KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Secuil Cerita tentang Dunia Pekerja Seks Komersial
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5fcd9a2ff0bdb2462471ea11/secuil-cerita-tentang-dunia-pekerja-seks-komersial

Secuil Cerita tentang Dunia Pekerja Seks Komersial



HAI AGAN DAN SISTA!

emoticon-Hai

Keharusan untuk memenuhi kebutuhan hidup telah mendorong banyak orang untuk menjalani profesi sebagai pekerja seks komersial (PSK). Himpitan keuangan, lapangan kerja yang terbatas, serta gaji yang menggiurkan adalah alasan utama seseorang untuk masuk ke dunia itu.

Perlu untuk kita ketahui, bahwa menjajakan seks sebagai sebuah 'profesi' sudah lama dilakukan. Yaitu, sejak zaman transaksi barter dilakukan. Agar bisa bertahan hidup, orang-orang pun menukar hubungan seksual dengan barang yang dibutuhkan. Sedangkan prostitusi yang kita kenal sekarang, sudah berlangsung sejak zaman Victorian silam.

Perguliran zaman dan kecanggihan teknologi telah membuat para pekerja seks komersial, lebih leluasa dalam menjalani profesi. Mereka pun kini terklasifikasi dalam berbagai kelas: mulai dari kelas bawah hingga kelas papan atas dengan penghasilan puluhan juta per jam.

So, hari ini ane akan berbagi sedikit 'pengetahuan' tentang dunia PSK. Di mana informasi ini ane dapatkan dari seorang senior ane yang dulunya pernah bekerja sebagai penjaja seks komersial.

Terbagi dalam Tiga Kelas

Seperti yang ane sebutkan di atas, bahwa profesi PSK terklasifikasi dalam berbagai kelas. Yang pertama ada kelas bawah. Kalau kata senior ane, "Cabe Emperan.". Sesuai namanya, kelas bawah ini biasa menjajakan diri mereka di emperan, di pinggir jalan, warung plus-plus, bahkan di area pemakaman.



Nah, diketahui bahwa jumlah terbanyak dari piramida bisnis prostitusi ditempati oleh PSK kelas ini. Mereka ada di mana saja, menjajakan diri dengan harga yang murah. Mulai dari puluhan ribu dan mentok di angka lima ratus ribu per ronde (satu ronde = satu kali ejakulasi).

"Lima ratus ribu untuk kelas ini udah mahal banget," ujar Senior ane.

Ya, maklum. Karena mereka kelas terendah, maka 'service' yang diberikan juga seadanya. Jadi, 'pelanggan' tidak bisa minta ini dan itu. Penampilannya pun seadanya dan bentuk fisik yang biasa-biasa saja. Selain itu, tempatnya pun juga ala kadarnya. Paling mewah di bilik petak pakai spring bad murah dan paling parah kadang di semak-semak bahkan di pemakaman.



"Itu, buat cewek yang dibayar dua puluh ribu sampe lima puluh ribu, sering 'kerjanya' di semak-semak. Kadang di kuburan juga mau."

Btw, PSK kelas ini adalah mereka yang menjajakan tubuh murni karena desakan ekonomi. Kan gak mungkin rasanya mereka rela dijamah dan dibayar murah jika tak benar-benar butuh uang. Ya tho?

***



Kedua, PSK kelas menengah. Mereka adalah PSK dengan jumlah terbanyak kedua di piramida bisnis berlendir. Jika dibandingkan dari tingkatan sebelumnya, PSK kelas ini memiliki 'kualitas' yang lebih bagus. Service yang oke, penampilan yang menarik, dan 'tempat kerja' yang nyaman. Namun, tentu saja itu disesuaikan dengan tarif booking-nya.

Pekerja di kelas ini bisa ditawar dengan harga 2 juta per jam hingga 20 juta. Makanya, tak jarang pekerja di kelas ini banyak yang memiliki body bagus karena mereka memiliki modal untuk perawatan. Mereka juga bekerja di bawah 'agensi' tertentu. Di mana urusan harga, tempat, dan pelanggan diurus sampai beres oleh 'manajer-nya', sedangkan si pelaku hanya menerima bersih dan 'siap tempur'.

