Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

gitalubisAvatar border
TS
gitalubis
Menurutmu Kenapa Lambang Opotik Harus Ada Ularnya?

Halo Agan dan Sista, semoga saat membaca thread ini teman-teman dalam keadaan sehat, ya. Apa lagi di saat seperti ini, tetap jalani protokol kesehatan ya. Karena sakit itu nggak enak, mau ngapain serba salah. Apa lagi kalau sudah sampai berurusan dengan rumah sakit.

Oh, iya, bicara tentang kesehatan pastinya tak luput dari dunia medis atupun obat-obatan. Biasanya setelah kita memeriksa keadaan tubuh di rumah sakit, pihak rumah sakit akan meresepkan obat yang sesuai dengan gejala yang kita alami untuk ditebus di apotek.

Namun, bukan obat ataupun jenis obatnya yang akan kita bahas, melainkan apotiknya. Memangnya ada apa sih dengan apotik? Baca thread ini sampai selesai jika Agan dan Sista penasaran.

Tahukah Agan dan Sista tentang makna ular dan mangkuk yang menjadi lambang apotek? Atau Agan dan Sista baru menyadari, kalau sebenarnya apotik itu punya lambang?

Ok, mari kita bahas satu-satu. Sebenarnya ane juga baru tahu sih, kalau sebenarnya apotek itu punya lambang. Itu pun tahu dari ibu ane yang kebetulan juga diberitahu oleh dokter tempat beliau berkonsultasi.

Setelah ane cek apotek-apotek yang jaraknya tidak jauh dari rumah ane, ternyata memang benar kalau lambang dari apotek itu mangkuk dan ular.

Awalnya sih ane kira lambang ular itu hanya untuk apotik di indonesia saja, tapi ternyata apotek di luar negeri juga memakai lambang yang sama.


Tapi, kenapa lambangnya harus ada ularnya, ya. Kan ngeri. Ternyata menurut mitologi yunani, ular yang terdapat pada logo apotek adalah ular milik Aesculapius, seorang dewa yang dikenal sebagai dewa pengobatan dan penyembuhan.

Quote:


Namun, menurut nalar ane sacara pribadi, atupun pemikiran orang pada umumnya, ular terkenal dengan hewan yang berbisa dan mematikan. Jadi, kalau pun obat itu bisa menyembuhkan, tetapi mempunyai efek samping yang bisa merugikan.

Untuk Agan dan Sista, ada baiknya untuk menghindari obat-obatan dengan cara menjaga kesehatan, ya.

Cukup sekian, thread kali ini. semoga bermanfaat.

Mungkin itulah pendapat ane tentang makna dari lambang apotik. Untuk Agan dan Sista, terserah mau menerima pendapat siapa saja, atau juga ingin meluangkan pendapatnya tentang lambang apotek? Silakan ramaikan kolom komentar, ya.

Narasi opini pribadi
Referensi. klik
Sumber gambar. 1 2

Baca juga: Drama pernikahan
Diubah oleh gitalubis 15-01-2021 03:48
rony25
istijabah
gandalubis
gandalubis dan 43 lainnya memberi reputasi
42
10.2K
224
GuestAvatar border
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Tampilkan semua post
gushastokoAvatar border
gushastoko
#16
Kenapa lambang apotik itu ular dengan mangkok...

Menurut fakultas farmasi, ular itu memang beracun... Tetapi orang ilmuwan farmasi bisa membuat racun itu menjadi obat, khan banyak anti dot dari racun. Banyak tanaman obat kayak mahkota dewa yg beracun itu menjadi penyembuh obat kanker. Dsb.

Oh agan keliru soal bahan kimia alami itu zat kimianya sedikit.
Gini gan... Selama yg saya pelajari obat di bagi menjadi 3 macam
1. Jamu.
Jamu merupakan bahan raw material. Yang belum diketahui efek samping,efek kematian,dosis, rumus strukturnya dll. Jamu itu merupakan gabungan banyak senyawa, lebih dari 1 senyawa aktif. Misal di mahkota dewa ada 10 senyawa aktif, nah bisa di bayangkan 1 senyawa bisa menghasilkan minimal 1 efek samping, lah klo 10 senyawa? 10 efek samping. Oleh sebab itu mahkota dewa sedang dijadikan fitofarmaka.
Nah dosis... Dosis jamu khan kyk gini... Ambil segenggam daun sereh,genggaman saya sama agan pasti beda, jadi dosisnya pasti beda. Hasil dan efek samping juga pasti berbeda.
2. Fitofarmaka
Fitofarmaka adalah kelanjutan dari jamu, yg sudah diketahui dosis terapi,dosis mematikan dosis lainnya, efek samping dsbnya. Nah fitofarmaka adalah bahan alami yang sudah terstandarisasi dan lebih jelas di banding jamu (bahan alami). Contoh. Curcumin..sekarang sudah ada tabletnya. Curcumin itu dari bahan alami, sudah ada standarasasi. Saya lebih suka minum tablet curcumin di bamding perasan kunyit.
3. Obat sintesis
Obat ini sudah bisa dibentuk dari senyawa kimia, klo bahan alam sudah mulai menipis, saatnya dibuat secara kimia. Sehingga memiliki efek dan khasiat yg sama dengan zat aslinya. Contoh
Curcumin alami,namanya alam pasti suka habis, karena manusia mengeksplore dan mengeksploitasi, untuk menghindari penggunaan alam, senyawa aktif yg di curcumin disintesis dari bahan kimia laboratorium, dan di ujicoba di klinis, dan pasti memiliki efek yg sama dengan curcumin dari fitofarmaka tersebut.

Jadi kesimpulannya, klo ada yg bilang jamu lebih baik dari obat sintesis, itu keliru,sangat keliru, justru bahan alami kayak jamu belum diketahui dosis dan efek sampingmya.
Justru obat sintesis sudah di ketahui dari dosis, efeksamping dsbnya.

Referensi
ramma1986
not.a.member.
lonelylontong
lonelylontong dan 21 lainnya memberi reputasi
22
Tutup