CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kolapsnya RS Rujukan Jabodetabek, Antrean UGD, Pasien Meninggal karena Terlantar
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60079b67c342bb460e126f13/kolapsnya-rs-rujukan-jabodetabek-antrean-ugd-pasien-meninggal-karena-terlantar

Kolapsnya RS Rujukan Jabodetabek, Antrean UGD, Pasien Meninggal karena Terlantar

Kolapsnya RS Rujukan di Jabodetabek, Antrean UGD hingga Pasien Meninggal karena Terlantar






Kasus Covid-19 yang belakangan melonjak di Indonesia imbas dari libur panjang dan berbagai kerumunan, termasuk penyelenggaraan Pilkada serentak Desember lalu, telah membuat fasilitas kesehatan tak berdaya.

Fenomena "lumpuhnya" fasilitas kesehatan ini bahkan dilaporkan terjadi di Ibu Kota Indonesia, yang memiliki fasilitas lebih banyak dan lebih lengkap dibandingkan daerah lain.

Kota penyangga di sekitar Ibu Kota, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi pun mengalami kejadian serupa di mana fasilitas kesehatan tak mampu lagi menampung ledakan kasus.

Seberapa gawat kondisi Covid-19 di wilayah Jabodetabek saat ini? Bagaimana kondisi fasilitas kesehatan sesungguhnya? Simak ulasannya di bawah ini:

Pasien darurat harus antre masuk UGD di Jakarta

Koalisi Lapor Covid-19 mengabarkan bahwa sejumlah pasien positif Covid-19 domisili Jakarta, yang butuh penanganan sesegera mungkin, kesulitan untuk mengakses layanan rumah sakit (RS).

Hal ini dikarenakan seluruh tempat tidur khusus pasien Covid-19 di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya telah penuh terisi.

Lapor Covid-19 mengklaim telah menghubungi 60 RS rujukan Covid-19 di Jabodetabek, tetapi hasilnya nihil.

"Kami sudah menghubungi Menteri Kesehatan, Gubernur DKI Jakarta, dan banyak pihak lain. Katanya sedang dicari, tapi belum ada sampai sekarang," kata relawan Lapor Covid-19 Ahmad Arif, Selasa (19/1/2021) siang.

Arief menjelaskan, di antara pasien tersebut ada seorang ibu dan bayinya yang masih berusia tiga tahun. Mereka merupakan pasien bergejala yang butuh penanganan segera.

Pada Selasa sore, relawan tersebut melaporkan bahwa sang ibu dan anak telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Namun, mereka tidak bisa langsung menjalani perawatan di Intensive Care Unit (ICU) karena seluruh tempat tidurnya sudah terisi.

"Masih harus antre," ujar Arif, yang menyesalkan kolapsnya RS di Jabodetabek di saat banyak orang butuh perawatan.

"Poinnya, saat ini rumah sakit sudah kolaps," imbuhnya.

Di lain pihak, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim masih ada tempat tidur untuk pasien Covid-19 yang tersisa, meski jumlahnya sangat sedikit.

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, atau Ariza, tempat tidur khusus pasien Covid-19 di wilayah Ibu Kota masih tersisa 13 persen.

Berdasarkan data Pemprov DKI, Jakarta memiliki total 7.827 tempat tidur isolasi dan 1.063 tempat tidur ICU yang tersebar di 101 RS rujukan.

Sebanyak 6.816 tempat tidur isolasi dan 871 tempat tidur ICU sudah terisi hingga Selasa kemarin.

Akumulasi kasus Covid-19 di Jakarta hingga Selasa (19/1/2021) adalah sebanyak 232.289 kasus, 19.215 di antaranya merupakan kasus aktif.

Sebanyak 209.238 pasien telah dinyatakan sembuh, sedangkan 3.836 lainnya meninggal dunia.

Warga Depok positif Covid-19 meninggal di jalan

Lapor Covid-19 sebelumnya juga melaporkan seorang warga domisili Depok, Jawa Barat, meninggal di taksi online dalam keadaan menderita gejala Covid-19.