Pelanggan dari kelas ini pun juga bukan orang biasa. Jika pekerja kelas bawah biasa dipesan oleh supir, kuli, atau pekerja rendah lainnya. Nah, yang kelas menengah ini juga 'dikonsumsi' oleh golongan menengah pula.

"Biasanya pejabat paling banyak. Kayak aku, pernah 'kerja' bareng pejabat."

Biasanya, pelanggan untuk kelas menengah ini tak hanya diminta untuk 'bermain di ranjang', tapi juga menemai mereka makan, jalan-jalan, atau hal-hal lain selama jam kontrak. Nah, kalau si pekerja ini 'pinter', dia bisa mendapatkan uang tambahan atau barang lain dari si pelanggan di luar tarif booking-nya.

"Kalau dapat yang dompet tebal, kadang mau beliin kita barang bahkan kendaraan."

Wah, rezeki nomplok itu namanya! Hehe.

***



Kelas ketiga adalah mereka yang menempati puncak tertinggi di piramida bisnis seksual. Mereka kalangan paling atas yang jumlahnya paling sedikit. Biasanya yang bergabung di kelas ini adalah para selebriti, model, atau orang-orang kaya lainnya.

"Mereka ini orang-orang berduit semua. Kalau kelas bawah dan menengah 'kerja' demi duit, kan. Nah mereka ini 'kerja' untuk hepi-hepi aja. Namun, biar begitu bayaran mereka paling tinggi."

Yang namanya kelas atas tentu memiliki 'kualitas' prima pula. Keunggulan yang paling menonjol adalah dari segi fisik dan sensasi. Mereka lebih cantik, bersih, menarik, body goals, dan tentu saja memiliki sensasi yang berbeda.



"Service mungkin sama ajalah, ya. Sama-sama main di ranjang. Tapi sensasinya tentu beda. Bayangin aja lo lagi mantap-mantap sama artis papan atas yang biasanya lo liat di TV doang."

Pekerja kelas ini, selain harganya mahal--mencapai ratusan juta per ronde--mainnya pun juga kelas internasional. Pelanggannya lintas negara dan tak semua orang kaya bisa 'menikmatinya'. Mereka harus benar-benar dipilih dan dipilah.

Selain itu, mereka juga memiliki perjanjian pra transaksi demi melindungi si 'pekerja'. Biasanya sesuai permintaan khusus pekerja itu sendiri. Ada yang tak ingin melakukan anal seksual, tak ingin ada masokis seksual, atau permintaan khusus lainnya. Dan paling penting, harus ada pengaman!

Untuk pekerja kelas atas ini, banyak yang hanya berdiri sendiri alias tidak berada di bahwa 'agensi' tertentu. Namun, juga ada yang dinaungi oleh pihak tertentu, di mana pihak inilah nanti yang akan mencarikan pelanggannya.

***

Bagaimana Agensi Prostitusi Merekrut Para 'Pekerja'?



Tentu banyak yang penasaran, bagaimana caranya para 'papi' atau 'mami' merekrut anggota mereka. Gak mungkin dong dengan memakai selebaran yang bertuliskan, "Lowongan! Dibutuhkan orang yang mau menjadi PSK!"

Nah, dari senior ini ane baru tahu, kalau kebanyakan--dari agensi kelas menengah--akan merekrut anggota dengan alibi tertentu. Misal, dengan alibi diperkerjakan sebagai model atau artis, eh tau-taunya malah jadi pekerja seksual. Ada juga yang menyebarkan mata-mata, melihat orang yang cocok kemudian disugesti agar mau bergabung dengan mereka.

Nah, kayak kakak senior ane ini. Ia masuk ke dalam dunia prostitusi karena ajakan sang teman yang rupanya anggota kepercayaan dari 'agensi' tersebut.

"Waktu itu aku lagi butuh uang untuk beli-beli kebutuhan pribadi. Kalau minta ke ortu gak enak. Aku cerita dong ke temanku ini. Terus dia bilang, 'Kamu mau gak kerja sama om ini? Gajinya lumayan loh'. Aku yang tergiur langsung ngiyain dong. Heheh."

