CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Melihat Perkembangan Desain Uang Logam Rupiah dari Masa ke Masa
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f5e501b349d0f5b32033505/melihat-perkembangan-desain-uang-logam-rupiah-dari-masa-ke-masa

Melihat Perkembangan Desain Uang Logam Rupiah dari Masa ke Masa


Bulan Agustus, saya telah membahas perkembangan uang kertas rupiah. Kali ini, saya akan membahas perkembangan uang logam rupiah.

Sampai saat ini sudah terdapat 15 pecahan mata uang rupiah dalam bentuk logam. Seperti di negara lain, uang logam rupiah dibuat dalam pecahan kecil untuk transaksi yang bernilai rendah dan melengkapi uang kertas.

Rp0,01 (Satu Sen)
Rp0,01 adalah pecahan terkecil uang logam Indonesia yang pernah ada. Diperkenalkan pada 1952, hanya terdapat 1 emisi.

Terbuat dari aluminium dengan diameter 18 mm dan berat 0,75 gram. Berangka tahun 1952, uang logam Rp0,01 ini bergambar padi di depan dan tulisan Jawi (bahasa Melayu dengan aksara Arab) bertuliskan "INDONESIA" dan "SATU SEN" di bagian belakang. Uang ini bolong di tengahnya. Ditarik pada 31 Desember 1966.

Rp0,05 (Lima Sen)
Pecahan Rp0,05 diperkenalkan pada 1951. Terdapat 1 emisi saja.



Uang ini serupa pecahan Rp0,01 di atas. Terbuat dari aluminium dengan diameter 22 mm dan berat 1,3 gram. Memiliki variasi angka tahun 1951 dan 1954. Ditarik pada 31 Desember 1966.

Rp0,10 (Sepuluh Sen)
Pecahan Rp0,10 diperkenalkan pada 1951. Terdapat 2 emisi.


Terbuat dari aluminium dengan diamater 24 mm, tebal 1,78 mm, dan berat 1,7 gram. Berangka tahun 1951, memiliki tulisan "INDONESIA" dengan tulisan Jawi di atas Garuda Pancasila di bagian belakang. Ditarik pada 31 Desember 1966.



Serupa dengan emisi 1951, namun tulisan "INDONESIA" di bagian belakang ditulis dengan huruf Latin. Memiliki 2 variasi angka tahun (1954 dan 1957). Ditarik pada 31 Desember 1966.

Rp0,25 (Dua Puluh Lima Sen)
Diperkenalkan pada 1952, terdapat 2 emisi.


Terbuat dari aluminium dengan diamater 26 mm, tebal 2 mm, dan berat 2,17 gram. Berangka tahun 1952, memiliki tulisan "INDONESIA" dengan tulisan Jawi di atas Garuda Pancasila di bagian belakang. Ditarik pada 31 Desember 1966.



Serupa dengan emisi 1952, namun tulisan "INDONESIA" di bagian belakang ditulis dengan huruf Latin. Memiliki 2 variasi angka tahun (1955 dan 1957). Ditarik pada 31 Desember 1966.

Rp0,50 (Lima Puluh Sen)
Diperkenalkan pada 1952, terdapat 2 emisi.


Bergambar Pangeran Diponegoro, uang ini terbuat dari campuran tembaga dan nikel dengan 4 variasi angka tahun (1952, 1954, 1955, dan 1957). Diameternya adalah 20 mm (1952, 1954, dan 1955) dan 29 mm (1957). Memiliki tebal 1,68 mm. Beratnya adalah 3,30 gram (1952), 3,24 gram (1954 dan 1955), dan 3 gram (1957). Ditarik pada 31 Desember 1966.


Terbuat dari aluminium dengan diameter 29 mm, tebal 2,1 mm, dan berat 3,02 gram. Memiliki 3 variasi angka tahun (1958, 1959, dan 1961). Ditarik pada 31 Desember 1966.

