CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Mancing /
Keberanian Dan Ketakutan Ketika Mancing Ikan Toman
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60070fc1a2d19526870be57d/keberanian-dan-ketakutan-ketika-mancing-ikan-toman

Keberanian Dan Ketakutan Ketika Mancing Ikan Toman


Menjalani hidup dengan hobi sebagai pemancing ikan memang rada-rada. Bahaya selalu mengancam. Kadang bertemu ular besar berbisa. Kadang biawak lapar. Yang pasti nyamuk-nyamuk liar yang siap menggigit dan mengisap darah. Lintah apalagi, jangan ditanya. Bahaya. Ntar malah jadi minyak lintah. Buat itu...

Kemarin sore Gw sempat penasaran, umpan palsu yang saya bawa tak sedikit pun ditoleh ikan. Biasanya jika air hujan deras mengarah ke lajur irigasi pasti tak menunggu lama umpan palsu milik saya pasti disambar ikan.

Kali ini benar-benar seperti nasi basi, kucing mendakat saja tidak. Apalagi menciumnya. Boro-boro mau makan. Melengos dan pergi.

Beruntungnya pesanan Gw tadi siang datang. Umpan palsu dari luar negeri (ha ha ha.... Bukan sok sombong lo yaa. Biasanya yang kebarat-baratan begitu memang keren katanya. Bergengsi).

Tapi benar umpan yang Gw beli online itu dari luar negeri. Gw sendiri tidak tahu, tokonya ada di mana. Tertulis luar negeri gitu aja.

Umpan palsu tersebut memang sangat menarik perhatian Gw. Dalam demo yang disampaikan pada produknya menggugah hati banget. Ikan palsu bisa bergerak berenang seperti ikan betulan. Ketertarikan itulah yang kemudian Gw meminta anak untuk memesankan barang tersebut.

Dahulu sebenarnya pernah juga penasaran. Tapi anak Gw yang gede tidak mau memesankan. Katanya, barang dari luar negeri itu tidak akan sampai jika kita beli. Cari aja yang dalam negeri. Di Jabodetabek banyak katanya.

Tak obok-obok toko online se indonesia. Tidak ada yang jualan umpan palsu seperti yang di liar negeri itu. Akhirnya Gw lupakan.

Setelah anak Gw mencari informasi dari teman-temannya yang mencoba memesan barang dari luar negeri sampai. Pada saat Gw minta membelikan barang tersebut pun mau.

Pendek cerita barangnya tadi siang sampai. Umpan palsu berbentuk ikan kecil yang bisa berenang persis ikan betulan.

Begitu barang sampai, segera Gw langsung ganti baju kerajaan (baju khusus untuk mancing) siap-siap berangkat. Mendung sangat tebal. Dalam hati, mungkin pas tiba di spot mancing nanti hujan turun. Semoga saja tidak ada petir, doa Gw. Kalau hujan pastilah, wong sudah gelap begitu.

Dan benar! Begitu tiba di tempat tujuan. Kendaraan Gw parkirkan, hujan deras dari arah belalang. Mau berteduh tak ada tempat berteduh. Pohon pisang jauh. Nekadlah akhirnya.
Quote:

Umpan palsu yang baru dibeli tadi Gw buka dari pembungkusnya. Langsung kaitkan di senar. Dan lempar! Butiran hujan sangat besar. Jaket basah, sepatu bot berisi air. Baru berapa kali putar gulungan reer, Hap!! Tali disendal kuat. Toman! Iya Toman besar! Teriak Gw. Teriakan yang di dengar sendiri. Tak ada sesiapa pun saat itu.

Tanpa menunggu lama, senar Gw tarik kuat. Tak khawatir akan putus. Maklum senarnya kualitas nomor wahid, menurut saya sih! Tak main-main. Senar PE paling besar. Beberapa bulan yang lalu saat dibawa ke laut. Jangankan ikan, kapal saja ikut bergerak ketika pancing Gw nyangkut di batu karang.

Toman sebesar botol air mineral satu liter, sekitar sepaha perawan mungkin. Kalau paha ibu-ibu terlalu besar kayaknya. Wkwkwkwk. Jika ditimbang mungkin 2 kilo setengah naik ke darat. Tepat di kaki saya.

Sambil bermandi hujan sambil melepaskan kail dari muliut ikan toman. Telunjuk Gw nyangkut. Cress!!! Robek! Dan berdarah. Darah segar mengucur dari jari telunjuk. Ikan tomannya menggelinjang. Robekan kian lebar. Terpaksa telunjuk Gw tarik kuat. Lepas. Segera saya isap. Asin rasanya. Pedih, perih, dan sakit!