***

Enak dan Gak Enaknya Menjadi PSK



Dari kata senior ane, enaknya adalah bisa dapat uang dengan 'enak'. Modal 'ngangkang' doang, uang pun ngalir. Belum lagi ada pelanggan yang ketagihan, biasanya dia akan booking lagi dan dikasih bonus besar. Biasanya dibeliin perhiasan, apartemen atau rumah, mobil, kadang ada yang ngajak jadi simpanan alias nikah kontrak.

Namun, tidak enaknya juga banyak.

"Selain uang, pekerjaan enakenak itu gak ada enaknya!" keluh Senior ane.

Yang paling gak enak tentu di sisi mental. Pertama, banyak para PSK yang kerap dihantui rasa bersalah. Terutama untuk mereka yang mengaku bekerja di suatu tempat ke orangtuanya tapi ternyata malah jadi PSK. Ya, seperti si Senior ini.

"Aku sering diwanti-wanti sama ibu, jangan sampai terjerumus ke dunia zina. Kerjanya yang bener-bener aja. Dan aku cuma iya-iya doang dan ngaku kalo aku kerja di sebuah bank. Di situ, sebagai anak aku merasa berdosa banget. Namun, gimana lagi? Terpaksa!"

Kita semua tahu bahwa menjadi PSK adalah pekerjaan terlarang. Baik secara hukum negara, aturan agama, juga dari norma-norma kesusilaan dan sakralitas budaya. Sehingga, banyak di antara para PSK ini yang menyembunyikan identitas pekerjaannya sehingga hal ini menjadi beban mental tersendiri.

Tak hanya itu, dalam melayani pelanggan pun juga banyak tidak enaknya. Beruntung jika mendapat pelanggan yang muda, wajah oke, dan tidak banyak tingkah. Namun, jika dapat pelanggan (maaf) jelek, kulit kisut keriput, maka si pekerja dituntut untuk akting. Mereka harus tampak suka dan tergoda walaupun aslinya (maaf) jijik.

Hal lainnya, banyak para pekerja seks yang harus berpura-pura tampil bergairah, menggoda, bahkan pura-pura menikmati orgasme ketika berhubungan. Ya, tahulah, ya. Hubungan seksual itu memakan banyak kalori, terlalu sering berhubungan seksual bisa membuat tubuh cepat lelah.

Selain itu, hubungan intim yang terlalu intens bisa menimbulkan kebosanan. Namun, bagi para pekerja seks, mereka gak bisa bilang bosan. Jika ada pelanggan, mereka harus 'tampil' seliar mungkin.

HIV/AIDS dan penyakit seksual lain adalah resiko terbesar yang harus pekerja seks hadapi. Mereka tidak tahu darimana saja pelanggannya berasal sehingga resiko terdampak penyakit tersebut sangat besar. Namun, beruntunglah bagi sebagian pekerja seks kelas menengah dan atas. Di mana mereka rutin melakukan pemeriksaan kesehatan seksualnya.

Namun, bagaimana dengan pekerja kelas bawah? Diketahui bahwa PSK kelas teri paling rentan terdampak penyakit seksual menular. Hal ini tentu sangat berbahaya. Akan tetapi, lagi-lagi desakan ekonomi membuat mereka mau tak mau harus menghadapinya.

***

Nah itulah sedikit cerita ane tentang dunia perbisnisan berlendir, Gansis. Ternyata, tak semua para pekerja seks bisa menikmati pekerjaan mereka. Bahkan banyak di antaranya yang ingin keluar dari lembah hitam tersebut. Namun, gaji yang menggiurkan kembali melenakan mereka. Banyak yang belum siap untuk hidup 'susah' jika bekerja dengan cara yang baik.



Selain itu, kian hari dunia prostitusi kian gelap. Para pelanggan dan pekerjanya kini merambah dunia remaja dan anak-anak di bawah umur. Tentu hal ini jadi miris sekali bukan? Karenanya, senior ane ini berpesan agar kita lebih mawas lagi dalam menjaga anak-anak kita.

