CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Berapa Pemasukan Uang Arab Saudi dari Haji dan Umrah?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f70781110d29514d47a2476/berapa-pemasukan-uang-arab-saudi-dari-haji-dan-umrah

Berapa Pemasukan Uang Arab Saudi dari Haji dan Umrah?



KOMPAS.com - Minyak dan ibadah haji adalah penyumbang pendapatan terbesar bagi Kerajaan Arab Saudi. Setiap tahun sebelum adanya pandemi virus corona, jutaan jemaah dari berbagai negara mengunjungi Negara Teluk tersebut.

Jemaah yang datang ke Arab Saudi untuk beribadah haji setiap tahun mencapai lebih dari 2,5 juta orang. Angka tersebut belum menghitung kedatangan jemaah umrah.

Lalu berapa pemasukan uang bagi Arab Saudi yang berasal dari jemaah haji?

Dilansir dari BBC, Minggu (27/9/2020), Mazen Al Sudairi, Kepala Peneliti Perusahaan Jasa Keuangan Al-Rajhi yang berbasis di Riyadh, mengungkapkan pendapatan langsung yang diterima pemerintah Arab Saudi setiap tahunnya dari penyelenggaraan haji mencapai 12 miliar dollar AS atau sekitar Rp 177,139 triliun (kurs Rp 14.700).

"Meskipun sebagian besar biaya pelaksanaan ibadah haji mengalami penghematan, Mekkah dan Madinah akan kehilangan potensi sebesar 9 - 12 miliar dollar AS," kata Mazen.

Perhitungan pendapatan haji tersebut merupakan pemasukan untuk Pemerintah Arab Saudi di tahun 2020 jika penyelenggaraan haji tahun ini berjalan normal tanpa adanya pandemi Covid-19.

Selain pendapatan langsung dari jemaah haji, Kerajaan Arab Saudi juga mendapatkan keuntungan besar dari peredaran uang dari pengeluaran belanja dari para jamaah haji selama di Kota Suci. Penyelenggaraan haji membuat bisnis hotel, katering, maskapai penerbangan, dan sektor bisnis penunjang lain menerima perputaran uang yang luar biasa besar.

Terbesar dari Indonesia
Sementara itu mengutip data yang dirilis Statista yang dirilis tahun 2017, jumlah pemasukan terbesar Arab Saudi dari jemaah haji berasal dari Indonesia yang menyumbang pendapatan 940 juta dollar AS.

Pemasukan terbesar kedua disumbang oleh jemaah asal India yang berkontribusi sebesar 733 juta dollar AS. Jemaah haji terbesar lainnya berasal dari Lebanon, Turki, Dubai, Tunisia, Qatar, dan Pakistan.

Pada tahun 2019, total kunjungan jemaah haji tercatat sebanyak 2,6 juta orang. Jika digabungkan dengan jumlah jemaah umrah ( haji dan umrah), maka kunjungan orang yang masuk ke Arab Saudi yakni sebanyak 19 juta peziarah.

Bahkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman berencana untuk meningkatkan kapasitas haji menjadi 30 juta jemaah setiap tahun dan menghasilkan sebanyak 50 miliar riyal (13,32 miliar dollar) pendapatan pada tahun 2030.

Sementara jika digabung dengan umrah, sebelum adanya pandemi Covid-19, potensi pendapatan yang masuk ke Arab Saudi mencapai 200 miliar riyal pada tahun 2020.

Upaya ini dilakukan Mohammed bin Salman dalam upaya negaranya untuk mengurangi ketergantungan dari pendapatan minyak.

Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah Arab Saudi mulai mempromosikan sektor pariwisata mereka. Diharapkan di masa mendatang, ada kunjungan wisata dari para jemaah haji selain mengunjungi dua kota suci, Mekkah dan Madinah.

Lumpuh karena Covid-19
Mazen menjelaskan, pandemi virus corona membuat bisnis di Mekkah dan Madinah yang menggantungkan hidup pada jemaah haji kini mengalami kerugian besar.

"Bisa dikatakan bisnis saat ini adalah nol, termasuk aktivitas perjalanan lainnya sama sekali tidak berjalan seperti logistik, dan penerbangan. Tidak ada barang yang bisa dijual. Sejujurnya, kami tidak siap untuk menghadapi situasi ini," jelas Mazen.

Menurut dia, roda ekonomi di Mekkah dan Madinah lumpuh sejak pemerintah Arab Saudi menghentikan seluruh kedatangan jemaah haji dan umrah di tahun ini.

"Banyak dari pemilik usaha harus mengurangi karyawan dalam batas paling minimal. Periode sekarang telah memaksa pemilik usaha untuj menjual aset seperti mobil dan properti lain sekadar untuk bisa tetap bertahan," kata Mazen.

Pemerintah Arab Saudi sendiri tak tinggal diam. Perbankan di Arab Saudi diminta memberikan keringanan pada debitur mereka yang terdampak pandemi.

"Sektor UMKM adalah yang paling menderita. Tetapi bank sentral Arab Saudi berusaha memberikan keringan dengan meminta perbankan menunda pembayaran pinjaman selama dua atau tiga bulan mendatang," terang Mazen.