Rp1,00 (Satu Rupiah)
Diperkenalkan pada 1 Januari 1971, hanya terdapat 1 emisi.


Terbuat dari aluminium dengan diameter 22 mm, tebal 1,4 mm, dan berat 1,42 gram. Diterbitkan 1 Januari 1971, uang ini berangka tahun 1970 dan bergambar burung Sikatan.

Rp2,00 (Dua Rupiah)
Diperkenalkan pada 1 Januari 1971, hanya terdapat 1 emisi.


Terbuat dari aluminium dengan diameter 26 mm, tebal 1,62 mm, dan berat 2,29 gram. Diterbitkan 1 Januari 1971, uang ini berangka tahun 1970 dan bergambar padi dan kapas. Ditarik pada 15 November 1996.

Rp5,00 (Lima Rupiah)
Diluncurkan pada 1 Januari 1971, terdapat 3 emisi.


Terbuat dari aluminium dengan diameter 28,5 mm, tebal 1,78 mm, dan berat 3,03 gram. Bergambar burung Srigunting dan berangka tahun 1970, uang ini diterbitkan pada 1 Januari 1971 dan ditarik pada 25 Juni 2002.


Serupa emisi 1970, namun bagian belakangnya bergambar keluarga 2 anak (program Keluarga Berencana) dan berangka tahun 1974. Diterbitkan pada 22 April 1974 dan ditarik pada 25 Juni 2002.


Terbuat dari aluminium dengan diameter 23 mm, tebal 1,7 mm, dan berat 1,38 gram. Memiliki 3 variasi angka tahun (1979, 1995, dan 1996). Diterbitkan 1 Maret 1980 dan ditarik 30 November 2006.

Rp10,00 (Sepuluh Rupiah)
Diluncurkan pada 5 April 1971, terdapat 3 emisi.


Terbuat dari campuran tembaga dan nikel dengan diameter 16 mm, tebal 1 mm, dan berat 1,8 gram. Bergambar padi dan kapas dengan tulisan "TINGKATKAN PRODUKSI SANDANG PANGAN". Berangka tahun 1971, uang ini diterbitkan pada 5 April 1971 dan ditarik pada 15 November 1996.


Terbuat dari campuran baja dan kuningan dengan diameter 22 mm, tebal 1,68 mm, dan berat 4 gram. Bergambar lambang Tabanas dengan teks "MENABUNG UNTUK MENUNJANG PEMBANGUNAN". Berangka tahun 1974, uang ini diterbitkan pada 2 Januari 1975 dan ditarik pada 15 November 1996.


Terbuat dari aluminium dengan diameter 25 mm dan berat 1,9 gram. Bergambar serupa emisi 1974. Berangka tahun 1979, uang ini diterbitkan 1 Maret 1980 dan ditarik 15 November 1996.

Rp25,00 (Dua Puluh Lima Rupiah)
Diperkenalkan pada 16 Agustus 1971, terdapat 2 emisi.



Terbuat dari campuran tembaga dan nikel dengan diameter 20 mm, tebal 1,25 mm, dan berat 3,52 gram. Bergambar burung Merpati Mahkota. Berangka tahun 1971, uang ini diterbitkan pada 16 Agustus 1971 dan ditarik pada 25 Juni 2002.



Terbuat dari aluminium dengan diamater 18 mm, tebal 1,98 mm, dan berat 1,22 gram. Bergambar buah pala. Memiliki 6 variasi angka tahun (1991, 1992, 1993, 1994, 1995, dan 1996), uang ini diterbitkan pada 16 Desember 1991 dan ditarik pada 31 Agustus 2010.

Rp50,00 (Lima Puluh Rupiah)
Diperkenalkan pada 16 Agustus 1971, memiliki 3 emisi.



Terbuat dari campuran tembaga dan nikel dengan diameter 24 mm, tebal 1,5 mm, dan berat 6,06 gram. Bergambar burung Cenderawasih. Berangka tahun 1971, uang ini diterbitkan pada 16 Agustus 1971 dan ditarik pada 25 Juni 2002.