Nah, senior ane ini sudah sepuluh tahun lebih bekerja sebagai seorang PSK. Hingga akhirnya tahun 2018 kemarin dia benar-benar resign dari profesi itu dan memilih untuk hidup normal. Beliau menikah dan tengah mengandung anak pertama. Beliau berharap agar bisa melahirkan dengan selamat dan kelak memiliki anak yang tidak akan mengikuti jejaknya silam.



Ia juga berpesan, agar kita selalu hidup sesuai dengan jalur yang sah-sah saja. Jangan sampai terjerat ke dalam jebakan yang salah apalagi dunia bisnis prostitusi. Sebab, sekalinya masuk, kita akan susah lepas dari sana. Selain itu, ada banyak bahaya yang mengintai para pekerja seks. Tak hanya penyakit seksual, mendapat pelanggan yang ternyata seorang psikopat juga menjadi momok paling menakutkan. Baik bagi PSK wanita, pria, bahkan waria.

So, itulah thread ane kali ini. Semoga menghibur dan menambah wawasan--jika menurut kalian ini bisa menambah wawasan. Hehhe.

Xoxo

Sekian

emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)

A thread by :serbaserbi.com
Gambar :Google image
Sumber : klik

emoticon-Cendol Gan

Gomawoyo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
GEMPAL00 dan 66 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh serbaserbi.com
Post ini telah dihapus
profile picture
TS serbaserbi.com
kaskus maniac
Wah, nasihat bagus dari sang kakek. Terima kasih, Kek.
profile picture
kureno23q
kaskus maniac
tanpa *tanda jasa
profile picture
chigo.ji3
kaskus maniac
Artis ngelacur biji mane gan????
profile picture
lebih baik melacur daripada mencuri
profile picture
TS serbaserbi.com
kaskus maniac
@gargantuar89

Wah, dapat petuah baru lagi di sini
profile picture
cendskak
aktivis kaskus
maaf gan....
Jika bener tetap lah benar...
jika salah tetaplah salah...
jika semua butuh simpati...
banyak yg lebih membutuhkan dri pekerja PSK ini.. cnth ibuk/bapak/kakek/mbak/nenek penjual rongsokan atau semacamnya... meskipun punya kbthan ekonomi ttp dijalan yang lurus.... tidak tergiur dgn jalan pintas...

jika tidak ada diskriminasi dari lingkungan, maka perbuatan itu akan terasa benar, contoh lihat kasus korupsi diindonesia.... karena pembenaran akhirnya blunder....

Contoh lainnya, Ketika siswa melaksanakan ujian akhir nasional(tempo dulu) pasti ada namnya saling bagi jawaban... posisi saya ataupun anda, jika melakukan itu... pasti merasa "sekolah lain juga sama, jadi Gpp"...

lihat masalah prostitusi bukan saja dari himpitan ekonomi tapi juga lihat dari pengaruh masyarakat.. maknya dinamakan PEKAT (penyakit masyarakat)....

jadi diskriminasi terhadap PSK menurut saya wajar, asal jgn anarkis.. sampai merusak HAM nya... jika bisa di rangkul dan di didik kembali.. diberikan pelatihan ketrampilan untuk buka usaha yg halal
profile picture
chemoll26
kaskus addict
tanpa jasa your head emoticon-Blue Guy Bata (L)
profile picture
@cendskak haha setuju bre, tp kalau misalnya sampe tidak ada sama sekali prostitusi yang buka, gw rasa tingkat pemerkosaan bakal meningkat. Karena tidak semua laki2 bisa nahan libidonya dengan pelampiasan lain colay porn vcs sex toy dll. Laki2 yang punya kelebihan testosteron cenderung harus menyalurkan langsung ke wanita. Jadi bukannya gw ngedukung prostitusi, tapi selalu ada good side dibalik bad side.
profile picture
TS serbaserbi.com
kaskus maniac
@bararadeyeuh @cendskak

Dilematik jadinya ya, Gan
profile picture
cendskak
aktivis kaskus
@bararadeyeuh hahah iya juga... namun kita berupaya untuk mengubahnya dari pada pasrah... karena diam terus2 itu salah... musti ad gerakan...
yah org sperti ane mgkin blm bsa bantu banyak, akan tetapi ad lembaga sosial yg nampung donasi2...
tetap optimis dan usaha aja gan.. Indonesia bisa lebih baik..

profile picture
@cendskak
Jangan samakan kasus gembel dengan psk. PSK itu laen dengan orang yang jual rongsokan. Jangan samakan kasus Ujian nasional dengan urusan pelacuran. Itu beda zona.

