasi kaum anti-vaksin.
profile picture
saoyuan
kaskus maniac
Klo agan gabung grup wa yg isinya ada org kaya gitu, pasti dpt sih nih berita dgn embel2 vaksin sinovac berbahaya emoticon-Traveller@KurohinaM1911
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 8 dari 8 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di