CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Militer dan Kepolisian /
Ohio Class - Kapal Selam Bertenaga Nuklir Buatan Paman Sam
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/600566a428c99175ca19b575/ohio-class---kapal-selam-bertenaga-nuklir-buatan-paman-sam

Ohio Class - Kapal Selam Bertenaga Nuklir Buatan Paman Sam

Bicara soal alutsista yang beroperasi di laut, Paman Sam sampai saat ini masih menjadi negara dengan armada laut yang cukup komplit. Mulai dari kapal induk, kapal selam, sampai kapal perang tipe fregat atau destroyer mereka punya. Maka tidak heran jika Angkatan Laut Paman Sam menjadi salah satu yang terkuat di dunia.

Pada kesempatan kali ini TS akan membahas salah satu kapal selam nuklir milik Paman Sam, seperti biasa kita mulai dari sejarahnya terlebih dahulu.



SEJARAH

Kapal selam milik Paman Sam yang akan TS bahas merupakan alutsista yang cukup uzur sebenarnya, namun begitu kemampuannya tidak boleh diremehkan. Kapal selam tersebut diberi nama Ohio Class yang terdiri dari 18 unit kapal selam. Pembangunan kapal ini dimulai pada dekade 1970-an, kapal selam ini juga dibangun dengan tujuan untuk menyaingi kapal selam Typhoon buatan Uni Soviet.

Ohio Class dibangun untuk bisa membawa rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam, istilah kerennya rudal ini bernama submarine-launched ballistic missile (SLBM), rudal yang dibawa oleh kapal selam Ohio Class diberi nama Trident. Kita sudah pernah mendengar cerita sejarah mengenai bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, bom tersebut memiliki kekuatan 20 kT.

Sedangkan satu rudal Trident yang dibawa Ohio Class berkekuatan 475 kT, dimana setiap kapal selam Ohio Class mampu membawa 24 rudal Trident. Dengan rudal ini, maka Paman Sam bisa dengan mudah menghancurkan sebuah kota besar di sebuah negara. Rudal ini mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1970-an.




Ohio Class.

Foto: military.com


Versi awal rudal Trident diberi nama Trident I C4, sementara varian terbaru yang saat ini masih digunakan oleh Paman Sam diberi nama Trident II D5. Trident II merupakan versi pengembangan dari varian awal Trident, termasuk jenis rudal balistik antar benua yang bisa diluncurkan dari kapal selam.

Meskipun Trident II tidak superior seperti rudal balistik yang berbasis di daratan, namun kemampuannya tetap bisa membuat ketar-ketir negara lain. Karena rudal ini bisa dibawa mendekati wilayah suatu negara dengan kapal selam. Rudal ini dibekali 14 hulu ledak nuklir dengan berat masing-masing 175 kg, total Ttident II memiliki bobot 2.800 kg dengan jarak jangkauannya mencapai 7.400 km.

Rudal ini memiliki panjang 13,579 m dan diameter 2,11 m serta kecepatanya mencapai Mach 24. Selain Angkatan Laut Amerika, rudal Trident II D5 juga digunakan oleh Angkatan Laut Inggris (Royal Navy).




Uji coba Trident II D5.

Foto: Petty Officer 1st Class Ronald Gutridge.


Namun, semua kehebatan tersebut harus dibayar sangat mahal. Karena setiap tembakan dari rudal ini bernilai Rp 1,96 Triliun, itu artinya setiap kali Trident II D5 diluncurkan, maka Paman Sam akan membuang uang Rp 1,96 Triliun. Entah itu untuk uji coba, latihan atau suatu saat digunakan pada misi yang sesungguhnya. Kas negara Amerika akan minus Rp 1,96 Triliun. Dana Rp 1,96 Triliun ini setara dengan harga satu unit pesawat jet tempur baru.

Pada tahun 2012 Paman Sam harus merogoh kocek US$ 39.456 juta untuk proyek pengembangan Trident II D5. Hal ini belum termasuk biaya operasional unit kapal selam yang digunakan untuk membawa rudal Trident. Nama Trident sendiri diambil dari nama senjata milik Neptunus, merupakan tombak bermata tiga yang identik dengan mitologi kuno.




Ilustrasi: Becky Kehler/Pinterest

Nama Trident diambil dari senjatanya King Neptune emoticon-Big Grin


Kapal pertama dari kelas ini diberi nama Ohio, mulai dibangun pada tahun 1976 dan selesai tahun 1979, serta mulai berdinas bersama US. Navy pada tahun 1981. Setelah Ohio resmi bertugas, kemudian diikuti kapal selanjutnya yakni sebagai berikut: USS Michigan (SSGN-72728) berdinas pada 1982, USS Florida (SSGN-72828) berdinas pada 1983, USS Georgia (SSGN-7292) berdinas pada 1984. Empat kapal selam pertama yang dibangun saat ini disebut sebagai kapal selam rudah jelajah (SSGN).

