CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Viral Curhatan 'Makan Permen dari Bank Hukumnya Haram', Publik Berdebat
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f640608a2d1952ba3495453/viral-curhatan-makan-permen-dari-bank-hukumnya-haram-publik-berdebat

Viral Curhatan 'Makan Permen dari Bank Hukumnya Haram', Publik Berdebat


Unggahan tentang hukum makan permen dari bank. (Twitter/@subtanyarl)
"Makan permen fasilitas Bank. Permen ini haram hukumnya dimakan, begitu juga air minum, makanan, hadiah tas, jam dinding dari bank..." demikian bunyi unggahan tersebut.

Sebuah unggahan tentang hukum mengambil permen yang disediakan sebuah bank menuai perdebatan publik. Pasalnya, unggahan itu menyebut bahwa mengambil fasilitas yang disediakan bank hukumnya haram

Unggahan itu dibuat oleh seorang warganet dan kemudian dibagikan oleh akun Twitter @subtanyarl untuk mengumpulkan pendapat publik mengenai klaim haram mengambil permen dari bank.

Sebuah gambar permen yang biasa disediakan di meja teller dan customer service bank dibubuhi keterangan bahwa makanan manis itu haram dimakan.

"Terlihat sepele?? Makan permen fasilitas Bank. Permen ini haram hukumnya dimakan, begitu juga air minum, makanan, hadiah tas, jam dinding dari bank... karena sluruh hutang berbuah manfaat, mau itu permen atau yang lain maka hukumnya riba.." demikian keterangan dari unggahan tersebut.

Keterangan dalam unggahan ini lantas memicu perdebatan publik. Banyak yang menganggap bahwa unggahan itu masih belum memiliki dasar yang kuat, namun ada pula warganet yang menyetujui tentang haramnya riba yang disebut dalam unggahan tersebut.

"Kalau semua bilang bank haram mending enggak usah pakai jasa bank deh. Nabung aja di celengan duit yang berjuta-juta, bank juga ambil buga sedikit untuk gaji karyawannya. Gue sebagai keluarga yang banyak kerja di bank engak senang dikatain begini melulu," tulis seorang warganet berpendapat.

"Sebetulnya masalah riba atau enggak tergantung sama akadnya, kalau dari awal udah setuju simpan uang di bank beserta bunganya ya enggak jadi riba, kecuali kalau bank enggak pernah bilang ada bunganya sama sekali terus tiba-tiba ada bunga jadilah riba, karena bunga jatuhnya bayarin jasa kepada bank, CMIIW," warganet lain berpendapat.

"Begini nder, tolong koreksi ya kalau salaj. Dulu pas aku belajar agama, bank itu emang jatuhnya kayak riba kan, makanya dibilangnya haram. Makanya ada syariah yang non bunga. Pajak juga begitu. Mau dibilang haram, ya wallahu a'lam karena dari dulu kan riba itu enggak boleh," tulis warganet.

"Makanya kita disuruh hati-hati, cuma zaman sekarang kan enggak bisa kita hidup tanpa bank/pajak, jadi bismillah aja kalau mau menggunakan 2 hal tersebut. Kalau memang mau berhati-hati ya sudah pindah saja ke syariah, atau hal-hal yang dari bank enggak usah diambil/dipakai," imbuh lainnya.

Ada pula warganet yang langsung bertanya kepada guru agamanya tentang hukum memakan permen dari bank tersebut.

"Hukum bunga bank berdasarkan para ulama antara lain: sebagian ulama mengharamkan bunga bank, sebagian yang lain bunga bank hukumnya mubah," demikian jawaban guru agama tersebut dengan memaparkan perbedaan pendapat ulama tentang hukum riba dan menggunakan barang dari bank.

Sumber : https://www.suara.com/news/2020/09/1...ublik-berdebat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
febrifzn dan 19 lainnya memberi reputasi
ane awam ni soal keuangan.
kira2 kayak gini :
kalo kita ambil kredit di bank konvensional, bank dapat untung dari angsuran pokok + bunga yg kita bayarkan tiap bulan.

kalo kita ambil kredit di bank syariah, tapi bukan buat modal usaha (misalnya kpr), bank dapat untung dari mana?

