KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[CURHAT] KUBIARKAN ISTRIKU SELINGKUH DENGAN SOBATKU DEMI ANAK ANAK
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5fb74f0f82d49547ac534381/curhat-kubiarkan-istriku-selingkuh-dengan-sobatku-demi-anak-anak

[CURHAT] KUBIARKAN ISTRIKU SELINGKUH DENGAN SOBATKU DEMI ANAK ANAK

NOTE: Thread ini berisi kisah nyata dari salah satu sahabat TS kutilkuda. Semua yang tertulis disini sudah seijin narasumber. Nama dan lokasi di samarkan. Komentar akan dibalas oleh NS 24 jam setelah di post.

Perkenalkan, namaku Bagas. Saat ini aku berusia 39 tahun. Aku sudah berkeluarga, dan sudah menjalani hidup berumah tangga selama 10 tahun. Aku menikah dengan istriku di saat aku berusia 29 tahun, dimana aku sedang merintis karir dalam bidang perbankan. Aku menikah dengannya karena dikenalkan oleh seorang kyai di kelurahanku. Kyai tersebut terkenal dengan ketaatan dan kebaikan nya. Ajaran agama yang sangat menarik dan mendorong masyarakat untuk hidup sesuai perintah agama.

Menurut kyai tersebut, Rima (nama istriku) adalah seorang wanita yang setia dan taat kepada Allah, Swt. Sejak sekolah dasar, Rima bertumbuh dalam lingkungan pesantren. Ia memang seorang perempuan yang kalem dan benar benar hidup sesuai ajaran agama. Aku pun mulai mencoba komunikasi dengan Rima kala itu. Dan akhirnya aku pun memutuskan untuk menikahi Rima karena ketaatannya kepada ajaran agama. 

Setelah sepuluh tahun ini, kami menjalankan kehidupan rumah tangga yang baik baik saja. Kami dikarunia dua orang anak. Anak pertama kami saat ini berusia 6 tahun, dan yang kedua baru lahir bulan lalu. Kebahagiaanku ini akan kelahiran bayi kedua kami harus mulai sirna dikarenakan suatu masalah yang terjadi dalam rumah tangga kami. Masalah yang memalukan dan seharusnya tidak terjadi, yaitu perselingkuhan.

Semua berawal di saat kehamilan istriku menginjak bulan ke 6. Di saat itu pula, aku ditugaskan oleh perusahaan tempatku bekerja di lokasi yang lebih jauh dari rumah. Aku tinggal di daerah Pati, dan perusahaan memindahkan lokasi kerjaku di daerah Kab. Semarang. Jauh sekali bila aku harus melaju PP Pati-Ungaran. Selain akan lebih boros bensin, keselamatan jiwa juga sangat berbahaya melihat padatnya lalu lintas. 

Aku putuskan untuk tinggal di mess perusahaan dan menghemat pengeluaran demi anak istri dan calon bayiku. Tetapi sebagai seorang pria yang bertanggung jawab atas keluarga, aku memikirkan juga bagaimana nanti Rima bila ia harus cek up kehamilan atau berbelanja. Akupun memutuskan untuk membayar seorang pembantu rumah tangga yang bekerja dari jam 6 pagi hingga 5 sore. Sehingga Rima tidak perlu kesulitan dalam memasak dan membersihkan rumah. Untuk mengantarkan Rima cek up setiap bulan, aku juga meminta tolong sahabatku, Mas Anggi untuk mengantarkan Rima setidaknya sebulan sekali. 

Ternyata disaat aku bekerja di sana, Rima malah menggunakan kepercayaanku untuk berbuat yang tidak seharusnya dilakukan seorang istri. Awalnya dari cuman antar periksa, kemudian antar belanja malam hari, dan kemudian makan bersama di cafe berdua. Sedangkan anak kami pertama dititipkan pada mbak Isma (pembantu rumah tangga yang bekerja di siang hari). 

Aku paham kalau ditinggal suami itu pasti membuat kesepian, tetapi apakah tidak ada rasa iba sedikit saja untukku? Masih bisa bisanya berselingkuh dengan Mas Anggi yang jelas jelas dia itu teman ngobrol ku saat berkumpul bersama rekan rekan. Aku tahu mereka tidak mungkin melakukan hubungan seks karena Rima sedang hamil. Tetapi suami mana yang rela melihat istrinya ciuman dengan  pria lain. 

Kenapa aku bisa tahu hal itu terjadi?
Tepatnya saat kehamilan mulai mendekati bulan terakhir, aku memutuskan untuk sering pulang tanpa mengabari rumah lebih dahulu. Aku langsung saja pulang ke rumah. Saat itu aku ijin pulang lebih awal. Aku merindukan istri dan anakku. Sesampainya di rumah, istriku tidak dirumah. Sore hari biasanya kalau tidak di rumah, ia ikut arisan. Aku coba tanya mbak Isma, katanya belanja ke mini market di antar Mas Anggi.

