CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Jangan Panggil Aku Cina, Aku Ini Indonesia.
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f8846e3337f936265280225/jangan-panggil-aku-cina-aku-ini-indonesia

Jangan Panggil Aku Cina, Aku Ini Indonesia.





Hey, matamu sipit kau Cino ya? Indaklah mak tuo, aku ni orang Indonesia asli. Ini ingatanku dulu masih muda dan gagah saat raun-raun di tanah Sumatra, tepatnya di kuala simpang Aceh tamiang.

Bahkan mak tuo yang bicara padaku awalnya mengajak berbahasa mandarin karena ia berasal dari Malaysia dan masih keturunan tionghoa juga, jelas aku tidak paham. Bagaimana mau paham, darahku ini mungkin saja ada jejak bangsa Cina ketika merapat di Sriwijaya, entahlah bahkan menurut literatur sejarah para gujarat Cina pun sudah merapat ke tanah Majapahit.

Terlihat dari cerita pasukan mongol yang gagal meruntuhkan Singasari sudah berhasil tiba di tanah nusantara, Ini menandakan ras dari tirai bambu sudah banyak yang datang ke penjuru nusantara, menurut sejarah ada yang migrasi karena tidak mau mengakui Kubilai Khan raja Mongol yang menguasai daratan Cina dimasa lalu, atau yang hidupnya miskin dan mencari kehidupan baru karena banyaknya kerusuhan pada masa dinasti Ming dan dinasti Manchu. Banyak mereka yang migrasi dari berbagai wilayah diantaranya Kwantung, Fukien, dan Kanton.



Banyaknya migrasi Tionghoa sejak dulu kala memang tidak berbarengan, tergantung situasi politik dan keadaan yang terjadi pada masa itu. Berjalannya waktu di Indonesia sendiri keturunan Tionghoa entah sudah masuk generasi keberapa, banyak dari mereka terjadi nikah campur dengan penduduk lokal terutama di Palembang atau wilayah Sumatra Selatan dan Singkawang atau wilayah Kalimantan Barat banyak wajah-wajah oriental padahal asli Indonesia.

Masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia yang memasuki generasi ke lima pun sudah jarang yang hafal berbahasa mandarin. Lebih banyak menguasai bahasa daerah atau bahasa persatuan yaitu Indonesia.



Berbeda dengan di Malaysia, dimana sesama warga keturunan mereka jarang yang bisa cakap melayu. Lebih fasih bahasa Inggris dan Mandarin, bayangkan bila itu terjadi di negeri ini pasti akan ada kecemburuan sosial yang tinggi.

Jadi janganlah kita memanggil mereka warga keturunan dengan sebutan Cina! Kenapa? Secara sah mereka adalah WNI, secara sejarah mereka tidak ada sangkut pautnya lagi dengan negeri nenek moyangnya.



Mereka sudah beranak pinak di negeri ini, membangun bangsa secara bersama-sama, hingga jarang sekali yang bisa bahasa nenek moyang mereka. Bahkan tidak hanya keturunan tionghoa, peranakan Arab dan India pun terkadang tak bisa lagi berbahasa asal daerah mereka. Kecuali wisatawan asing yang datang ke negeri ini.

Hampir keseluruhan warga keturunan lebih hebat dalam berniaga, India, Arab dan Tionghoa sangat ahli menjadi pengusaha itu menandakan sebagai masyarakat yang majemuk kita harus bisa meniru perniagaan yang mereka lakukan, bukan lantas iri dan dengki melihat kesuksesan mereka. Kuncinya bukan hanya untuk mengeruk keuntungan secara besar, namun memberikan jaringan pembeli yang loyal.

Lupakan perbedaan, hilangkan rasa iri, jangan suka mencap ras tertentu karena semuanya ciptaan Tuhan. Kenapa Tuhan menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, untuk apa?