Mereka adalah orang-orang yang hidupnya bekerja sama seperti manusia. Pekerjaannya dibilang "hina" . Tunggu dulu. Jangan kita sampai disitu aja menilai mereka.

Psk hidupnya itu jauh dari kata "bahagia". Seorang wanita memimpikan kehidupan normal, tanpa ada keresahan hidup. Namun dalam perjalanannya dia terseok, tersandung dimana dia harus menjadi seorang psk. Ada dari korban pemerkosaan yang hidupnya hancur berantakan dihajar harga diri dan martabatnya sebagai wanita oleh seorang pria jahanam yang memerkosanya akhirnya wanita itu jadi pelacur. Ada yang berasal dari dusun terpencil kehidupan sangat sulit sekali, dihuman trafficking oleh mafia. Ada juga keluarga yang punya hutang judi kepada seseorang...anak perempuannya dijual kepada pihak yang memberi hutang sebagai pelunasannya dijadikan budak seks.

Diskriminasi terhadap psk itu adalah sebuah kejahatan moral. Mereka tidak ganggu orang sebetulnya, mereka tidak ganggu kamu yang sedang berjalan atau melewati mereka. Tapi banyak orang "sok suci" menghina mereka, mencaci mereka, mencap mereka manusia hina. Mereka para pelacur ini diadili oleh semua orang yang tidak suka kepada mereka. Lantas....kalo diadili seperti itu membuat mereka makin sadar? ENGGAK! ITU BUKAN SOLUSI YANG BAIK! Kalo tidak suka, jangan bicara dan juga jangan menghakimi. CObalah beli cermin besar..berkacalah...tanya apa diri gw sudah pantas menjadi manusia sejati dan suci????

Orang yang doyan ngeseks itu disebutnya mabok seks. Kagak bisa tahan nafsu seksnya. Kalo hasrat nga tersalurkan, dia pergi ke tempat prostitusi untuk melepaskan hasratnya.

Mabok seks itu memang bahaya, tapi itu ngerugiin diri sendiri. Kalo mabok agama, mabok jabatan itu ngerugiin ratusan juta nyawa di negeri ini. Lebih baik yang mabok agama dan mabok jabatan itulah pantas diadili.

Coba orang mabok agama....liat berbeda dengan keyakinannya langsung diperangi, dibunuh, darahnya halal untuk ditumpahkan. Gila nga itu? LIat orang merayakan hari kebesaran agamanya langsung cap "HARAM MENGUCAPKAN HARI RAYANYA!!". ORang gila nga itu? Orang berkeyakinan lain ibadah disweeping dengan alasan ajaran sesat.

COba orang mabok jabatan.....ada proyek langsung dimark up dananya besar-besaran. KOrupsi berjamaah. Sampe kebutuhan hidup orang melambung tinggi karena bajingan-bajingan parasit hidup di kursi jabatan yang sudah diduduki oleh mereka. MEnggunakan kekuasaan untuk meraih apapun sampe menyengsarakan begitu banyak nyawa ratusan juta manusia yang hidup dalam kelaparan! Orang ngurus pajak dipersulit, orang ngurus akte pendirian perusahaan dipersulit, yang intinya orang mau berusaha itu dimatikan kalo perlu jadi gembel dijalan!


