CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Bumi Hanyalah Setitik Debu Kecil di Angkasa, Simak Betapa Luasnya Semesta Ini!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f9da205f0bdb227713c2e57/bumi-hanyalah-setitik-debu-kecil-di-angkasa-simak-betapa-luasnya-semesta-ini

Bumi Hanyalah Setitik Debu Kecil di Angkasa, Simak Betapa Luasnya Semesta Ini!


 

Ngomong-ngomong soal berapa luasnya semesta ini, tadi saya searching di Google, dan ini angka yang disajikannya:
 

Atau jika dihitung dari Bumi sampai ke titik akhir yang dapat diamati astronom adalah sekitar 46,5 miliar tahun cahaya, dan jangan lupa bahwa pengamatan ini menunjukkan semesta berbentuk bola besar dengan diameter 93 miliar tahun cahaya, dan sekali lagi bahwa hitung-hitungan ini hanyalah berdasarkan apa yang masih bisa para astronom jangkau.

Untuk lebih mudah menjabarkan soal betapa maha luasnya tempat yang kita pijaki ini, maka alat ukur satuan panjang yang akan terus digunakan ialah ‘tahun cahaya’.
Kok cahaya yang dipilih? Soalnya di semesta ini tidak ada yang mampu menandingi cepatnya cahaya gan sist,

Kuda cuman bisa lari 88 km/jam

Ferrari 320 km/jam

Pesawat Boeing737, 907 km/jam

Falcon 1 Spacex 39.600 km/jam

Cahaya?

Nah bayangin aja :
1 detik cahaya bisa menempuh jarak 300.000.000 juta m (3 X 10 pangkat 8 m/s) atau jika di kilometerin 300.000 km
1 menit cahaya bisa menempuh jarak 60 X 300 juta m = 18 miliar m (1,8 X 10 pangkat 10 m)
1 jam cahaya bisa menempuh jarak 60X 18 miliar m = 1080 miliar m  (1,08 X 10 pangkat 12 m)
1 hari cahaya bisa menempuh 24 X 1080 miliar m = 25,92 triliun m (2,592 X 10 pangkat 13)
1 tahun cahaya bisa menempuh 365 X 25,92 triliun m = 9460,8 triliun m (9,46 X 10 pangkat 15 m)

Atau jika di kilometerkan maka 1 tahun cahaya, sama dengan 9.467.280.000.000 (9,4 triliun kilometer lebih dikit hehe). Wah mencengangkan sekali ya dengan angkanya, itulah mengapa satuan ukur tahun cahaya dipakai, soalnya kalkulator bakal keok pastinya.
Jika ada benda angkasa yang jaraknya dari bumi sekitar hampir 10 triliun kilometer, maka dapat dikatakan ia berjarak 1 tahun cahaya.

Alam semesta yang kita tempati ini sangat-sangat luas sekali gan, jarak antara benda langit satu ke benda langit lainnya meskipun masih satu bagian bintang induk, bisa memakan waktu berhari-hari atau sampai ke berbulan-bulan untuk menujunya.

Jika malam tiba, pernahkah gan-sist mendongakkan kepala untuk melihat cahaya bulan yang indah? Jika sekedar melihatnya dari tempat kita berpijak rasanya deket ya, dan mungkin menggumam, “ini bisa dengan cepat dituju dengan peswat komersial”, tetapi apakah faktanya begitu?

Jika menggunakan ilustrasi ini maka kelihatannya bumi dengan bulan deket ya, padahal..

Jaraknya adalah 384.400 km. Seandainya kita pakai mobil dengan kecepatan lewat jalan tol (105 km/jam) aslinya gak mungkin bisa pakai mobil ya gan, hanya andai-andai aja hehe, maka agan akan sampai dalam 3.700 jam kedepan atau sekitar 154 hari perjalan untuk sampai ke bulan, atau lebih dari 5 bulan! Waw waw waw jauhhh banget!

ilustrasi memakai mobil



ilustrasi memakai pesawat berkecepatan cahaya

Nah berandai-andai lagi nih, jika seandainya ada pesawat berkecapatan cahaya untuk membawa manusia menjelajah (aslinya gak ada, karena tubuh manusia tidak akan mungkin bisa berpetualang dengan kecepatan jarak 300.000.000 m / 300.000 km per detik). Maka untuk ke bulan hanya memerlukan waktu 1 detik!
 
Sekarang yuk ke Merkurius!

Jarak rata-ratanya 77 juta km. jika gan sist nekat make mobil maka akan memerlukan waktu 740.000 jam atau lebih dari 85 tahun. Tetapi jika pakai pesawat berkecepatan cahaya hanyalah 4 menit saja.

Yuk berkunjung ke venus!

Jarak terdekatnya kira-kira 41 juta km dari bumi. Naik mobil ke sana bisa makan waktu 400.000 jam! Atau sekitar 44,5 tahun waaahh. Tetapi jika numpang pesawat berkecepatan cahaya maka gan-sist hanya butuh waktu sekitar 2 menit aja!

