CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Boeing 737 Klasik Sering Bermasalah, Tipe Ini Yang Dipakai Sriwijaya Air SJ 182
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ffbd58fc0cad75a3a3cd9f3/boeing-737-klasik-sering-bermasalah-tipe-ini-yang-dipakai-sriwijaya-air-sj-182

Boeing 737 Klasik Sering Bermasalah, Tipe Ini Yang Dipakai Sriwijaya Air SJ 182





Tidak ada buatan manusia yang sempurna, apalagi sebuah pesawat yang umurnya sudah tidak muda lagi. Walaupun sekelas perusahaan raksasa tetap saja akan ada kekurangan dari sebuah produk yang umurnya semakin tua.

Boeing 737 itu yang akan kita ulas, setelah pesawat Sriwijaya Air hilang kontak di perairan kepulauan seribu, perjalanan dari Jakarta menuju Pontianak mengalami petaka.

Pesawat yang dipakai oleh maskapai bisa dibilang adalah pesawat tua dari Boeing Commercial Airplanes. Boeing 737-524 pesawat ini pertama kali diterbangkan tahun 1984, bisa dibilang ini 737 klasik.



Bahkan kalau mau dilihat kembali ada Boeing 737 Max milik Lion Air yang kecelakaan pada 29 Oktober 2018.

Pada awalnya Boeing 737 adalah pesawat yang sangat handal, namun umur pesawat yang semakin tua tentu sudah tidak layak terbang. Hampir puluhan ribu unit dipakai oleh sejumlah maskapai di dunia, hingga lahirlah Boeing Max yang membawa petaka dengan jatuhnya Lion Air dan Ethiopian Airlines membuat Boeing merecall produksi pesawatnya.

Namun kali ini Boeing 737-524 yang dipakai oleh Sriwijaya Air termasuk generasi kedua dari perusahaan tersebut umurnya yang sudah 20 tahun mengudara tentu bukanlah hal yang baik untuk transportasi massal di udara.



Maka tak heran banyak dari maskapai penerbangan tak memakai jasa dari Seri 737-500 untuk maskapai Southwest Airlines terakhir kali menggunakan pesawat ini pada tahun 2016. Tapi Sriwijaya Air masih menggunakan jasa pesawat ini mungkin saja terkendala masalah biaya untuk membeli pesawat baru.

Seri 737-500 memang banyak yang mengalami kecelakaan di seluruh dunia, terakhir adalah maskapai Rusia Utair ketika akan mendarat ternyata roda pendaratan tak berfungsi. Setelah itu 737-500 kecelakaan di Indonesia, dengan merenggut puluhan nyawa.

Padahal dari pihak penerbangan sipil Amerika Serikat (Federal Aviation Adminstration/ FAA) tepatnya di bulan Juli 2020 pernah memperingatkan maskapai dunia yang masih menggunakan seri klasik Boeing 737 (seri 300 hingga 500), agar perawatannya jangan sampai lengah.



Mereka mendapati korosi pada katup pemeriksaan udara (air check valves), apalagi kalau tak dioperasikan selama seminggu. Korosi pada katup bisa mengakibatkan hal yang fatal dapat merusak mesin ganda.

Apakah akibat corona banyak yang tak beroperasi, akhirnya pesawat klasik ini mengalami kerusakan korosi pada katup, hingga belum lama tinggal landas akhirnya rusak pada fungsi mesin? Kita tunggu saja investigasi selanjutnya, dan untuk para korban saya turut berbela sungkawa Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un".

See u next thread.



emoticon-I Love Indonesia



"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2020
referensi : klik,klik,klik
Pic : google

emoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Star


profile-picture
profile-picture
profile-picture
risch dan 31 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
Boeing itu pesawat made in america
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agungndutsekali dan 4 lainnya memberi reputasi
profile picture
.Boyo.
kaskus addict
Iyup gan
profile picture
akamamichi
Auto Banned
@.Boyo. ga usah ladenin ga, pembenci amerika itu
profile picture


syukurlah Boeing bukan made in china
kalau tidak ,sinophobia pasti akan beronani ria hujat salahkan chinese
profile picture
ex.napi
kaskus addict

Boeing memang lebih sering kecelakaan
https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_accidents_and_incidents_involving_commercial_aircraft
profile picture
einizanagi
kaskus addict
Perusahaan satunya airbus tetep aja bule yang bikinemoticon-Big Grin
profile picture
Iya naik getek aja gan, produk lokal
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 6 dari 6 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di