CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Presiden Jokowi Kecam Pernyataan Emmanuel Macron yang Hina Islam
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f9d3855facb95752d1c73f4/presiden-jokowi-kecam-pernyataan-emmanuel-macron-yang-hina-islam

Presiden Jokowi Kecam Pernyataan Emmanuel Macron yang Hina Islam


(Foto: Antara)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina umat Islam. Kepala Negara menilai tindakan Macron itu melukai perasaan umat Islam.

"Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam, yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia," kata Presiden Jokowi, di Istana Merdeka Jakarta, Sabtu (31/10/2020).

Presiden Jokowi menyampaikan hal itu seusai bertemu dengan para tokoh agama di Indonesia yang berasal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) serta Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Agama Fachrul Razi.

Baca juga: Soal Karikatur Nabi Muhammad, Begini Pesan Sheikh Sudais

"Yang bisa memecah belah persatuan antarumat beragama di dunia di saat dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi COVID-19," kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menilai bahwa kebebasan berekspresi yang mencederai kehormatan, kesucian serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan.

"Mengaitkan agama dengan tindakan terorisme sebuah kesalahan besar. Terorisme adalah terorisme. Teroris adalah teroris. Terorisme tidak ada hukum dengan agama apa pun," ujar Presiden Jokowi.

Indonesia pun mengecam keras kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice. "Indonesia mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice yang telah memakan korban jiwa," ujar Presiden.

Pada Kamis 29 Oktober 2020, penyerang bersenjata pisau menewaskan dua orang dan melukai sejumlah orang lainnya di satu gereja di Kota Nice, Prancis.

Pelaku mengaku ingin membalas pemenggalan guru Sejarah dan Geografi Samuel Paty (47) pada 16 Oktober 2020 di Eragny yang dipenggal oleh pendatang dari Chechnya, Abdoullakh Abouyezidovitch (18), karena Paty menunjukkan kartun nabi Muhammad.

Baca juga: Ratusan Umat Muslim di Kota Medan Kecam Presiden Prancis

Namun Presiden Emmanuel Macron berpendapat bahwa Paty hanya mengajarkan kebebasan berekspresi dan berpendapat pada para siswanya. Emmanuel Macron juga mengeluarkan kata-kata soal Islam yang menyinggung umat Muslim.

Macron menyebut "Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis saat ini, di seluruh dunia" Menurut Macron, pemenggalan guru sejarah tersebut merupakan serangan teroris Islam. Macron juga menuduh Muslim bersikap separatis.

Hal inilah yang membuat sejumlah negara Islam di dunia mengecam pernyataan Presiden Prancis itu. Muncul juga kampanye untuk memboikot produk asal Prancis.





profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 11 lainnya memberi reputasi
Pada konferensi pers pada Jumat 2 Oktober 2020, Macron menyatakan bahwa RUU tentang pemberantasan ide² "separatis Islam" akan diajukan ke Dewan Menteri pada 9 Desember mendatang.

"Di Prancis, Islam perlu dibentuk agar menjadi pendukung republik," sebut Macron.

Macron berargumen bahwa "Muslim di Prancis memiliki ideologi yang mendukung ide-ide separatis dan orang-orang ini menganggap hukum mereka sendiri lebih tinggi dari hukum Prancis," ujar dia, sambil menuding bahwa Islam sedang mengalami krisis di seluruh dunia.

Ada kebutuhan untuk "membebaskan Islam di Prancis dari pengaruh asing", lanjut sang presiden, yang menguraikan rencana untuk mengakhiri sistem yang memungkinkan para Imam untuk berlatih di luar negeri, mengurangi homeschooling, dan mengendalikan dana keagamaan.

Langkah-langkah tersebut, disertai dengan perbaikan layanan pendidikan, budaya dan olahraga, akan menjadi bagian dari rancangan undang-undang tentang "sekularitas dan kebebasan", yang diharapkan rampung pada bulan Desember mendatang.

Ada kebutuhan untuk membangun "Islam des Lumières" (Islam Terang), kata Macron,seperti dikutip dari laman, euronews.

Macron juga mengakui bahwa Perancis telah mengecewakan komunitas imigrannya, menciptakan "separatisme kami sendiri" dengan ghetto "kesengsaraan dan kesusahan" di mana orang-orang disatukan menurut asal-usul dan latar belakang sosial mereka.

Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andre-123 dan 9 lainnya memberi reputasi
profile picture
Ini translate yg terbaik dari pidato Macron .
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 1 dari 1 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di