Ini kali ke tiga seingat Gw, telunjuk masuk ke mulut ikan toman dan nyangkut di gignya. Dan robek. Tapi namanya Gw, sering lupa. Maaf tapi bukan pikun lo ya. Ha ha ha... Robek ya robek saja. Ntar paling sembuh juga.
Quote:

Inilah mengapa ikan toman sangat ditakuti oleh orang-orang. Giginya yang sangat tajam dan kuat. Jangankan hanya telunjuk senar pancing saja sebesar apa pun jika masuk ke mulutnya dan digigit pasti putus.

Pernah dahulu, beberapa tahun lalu. Ketika musim ikan toman. Biasanya pas mendekati kemarau ikan toman sangat banyak mengisi sungai dan telaga. Gw pernah dapat beberapa ikan toman besar. Kalau tidak salah ada enam ekor. Ikannya Gw masukkan dalam karung beras.

Begitu berjalan, namanya mencing dengan cara casting pastilah hilir mudik dan lalu lalang mencari di mana ada sambaran ikan. Nah, sambil berjalan ternyata ada ikan toman besar yang menggeliat-geliat di jalan.

Namanya dalam hutan, sendirian. Pastilah bulu kuduk langsung berdiri. Jangan jangan ada hantu ikan toman. Karena kaget Gw pun mundur dan memperhatikan apakah ini ikan toman betulan apa jadi-jadian.

Mau mendekati takut. Tidak di dekati siapa tau ikan itu ikan tomab betulan. Sayang jika nanti jatuh ke sungai lagi.

Sementara berpikir dan ragu-ragu, ikan pun jatuh ke sungai. Maka saya pun melanjutkan mancing lagi. Namun hati sudah galau tak karuan. Hingga akhirnya sampai pulang tidak mendapatkan ikan.

Begitu sampai di kendaraan, maka karung tempat ikan tadi akan saya ikat di kendaraan. Sebelum selesai mengikat terlihat ada kepala ikan toman nyembul di ujung karung bagian bawah.

Gw kaget benget! Jangan-jangan ikan Gw sudah lepas. Dan betul! Ikan dalam karung hanya tersisa tiga. Waduh!! Berarti yang lepas tadi ikan dalam karung. Dasar edan! Maki Gw dalam hati. Gara-gara penakut, ikan hasil pancingan hilang tiga.

Saking tajamnya gigi ikan toman, karung saja mampu robek dalam sekali gigit. Apalagi kalau hanya daging manusia.

Di daerah kami, jika sungai sudah surut biasanya banyak anak-anak yang mandi dan bermain di sungai. Sebagian ada yang sambil mencari remis dan kijing sungai (semacam kerang). Namun bila ada ikan toman yang nyembul, mereka pada terbirit-birit naik ke tepian.

Takutnya mereka pada ikan toman melebihi takutnya pada buaya dan ikan buntal. Padahal ikan buntal, sekali gigit tanpa rasa sakit langsung melobangi daging yang kena gigit. Da tentu saja buaya lebih mematikan. Tapi mereka tak takit buaya, karena memang tidak ada buaya di sungai itu.

Jadi tidak perlu harus ada penampakan dahulu baru ikan toman ditakuti.
Quote:

Cerita yang beredar memang sangat mengerikan. Entah ingin menakut-nakuti anak-anak agar tidak sering-sering mandi di sungai atau memang karena ada kejadian. Katanya ikan toman akan menyambar kaki jika berendam dekat dengan ikan toman.

Benar atau tidaknya cerita tersebut, namun Gw juga termasuk yang takut dengan ikan toman besar. Bukan karena penampakannya, tapi karena mang sering kena gigit.

Bukan salah ikan toman sih menggigit Gw. Salah Gw sendiri mengapa tangan Gw masuk ke mulutnya. Ha ha ha... Lah kalau tangan Gw tidak masuk, bagaimana melepaskan pancing dari mulutnya. Mosok harus sama-sama mengigit. Jadi ikan toman dong nanti.

Tapi begitulah, ikan toman adalah nama sejenis ikan buas dari suku ikan gabus. Memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan ikan gabus, toman dapat tumbuh besar mencapai panjang lebih dari satu meter dan menjadi spesies yang terbesar dalam sukunya.

Kalau sudah sangat besar melebihi batang kelapa diameternya siapa pun pasti akan takut kena sambaran dan gigitannya. Jangankan jari, lengan atau kaki mungkin saja akan putus. lepas dari pangkalnya. Amit-amit. Semoga Gw tidak ketiban sial dengan toman besar.

Paling nanti jika mancing dan dapat ikan toman sebesar batang kelapa pasti akan saya lepas. Daripada putus tangan mending gak usah aja sekalian makan ikan toman besar. Ikan toman kecil saja banyak kok.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
wojciecszczesny dan 11 lainnya memberi reputasi
Gedeee
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di