CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Aturan Menkes Terawan, Dokter Kandungan Terancam Tak Bisa Lakukan USG
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f7e0247af7e93776b49b015/aturan-menkes-terawan-dokter-kandungan-terancam-tak-bisa-lakukan-usg

Aturan Menkes Terawan, Dokter Kandungan Terancam Tak Bisa Lakukan USG

KOMPAS.com - Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pelayanan Radiologi Klinik memperoleh banyak kritik dan penolakan.

Melansir Harian Kompas, Selasa (6/10/2020), aturan yang diteken Menkes Terawan Agus Putranto itu ditentang 41 organisasi profesi dan kolegium kedokteran.

Selain berpotensi menghambat pelayanan, aturan ini dinilai menghambat kompetensi program pendidikan kedokteran.

Ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI) Prof Dr dr David S Perdanakusuma SpBP-RE(K) juga turut menandatangani penolakan itu.

Lantas, poin-poin apa yang menjadi permasalahan dari Permenkes tersebut?

Isi Permenkes yang dipermasalahkan
Dalam Pasal 5 Permenkes Nomor 24 Tahun 2020, disebutkan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan radiologi klinik harus memiliki peralatan dan sumber daya manusia (SDM).

Adapun, SDM yang dimaksud terdiri atas dokter spesialis radiologi, tenaga kesehatan lain, dan tenaga non-kesehatan.

Perlu diketahui, pelayanan radiologi klinik terdiri atas empat jenis, salah satunya adalah pelayanan radiologi klinik pratama.

Mengutip Pasal 7, pelayanan radiologi klinik pratama merupakan pelayanan radiologi klinik dengan kemampuan modalitas alat radiologi terbatas, berupa pesawat mobile x-ray, dental x-ray, dan/atau ulta sonografi (USG).

Salah satu yang menjadi sorotan utama dari perhimpunan dokter adalah Pasal 11, yang menyebutkan SDM pada pelayanan radiologi paling sedikit terdiri atas:

1)Dokter spesialis radiologi

2)Radiografer

3)Petugas proteksi radiasi

4)Tenaga administrasi

Jadi, harus ada dokter spesialis radiologi untuk melakukan layanan tersebut.


Jika tidak, kewenangan bisa diberikan kepada dokter atau dokter spesialis lain melalui pelatihan untuk mendapatkan kompetensi terbatas. Itu pun harus disupervisi dokter radiologi.

Dokter kandungan tak bisa lakukan USG
David khawatir dengan peraturan ini karena berpotensi merugikan pasien.


"Dokter spesialis radiologi hanya 1.500-1.600-an. Sementara, dokter spesialis lain ada 25.000 dan dokter umum yang biasa melakukan pelayanan ini ada 41.000-an orang. Pasti pelayanan masyarakat akan terganggu," ujarnya.

Dalam surat keberatannya bersama perhimpunan dokter, disebutkan kekacauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat luas dipastikan akan timbul apabila fasilitas pelayanan kesehatan yang menyediakan pelayanan radiologi klinik, memberikan clinical privilege dan clinical appointment hanya kepada dokter spesialis radiologi.

Padahal, selama ini, hal-hal tersebut telah dijalankan oleh dokter umum dan beberapa dokter spesialis karena dipastikan akan terjadi defisit dokter yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan.

Menurut dia, dengan adanya Permenkes ini, USG oleh dokter kebidanan dan kandungan pun tidak bisa lagi dilakukan.

Begitu pula dengan penilaian pembuluh darah jantung untuk pasien penyempitan pembuluh darah oleh dokter jantung.

"Bahkan tindakan USG dasar oleh dokter umum menjadi tidak bisa lagi, bila tidak mendapat kewenangan dari kolegium radiologi,"
kata David.

Perubahan standar pendidikan dokter
Dampak lain dengan adanya peraturan ini adalah adanya perubahan standar pendidikan pada pendidikan kedokteran baik spesialis maupun dokter.

David menyebutkan, perlu perubahan standar pendidikan radiologi soal pelayanan klinik meliputi diagnostik dan terapi.

Munculnya PMK ini, menurut dia, juga berpotensi menimbulkan gesekan antar sejawat dokter.

“Padahal dalam situasi pandemi harus saling support. Karena kita tidak tahu pandemi ini sampai kapan, seluruh komunitas kesehatan harus saling support, termasuk support penuh pemerintah dan masyarakat,” ujar David.


https://www.kompas.com/tren/read/202...kan-usg?page=1






polemik dan gaduh datangnya dr mana bong!??? emoticon-Leh Uga


Akhir2 ini negara mulai kacau, ambyar!!! emoticon-Matabelo

profile-picture
profile-picture
profile-picture
indramamoth dan 30 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh sniper2777
USG kan ultrasonografi pake suara ultra sonic yang dipancarkan kan? Bukan pake sinar radioaktif seperti rontgen, xray, kan?

Lalu apa hubungannya dengan bagian Radiologi?

Selama tidak menggunakan inti nuklir aman aman ajah dilakukan dokter manapun..

Kalo misalnya gak boleh, bagaimana dengan operator mesin xray petugas bandara ?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
GoKiEeLaBieEzZ dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh balado.jengkol
Memuat data ...
profile picture
anti.suap
kaskus geek
Ati ati bray, lu tau x man kan.
Magneto sama prof X.
Konon doi lahir begono vara gara emaknya suka banget di X ray.
Oh iya sama si pin disel juga makanya jadi tripel X.
profile picture
GoKiEeLaBieEzZ
kaskus maniac
@balado.jengkol @namdokmai kagak ngerti dia bray emoticon-Ngakak

Gak bisa dia bedain mana yg pakai sinar mana yg pakai suara emoticon-Ngakak
profile picture
Radiologi itu proses untuk mengetahui, caranya bermacam2, bisa melalui penyinaran, zat radioaktif, medan magnet, hingga gelombang suara. CMIIW...
Memuat data ...
Menampilkan 21 - 23 dari 23 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di