CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kenakan Hijab, Ayu Mahasiswi Kedokteran Pertama UMI yang Beragama Hindu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f66ad6682d4951acc099dd0/kenakan-hijab-ayu-mahasiswi-kedokteran-pertama-umi-yang-beragama-hindu

Kenakan Hijab, Ayu Mahasiswi Kedokteran Pertama UMI yang Beragama Hindu


Ananda Ayu Masnathasari, mahasiswi kedokteran pertama beragama Hindu, berhasil wisuda dan menjadi dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) / Foto : Zakir Sabhara

Kenakan Hijab, Ayu Mahasiswi Kedokteran Pertama UMI yang Beragama Hindu

SuaraRiau.id - Ananda Ayu Masnathasari, mahasiswi kedokteran beragama Hindu, berhasil wisuda di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Ayu panggian akrabnya, kemudian lulus di program profesi dokter.

Ini merupakan sejarah baru yang terjadi UMI Kota Makassar.

Meski beragama Hindu, Ayu bisa mengikuti semua aturan yang berlaku di UMI. Seperti wajib memakai jilbab dan mengikuti sejumlah orientasi mahasiswa di kampus Islam.

Ayu yang lahir di Kabupaten Takalar, kuliah dan mengikuti pendidikan profesi sekitar 5,8 tahun.

Setiap hari penampilan Ayu di dalam kampus seperti mahasiswi lainnya. Memakai jilbab dan pakaian tertutup. Pakaian muslimah.

"Tidak mudah pak, tapi jadinya saya setiap hari banyak belajar. Lebih siap diri saja. Setiap hari ada tantangan baru. Apa lagi besok," kata Ayu dalam video wawancara dengan Dekan Fakultas Teknologi Industri UMI Zakir Sabhara, Kamis (17/9/2020).

Selama kuliah di kampus dengan aturan Islam, Ayu mengaku tidak merasa dipaksa memakai jilbab. Karena memang aturan di UMI sudah lama seperti itu.

Saat mahasiswa baru UMI mengikuti pendidikan pesantren selama satu bulan, Ayu diberikan kompensasi tidak ikut pesantrean. Tapi harus belajar di Pura. Sesuai keyakinan Ayu.

"Semakin lama semakin terbiasa," kata Ayu.

Orang tua Ayu berasal dari Tabanan, Bali. Ayahnya beprofesi sebagai guru olahraga SMP di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

"Bisa lulus tanpa hambatan," kata Ayu.

Sebagai bentuk penghargaan UMI terhadap prestasi dan kerja kerasnya, Ayu diberikan kesempatan memberikan pidato di depan dosen, sarjana, dan mahasiswa UMI.

Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI Zakir Sabhara yang bertemu dengan Ayu mengaku bangga. Meski beragama Hindu, Ayu tetap nyaman belajar sampai lulus menjadi dokter di UMI.

"Ini anak kerennya kedokteran. Pertama kalinya di kedokteran mahasiswa agama Hindu," kata Zakir.

"Saya menetes tadi air mata ku," tambah Zakir.

Zakir mengatakan, kejadian ini harus menjadi pelajaran. Meski berbeda agama, suku, ras, dan golongan, rasa ke-Indonesia-an harus tetap dijaga.

"Semua satu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Zakir.
sumber

*********

Bagi sebagian orang, hijab adalah identitas diri, bahwa aku adalah seorang muslimah. Sebagian lagi menganggap bahwa hijab adalah fesyen. Hanya sekedar fesyen. Bahkan ada oknum yang menggunakan hijab hanya sekedar untuk menaikan harga tawar didepan laki-laki, memetamorfosa dirinya sebagai wanita baik-baik, meskipun masalalunya hitam sehitam lumpur. Dengan alasan hijrah, maka simsalabim, tampilanpun berubah.

Dalam berita ini, terbukti bahwa sesuatu hal yang dijalankan tanpa paksaan, penuh kesadaran, dan saling menghargai, selalu berbuah manis. Yang banyak, tak perlu memaksa. Dan yang sedikit tak perlu merasa dipaksa. Yang banyak melindungi yang sedikit, dan yang sedikit menghargai yang banyak.