Terbuat dari campuran aluminium dan perunggu dengan diameter 20 mm, tebal 1,58 mm, dan berat 3,18 gram. Bergambar komodo. Memiliki 8 variasi angka tahun (1991, 1992, 1993, 1994, 1995, 1996, 1997, dan 1998), uang ini diterbitkan pada 16 Agustus 1991 dan ditarik pada 30 November 2006.



Terbuat dari aluminium dengan diameter 20 mm, tebal 2 mm, dan berat 1,36 gram. Bergambar burung Kepodang. Memiliki 3 variasi angka tahun (1999, 2001, dan 2002), uang ini diterbitkan pada 30 Maret 1999.

Rp100,00 (Seratus Rupiah)
Diperkenalkan pada 2 Januari 1974, memiliki 5 emisi.


Terbuat dari campuran tembaga dan nikel dengan diameter 28,5 mm, tebal 1,70 mm (dalam) dan 2,128 mm (pinggiran), dan berat 9,72 gram. Bergambar rumah gadang khas Sumatera Barat. Memiliki keunikan karena bagian pinggir yang lebih tebal dari dalamnya. Berangka tahun 1973, uang ini diterbitkan pada 2 Januari 1974 dan ditarik pada 25 Juni 2002.


Terbuat dari campuran tembaga dan nikel dengan diameter 28,5 mm, tebal 1,25 mm (dalam) dan 1,5 mm (pinggiran), dan berat 7 gram. Bergambar rumah gadang dan gunungan wayang serta tulisan "HUTAN UNTUK KESEJAHTERAAN". Seperti emisi 1973, uang ini juga lebih tebal di bagian pinggirannya. Berangka tahun 1978, uang ini diterbitkan pada 10 Agustus 1978 dan ditarik pada 25 Juni 2002.


Terbuat dari campuran aluminium dan perunggu dengan diameter 22 mm dan berat 4,15 gram. Bergambar karapan sapi Madura. Memiliki 8 variasi angka tahun (1991, 1992, 1993, 1994, 1995, 1996, 1997, dan 1998), uang ini diterbitkan pada 16 Agustus 1991 dan ditarik pada 30 November 2006.


Terbuat dari aluminium dengan diameter 23 mm, tebal 2 mm, dan berat 1,79 gram. Bergambar burung Kepodang Raja. Memiliki 7 variasi angka tahun (1999, 2000, 2001, 2002, 2003, 2004, dan 2005), uang ini diterbitkan pada 30 Maret 1999.


Terbuat dari aluminium dengan diameter 23 mm, tebal 2 mm, dan berat 1,79 gram. Bergambar Prof. Dr. Ir. Herman Johannes. Berangka tahun 2016, uang ini diterbitkan pada 19 Desember 2016.

Rp200,00 (Dua Ratus Rupiah)
Diperkenalkan pada 3 November 2003, terdapat 2 emisi.


Terbuat dari aluminium dengan diameter 23 mm, tebal 2,3 mm, dan berat 2,38 gram. Bergambar burung Jalak Bali. Berangka tahun 2003, uang ini diterbitkan pada 3 November 2003.


Terbuat dari aluminium dengan diameter 25 mm, tebal 2,2 mm, dan berat 2,38 gram. Bergambar dr. Tjiptomangunkusumo. Berangka tahun 2016, uang ini diterbitkan pada 19 Desember 2016.

Rp500,00 (Lima Ratus Rupiah)
Diperkenalkan pada 16 Agustus 1991, terdapat 4 emisi.


Terbuat dari campuran aluminium dan tembaga dengan diameter 24 mm, tebal 1,8 mm, dan berat 5,29 gram. Bergambar bunga melati. Memiliki 2 variasi angka tahun (1991 dan 1992), uang ini diterbitkan pada 16 Agustus 1991.