Ku tunggu satu jam kok belum pulang. Akhirnya ku susul saja ke minimarket terdekat yang biasanya kami kunjungi untuk belanja. Tetapi sayangnya tidak ada disana. Untungnya aku bertemu tukang parkir yang biasa aku ajak ngobrol. Ia menjelaskan kalau istriku bersama Mas Anggi ke arah kos Anggi yang tidak jauh dari pasar depan minimarket itu. Aku mulai curiga, "ngapain Rima ke kos Anggi, kalau jatuh atau kenapa kenapa gimana? mana Rima hamil tua".

Saat ku susul ke kos, kulihat ada motor Anggi dan sandal istriku. Ku parkirkan motor agak jauh dari pintu kos, dan ku berjalan dengan sigap. Aku mulai curiga dan berpikiran negatif. Aku buka saja pintu kos yang tak terkunci tersebut. Mereka berdua langsung gelagapan, tangan masih bersentuhan dan muka masih berdekatan habis berciuman. 

Kelakuan yang tidak benar dan memalukan itu ternyata terjadi di sore hari. Mereka pikir aku masih di Ungaran, dan baru pulang besok. Rima pikir suaminya tidak akan mencurigai hubungan mereka karena Rima hamil. Tetapi Allah masih baik kepadaku. Ia memberikan petunjuk ketidak benaran perilaku ini. Aku tarik istriku, ku tonjok muka Anggi yang nampak seperti babi.

Semenjak itu, aku mulai mengawasi dengan ketat apa yang Rima lakukan. Tetapi mereka tetap saja menjalin hubungan. Meskipun Anggi sudah tidak bekerja lagi sebagai pengantar Rima. Tetangga tetanggaku yang kuminta memata-matai mereka pun menunjukkan bukti bukti yang valid dengan foto bahwa mereka masih berselingkuh. Hingga akhirnya Rima melahirkan, dan minggu lalu... Rima berkata kepadaku bahwa ia tidak mudah untuk meninggalkan Anggi. Tetapi kalau ia meninggalkan ku demi Anggi, ia masih memikirkan anak anak.

Jujur, untuk saat ini, aku memutuskan untuk membiarkan mereka terus berhubungan. daripada bercerai. Kasihan anak anak dan bagaimana dengan nama baik keluarga ku bagi keluarga besar lainnya.. 
Ku biarkan saja mereka berselingkuh, demi anak anakku.

Aku tahu.. Laki laki tidak boleh menangis. Tetapi bila ku tahan tangis ini, rasanya semakin meningkatkan emosi dalam jiwaku.

Aku tahu.. Laki laki selalu yang disalahkan, dan selalu yang meminta maaf terlebih dahulu. 

Tetapi..
Apakah dalam masalah ku ini, AKU SEBAGAI LAKI LAKI YANG SALAH???

kalau memang iya, betapa tidak adilnya hidup ini..



sekian
Bagas. Pati
profile-picture
profile-picture
profile-picture
a.rizzky dan 17 lainnya memberi reputasi
Yaelah gan.. Tetep perpisahan sebagai solusi.
Pasti ada korban, tapi akan lebih bahaya kalau dibiarkan berlama lama, atau...agan mau istri agan hamil karena orang lain?
Yang jelas dan pasti, istri dah gak sayang sama agan khan? Lalu ngapain dipertahankan?

KECUALI..
Agan mau membiarkan mereka berselingkuh, hamil dan melahirkan dari hasil hubungan mereka. Dan agan tetap acuh...
Pokoknya asal anak anak terpelihara, terjamin kasih sayangnya, ya biarkan saja mereka beselingkuh. Lalu agan pun mempunyai kehidupan lain diluar kehidupan keluarga agan..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
july00artha dan 11 lainnya memberi reputasi
profile picture
TS kutilkuda1202
kaskus addict
Nah itu gan. Saya juga takut. Kalau sampai mereka hamil. Pasti saya akan berpikir jalan lain.. Skg saya ijinkan karena mikir anak masih bayi.
profile picture
Menurut saya, tinggalkan saja istri tidak setia seperti itu, nanti ada kok hikmahnya
profile picture
bertahan dl gan smp anak kedua setidaknya sdh cukup besar.
paling gak kl memang pisah adalah solusinya, setidaknya hak asuh anak bs di agan dapatkan..itupun kl mmg agn mau
profile picture
Enak bener jadi selingkuhan bini nya gan.. nafkah lahir ditanggung suami nafkah bathin di tanggung selingkuhan.. menurut ane selama dia masih jadi istri agan.. dosa dia masih dtianggung agan.. inget .. cuma konsultasi sama kyai yg menjodohkan agan.. supya dapat pencerahan sesuai agama.. kemudian mengenai anak.. Allah pasti menjamin seluruh rejeki makhluk hidup nya.. agan masih bisa berhubungan baik sama istri agan walaupun tidak bersama.. agan bisa berlaku sebagai ayah tapi bukan sebagai suami.. istri agan juga bisa berlaku sebagai ibu tapi bukan istri agan.. turut empati ya gan..
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 4 dari 4 balasan
×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di