YANG HARUS DIBASMI ITU BUKAN PSK, TAPI MEREKA YANG MABOK AGAMA DAN MABOK JABATAN ITU YANG HARUS DIBASMI KALO PERLU DIBINASAKAN DARI BUMI INI!

profile picture
cendskak
aktivis kaskus
@jengkling hm... bos kalau udah g ad moral dasar di lingkungan sekitar... dan hanya dapat permakluman....
maka, bahaya g? karena itu pondasi terakhir manusia tidak terjerumus ke hal buruk... pondasi manusia untk ttp berusaha lebih baik... diskriminasi salah satu bentuk hukuman sosial... ad perbuatan ad konsekuensi...

ane ambil conth maslh ujian di sekolah atau masalh yg lain.. itu sebgai contoh, sebuah permakluman...
permakluman yang bablas...
coba disisipin disana, seandainya gw nyontek pas ujian gw mau jadi apa?apa kata orang jika gw ketahuan nyontek( jika ad sikap diskriminasi dari lingkungan kalau ketahuan nyontek)....
nah sekarang coba sikap diskriminasi nya... dihilangkan... gpp, yang lain juga gitu... kan udh di maklumi...


ad org yg usaha kesana kemari tpi g terjerumus ke ranah itu... perlu dapet apresiasi lebih dari psk?perlukan...



diatas saya sudah sebutkan... jgn sampai merusak ham nya atau anarkis... kalau bisa kita rangkul.kita beri pelatihan... supaya bisa buka usaha yg lain...
baca, jgn nge gas... apalgi bawa sara kesini... kelihatan malah ente yg demen dikit2 sara dan politik... malah alihin isu ke sara... g jelas lu bung...
profile picture
Baca dulu dah ini baru lu bisa nilai orang:
https://indoprogress.com/2014/08/berantas-pelacuran/
profile picture
cendskak
aktivis kaskus
@jengkling napa saya suruh baca itu? apakh semua nya baca artikel tersebut org bakal meng iyakan? memaklumi kejadian PEKAT ini? ya poinnya moral kita masih blum bisa nerima...
namnya juga Pekat, musti diobati bukan diberantas.. udh ad ahli jiwa dan ahli2 dbidanngya , klw ad yg hyper dan smcamnya...



bung, cari pembenaran? y udah.. cari lah... artikel yg menurut kamu sepaham... toh saya g akn bisa ganggu paham kamu...

saya sudah sebut
yang benar tetap lah benar
yang salah tetap lah salah


profile picture
KArena justru saya dulunya kaya kamu.

BUkan hanya artikel saja kok. Di luar negeri PSK itu tidak diganggu gugat oleh siapapun. Mereka mau bermain dengan siapa itu hak mereka. Siapa yang kena, siapa yang sial itu tanggungan masing-masing

Jepang..negara bebas seksnya. Tapi orangnya bisa tahu diri kok. MEreka nga ganggu seorang psk mau dari kalangan siswa, mahasiswa atau dll. Bagi mereka seks itu adalah sesuatu yang hal biasa. Kamu ganggu mereka(intimidasi, diskriminasi) si psk, dicap kamu orang kurang kerjaan.

Apalagi amerika, eropa negara-negara maju. PSK berhak untuk mendapatkan perlakuan dan kesetaraan yang sama walau mereka dicap negatif. Makanya mereka maju bukan ngurusin PSK. Makanya bisa ada internet, web dan segala macem bisa maju.

Kenapa mereka disini psk paling nomor satu untuk diberantas? KArena disini manusianya selalu (maaf) "kepo". Begitu ada yang lagi mangkal, udah dah langsunggggg tubrukkk hajar jangan kasih nafas. Hey...dia manusia. Ingat...kalo anak kamu digituin dintimidasi sama orang, sakit nga? Begitu juga dengan mereka psk, mereka juga bisa sakit! Mereka tidak memilih, tapi keadaan yang memaksa apalagi mereka terjebak dalam situasi kacau(istilahnya dalam bahasa asing "I'm in deep sh*t"). APa yang gw tekankan disini adalah "respect" dan tidak menghakimi mereka. Walau mereka "rusak", "cacat", enggak ada hal yang harus dihakimi. Itu sudah pekerjaan mereka. Let it be.

