CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Female / Sista /
Pembalut Kain, Solusi Buat Sista yang Mudah Iritasi (Review + Sharing Pengalaman)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5fd0be05a2e3aa2ffe137d12/pembalut-kain-solusi-buat-sista-yang-mudah-iritasi-review--sharing-pengalaman

Pembalut Kain, Solusi Buat Sista yang Mudah Iritasi (Review + Sharing Pengalaman)

ALOHA GANSIS

WELCOME TO MY THREAD

 

emoticon-Selamatemoticon-Ultah

Pembalut atau menstrual pads… sista-sista pasti setuju kan kalau benda ini sudah menjadi kebutuhan pokok tiap bulannya? Yakin deh, pasti benda ini tertulis dalam daftar belanja para sista. Kalau sampai kelupaan membeli, entah bagaimana kelimpungannya para sista di saat Redzone tiba. Namun, bagaimana jika seorang sista justru punya masalah dengan benda penting ini?



Ane salah satunya. Berawal dari 4 bulan lalu, ane yang biasa menggunakan salah satu produk pembalut sekali pakai dan tidak pernah bermasalah dengan merek tersebut, hari itu justru merasakan sesuatu yang berbeda. Ane merasa tidak nyaman. Awalnya hanya gatal-gatal ringan, tapi semakin hari, rasa gatal itu makin menjadi.

Respons pertama ane … bingung. Kok bisa selama ini baik-baik saja, tiba-tiba jadi iritasi begini? Padahal, ane termasuk yang lumayan boros menggunakan pembalut. Hampir setiap ke toilet, ane sempatkan ganti pembalut (meskipun belum penuh). Jadi, kalau ada sista yang komen, “kamu jorok kali, jarang ganti.” ane pastikan komen tersebut salah besar.

Bulan berikutnya, ane pun mencoba mengganti pembalut sekali pakai merek lain. Hasilnya tetap sama. Ane gatal-gatal dan justru makin parah. Pada titik ini, ane mulai panik. Mulai berpikir, “bagaimana kalau ane iritasi terhadap semua merek pembalut sekali pakai? Harus pakai apa nantinya?”

Sebenarnya, zaman sekarang sudah banyak produk alternatif pengganti pembalut sekali pakai. Ambil saja salah dua contohnya adalah tampon dan menstrual cup. Namun, ane pribadi takut menggunakan dua produk ini karena … ya, sista-sista pasti paham lah ya. Itu loh, berkaitan sama cara penggunaannya.



Ane pun kemudian iseng mengetik “Pembalut Kain” di salah satu aplikasi belanja online dan cukup terkejut menemukan betapa banyaknya produk ini bertebaran di sana. Kaget! Pasalnya, setahu ane produk ini tuh sering dipakai sista zaman dahulu (zaman nenek ane) dan termasuk produk jadul. Tapi, setelah ane perhatikan, ternyata ini adalah versi moderennya dan bentuknya mirip sekali dengan pembalut sekali pakai yang kita gunakan sekarang.


Tanpa pikir panjang, ane pun membeli salah satu merek produk “Pembalut Kain” yang katanya paling hits (gak ane sebutkan mereknya karena ane gak di-endorse haha). Sayangnya, merek yang satu ini tidak menjual produk mereka secara satuan. Mereka menjual dengan bentuk paketan, isi 6 buah per kantong. Ada paket campuran, ada pula yang isi 1 jenis saja. Kebetulan ane membeli paket 1 jenis yaitu paket “Night Use”.

Berikut bentuk paket “Night Use”


Sumber: Dok. Pribadi

Bagian isinya


Sumber: Dok. Pribadi

Produk “Night Use” yang ane beli berukuran panjang 30 cm dan bentangan lebar 20 cm. Motifnya juga lucu-lucu, meskipun gak kelihatan juga sih ya (hehe). Daya tampungnya pun cukup besar, yaitu 110 cc. Ini sama dengan produk sekali pakai, artinya penggunaan bisa sampai 4-5 jam lamanya. Sebagai pengganti perekat, produk ini dilengkapi satu kancing di bagian bawahnya yang berfungsi sebagai daya cengkeram agar pembalut ini tidak mudah bergeser saat digunakan.

Bagian dalam pembalut


Sumber: Dok. Pribadi

Bagian luar pembalut


Sumber: Dok. Pribadi

Cara mengancingkan


Sumber: Dok. Pribadi

Singkat cerita, produk ini datang saat Redzoneane tiba. Sebelum digunakan, ane cuci dulu supaya lebih aman dan higienis. Awal penggunaan, jujur saja ane merasa khawatir. Ya, khawatir bocor. Karena pikiran ane saat itu adalah, “masa iya sih produk kain gini katanya anti bocor? Kok bisa?”