Terbuat dari campuran aluminium dan perunggu dengan diameter 24 mm, tebal 1,83 mm, dan berat 5,34 gram. Bergambar bunga melati yang lebih kecil dari emisi 1991 (dan tulisan 500 yang lebih besar). Memiliki 5 variasi angka tahun (1997, 2000, 2001, 2002, dan 2003), uang ini diterbitkan pada 28 Agustus 1997.


Terbuat dari campuran aluminium dengan diameter 27 mm, tebal 2,5 mm, dan berat 3,1 gram. Bergambar bunga melati. Berangka tahun 2003, uang ini diterbitkan pada 3 November 2003.


Terbuat dari aluminium dengan diameter 27 mm, tebal 2,35 mm, dan berat 3,1 gram. Bergambar Letjen TNI TB Simatupang. Berangka tahun 2016, uang ini diterbitkan pada 19 Desember 2016.

Rp1.000,00 (Seribu Rupiah)
Diperkenalkan pada 8 Maret 1993, terdapat 3 emisi.


Memiliki keunikan karena memiliki 2 lapisan. Lapisan dalam terbuat dari campuran aluminium dan perunggu sementara lapisan luar terbuat dari campuran tembaga dan nikel. Diameter lapisan dalam adalah 18 mm sementara lapisan luar adalah 26 mm. Tebalnya 2 mm dengan berat 8,6 gram. Bergambar pohon kelapa sawit. Memiliki 6 variasi angka tahun (1993, 1994, 1995, 1996, 1997, dan 2000), uang ini diterbitkan pada 8 Maret 1993.


Terbuat dari nickel plated steel dengan diameter 24,15 mm, tebal 1,6 mm, dan berat 4,5 gram. Bergambar alat musik angklung. Berangka tahun 2010, uang ini diterbitkan pada 20 Juli 2010.


Terbuat dari nickel plated steel dengan diameter 24,1 mm, tebal 1,45 mm, dan berat 4,5 gram. Bergambar Mr. I Gusti Ketut Pudja. Berangka tahun 2016, uang ini diterbitkan pada 19 Desember 2016.

Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa uang logam yang masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah adalah sebagai berikut.
1) Rp1,00 (1970)
2) Rp50,00 (1999)
3) Rp100,00 (1999)
4) Rp100,00 (2016)
5) Rp200,00 (2003)
6) Rp200,00 (2016)
7) Rp500,00 (1991)
8) Rp500,00 (1997)
9) Rp500,00 (2003)
10) Rp500,00 (2016)
11) Rp1.000,00 (1993)
12) Rp1.000,00 (2010)
13) Rp1.000,00 (2016)


Demikian thread dari saya kali ini. Perkembangan desain uang rupiah menunjukkan semakin canggihnya teknik pembuatan uang dan kekayaan kreatvitas desain kita. Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.


Bank Indonesia. 2015. Daftar Uang Rupiah yang Dicabut & Ditarik dari Peredaran dan Masih Dapat Ditukarkan. Jakarta : Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia.
Cuhaj, George S. dan Thomas Michael. 2014. 2015 Standard Catalog of World Coins 1901-2000 42nd Edition. Iola : Krause Publications.
Michael, Thomas dan Tracy L. Schmidt. 2017. 2018 Standard Catalog of World Coins 2001-Date 12th Edition. Iola : Krause Publications.
Referensi I
Referensi II
Referensi III
Referensi IV
Referensi V



profile-picture
profile-picture
profile-picture
Siege dan 39 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gilbertagung
Koin seribuan tahun 93 waktu dulu ane suka. Kadang dipukul-pukul pake palu biar lepas tengahnya.
emoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
not.a.member. dan kakekane.cell memberi reputasi
profile picture
matahari728
kaskus addict
Suka penasaran ya gan gimana ngeluarin tengahnya itu tapi nggak pernah berhasil gan emoticon-Matabelo
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 1 dari 1 balasan
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di