Ekonomi Arab Saudi bisa dikatakan dalam periode yang paling sulit sejak beberapa tahun terakhir. Mengandalkan pemasukan dari minyak juga bukan pilihan karena harganya yang sempat anjlok.

Lebih dari 80 persen pendapatan Arab Saudi berasal dari penjualan minyak dan gas. Turunnya harga minyak dan tak adanya penyelenggaraan ibadah haji membuat pemerintah harus melakukan penghematan dan upaya diversifikasi.

"Pemerintah Arab Saudi sudah mengumumkan pada Maret 2020 lalu untuk menunda pemungutan PPN selama 3 bulan. Tapi tampaknya ini masih sulit untuk mencegah resesi," ungkap Mazen.

Para peziarah akan berada di Arab Saudi selama sembilan bulan yang merupakan waktu musim umrah yang dimulai pada hari pertama bulan Safar. Namun pemerintah akhirnya menutup pintu bagi jemaah haji dan umrah.

sumber
profile-picture
profile-picture
profile-picture
materaitempel dan 6 lainnya memberi reputasi
🙄 pemasukan pasti lumayan banget banget banget. Sama kaya indonesia kalau maksimalkan potensi pemasukan dari wisata bali, papua, nusa tenggara dll. Bakal jadi bahan pemasukan negara yang lumayan bgt tuh.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
buncitbubar dan 3 lainnya memberi reputasi
profile picture
kudo212
kaskus maniac
pariwisata itu dari dulu sampe sekarang tidak bisa jadi penopang utama untuk ekonomi buat negara besar. perputaran uang cepat iya, tapi kalo barang yg diperdagangkan produksi dari luar ya sama aja bikin kaya produsennya

buat jadi negara kaya harus jadi negara industri, karena industrialisasi punya banyak turunan hingga supply chain ke berbagai sektor. bisa diliat cina dan amerika jadi besar karena industrinya bukan pariwisatanya
profile picture
kampret.strez
kaskus addict
@kudo212 menjadi negara industri rakyatnya harus pinter-pinter dulu.

Indonesia masih kekurangan engineer, programmer, dan dokter.

masuk kuliah pada takut ngambil jurusan teknik, komputer, farmasi, atau kedokteran. ngambilnya jurusan hukum, manajemen, psikologi yang lulusannya sudah bejibun di Indonesia.

padahal tahun 1980-an china masih lebih miskin dari Indonesia. kenapa sekarang china berhasil menyalip Indonesia di bidang teknologi dan industri.

https://radarjember.jawapos.com/head...atau-tiongkok/
profile picture
kudo212
kaskus maniac
@kampret.strez bisa nyalip ya karena tahun 80an disawer duit sama US

btw yg kurang dikita itu sebenarnya praktek kerja, harusnya S1 ada 1 semester dia buat magang kayak anak SMK jadi pas lulus bisa kerja. kalo kayak sekarang cuma dapat ijazah doang

dan menurut gue sejauh ini orang indonesia cukup pintar karena sanggup bangun negaranya tanpa harus bergantung oleh investasi asing. 60% ekonomi dipegang BUMN, sisanya swasta nasional dan UMKM. sedikit sekali porsi investasi asing di indonesia
profile picture
kampret.strez
kaskus addict
@kudo212
Indonesia kekurangan engineer:
https://finance.detik.com/berita-eko...lebar-buat-tka

Indonesia kekurangan dokter:
https://finance.detik.com/berita-eko...na-ini-datanya

Indonesia kekurangan programmer:
https://kominfo.go.id/content/detail.../sorotan_media

Itu sebabnya Nadiem dulu merekrut orang India untuk mengembangkan aplikasi Gojek.
https://tekno.kompas.com/read/2016/1...eer.asal.india

Miris padahal masih banyak lulusan S1 komputer yang mengeluh masih menganggur. Mungkin karena belum banyak orang Indonesia yang paham cara membuat aplikasi Gojek.
profile picture
kudo212
kaskus maniac
@kampret.strez praktek kerja yg kurang, kalo lulusannya sih bejibun bro

yg jadi masalah itu udah lulus tp ga ada skill itu yg banyak
profile picture
slider88
kaskus geek
Kalau ke bali mah gak wajib
profile picture
axcelcrypto
kaskus holic
@kampret.strez @kudo212 anda salah pak heheheh di indonesia izin, izin, izin, dokumen, izin, izin, dokumen, itu ajah masalahnya hahahaha
Susah untuk urus segala gala.
profile picture
axcelcrypto
kaskus holic
@kudo212 @kampret.strez iya betul salah satunya itu, tapi banyak ko yang bertalenta tapi gak bisa apa apa di negaranya sendiri. Contohnya kasus TV rakitan, bikin karya ilegal bukan karna gamau izin, tapi emang dipersulit dan malah dipernjara, gara gara viral akhirnya dipermudah lah izinnya.
profile picture
axcelcrypto
kaskus holic
@kudo212 betooollll ane setuju sih kalau untuk menopang ekonomi dari industri, hehehe tapi kan pemasukan sekunder bisa dari pariwisata. Lumayan gan 😅
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 9 dari 9 balasan
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di