Silahkan direnungkan, ingatlah selalu Bhineka Tunggal Ika yang kini harus digaungkan kembali. Untuk menjaga keutuhan Indonesia, dari banyaknya ketidak adilan yang selalu dipertontonkan negeri ini. Stop gan, jangan panggil aku Cina sebab aku ini Indonesia. Saya, c4punk see u next thread.


emoticon-I Love Indonesia



"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2020
referensi : klik, klik, klik
Pic : google

emoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Star



profile-picture
profile-picture
profile-picture
muyasy dan 66 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
Dr sekian banyak etnis d indo... kenapa cuma cinak yg sensi?

profile-picture
profile-picture
profile-picture
makeiteasy69 dan 16 lainnya memberi reputasi
profile picture
Leadlaruku
kaskus holic
padahal realita nya kaum mereka juga yang suka mengkotak kotakan. dalam bergaul jarang banget si sipit mau gabung sama si belo kalau ga selevel. wakakakka emoticon-Hammer2
profile picture
TERA.SERVO
kaskus addict
@Leadlaruku selamat.... anda menemukan kunci permasalahannya....
profile picture
Pitrelli
kaskus maniac
@Leadlaruku yakin lo si belo mau gabung sama si belo kalo levelnya berbeda ?
profile picture
Leadlaruku
kaskus holic
@Pitrelli wakakaka justru realitanya dilapangan memang seperti itu kok.
kalau mau dijabarin mah ga cukup dimari gue dongeng nya. dari mulai mengurus administrasi, mengurus izin, nyari lahan, nyari rekanan bisnis, bahkan sampe mau ngutang di bank pun kalau mata lu sipit bakalan gampang bro. wakakakak

mereka teriak teriak anti rasis anti rasis, tapi rasisme mereka sendiri yang buat.
profile picture
Pitrelli
kaskus maniac
@Leadlaruku gini..lo liat dari sisi kacamata lo, gua kasih liat dari sisi kacamata gua; si sipit males ngurus administrasi karena biasa di ribetin sama si belo, pada saat administrasi sudah bener si sipit juga ikut bener (contoh pada saat si tukang nista di posisi puncak), pada saat nyari lahan dan rekanan bisnis, si sipit beranggapan si belo mau memanfaatkan si sipit dengan segala kelebihannya, krn gak mau di kadalin maka si sipit langsung bikin blokade segala macam. nah yang paling konyol adalah pada saat ngutang di bank, kalo si sipit kena BI Check, kagak punya jaminan, kelayakan usaha jelek mah sama aja sama si belo. dan satu lagi yg membuat si sipit makin memblokade diri terhadap si belo, segala macam kejadian yg menyangkot politis disini tetap saja ujung2 nya menyalahkan si sipit kan ? itulah suksesnya si kulit putih berhasil memecah belah negara ini dan mencuci otak generasi tua dan di wariskan ke generasi muda nya
profile picture
yang paling sering di cari2 kan, bengong aja salah
profile picture
accelero
kaskus addict
@Leadlaruku @Pitrelli emang ada orang ngutang dibank tanpa jaminan? Udah ada jaminan aja sulit sekali minjam dibank orang lokal mangkanya usaha pake modal seadanya, kalah saing

Usaha juga rasis, sesama kaum memonopoli
profile picture
@Leadlaruku nah tuhhh udah di jabarin sama koko @Pitrelli btw lu daerah mana? Gw kuliah di unpar.. Kita semua bareng2 kok... Ga ada si sipit ga ada si belo... Kita semua bareng dan ga pernah permasalahin ras... FYI aja ya.. Jd jgn mengansumsikan sesuatu.. Trus dari asumsi lu yg kecil itu jd mengeneralisir luas...
profile picture
axcelcrypto
kaskus holic
@seenoevil @Leadlaruku @Pitrelli ane unpad, rata rata si belo dan kaum sipit gak banyak, kalau unpar ane percaya sih 100% disana anti rasis, temen ane pake sendal jepit kuliah di unpar (orang biasa yang kuliahnya dibiayain sama atas bokapnya) malah dikasih pinjem sepatu sama si alfred yang jelas kost di maple house (kost kostan elite daerah ciumbuleuit), sipit tajir 🤣

Unpar emang the best sih soal anti rasis, mirip sama ITB.
profile picture
refiner
kaskuser