Ia meninggal dalam perjalanan mencari rumah sakit yang menerima pasien Covid-19, setelah sebelumnya ditolak oleh 10 rumah sakit.

Insiden terjadi pada 20 Desember lalu, berdasarkan laporan keluarga yang diterima oleh Lapor Covid-19.

"Anggota keluarganya meninggal di taksi daring setelah ditolak 10 rumah sakit rujukan Covid-19," ujar Lapor Covid-19 dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/1/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita secara terpisah mengakui Instalasi Gawat Darurat sudah dipenuhi oleh pasien Covid-19.

"Akhirnya (pasien tersebut) nyari-nyari sendiri, mungkin sampai ke 10 rumah sakit," kata Novarita, Sabtu (16/1/2021). Ia menambhakan, Dinas Kesehatan Depok tengah mencari identitas sang korban.

Alarm soal ancaman kolapsnya fasilitas kesehatan (faskes) di Depok sudah berbunyi sejak akhir November 2020.

Saat itu okupansi ruang isolasi Covid-19 dari dua rumah sakit milik pemerintah, yakni RSUD Kota Depok dan RS Universitas Indonesia, mulai menyentuh 80 persen.

Pada 29 Desember 2020, ketika pasien aktif Covid-19 menyentuh angka 3.343 orang, Direktur RSUD Kota Depok Devi Maryori mengatakan bahwa IGD di rumah sakit tersebut sudah penuh.

Akibatnya, pasien mesti mengantre untuk bisa mendapatkan perawatan.

Saat ini, jumlah pasien aktif Covid-19 di Depok berjumlah 4.284 orang, terbanyak selama 10 bulan pandemi melanda.

Sementara untuk kasus kumulatif Covid-19 di Depok hingga Senin kemarin adalah 22.248 kasus. Sebanyak 17.458 di antaranya dinyatakan sembuh, dan 506 orang meninggal dunia.

ICU Kota Tangerang Selatan penuh

Hingga Selasa kemarin, Kota Tangerang Selatan hanya menyisakan 33 tempat tidur kosong untuk pasien positif Covid-19. Sementara itu, tempat tidur ICU sudah terpakai seluruhnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Deden Deni menjelaskan, terdapat sekitar 509 tempat tidur isolasi dan 31 tempat tidur ICU bagi pasien Covid-19 di kota tersebut.

"Tempat tidur isolasi tersedia 33, sedangkan tempat tidur ICU terpakai 31," ujarnya.

Pemkot Tangerang Selatan pun mulai membangun tenda di pusat karantina Rumah Lawan Covid-19, Selasa.

Koordinator Bidang Penanganan Satgas Covid-19 Tangerang Selatan, Suhara Manulang, mengatakan akan ada sekitar 16 tenda yang memuat 150 tempat tidur isolasi.

Dengan demikian, kapasitas tempat tidur isolasi di Rumah Lawan Covid-19 akan meningkat menjadi 300.

Total kasus Covid-19 di Tangerang Selatan hingga Selasa adalah 4.396 kasus, 551 di antaranya merupakan kasus aktif. Sebanyak 3.604 pasien dilaporkan sembuh dan 241 lainnya wafat.

Bogor mulai operasikan RS darurat

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, mulai mengoperasikan rumah sakit darurat (RSD) di kawasan GOR Pajajaran, Senin (18/1/2021), seiring melonjaknya kasus positif Covid-19.

Rumah sakit yang dikhususkan untuk pasien bergejala ringan tersebut memiliki 64 tempat tidur, 11 dokter umum, dan 44 perawat.

Wali Kota Bogor Bima Arya menuturkan, kasus Covid-19 di kota tersebut terus meningkat, ditandai dengan semakin penuhnya rumah sakit rujukan Covid-19 di Bogor.

"Jika ditanya seberapa darurat, sangat darurat. Saya harus katakan hal itu kepada warga Kota Bogor. (Pembukaan RSD) ini adalah ikhtiar kita untuk semaksimal mungkin menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa manusia di Kota Bogor," ujar Bima saat peresmian RS darurat tersebut.

Untuk pertama kalinya, kasus harian Covid-19 di Kota Bogor menembus angka 100, yakni terdapat 120 penambahan kasus baru pada Selasa (19/1/2021).