Sementara 14 kapal lainnya adalah kapal selam rudal balistik (SSBN) yang terdiri dari: USS Henry M. Jackson
(SSBN-7306) berdinas pada 1984, USS Alabama (SSBN-73127) berdinas pada 1985, USS Alaska (SSBN-73227) berdinas pada 1986, USS Nevada (SSBN-7337) berdinas pada 1986, USS Tennessee (SSBN-7347) berdinas pada 1988, USS Pennsylvania (SSBN-73529) berdinas pada 1989, USS West Virginia (SSBN-73621) berdinas , USS Kentucky (SSBN-73713) berdinas pada 1991, USS Maryland (SSBN-73814) berdinas pada 1992, USS Nebraska (SSBN-73926) berdinas pada 1993, USS Rhode Island (SSBN-74015) berdinas pada 1994, USS Maine (SSBN-7415) berdinas pada 1995, USS Wyoming (SSBN-74218) berdinas pada 1996, USS Louisiana (SSBN-74319) berdinas pada 1997.




Ilustrasi: military.com


Sebenarnya Paman Sam memiliki 18 kapal selam rudal balistik nuklir yang beroperasi sampai pertengahan tahun 1990-an. Namun, pada Juni 1992 Amerika menyepakati perjanjian pengurangan senjata strategis. Dalam perjanjian tersebut, Amerika hanya boleh mengoperasikan 14 unit kapal selam rudal balisitik yang dimulai pada tahun 2002.

Daripada mempensiunkan 4 kapal selamnya, Paman Sam kemudian merubah konfigurasi 4 kapal selamnya menjadi kapal rudal jelajah. Empat kapal selam tersebut dapat melakukan misi serangan darat konvensional dan operasi khusus. Empat kapal tertua di kelasnya yakni Ohio, Michigan, Florida, dan Georgia secara bertahap dirubah menjadi kapal selam rudal jelajah dengan biaya yang jauh lebih rendah serta waktu modifikasi yang lebih singkat.




Foto: United States Department of Defense


USS Ohio memasuki galangan kapal pada 15 November 2002, menyelesaikan pengisian bahan bakar dan konversi pada Desember 2005 dan berdinas untuk pertama kalinya pada Oktober 2007. USS Florida memulai pengisian bahan bakar dan konversi pada Agustus 2003 dan kembali bertugas pada bulan April 2006.

USS Michigan masuk galangan kapal pada bulan Oktober 2004 dan dikirimkan pada bulan November 2006. Sementara kapal selam terakhir yang masuk galangan kapal adalah USS Georgia, menyelesaikan tahap konversi pada bulan Desember 2007. Biaya konversi kapal selam rudal balistik menjadi kapal selam rudal jelajah memerlukan dana US$ 700 juta per unitnya.




Foto: military.com


Proses konversi ini dilakukan oleh Galangan Kapal General Dynamics Electric Boat yang dulunya juga membuat kapal selam tersebut. Dalam perbaikan mesin dan pengisian bahan bakar nuklir atau orang Amerika menyebutnya sebagai Engineered Refueling Overhaul (ERO), pihak General Dynamics juga bekerja sama dengan Galangan Kapal Angkatan Laut Puget Sound dan Galangan Kapal Angkatan Laut Norfolk.

Galangan Kapal Angkatan Laut Puget Sound di Washington melakukan ERO untuk Ohio dan Michigan sementara Galangan Kapal Angkatan Laut Norfolk, yang berlokasi di Virginia, melakukan pengisian bahan bakar untuk Florida dan Georgia. Hal tersebut membuat proses konversi lebih cepat dan tepat waktu.



Kapal Selam Bertenaga Nuklir

Kapal selam Ohio Class milik Paman Sam sudah menggunakan tenaga nuklir, kapal ini dibekali satu buah reaktor nuklir  S8G PWR dengan dua buah turbin penggerak yang dapat menghasilkan tenaga maksimal mencapai 35.000 shp. Kecepatannya sendiri mencapai 12 knot (21 km/jam) saat dipermukaan dan 20 knot (37 km/jam) saat dibawah air.

Ukuran dimensi kapal ini tidak jauh berbeda dengan Typhoon Class buatan Soviet, hanya saja milik Soviet memiliki bobot lebih besar. Ohio Class memiliki panjang 170.69 m, lebar 12.80 m, serta tinggi 11.58 m. Beratnya mencapai 16.765 ton saat muncul di permukaan dan 18.750 ton saat berada dibawah air.

Untuk persenjatannya, 14 kapal dengan konfigurasi rudal balistik dibekali 4 x torpedo Mk 48 533 mm dengan 24 tabung peluncur rudal Trident II D5, sementara untuk 4 kapal selam rudal jelajah masih dibekali torpedo yang sama. Namun, untuk rudalnya menggunakan jenis Tomahawk (permukaan-ke-permukaan) dengan total 156 rudal yang bisa dibawa. Tabung peluncur Trident II pada keempat kapal selam tersebut juga sudah dimodifikasi agar bisa meluncurkan rudal Tomahawk.