Ane mau coba jawab dari sisi ane sebagai javanesse.Sensi itu terbangun dari akumulasi kekecewaan terhadap kelakuan chinese yg kurang beradaptasi dan berbaur dengan orang pribumi.Javanesse itu dikenal dng sifat yg ramah,gemar gotong royong,mudah bergaul dan bla..bla..bla.
So,bila ada pendatang yg cenderung individualis maka sensi akan mudah terbentuk.
Klo ada yg bilang sensi karena kesenjangan sosial,ane rasa itu big wrong!Javenesse itu rata2 punya prinsip narimo ing pandum.Tidak mudah cemburu karena kekayaan orang lain.Dulu sekali,kaum chinese itu selalu membentuk esklusifitas tersendiri.Tidak mau bergaul dengan lingkungan yg notabene pribumi.Apalagi ikut ronda malam dan kerja bakti(Takut encoknya kumat kali).
Bahkan sebelum peristiwa 98 itu,banyak chinese yg memperlakukan pegawainya semena-mena (selain dari cerita banyak orang,ane pernah liat beberapa kali dibeberapa tempat).Mbah ane jg pernah cerita klo dulu juragan chinese dipasar sering memandang rendah pribumi.Luka- luka lama dan cerita dari mulut ke mulut itu akhirnya menimbulkan stigma negatif terhadap mereka dan sensi itu mudah tersulut.
Sekarang mungkin "sedikit" berbeda dimana generasi chinese sekarang lebih membaur.
Sorry bila ada yg tersinggung,ane hanya menyampaikan apa yg ane lihat dan dengar disekitar ane.Untuk wilayah lain ane kagak tahu kenapa sensi itu terbangun,tapi ane merasa persoalannya hampir sama.
profile picture
Cara ampuh agar tidak SARA. Apatis terhadap ras dll
profile picture
Dahulu kala pada zaman Kumpeni, coba di baca lagi sejarahnya adek adek : kelas satu : Orang Bule. Kelas dua: Orang Chines. Kelas Tiga : Orang pribumi. 🙏😂
profile picture
moggey
kaskus addict
ohhh da biasa kaum sipit jadi kambing hitam...apa pun keadaan nya,SIPIT yang salah! begitu lah pemikiran pedengki,iri,dll dah
profile picture
Kalian lucu,pembandingnya kenapa javanese? Penduduk asli indonesia kan melayunesia/melayunesoid..
Yg paling gakbbs diterima dari org china adalah bahasa nya, mereka ngaku bangsa indonesia, tp menggunakan bahasa china jika ngomong sesama kaum mereka? Lalu... Tambahin sendiri deh...
profile picture
refiner
kaskuser
@moggey knape ente sipit dalam berfikir?😂Banyakin baca sejarah panjang bangsa ini.Baru komen yg bermutu.😈
profile picture
moggey
kaskus addict
@refiner pengalaman hidup gw yg menjelaskan bagaimana cara pikir kaum belo terhadap sipit,gw besar di wilayah yang emang rada rasis.da biasa kok bully2 rasis dari kecil jadi makanan gw,and gw ga di ajarin untuk membalas,gw cuma di jelasin klo mereka itu korban sisa dari sistem adu domba peninggalan penjajah dulu,lalu apa yg bisa kaum sipit lakuin??cuma Maklumin...
profile picture
tiieenn
kaskus addict
Sebenernya gw pernah nanya ke tmn ane knp mereka ga mau bergaul dgn kita, krn dulu kita yg mengkotak2kan mereka dluan.
Ane org batak gan yg notabene kulit sawo matang dan mungkin mereka sebut ane pribumi, bini ane turunan chinese dr kalimantan. Selama kita ga sara, mereka ga sara kok. Pas ane ngelamar atau main ke rumah doi pertama x juga mereka ga ada yg sarkasme atau blg org pribumi ini bgini bgitu. Awalnya ane pikie bakalan ga di terima, intinya kalau kita open minded dan ga sara mereka ngk sara kok. They was same like us, human being emoticon-I Love Indonesia
profile picture
moggey
kaskus addict
@refiner di benci dengan alasan yg ga jelas,lantas gw balas?malah gw tunjukin klo gw malah bisa membantu mereka,maaf bukan nya gw mau sombong ya,gw pemilik perusahaan di bidang Pertambangan dengan tenaga kerja 300an personil,and semua adalah tenaga lokal,klo gw mau,bisa aza gw pake tenaga asing,utk meraup untung lebih banyak lagi,gw cuma bisa nunjukin klo ga semua sipit itu menyebalkan,yang mau membantu juga banyak
profile picture
awan.pagi
aktivis kaskus
@aifretro ajaran bule paok mentang mentang dimari negara dunia ketiga jadi bisa semena mena perlakuannya, ane paling risih sama bule cem gitu merasa mereka manusia eksklusif padahal kebanyakan paok paok
profile picture
orang indonesia asli itu yg seperti apa ya? *serius nanya
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 20 dari 44 balasan
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di