Meskipun aturan berhijab adalah aturan baku dalam berbusana di kampus, nyatanya pihak kampus menghargai "aqidah" mahasiswinya yang bukan muslimah. Pihak kampus justru memberi kewajiban bagi sang mahasiswi istimewa ini untuk beribadah di pura. Hal yang patut dicontoh. Inilah kebhinnekaan itu. Bukan model manusia-manusia gagal otak dan busung otak yang justru mengganggu orang saat beribadah, padahal dari wajah-wajahnya saja jauh dari kata calon penghuni surga.

Jika mereka bisa memberi contoh baik keberagaman ini, kenapa kita tidak bisa? Kenapa harus selalu saling hina? Saling menista? Apakah dengan saling menghina dan menista akan meninggikan derajat aqidah kita? Apakah dengan menghina ummat yang tidak seiman dengan kita akan meninggikan agama kita? Meninggikan Nabi kita? Meninggikan Tuhan kita? Apakah dengan semua perbuatan itu kita mendapat amal baik?

Pikirkan itu. Dan sudahi semuanya.
Sebab tiap-tiap orang membawa amal baik dan amal buruknya sampai ke alam kubur. Tak membawa sedikitpun dosa orang lain, amal baik orang lain. Elu elu, gue gue.

Nah, mumpung Tuhan masih memberi umur panjang, masih bisa ngaskus, hentikan semuanya. Contohlah perbuatan baik di berita ini. Mumpung masih ada waktu. Sebab belum tentu umur kita akan panjang dan bisa melewati wabah mematikan ini. Bisa jadi gue, elu, elu, dan elu, dipanggil duluan oleh Yang Maha Pencipta, Pemilik Alam Semesta ini. Jangan elu pikir kalau dipanggil elu pura-pura budeg. Mau nyaut mau kagak, sekali dipanggil ya game over.

Gitu lho.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gigbuupz dan 36 lainnya memberi reputasi
dia itu terpaksa kuliah disitu, karena keterima nya disitu hehehehhe
kalaupun kita harus angkat topi, itu karena kegigihan dia mempertahankan agama hindu nya di tengah2 lingkungan yg secara halus mencoba mengislamkan dia melalui jalur pendidikan (tapi gagal)

orang hindu gak segampang orang islam kalo murtad
tanya kenapa


profile-picture
profile-picture
profile-picture
zouck90 dan 18 lainnya memberi reputasi
profile picture
Jalan Cinta
kaskus geek
Baca beritanya lagi. Dia diwajibin kampusnya belajar ke pura sebagai pengganti pesantren. Dan gada keterangan dia terpaksa kuliah disono. Jadi tuduhan lu lingkungan ngajak dia lucu.
profile picture
botol.mijon
aktivis kaskus
Sohib kantor gua Hindu, dia pernah bilang kalau agama hindu itu fokusnya di ritual, bukan mencari member sebanyak -banyaknya melainkan di pencapaian lahir batin tiap orang emoticon-Big Grin
profile picture
pandawa5arjuna
kaskus addict
Hindu gapernah ngurusin saudara2nya udah sembahyang atau belum
profile picture
galakto
aktivis kaskus
coba di kunya dulu baru telen, baca belum kelar udah nyrocos
profile picture
Zudah
kaskus addict
@pandawa5arjuna diurusin banget justru gan, lo skip ritual dapet sp1. sp3 lo kena sanksi sosial.

