CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kota Medan Peringkat Pertama Kematian Dokter Akibat Covid-19 di Indonesia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f9199de2637721b4661f315/kota-medan-peringkat-pertama-kematian-dokter-akibat-covid-19-di-indonesia

Kota Medan Peringkat Pertama Kematian Dokter Akibat Covid-19 di Indonesia





MEDAN - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia atau PB IDI melalui Tim Mitigasi IDI merilis data dokter yang meninggal dunia akibat covid-19 di Indonesia.

Per 15 Oktober 2020, terdapat sebanyak 136 dokter yang meninggal dunia di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak lima kota dengan jumlah terbanyak yakni Medan pada posisi pertama sebanyak 14 dokter yang meninggal dunia.

Disusul Surabaya (10 dokter), Jakarta Selatan (8 dokter), Jakarta Timur (6 dokter), Makassar (5 dokter).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan mengatakan turut berduka cita terhadap dokter yang gugur dalam menjalankan tugas.

"Tentu kita turut berduka cita karena itu bukan hal yang kita inginkan," ujar Mardohar saat dikonfirmasi Tribun Medan, Jumat (16/10/2020).

Dikatakannya, pihaknya akan melakukan penguatan regulasi untuk menekan jumlah dokter yang meninggal akibat covid-19.

"Terkait hal tersebut kita akan lakukan perubahan yang lebih baik ke depannya juga penguatan regulasi dan penanganan yang lebih efektif ke depannya," katanya.

Mardohar menuturkan dokter yang menangani pasien covid-19 dipastikan menggunakan APD level tiga dan melakukan tes swab setiap satu bulan sekali.

"Untuk ke depannya tenaga kesehatan khusus nya dokter kita akan lakukan seleksi yang betul-betul sebelum terjun menangani pasien. Juga dipastikan melakukan tes swab pcr satu bulan sekali khusus bagi yang langsung berhubungan dengan pasien covid-19," ujarnya.

Sebaran di Medan

Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan Arief Sudarto Trinugroho mengungkapkan, saat ini jumlah positif Covid-19 di Kota Medan tertinggi ada di tiga kecamatan.

Adapun ketiga kecamatan tersebut, yakni Medan Helvetia, Kecamatan Medan Johor, dan Kecamatan Medan Timur.

Karena itulah, ia meminta agar fokus penanganan Covid-19 ini dilakukan di tiga kecamatan tersebut namun tanpa mengecualikan kecamatan lainya.

"Saya minta agar update data Covid-19 terus diperbaharui setiap harinya serta dilakukan evaluasi dan membuat laporan mengenai apa saja yang telah dilakukan. Database dan evaluasi ini menjadi dasar bagi kita dalam mengambil kebijakan dan langkah strategis dalam penanganan Covid 19 di Kota Medan," katanya, Jumat (16/10/2020).

Ia pun menginstruksikan, kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di Lingkungan Pemko Medan, untuk lebih aktif guna mencegah penyebaran Covid 19 di Kota Medan.

Ia juga memerintahkan kepada masing-masing OPD terkait agar lebih giat dalam melakukan tugas-tugasnya guna menekankan penyebaran Covid 19 di Kota Medan.

Selain itu, Arief mengungkapkan bahwa berdasarkan data dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sumut, selama 14 hari terakhir konfirmasi positif Covid 19 di Kota Medan mengalami penurunan, begitu pula dengan positif rate juga mengalami penurunan bersamaan dengan peningkatan recovery rate.

"Kondisi ini tentunya harus terus dipertahankan agar Covid 19 di Kota Medan segera berakhir. Mudah-mudahan ini terus bisa kita pertahankan, sehingga konfirmasi positif terus menurun," ungkapnya.

Sosialiasi Tim Mitigasi IDI

Sebelumnya, Tim Mitigasi Dokter PB IDI melakukan sosialisasi pedoman era covid-19, melalui aplikasi zoom meeting, Rabu (14/10/2020).

Sosialisasi ini juga sekaligus peluncuran dia pedoman dalam menghadapi covid-19.

Yakni Pedoman Tata laksana Covid-19 berdasarkan Buku 5 Organisasi Profesi dan Sosialisasi Pedoman Perlindungan Dokter di Era Covid-19.

Ketua Tim Mitigasi IDI, dr Moh Adib Khumaidi Sp OT mengatakan peluncuran pedoman ini merupakan cara untuk mensosialisasikan prosedur keselamatan penanganan covid-19 bagi para dokter dan masyarakat pada umumnya.

"Kegiatan sejenis sosialisasi ini memang kita lakukan secara rutin mulai dari awal pandemi. Tapi harapannya ke depan bisa lebih rutin dan bisa diakses oleh seluruh sejawat dokter yang ada di Indonesia. Harapannya upaya sosialisasi ini bisa menyentuh semua dokter di Indonesia," ujar Adib.

Ia juga mengatakan di masa pandemi, sebagai organisasi profesi IDI berusaha untuk melakukan professional defense atau pencegahan secara profesional dalam penanganan covid-19.

"Kita harapkan tim mitigasi cabang dan wilayah berkoordinasi dengan pusat. Dengan kondisi saat ini yang harus kita tekankan adalah bagaimana kita menjadi organisasi yang melakukan profesional defense.

Kemudian anggota bisa mendapatkan akses informasi secara mudah. Pemeriksaan pcr yang gratis dan rutin begitu juga dengan akses tempat isolasi mandiri," jelasnya.

Dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia atau PDPI dr Fathiyah menjelaskan mengenai tata laksana covid-19.

Dikatakannya, pelaksanaan PCR follow up hanya dilakukan untuk pasien terkonfirmasi covid-19 dengan gejala berat dan kritis.

"Jadi jika dengan gejala ringan atau OTG, hanya perlu isolasi mandiri selama 10 hari, kemudian bisa beraktivitas tanpa harus tes pcr lanjutan untuk follow up. Dengan catatan kondisinya baik," ujar nya.

Untuk pasien yang dinyatakan probable meskipun belum terkonfirmasi namun meninggal, ia mengatakan bahwa pasien dengan jenis ini tetap dimakamkan dengan protokol covid-19 apabila gejala-gejala sangat mendekati.

"Juga akan dilakukan pemulasaran kepada yang kontak erat dengan pasien," terangnya.

Fathiyah menjelaskan bahwa virus covid-19 merupakan virus dengan akibat yang sering tidak terduga karena bisa merusak berbagai sistem organ tubuh yang lainnya, seperti ginjal, hati, dan otak.

"Jadi virus covid-19 ini termasuk yang luar biasa ya, karena akibatnya bisa ke berbagai organ di dalam tubuh," katanya.

Untuk sosialisasi pedoman standar perlindungan dokter dijelaskan oleh dr Weny Rinawati.

Berdasarkan data terakhir yang dirilis, 136 dokter meninggal dunia di seluruh Indonesia.

"Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah pemakaian APD secara lengkap dan benar, berada di ruangan dengan tekanan negatif, serta memastikan para dokter bisa mengakses informasi melalui SIMIDI yang dirancang IDI untuk menjadi pusat informasi dokter di masa pandemi covid-19" terangnya.

https://medan.tribunnews.com/2020/10...nesia?page=all
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sesudah menyabet berbagai penghargaan, untuk kesekian kalinya, medan kembali menjadi juara satuuuuu, merdekaaa emoticon-Selamat

Berikut berbagai prestasi dan penghargaan yang sudah disabet medan sebagai juara bertahan se Indonesia emoticon-I Love Indonesia

Spoiler for Prestasi prestasi putera daerah sumut:


Mangka nya sapa suruh jadi dokter, tidak dihargai kok di budaya masyarakat sumut, jadi ketua ormas,okp, santri parkir dan palak baru dihormati

Tugas suci beribadah, kemudian takbir, kemudian tonjok peras tikam jambret di kawasan ruko/perumahan warga adalah tugas mulia di mata petaklimin petaklimun sumut, didukung baik ulama2 jenggotan bilas aer kali deli dan werengtabes medan

ga usah ragu alih profesi jadi preman, toh universitas2 tertua di medan juga sudah tidak diakui alias illegal, anggota yayasan nya bersiram air keras ria, dan mahasiswa nya bermolotov ria emoticon-Ngakak


kata temen, santri parkir kampung badur/aur yang malak parkir di multatuli ngeluh ke temennya, kalau jaga parkir sekarang hanya dapat 200k per 3jam, habis buat kebutuhan sehari2, sementara dokter yang jaga klinik di dekat tempat dia malak parkir, hanya dibayar 140k utk jaga 12 jam emoticon-Ngakak (S)

Ngapaen jadi dokter, tidak ada harga nya di sumut kok, toh semua tempat usaha, baik itu toko bengkel hingga praktek dokter, klinik,yang tdk bayar uang ceb0k b0ru ke mujahidin tepi kali deli, tepi rel kereta api, lsg ditutup paksa oleh ormas preman, sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di segala bidang termasuk penguasa dinkes,pmi medan, kepala daerah, dibeking oleh werengtabes emoticon-2 Jempol

Semakin tinggi angka kematian covid19, semakin girang jenderal petak ngitung2 duit dengan petinggi ormas okp mamakpetak, sambil ketawa ketiwi, kili2(geli2) fefek b0ru lendir emoticon-2 Jempol

dont worry maimen, no report as usual (tidak ada laporan masyarakat seperti biasa)

BTW kemaren di group international yang sering ane share berita covid19 sumut (video satgas covid19 sumut laris lo disana,sebagai video komedi), ada dokter latino yang komplen kalau pemerintahan argentina tidak upaya maksimal buat neken covid19, die bilang kalau kewarganegaraan argentina adalah cancer, kemudian ane tawarin barter dengan kewarganegaraan Indonesia punya ane, dia tolak sambil bilang dia tidak berniat menukar cancer paru dengan cancer otak wkwkwkwk emoticon-Ngakak (S)



bangsa berperadaban tinggi, berkebudayaan tinggi, berfilosofi tinggi, yg tdk bisa dibandingkand dengan bangsa2 lain dunia (dibandingkan sama MONG-KI ---> 100% Exact Replicas
profile-picture
profile-picture
dede4141 dan jerrystreamer1 memberi reputasi
Diubah oleh serikat.palak
ga ada betmen ataupun jeker di kota gotam emoticon-Angkat Beer
profile picture
TS serikat.palak
aktivis kaskus


ada nya mukakpetak , sudah mewakili kemampuan seluruh penjahat gotham dijadiin atu , dikali 100 emoticon-Ngakak
profile picture
hhendryz
kaskus freak
@serikat.palak ya anak buahnya jeker lah intinya banyak...itu betul emoticon-Angkat Beer
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 2 dari 2 balasan
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di