CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kronologi Ulah Guru SMA di Jaktim, Ajak Murid Tak Pilih Ketua OSIS Non-Muslim
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f99000ffacb951171629511/kronologi-ulah-guru-sma-di-jaktim-ajak-murid-tak-pilih-ketua-osis-non-muslim

Kronologi Ulah Guru SMA di Jaktim, Ajak Murid Tak Pilih Ketua OSIS Non-Muslim

Kronologi Ulah Rasial Guru SMA di Jaktim, Tiba-tiba Ajak Murid Tak Pilih Ketua OSIS Non-Muslim



JAKARTA, KOMPAS.com - Dwi Arsono selaku kepala sekolah SMA 58 Jakarta Timur akhirnya angkat bicara soal oknum guru berinisial TS yang melakukan tindakan rasial beberapa waktu lalu.

TS diketahui mengajak siswa dalam sebuah grup WhatsApp untuk tak memilih calon ketua OSIS non-Muslim.

Foto percakapan itu pun viral di media sosial sehingga menimbulkan reaksi beragam di tengah masyarakat.

Dwi mengatakan, peristiwa itu terjadi ketika TS yang diketahui merupakan guru Pendidilan Agama dan Budi Pekerti tengah memberikan materi pelajaran.

"Dia mengaku awalnya niatnya itu adalah menerapkan pelajaran agama Islam tentang kepemimpinan, ini ada di silabus dan itu diperuntukkan untuk di-share kepada anggota (grup WhatsApp) rohis yang berjumlah 44 orang. Di-share secara khusus untuk rohis saja," kata Dwi saat dihubungi, Selasa (27/10/2020) malam.

Namun, entah kenapa, TS tiba-tiba mengeluarkan pernyataan ajakan tersebut di dalam grup.

Salah satu anggota grup tersebut pun mengabadikan percakapan itu hingga berujung viral di media sosial. Berikut adalah kutipan pernyataan TS dalam grup Whatsapp yang tersebar:

"Assalamualaikum…hati2 memilih ketua OSIS Paslon 1 dan 2 Calon non Islam…jd ttp walau bagaimana kita mayoritas hrs punya ketua yg se Aqidah dgn kita.”

“Mohon doa dan dukungannya utk Paslon 3.”

“Awas Rohis jgn ada yg jd pengkhianat ya,” demikian pesan dalam grup tersebut.

Karena peristiwa itu, TS pun akhirnya diperiksa oleh Dinas Pendidikan tanggal 23 Oktober lalu. Dalam pemeriksaan, dia mengakui bahwa tindakan itu salah dan sudah meminta maaf.

"Jadi yang perlu diketahui, itu tindakan pribadi perorangan bukan tindakan sekolah," kata Dwi.

"Justru sekolah waktu sambutan saya menjelang pemilihan OSIS saya sampaikan ini hari dijadikan ajang demokrasi yang sehat dan bermartabat," tambah dia.

Kini TS dan pihak sekolah tinggal menunggu hasil pemeriksaan Dinas Pendidikan untuk memastikan sanksi apa yang akan diterima.

https://megapolitan.kompas.com/read/...urid-tak-pilih






profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 93 lainnya memberi reputasi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
setiapmenit dan 19 lainnya memberi reputasi
profile picture
sankus010
kaskus addict


Welkam hom , broda
profile picture
little.sirius
aktivis kaskus
Izin minta gambarnya bre.
profile picture
TS Spriggan13
kaskus holic
@little.sirius monggo gan...

Tapi sebaiknya download aplikasi meme maker gan... emoticon-Traveller
profile picture
Katanya bebas2 saja berpendapat. Lah CUMA menyampaikan pendapat begitu saja kok dihujat. Itu guru juga ga ngasal berpendapat.
Lagian, yang namanya saran, suka-suka dong mau pake prinsip apa sebagai dasar. Kalau ga cocok, yaa sudah skip saja, abaikan. Tolol saja hal seperti itu dipermasalahkan.

emoticon-Traveller
profile picture
raisa06061990
kaskus addict
@ding.click bukan begitu cuk , kalau boleh buat begitu maka semua harus fair yang lain juga boleh buat begitu , bukan malah di penjara ...
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 5 dari 5 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di