Gw beri satu wejangan:
Lu ganggu mereka, lu bakal ngadepin orang-orang yang nga keliatan. Lu kelasnya baru ikan kakap yang mengira dirinya ikan hiu. Kelasnya mereka itu udah monster laut, siluman air, atau semacam chutlhu. Kaya alexis ditutup, sekarang malah masih beroperasi menjadi 4play emoticon-Big Grin. Berani lawan dia orang? Udah makan hati macan elu. emoticon-Big Grin
profile picture
cendskak
aktivis kaskus
@jengkling
bos, lihat masalh sosial jgn berhenti ampe disitu...
ketika lu bahas jepang... prostitusi nya... fine2 aja... lu lihat kehidupan sosial meraka.. muncul masalh baru... malas nikah.. kan kimpoi bisa... efeknya jumlh penduduk nya berkurang...
lu lihat mamarika disana... tinggi kan angka perceraian... ketahuan jajan ...berabe...

bos, Indonesia g maju2 bukan gara2 hanya maslh psk... wkwkwkwk.... banyak peneliti muda kita yg mls kerja di Indonesia... karena.. tau sendri....
kalau lu bilang Indonesia g maju2 ... jgn lah, lu salahin indonesia g maju2 cuma karena satu faktor... emgnya tv kita bahs psk molo? wkwkwkwk...

gini, lu punya bini .. trus lu jajan... ketahuan ama anak n bini lu... merka blg apa coba? apa merak blg good jobs?g begitu kan... nah distu poinnya...
ketika lu mau terjun ke dunia buruk... benteng terakhir itu, di diri lu bakal.kebayang diskriminasi sosial.. syukur2 balik kejalan yg benar...



mau kehidupan sosial kita berantakan... meskipun kepo org indonesia tinggi... mereka msih peduli dgn sesama...

ane malah sarankan ... rangkul mereka.. kasih pelatihan.... biar bisa umkm... lu.msih bisa ikut donasi2... untk nolong mereka...

perbanyak bersukur bos.... Indonesia, meskipun unik.. namun masih baik....

profile picture
INi makanya elu dibilangnya masih nga sadar
Mabok, nga sadar realitanya seperti itu.

Kalo orang sampe maen sama psk, itu udah tanggung jawab sendiri. Sialnya tanggung sendiri. SURUH SIAPA MAEN PSK???? Benteng lah anulah...Itu salah sendiri siapa suruh kegoda maen sama psk?????

Makanya kembali lagi ke negara jepang, kenapa pada susah nikah? BUkan karena PSK! TInggi biaya hidup dan ekonomi karena disana kualitas hidupnya sangat tinggi. LU nikah otomatis biaya hidup makin besar.

Amerika, cerai? Itu udah biasa. Lu mau nikah lagi juga boleh disana. Yang penting kagak ngerugiin orang. Lu mau cerai itu urusan elu.

Indonesia nga maju emang kenyataan kok. Ngurusin urusan perselangkangan melulu. Perlontean. Nga ada hal yang bisa diurusi yang lainnya. Peneliti muda bukannya males! Orang disini sibuk ngurusin psk, nertibin psk ketimbang ngurusin peneliti muda yang neliti ada obat buat imunitas dan segalanya. TV kita bahas psk kok. NGa percaya? COba berita tiap hari nangkepin pelacur, basmi prostitusi, apalagi kalo artis ketangkep basah lagi melacurkan diri sampe heboh beritanya. ITU FACT! Makanya liat tv yang bener! Apalagi kepo level tinggi pengen tahu urusan orang. Itu namanya lancang! Kaya siapa orang itu? KAYA ELU!

Gw lebih bersyukur bila ada orang yang bisa understand dengan keadaan mereka, tidak mendiskriminasi, tidak menghina pekerjaan mereka walau enggak suka sama mereka. Itu sudah cukup lu nga perlu macem-macem.

Lu basmi psk hari ini. Besok psk bakal mangkal di tempat tempat yang rawan seperti perumahan, jalan raya dsb. Karena apa? Wadah yang seharusnya buat nampung mereka dirusak ibarat tong sampah dirusak malah yang ada sampah berceceran dimana-mana. Menimbulkan bau nga sedap kemana-mana. Mending adain tong sampah jadi sampahnya bisa ditampung disitu. Kenapa harus ada tong sampah, karena itulah fungsinya tong sampah.

Renungin itu kalimat gw. PSK itu masalah pribadi orang sendiri. Lu campurin mereka...yang ada lu kena getahnya.
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 18 dari 18 balasan
×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di