Tapi, kekhawatiran ane rasanya jadi sia-sia. Benar loh, produk ini anti bocor. Daya serapnya pun luar biasa. Bahannya lembut dan sangat nyaman digunakan. Produk ini juga tidak mudah bergeser, meski hanya menggunakan satu kancing. Ane yang tidurnya lumayan petakilan dan sering mengalami yang namanya bocor depan dan samping, setelah menggunakan produk ini tidak mengalami itu lagi.

Pokoknya, pemakaian hari pertama, ane langsung jatuh cinta. Ya bayangkan saja, setelah 2 bulan sebelumnya ane menghadapi rasa gatal akibat iritasi yang menyiksa, hari itu ane bisa melewati hari Redzonedengan amat sangat nyaman tanpa masalah.



Produk ini juga terbilang ekonomis. Daya pakainya bisa sampai bertahun-tahun. Jadi, selama memiliki produk ini, sista gak perlu lagi tuh mengeluarkan biaya untuk membeli pembalut tiap bulan. Lumayan, uangnya bisa dipakai belanja keperluan lain. Produk ini juga disebut ramah lingkungan karena bisa digunakan berkali-kali dan sista bisa ikut kampanye pengurangan sampah plastik di bumi. Keren gak tuh?

Namun, setiap produk pasti selalu ada kekurangannya. Nah, kekurangan dari produk ini adalah lama sekali keringnya setelah dicuci (meski sudah pakai pengering pun tetap lama). Buat sista yang seperti ane, gak betah lama-lama pakai satu pembalut, harus banget punya stok banyak. Minimal punya 2 paket alias selusin pembalut kain lah. Jadi, kalian gak akan kelimpungan kalau pembalutnya belum kering.

Karena masalah itu pula, produk ini terasa kurang praktis untuk sista yang mobilitasnya tinggi. Kenapa? Karena kalian mungkin akan kesulitan jika harus mengganti pembalut saat tidak di rumah. Sista gak bisa langsung buang pembalut selesai dipakai, artinya sista harus menyediakan kantong plastik untuk menyimpan pembalut basah yang selesai kamu cuci untuk kemudian dijemur nantinya. Rempong, kan?

Intinya, setiap produk selalu ada plus dan minusnya. Keputusan akhir ada di tangan sista. Kalau ane yang jelas ada masalah sama pembalut sekali pakai ini sih sudah mantap beralih menggunakan pembalut kain (termasuk menerima segala kerempongan penggunaannya).


Sumber: wikipedia.com

Nah, itu dia sedikit review dan sharingpengalaman ane si pengguna pembalut kain newbie ini. Semoga bisa membantu para sista yang punya masalah sama untuk mendapatkan solusi atas masalahnya. Kalau kebetulan ada agan yang baca, boleh share ke teman atau pasangannya juga ya. Siapa tahu mereka butuh pencerahan ini.

Apakah pembahasan ane kurang lengkap? Buat sista yang masih ragu atau kepo ada hal-hal yang mau ditanyakan, silahkan ajukan pertanyaan di kolom komentar. Nanti ane akan jawab sebisanya. Buat yang sudah menggunakan pembalut kain seperti ane, boleh juga dong berbagi pengalamannya di sini. Kita menggosip bersama ~

emoticon-terimakasihemoticon-Rate 5 Staremoticon-Cendol Ganemoticon-Big Kiss

 

Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
wanitatangguh93 dan 26 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh kaniarf
Dipakai di ransel enak juga nih emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ruryajah dan 3 lainnya memberi reputasi
profile picture
TS kaniarf 
KASKUS Plus
Kok di ransel? emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
profile picture
kicquck 
Retired Enthusiast
@kaniarf biar ga berat
profile picture
ruryajah
kaskus holic
@kaniarf Biasa nya dipakai untuk tas gunung(ransel gunung/carrier) jaman baheula. Karena dulu belum ada back system. Daerah pundak rawan lecen karena beban berat, begitu juga di area pinggul.

Kayaknya yang dimaksud buat di ransel sih gitu wkwkwkwk
profile picture
kicquck 
Retired Enthusiast
@EndangErnaini hmmm hai halo miss endang tapi ga pakai dut
profile picture
ruryajah
kaskus holic
@kaniarf yaa ga tau... Wkwkwkwk asal nebak aja 😂😂😂🙏🙏🙏
profile picture
kicquck 
Retired Enthusiast
@ruryajah betul sekali kak wkwkw jaman dl kan blm mampu beli tas gunung yang oke punya makanya ya pakai pembalut emoticon-Leh Uga
profile picture
@kicquck kok pakai hmmm kak emoticon-Angel
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 10 dari 10 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di