Tabung peluncur rudal di USS Tennessee.

Ilustrasi: jejaktapak.com


Karena menggunakan tenaga nuklir tidak ada ukuran pasti berapa jarak yang bisa ditempuh, jarak jelajahnya hanya dibatasi oleh persediaan makanan (logistik). Namun, biasanya kapal selam ini menghabiskan waktu di laut selama 70 hari dan masuk galangan kapal untuk perbaikan rutin selama 2 minggu. Untuk kru yang bertugas di kapal selam Ohio Class mencapai 155 personel.

Paman Sam sendiri rencananya akan mempensiunkan seluruh kapal di kelas ini pada tahun 2029, itu artinya pada tahun tersebut mereka harus memiliki kapal selam baru. Saat ini Paman Sam sedang membangun kapal selam baru yang diberi nama Columbia Class. Kapal selam ini sudah mulai dikembangkan pada tahun lalu dan akan mulai dibangun tahun ini, diharapkan pada 2029 nanti Columbia bisa menggantikan peran Ohio.

Secara dimensi Columbia akan dibuat sama dengan Ohio, dengan dilengkapi 16 tabung peluncur rudal Trident II 5DLE. Rencananya Paman Sam akan membangun 12 kapal kelas Columbia. Sebenarnya saingan terdekat dari Ohio Class adalah Typhoon Class buatan Uni Soviet, tetapi karena kesulitan ekonomi, kapal selam tersebut terpaksa harus pensiun.

Saat ini negara yang mengoperasikan kapal selam rudal balistik diluar Amerika adalah Inggris, Prancis serta China. Meski dibekali berbagai persenjataan dan rudal yang mampu menghancurkan kota-kota besar di negara maju, namun masih cukup sulit bagi ketiga negara tersebut untuk menyaingi kemampuan dari kapal selam Ohio Class.

Berikut ini sekilas interior dari Ohio Class:









Foto: United States Department of Defense




Foto: wikipedia.org


Ohio Class

Negara Asal: Amerika Serikat
Galangan Kapal: General Dynamics Electric Boat
Kru: 155 personel
Dimensi Kapal: panjang 170.69 m, lebar 12.80 m, serta tinggi 11.58 m
Bobot: 16.765 ton saat muncul di permukaan dan 18.750 ton saat berada dibawah air
Tenaga Penggerak: Satu unit reaktor nuklir S8G PWR dengan tenaga 35.000 shp
Kecepatan: 12 knot (21 km/jam) saat dipermukaan dan 20 knot (37 km/jam) saat dibawah air
Sensor dan Sistem Manajemen: BQQ-6 passive bow-mounted array (which includes BQS-13 fire control array), BQR-19 navigation, TB-16 or BQR-23 towed array, 7BQR-25 conformal array
Persenjataan: 4 x torpedo Mk 48 533 mm, 24 x Trident IID5 (kapal selam rudal balistik), 156 rudal Tomahawk (kapal selam rudal jelajah)
Biaya Per Unit: US$ 2 Miliar



Spoiler for Tambahan Video:



Demikian sedikit pembahasan kapal selam bertenaga nuklir milik Paman Sam, semoga bisa menambah wawasan baru untuk kita semua di bidang alutsista dan pertahanan. Jika agan dan sista menyukai tulisan ini jangan lupa untuk rate 5, cendol, share dan komen. Sampai jumpa lagi, enjoy Kaskus emoticon-Angkat Beer



Referensi: 1.2.3.4
Ilustrasi: google image, United States Department of Defense, military.com
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indramamoth dan 52 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh si.matamalaikat
Quote:

kalo infiltrasi pasukan khusus sih ada (jumlahnya sedikit, bukan marinir yg serombonganemoticon-Big Grin)

mungkin istilahnya bukan "ditembakkan", karena tidak didorong keluar seperti torpedo, tapi orangnya merangkak keluar...cmiiw

infiltrasi dari kapal selam
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Gailham dan 4 lainnya memberi reputasi
profile picture
nowbitool
kaskus geek


Wuih save link deh blog nya...

Makasih om jagorudal emoticon-Recommended Seller
profile picture
Gailham
kaskus maniac
Baru ngeliat aja udah ngeri emoticon-Big Grin
Sekali lobang torpedo dibuka orangnya langsung kena tekanan air berkali lipat dari udara. Harus punya manajemen pengaturan tekanan dalam tubuh dan gak boleh panik sama-sekali. Belum nanti kalo berangsur-angsur ke permukaan. Kalo gak terlatih paru-paru bisa pecah. Bener-bener gak boleh sembarangan ini.
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 2 dari 2 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di