Kalo ngurusin uclim ga perlu, ga ada gunanya
profile picture
@pandawa5arjuna @Zudah itu biasanya terjadi sama sesama orang Bali asli, terutama satu desa adat. tapi kalo sama pendatang mah gak ngurusin sampe segitu nya.di Bali ada istilah krama desa. artinya kalo masih ingin dianggap orang desa situ, bukan dianggap pendatang yah harus ikut semua tata cara adat situ, termasuk ritual nya. tapi kewajiban seperti itu tidak ada pada mereka yg di cap pendatang.orang Bali itu sangat toleran, bahkan bule2 australia yg rese kek gitu aja masih welcome mereka. toleran itu artinya dianggap pendatang. tapi kalo sesama orang satu desa, mngkin istilah toleran ini agak pudar makna nya, mngkin karena saking peduli nya mereka sama sesama org satu desa nya, makanya sampai ngurusin hal2 sekecil itu. makanya orang Bali asli sendiri yg gak betah di kepo in sampai hal sekecil itu, biasanya memilih merantau keluar Bali, karena pengen privasi aja.
profile picture
@botol.mijon sekedar nambahin aja. hindu dan buddha itu sama sama fokus gimana caranya biar orang itu mencapai nirwana (akhir dari reinkarnasi). selama masih reinkarnasi, berarti masih pnya dosa yg harus dilunasi, dan itu artinya harus melewati penderitaan hidup satu periode lagi, dan lagi, dan lagi. capek? tentu saja. makanya kalo gak mau capek kek gitu, usahakan langsung masuk nirwana. caranya gimana? yah sebisa mngkin jangan melanggar hukum karma. orang Bali percaya karma, bahkan terhadap non Hindu sekalipun, mereka gak berani sembarangan, takut karma, takut dijauhkan dari nirwana. makanya tanpa di takut takuti sekalipun, orang Bali sudah jaga sikap diri mereka masing2. kalo ketemu orang Bali yg rese itu, bisa dipastikan mereka bukan orang Bali asli, melainkan pendatang. biasanya org org yg suka jualan di pasar tradisional itu pendatang. jangan heran kalo ngomongnya kasar. ente gak jadi beli bakal di kata2in, itu pndatang biasanya. kalo org Bali asli mah gak mngkin ngomong kasar gitu.

buddha itu semacam shortcut nya hindu, buddha di ciptakan oleh orang yg tadinya menganut hindu juga (sidarta gautama). sidartma menganggap hindu terlalu ribet, makanya dia bikin agama sendiri, buddha. ribet nya dimana? hindu start awal dari dimensi hewan dan tumbuhan, baru setelah itu move ke dimensi manusia, setelah itu move ke dimensi lebih tinggi lagi, dan seterusnya. buddha anggap itu terlalu lama utk mencapai nirwana, makanya bikin shortcut, dimensi hewan tumbuhan di hapus dari ajaran nya, langsung start awal fokus di dimensi manusia.

apapun itu, hindu dan buddha sama susahnya utk dipelajari, karena ente kudu mencari sendiri Tuhan ente. di buddha, kalo ente berhasil menemukan Tuhan, maka ente akan menjadi Buddha. di Hindu, kalo ente berhasil menemukan Tuhan, ente akan menjadi dewa dewi di kayangan sana, minimal member biasa di nirwana lah. makanya jangan heran, di Hindu banyak dewa dewi yg dipuja, itu artinya semasa hidup nya dianggap sukses dgn pencarian Tuhan dari pribadi mereka masing2.

buddha mencari Tuhan dgn cara semedi dan yoga. hindu mencari Tuhan dgn cara menjalani ritual keagamaan. tujuannya sama, agar mendapatkan getaran kosmik . semakin besar getaran kosmik yg di rasakan, semakin dekat mereka sama pencariannya selama ini (pencerahan). getaran kosmik itu ibaratnya kayak the force nya star wars gitu deh. yup, star wars ide nya dari agama hindu dan buddha juga mereka.

ratusan tahun indonesia menganut hindu dan buddha, tau tau masuk islam ke indonesia. islam menawarkan shortcut juga. emang dasarnya org indonesia pemalas, dgn hadirnya agama baru (islam) yg menawarkan shortcut bagi hindu dan buddha, siapa yg gak tergoda? apa shortcut nya? ente gak perlu susah payah yoga, semedi, ritual, dll, cukup ikuti ayat hadist yg ada, ente di jamin masuk sorga. gampang banget kan?

ending nya mudah di tebak. islam mendominasi indonesia, hindu dan buddha tersingkir dari indonesia.

pertanyaan nya, lebih percaya mana ente? sukses cara instan, atau sukses yg dibentuk dgn susah payah?


profile picture
botol.mijon
aktivis kaskus
@xanax..for.sale sebenarnya Islam itu bukan shortcut kok gan.Lihat aja penganut Islam sebelum masa reformasi Indonesia, lebih selow ga kayak sekarang. Muslimin tempo dulu belajar agama, mengaji, ga cuma sekadar teori...tapi juga diamalkan. Toh pengamalan ajaran agama itu merupakan fundamental mukmin. Tapi lihat aja sekarang, kayaknya segala macam dalil hafal, atau ibadah ga pernah bolong, tapi ga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari emoticon-Big Grin
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 8 dari 8 balasan
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di