CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / Hewan Peliharaan /
Jangan Meremehkan Fobia Kucing
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f920c28337f93459707c7c0/jangan-meremehkan-fobia-kucing

Jangan Meremehkan Fobia Kucing



Apa yang kalian pikirkan ketika ada orang takut kucing? Tanggapannya tentu beragam. Ada yang menganggap penderita fobia kucing mengada-ada alias ketakutan yang dilebihkan-lebihkan. Sebagian lagi menjadikan ini bahan ejekan bahkan bercandaan.

Dalam ilmu psikologi fobia kucing disebut juga Ailurophobia. Berasal dari Bahasa Yunani 'Ailuros' yang berarti kucing dan 'phobia' yang berarti ketakutan. Ailurophobia adalah salah satu tipe gangguan specific phobia yang ditandai dengan adanya ketakutan irasional (irrational thinking) dan berlebihan (unproportional) terhadap kucing. Ailurophobia lebih populer dengan sebutan fobia kucing. Bagi penderita ailurophobia, kucing benar-benar membuat mereka takut. Ketakutan yang dirasakan terkadang tidak beralasan. Seperti merasa terancam atau tersakiti.

Berbagai tingkah laku tak terkendali bisa terjadi sebagai respon spontan atas ketakutan yang dirasakan. Seperti di bawah ini.

1. Panik dan cemas ketika melihat kucing.

2. Berusaha menghindar ketika bertemu kucing.

3. Lari atau bertingkah mempertahankan diri seolah kucing akan menyerangnya.

4. Tindakan tidak terkendali seperti tiba-tiba meloncat atau berteriak ketika menyadari ada kucing di dekatnya.

5. Terlihat waspada ketika berada di tempat ramai yang ada kucingnya, misalnya pasar, kantin, atau tempat umum lainnya.

6. Menghindari tayangan tentang kucing di televisi, di majalah, bahkan menghindari rumah saudara yang memelihara kucing.

7. Jantung berdebar kencang, pernapasan meningkat, pusing, mual, gemetaran, bulu kuduk berdiri, atau tubuh seketika kaku ketika menyadari ada kucing di dekatnya.

Fobia kucing bisa disembuhkan melalui terapi. Seperti mengubah pemikiran tentang kucing, membiasakan diri dengan kehadirannya atau bahkan jalan bersama. Jangan terlalu memaksakan diri, pelan-pelan saja.

Saya juga menderita ailurophobia sejak kecil. Dulu saya pikir seiring bertambah usia ketakutan itu akan sirna. Namun, tidak. Malah ketakutan pada hewan bermisai itu membuat saya mengalami peristiwa yang tidak mengenakkan.

Pertama, saat saya belanja di toko. Tetiba ada kucing masuk. Saya langsung lari, tidak peduli pada uang kembalian atau belanjaan yang berceceran. Si pemilik toko terpingkal-pingkal melihat tingkah saya. Hari-hari berikutnya setiap saya belanja ke sana, saya selalu jadi bahan bully-an.

Kedua, ketika saya kelas delapan. Suatu hari saat pelajaran Matematika, sekonyong-konyong ada anak kucing masuk kelas. Saya menduga itu peliharaan Ibu Kantin. Melihat ekspresi ketakutan saya, guru Matematika mengira saya sedang pura-pura. Setengah bercanda, digusahlah kucing itu ke arahku. Spontan saya lari ke pojok kelas, menghindari kucing tersebut. Saat itulah guru itu sadar kalau ketakutan saya bukan kepura-puraan semata. Akhirnya, teman sekelas pun tahu kelemahanku. Apalagi di situ ada cowok kerennya.

Ketiga, sekitar tujuh tahun lalu ibu saya punya toko kecil di rumah. Suatu pagi, ketika saya membantunya menjajakan dagangan, tiba-tiba di bawah meja ada sesuatu menyentuh kakiku. Terasa sangat lembut. Refleks saya melihat ke bawah. Langsung saya teriak, seperti di luar kendali. Kemudian hilang kesadaran selama beberapa detik. Suara tetangga yang memanggil-manggil namaku yang membuat kesadaran itu kembali. Separah itu? Yups.

Di pikiran saya kucing akan menerkam. Lalu mencakar dan menggigit. Bagi saya kucing itu monster yang akan menyerang dengan keliaran yang tidak bisa saya duga jika sampai saya mendekatinya. Makanya, pilihan yang tepat adalah lari. Mindset seperti itu sudah berusaha saya ubah, tapi tetap saja tidak mudah.

Sebagai upaya menghilangkan fobia itu temanku pernah memintaku mengelus kucing dalam gendongannya. Awalnya saya menolak tapi dia meyakinkan kalau tidak akan terjadi apa-apa. Saya pun melakukannya dan tengkukku langsung meruap. Apakah saya digigit? Tidak! Apakah fobia saya sembuh? Tidak juga. Saya masih sama waspadanya seperti dulu ketika bertemu kucing.

Jadi, bagi Anda yang tidak memiliki fobia semacam ini bersyukurlah. Jangan malah menjadikan ini bahan ejekan seolah kami tidak memiliki kasih sayang terhadap hewan. Jika di sekitar Anda tidak Anda temui penderita ailurophobia, bukan berarti gangguan semacam itu tidak ada.

Apakah harus mengalami dulu baru bisa bersimpati?

sumber

sumber
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 42 lainnya memberi reputasi
Mirip kaya sodara ane nih. Tp dia krn trauma msi kcil prnh d cakar kucing
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di