Nah sampai disini, sampai di venus aja yang masih tergolong planet dalam, yang merupakan tetanggaan bumi, jauhnya bukan main untuk menggambarkan kepada kita bahwa semesta ini maha luas!

Yuk berkunjung ke Mars

Jarak terdekatnya adalah 62 juta km, sedangkan jarak rata-ratanya 225 juta km. Naik mobil dengan kecepatan 105 km perjam, maka gan sist akan nyampe dalam 540.000 jam kedepan, atau harus sabar duduk di mobil 62 tahun! Tetapi jika naik pesawat berkecepatan cahaya Cuma memerlukan waktu 3 menit

Nah kalau ke bintang induk? Mau pergi kesana gak gan? Panas tapi ya hehe


Jarak dari bumi ke matahari adalah 150 juta km. Jika naik mobil bisa memakan waktu 1,5 juta jam! Atau 165 tahun duduk nyetir di dalam mobil! Waduh udah mulai gila-gilain nih angkanya. Jika naik pesawat berkecepatan cahaya hanya  butuh waktu 8 menit doang!

Nah sekarang kita menjelajah jauhnya planet luar. Dan inget teman-teman kita masih berbicara ranah tata surya loh

Yuk ke Saturnus!

Jaraknya ialah 1,2 miliar km. Naik mobil ke saturnus gak bisa pakai hitungan jam lagi karena saking jauhnya, tetapi agan mesti bersabar nyetir selama 1.300 tahun, wow! Atau kalau agan mulai nyetir tahun 2020 maka agan akan nyampe tahun 3320 tahun! Jika memakai pesawat berkecapatan cahaya akan sampai dalam waktu sejam doang.

Pas keluar dari tata surya, kita akan nemu satu benda buatan manusia yang dari tahun 70an dikirim untuk 1 misi tetapi telah lepas kendali dan melanglang buana sendirian sampai detik ini, terus mengambang dan menjauh tanpa arah, namanya Voyager 1.

Voyager 1, benda buatan manusia terjauh sampai saat ini

ilustrasi besar dan luasnya awan Oort tempat Voyager sekarang



Kecepatan Voyager adalah 61.500 km/jam, jika melihat dari tempat voyager sekarang, matahari kita cuma tampak setitik kuning kecil di angkasa. Oh iya butuh waktu 35 tahun perjalanan untuk Voyager dapat keluar dari tata surya kita (atau 2012 lalu sejak pertama diluncurkan) dan sekarang posisinya masih di seputaran awan oort. Dan coba tebak, butuh  waktu berapa lama lagi Voyager untuk keluar dari awan oort? Dia butuh waktu 30.000 tahun lagi untuk keluar dari sana!

Sekarang udahan dulu eksplorasi tata surya, mari kita main ke bintang yang paling terdekat dengan matahari yakni proxima centauri. 

Jarak bintang ini ke bintang kita adalah 40.000.000.000.000 atau 40 triliun km. Maksa naik mobil kesana akan habisin waktu 44 juta tahun. Tetapi dengan pesawat berkecepatan cahaya, 4 tahun.

Kencangkan sabuk pengaman gan sist, sebab kita akan menuju ke pusat bima sakti, galaxy rumah kita, tempat 100 miliar- 400an miliar bintang gemintang dan 800 miliar-3,2 triliun planet. 

Diameternya 100.000 tahun cahaya, tebalnya bisa mencapai jarak 1000 tahun cahaya, jangan lupa ya gan, 1 tahun cahaya adalah jarak yang dapat di tempuh cahaya 9,4 triliun km. 

Untuk sampai ke pusatnya, kamu harus tempuh jarak 25.000 tahun cahaya, dengan pesawat berkecepatan cahaya bisa makan waktu 25.000 tahun, dengan mobil berapa hayo? Berapapun angka yang muncul di kepala agan sist tetap aja terlalu kecil heheh..

Udahan dulu kita kepoin jarak mereka yang gada habis-habisnya. Sekarang anggap aja kita udah ninggalin ke maha luasaan tata surya dan lapisan terluarnya yakni awan oort!
Awan oort hanyalah satu bagian dari apa yang disebut sebagai ‘Local Interstellar Cloud’ atau awan antar bintang. Disanalah tempat tinggal bagi bintang-bintang raksasa semisal matahari, proxima centauri, vega, arcturus, altair dan masih banyak lagi.

ilustrasi local interstellar could

Local interstellar cloud ini gede banget, tetapi sesungguhnya ia hanya butiran ketombe kecil di lengan spiral terluar galaxy kita! Luasnya gimana? Cahaya harus membutuhkan waktu sekitar 30 tahun untuk menuju dari sisi satu local intersteller cloud ke sisi yang lainnya!

Saya ulangin lagi, jika kita zoom sampai melihat bima sakti sepenuhnya, maka local intersteller cloud udah gak kelihatan lagi, soalnya ia sangat sangat sangat kecil di lengan spiral terluar galaxy ini!

