CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Nomor Ponsel dr Eric Dikloning, Tabungan 400Juta Raib,Telkomsel dan Danamon Digugat
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f8a86da09b5ca6743224cde/nomor-ponsel-dr-eric-dikloning-tabungan-400juta-raibtelkomsel-dan-danamon-digugat

Nomor Ponsel dr Eric Dikloning, Tabungan 400Juta Raib,Telkomsel dan Danamon Digugat

Tabungan dokter Eric Priyo Prasetyo (43) sebesar Rp 400 juta raib setelah nomor ponsel milinya dikloning.

Eric, melalui kuasa hukumnya, Yusron Marzuki menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Mei 2016.

Saat itu Eric dihubungi oleh orang yang mengaku CS Bank Danamon.

Orang itu mengatakan bahwa Eric terdaftar pada layanan bank yang menyajikan harga-harga komoditas, valas, dan saham. Biayanya akan didebet otomatis dari rekening.

Baca juga: Hanya dalam 11 Menit, Uang Rp 44 Juta Milik Nasabah Bank yang Dikumpulkan 8 Tahun Raib

Eric sempat mengonfirmasi ke Bank Danamon di Jalan Panglima Sudirman Surabaya. Namun, pihak bank menyatakan tidak ada layanan seperti yang disebutkan.

Eric diminta mengabaikan dan tidak menanggapi informasi dari penelepon misterius itu.

Beberapa saat kemudian, kode aktivasi masuk ke pesan di ponsel Eric berkali-kali selama beberapa hari.

Baca juga: Social Engineering, Kejahatan yang Membuat Uang Rp 44 Juta Milik Nasabah Raib dalam 11 Menit

Padahal, dia tidak sedang melakukan transaksi atau aktivasi layanan apa pun.

Ponsel Eric terus berdering beberapa pekan setelahnya, bahkan berganti-ganti nomor.

Baca juga: Setelah Menutup Nomor HP, Dokter Gigi Ini Kehilangan Rp 400 Juta di Rekening

Bahkan, pesan bernada ancaman juga diterimanya. Merasa tidak nyaman, Eric mendatangi pusat layanan Telkomsel di Jalan Kayoon, Surabaya, untuk menutup nomor ponselnya.

"Tujuh menit usai ditutup, nomor Pak Eric aktif lagi. Informasi dari Telkomsel, nomor tersebut dikloning di Grapari Kelapa Gading, Jakarta," ujar Yusron saat dikonfirmasi, Jumat (17/10/2020).

 

Beberapa hari setelahnya, kliennya kaget melihat saldonya di Bank Danamon tersisa sedikit.

"Dari semula sekitar Rp 400 juta tinggal sekitar Rp 500.000," ujar dia.

Setelah dicek di daftar mutasi rekening, uang tersebut mengalir kelima nomor rekening yang tidak diketahui sebanyak delapan kali.

Atas peristiwa itu, selain melapor ke siber Polda Jatim, Eric juga menggugat Bank Danamon dan Telkomsel ke Pengadilan Negeri Surabaya.

Dia menganggap ada aksi penyalagunaan kartu pelanggan yang sudah ditutup.

"Karena itu kami minta pihak Telkomsel dan Bank Danamon bertanggung jawab mengganti kerugian klien kami," ujar dia.

Tanggapan Telkomsel dan Danamon

Dikonfirmasi terpisah, General Manager External Corporate Communications Telkomsel Aldin Hasyim, prihatin atas kejadian yang dialami Eric.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk membantu penyidikan dan penanganan sejak adanya pelaporan kasus tersebut pada 2016.

"Mengenai gugatan yang diajukan, kami menghargai hak yang bersangkutan sebagai warga negara Indonesia. Telkomsel siap berkoordinasi aparat penegak hukum dalam membantu penyelesaian proses gugatan yang diajukan," ujar dia.

Telkomsel, kata dia, menerapkan SOP sesuai dengan aturan yang berlaku di industri telekomunikasi untuk memastikan keamananan data pelanggan, termasuk dalam hal pengajuan deaktivasi atau reaktivasi layanan, termasuk pergantian simcard.

"Validasi kepemilikan layanan melalui proses verifikasi berlapis, seperti konfirmasi kelengkapan data pelanggan sesuai yang terdaftar di sistem Telkomsel," ujar dia.

Telkomsel juga mengimbau kepada pelanggan untuk menjaga kerahasiaan data pribadi dan waspada terhadap setiap proses transaksi yang dilakukan, khususnya yang terkait penggunaan layanan perbankan atau jasa finansial dari pihak ketiga.

 

Adapun Regional Head Jawa Timur Bank Danamon Eka Dinata, mengaku menghormati penuh proses hukum yang saat ini sedang berjalan di Pengadilan Negeri Surabaya.

Pihaknya juga berjanji akan senantiasa kooperatif kepada pihak otoritas jika dibutuhkan.

"Kami akan kooperatif pada setiap kali proses hukum," ujar dia melalui tanggapan tertulis.

Dia juga tetap mengingatkan kepada para nasabah Bank Danamon untuk menjaga keamanan data pribadi dengan tidak memberikan data dan informasi pribadi berupa rekening atau kartu ATM/debit/kredit seperti PIN, user ID, password, kode token/OTP/M-PIN, atau CVV kartu kredit ke pihak lain, termasuk petugas bank.

Pihak bank tidak akan pernah meminta informasi tersebut.

Selain itu, juga memanfaatkan fitur-fitur keamanan yang disediakan bank, serta melakukan pengkinian data secara berkala guna memastikan informasi yang disimpan bank adalah benar dan akurat.

Adapun sidang mediasi terhadap gugatan tersebut harusnya digelar Kamis (15/10/2020). Namun, karena ada pihak yang berhalangan hadi maka mediasi diundur pada 27 Oktober.(Kontributor Surabaya, Achmad Faizal | Editor Robertus Belarminus)

https://regional.kompas.com/read/202...page=all#page2

Nyimpam uang di celengan aja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
odjay05 dan 2 lainnya memberi reputasi
Saran ane kalau tabungan banyak jangan menggunakan ATM atau layanan elektronik lainnya mending buka rekening baru dengan dana terbatas menurut kebutuhan saja
profile-picture
profile-picture
lolapolo dan nomorelies memberi reputasi
profile picture
fxleo
aktivis kaskus
Sama aja, ada kasus korban gak aktifin ebanking
Pelaku bisa daftar dan aktivasi akun ebanking korban
profile picture
.noiss.
Auto Banned
@fxleo buset wkkwkw
profile picture
yanxil
kaskus maniac
@fxleo bukanya harus pake pin ya dan data diri?
profile picture
Gak bisa juga kalo rekening itu dipakai buat bisnis.
profile picture
fxleo
aktivis kaskus
@yanxil

Mungkin ada oknum bank
Kaya gini kasusnya
https://makassar.sindonews.com/berita/20547/1/kartu-atm-terblokir-rekening-nasabah-bri-dibobol
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 5 dari 5 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di