Dengan penambahan tersebut, total kasus positif Covid-19 di Kota Bogor menjadi 6.936, 1.275 di antaranya merupakan kasus aktif. Sebanyak 5.515 dinyatakan sembuh, dan 146 meninggal dunia.

Bekasi tambah tempat tidur isolasi

Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, menambah tempat tidur isolasi bagi pasien Covid-19 di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk di RSD Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi yang mendapat tambahan 10 tempat tidur.

"Kami tambah tempat tidur isolasi di RSD Stadion Patriot Candrabhaga, (yang tadinya ada 55 unit) sekarang ada 65 unit," ujar Wali Kota Bekas, Rahmat Effendi, Selasa (19/1/2021).

Pria yang akrab disapa Pepen tersebut mengatakan, sejumlah tempat tidur juga ditambahkan di beberapa rumah sakit umum daerah (RSUD). Namun, dia tidak merinci data tersebut.

Jumlah kasus Covid-19 di Kota bekasi hingga Selasa adalah 19.610 kasus, 1.601 di antaranya merupakan kasus aktif. Sebanyak 17.682 dinyatakan sembuh, dan 327 lainnya meninggal dunia.


https://megapolitan.kompas.com/read/...ninggal?page=3


Ngeri coy emoticon-Takut


profile-picture
profile-picture
profile-picture
kimha420 dan 31 lainnya memberi reputasi
bagusss pda mati semua emoticon-Ngakak

liburan kmrn pada banyak yg ngantri, bandara sampe penuh sesak..
demo2 idiot, yg layat kmrn2, jg pada kerumun semua bny ga pke masker

moga semua pada mati cepet biar indonesia cepet bebas dari covid

Sukurin mati mati mati emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
leighkurgnovan dan 3 lainnya memberi reputasi
profile picture
Andirujak
aktivis kaskus
Jangan lupa tu aksi ambil paksa mayat. Kebodohan hakiki. Itu kadrun tukang provokator dilaknat dunia akhirat
profile picture
iytsu
kaskuser
Hahahha.. setidak ny filter alami telah dtg gan, mana yg benar² "eware" dan mana yg cm bs denger tanpa bs memfilter
profile picture
Andirujak
aktivis kaskus
@iytsu setuju gan. Tapi konsekunsinya terlalu besar, bukan hanya nyawa, tapi juga kelangsungan hidup di masa depan. Selama pandemi kagak selesai, ekonomi masih di zona resiko. Orang orang tetap tidak memahami apa yg akan terjadi jika pandemi berlarut2
profile picture
iytsu
kaskuser
@Andirujak ya itu lah gan. Bahkan dampak ny bs ke kita jg yg bner² serius ttg pandemi ni n serius ttg prokes. Tp di sini kita bcra ttg masyarakat indo yg bodoh, barbar, miskin, dan keras kpala. Maaf gw bkn mengejek, tp emang fakta ny bgtu dan karna hal² itu, penegakan prokes jadi sulit d lakukan. Miskin shingga ekonomi trganggu shingga hrus mencara penghidupan dlm kondsi sperti ini, keras kpala shingga mengabaikan prokes, bodoh membuat mreka prcya pd hal² yg blm pasti benar n lalai. Jadi masalah d sni jd kompleks gan, Kita hnya bs tetep brusha hingga akhir, dan jika kita bs brtahan, karna kalo bkn kita yg peduli, sapa lg? smoga kita bs naek lvel
profile picture
Andirujak
aktivis kaskus
@iytsu statement loe betul banget bray. that’s the fact. Kebodohan adalah akar masalah. Cari duit bisa kok asal prokes ketat kagak ditinggal, tp mereka tidak paham, ngertinya cuma oh sudah pakai masker, aman, dipikirnya begitu. Kacau lah. Ntar kalo ekonomi kolaps, ujung2 nya tereak tereak susah cari makan. Wtf
profile picture
Org indo kl ga liburan serasa mau mati kayaknya. Begitulah kl kebahagiaan ditentukan faktor eksternal
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 6 dari 6 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di