Ayo menghela napas lagi, sebab bima sakti yang menjadi rumah bagi 100 miliar- 400an miliar bintang dan 800 miliar-3,2 triliun planet, hanyalah 1 dari 54 galaxy-galaxy lainnya dari apa yang disebut dengan ‘Local Group”!

Perhatikan, pada skala ini, lihat bagaimana kecilnya bima sakti yang berwarna merah

Ternyata local group yang gedenya maha gede ini, yang menjadi rumah bagi 55 galaxy, hanyalah setitik ketombe kecil dan sangat kecil dari ‘Virgo Supercluster”!
Ada apa di virgo supercluster? Disini ada lebih 2000 galaxy seperti galaxy kita yang masing-masing galaxy punya bintang dan planet yang berapapun angka disodorkan tetap tidak keitung banyaknya!

pada skala virgo supercluster,  local grup sangat sangat kecil, yang bertanda merah adalah tempatnya, nyaris tidak kelihatan.


Saking gedenya virgo supercluster, jarak antara sisi kesisinya adalah 110.000.000 tahun cahaya. Dilihat dari virgo supercluster, bumi udah gak kelihatan, bima sakti udah gak kelihatan, gugusan local intersteller group juga gak kelihatan, gugusann local group juga udah kayak ketombe super kecil ukurannya!

Tetapi apakah semesta hanya sampai disini?

Hela napas gan sist panjang-panjang, soalnya virgo supercluster hanyalah bagian yang sangat-sangat-sangat bahkan nyaris tidak kelihatan dari apa yang disebut dengan ‘Lanikea Supercluster’!. 


Jika virgo supercluster hanya mampu menampung lebih dari 2000 galaxy, maka laniakea supercluster mampu menampung 100.000 galaxy semisal bima sakti didalamnya! Panjang dari ujung ke ujung laniakea supercluster adalah 520.000.000 tahun cahaya! (sekali lagi 1 tahun cahaya 9,4 triliun km).
Indonesia di gugusan ini mana?? Bumi? Matahari deh yang agak gedean? Bima sakti? Semuanya udah tidak bisa lagi dilihat, sebab virgo supercluster saja hanya jadi buih kecil pada skala ini!

Lalu apakah laniakea supercluster bisa dikategorikan sebagai “SEMESTA”? Jawabannya tidak! Tarik napas panjang, soalnya laniakea supercluster hanyalah, bukan lagi ketombe, bukan lagi debu, bukan lagi buih, sebab ketombe, debu, buih masih bisa dilihat! Laniakea supercluster sudah tidak bisa dilihat pada wilayah “OBSERVABLE UNIVERSE”!



Observable Universe adalah rumah kita, rumah bagi lebih dari 2 triliun galaxy yang jumlah bintang maupun planet udah gak keitung lagi banyaknya!
Dan observable universe menjadi ujung batas pengetahuan manusia, ujung batas semesta yang bisa di amati, ujung batas cahaya yang bisa manusia amati. 

Angka yang google berikan di atas mengenai tanya berapa luas alam semesta yang teramati adalah jauh jarak cahaya yang sampai pada astronom lewat observable universe yakni 46,5 miliar tahun cahaya.

Apakah observable universe adalah ujung? Tentu saja tidak gan sist, ia hanyalah ujung dari cahaya yang sampai pada astronom, penglihatan kita yang terbatas hanyalah sejauh 46,5 miliar tahun cahaya membuat kita menyudahi dan berkata ini lah semesta.

Aslinya, diluar dari observable universe masih menjadi misteri. Dan yang lebih membuat kita merasa takjub kepada Sang Khalik adalah menurut astronom dan ilmuan, observable universe atau semesta, adalah 1 dari miliaran observable universe-universe lainnya yang dinamakan muliti universe, yang ujungnya sendiri masih tidak ada yang tahu.


Well, mengapa sedari tadi saya terus memilih diksi “semesta yang teramati”? soalnya batas semesta adalah ujung cahaya yang bisa sampai ke mata manusia sekaligus ujung yang bisa diamati, menjadikan diluar yang bisa teramati mengundang misteri tentang alam semesta yang tak terlihat. Mengingat fisika mengatakan bahwa semesta diluar yang teramati selalu membesar dan berkembang melebihi kecepatan cahaya.

Mungkin judul saya diatas “Bumi Hanyalah Setitik Debu Kecil di Angkasa, Simak Betapa Luasnya Semesta Ini!” nampaknya salah, yang benar adalah “ Bumi Hanyalah Setitik Debu Kecil di Angkasa, Simak Betapa kecilnya Semesta Ini!



Spoiler for sumber:


 
 


profile-picture
profile-picture
profile-picture
restuhataraku dan 90 lainnya memberi reputasi
Ur anus emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cepakers dan 4 lainnya memberi reputasi
profile picture
TS rukminiirawan
kaskus addict
Hahaha lain arti kalo dipisahemoticon-Ngakak
profile picture
aurora..
kaskus addict
Jorok ah emoticon-Marah.
profile picture
Lu manggil Gubernur Jkt? emoticon-Ngakak
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 3 dari 3 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di