ane ambil kpr di btn syariah soalnya
profile picture
baikl
kaskus addict
Kalau kata temen ane yang sarjana ekonomi bank konvensional sama bank syariah itu sama2 narik bunga gan, cuma beda istilah aja emoticon-Malu
profile picture
sama aja, yg satu judulnya bunga, satunya lg bilang bagi hasil emoticon-Imlek makanya bahkan cendekiawan muslim asal pakistan, FazlulRahman mengatakan Bank Syariah itu tdk rasional emoticon-Imlek
profile picture
phoezies
kaskus addict
Sama aja.. mau kpr syariah maupun konvensional.. cuma diganti aja istilahnya..
Logika aja.. kalo bank syariah kasih pinjem kpr tapi tdk ada bunga, gimana cara gaji karyawan banknya
profile picture
ojaxxx
kaskus addict
dimarkup diawal biasanya gan klo buat kredit barang kya kendaraan dll, harga 10jt misal pas akad dijual jd 14jt. klo buat kredit usaha tu biasanya bagi hasil tp ada juga yg lain, ribet gan klo dibanding konpensional.. perlu banyak internal kontrol yg lebih rumit karna bank ikut campur juga pas debitor ngelakuin usaha. CIIMW.
profile picture
phoezies
kaskus addict
@ojaxxx lha iya... kalo dimarkup diawal artinya udah ambil untung alias riba kan? coba tanya mau gak harga 10jt dijual tetap 10jt?
profile picture
ojaxxx
kaskus addict
@phoezies dimarkup diawal bukan berarti diakui saat itu juga, di akuntansi accrual basis ntu margin pendapatan dibagi berdasarkan lama kreditnya, tp ni gak jawab pertanyaan tetep aja kan ngambil untung kan ya?.. perdebatannya juga masih alot sampe sekarang tp dalilnya sih karna ini akadnya "jual beli" dan didalamnya markup itu ada komponen cost yg diakumulasiin selama panjang kreditnya plus laba. jd karna penilaian jual beli itu pake future value dimana semisal dalam jangka kredit 12 bulan tu ada cost2 dimasukin kedalam harga pokok penjualan dari barang yg dikereditkan itu. sementara pengakuan tu berdasarkan present value dimana cost ma laba diakui cuma saat terjadinya posting di jurnal dimana cost ma margin tu dibagi 12 bulan dan diakui tiap dibayar. sama aja ya kek konpensional ya? cuma si bunganya itu diganti future cost beserta labanya kwkwkwk
dosen akuntansi wa pun bilang yg jadi pembeda itu niat ma akad, karna emang buat entitas gede kek perbankan susah klo buat ngasih kredit syariah tampa memperhitungkan future value. imo syariah lebih efektif dipake dilingkaran masyarakat sekitar masjid, gak sekala besar tersentralisasi kek perbankan yg perlu cost gede, klo lingkungan masyarakat sifatnya bisa kaya semacam volunteer.
CIIMW
profile picture
new.dreamer
kaskus addict
@ojaxxx @phoezies sempet ikut training banking fundamental juga, yang jadi pembeda bener kata agan ini, bukan cuma dari cara mengambil keuntungannya aja, dari niat serta akad, dan transaksinya juga seinget ane ada yang ngebedain daripada bank konven.
profile picture
darck91
kaskus addict
Mau namanya beda akadnya beda niatnya beda, intinya sama aja.

Ente pinjam 10 juta, Ente disuruh balikin 14 juta. Bahkan lebih

emoticon-Leh Uga
profile picture
phiedut
kaskuser
Klo yg prnah ane denger sih. Klo bunganya jelas dr awal, misalnya flat. Ga ada perubahan mengikuti suku bunga. Itu diblg hukum jual bli, krna org dagang psti mau untung. Dan kita mengetahui jumlah keseluruhan dr total utang kita, Kecuali bunganya dr awal ga jelas, alias mengikuti suku bunga. Itu namanya riba..
Maaf kalo salah..
profile picture
new.dreamer
kaskus addict
@darck91 emang sama aja jatohnya, namanya bank juga dibikin ya buat cari duit, kalo ga untung mau gaji pegawai dari mana, balik lagi ke kepercayaan masing masing, kalo emang lebih nyaman dan percaya bank syariah sesuai dengan kepercayaannya ya silahkan. Gw sendiri sejauh ini gapernah jadi nasabah bank syariah jadi gabegitu ngerti bedanya apaan 😂
profile picture
.soroga.
kaskus addict
Ingat, iblis suka menggunakan manipulasi kata-kata.

Walaupun bilangnya niat, tapi tetap saja itu kamuflase istilah saja.

Karena ini nantinya akan ada kerancuan dengan hutang pinjam duit.

Misal kamu pinjam duit 10 juta
Kalau gak boleh bunga, bisa kok dibuat istilah beda, yaitu:

Biaya penagihan hutang, yaitu 2 persen per bulan
Biaya penggantian resiko inflasi nilai uang sebesar 1% per bulan
Dan biaya-biaya lain yang sebenarnya adalah interest/bunga

Tapi susah juga kalau orang di otaknya "manfaat" dalam hutang = riba

Padahal sebenarnya riba gak sedangkal itu.

Penjelasan mengenai riba harusnya diambil dari alkitab.

Orang pinjem 100 juta, 10 tahun kemudian hutang dikembalikan 100 juta. Ini harusnya masuk ke riba.

Karena pemberian hutang ini merugikan orang lain (pemberi hutang merugi).

Ada orang asing pinjam uang.
Kamu bilang ada bunga 10 persen.
Dalam alkitab ini bukan masuk riba.

Ada saudara yang sedang kesusahan pinjam uang 10 juta
Kamu bilang ada bunga 10 persen
Dalam alkitab ini masuk riba. Karena kamu mengambil bunga pada saudara sendiri, atau karena mengambil bunga dari orang lagi kesusahan.

======================

Ambil contoh lagi:

Ada nenek-nenek pinjam uang 100 juta dengan jaminan rumahnya.

Si nenek tidak bisa bayar, kamu sita rumahnya (karena sesuai akad jaminan adalah rumah). Kamu jual rumahnya 120 juta. Kembalikan 20 juta ke si nenek.

Nah ini masuknya riba. Mengapa? Karena penyitaan dan penggadaian rumah menyusahkan si nenek dan membuatnya kehilangan satu-satunya tempat dia berlindung.

Ini sebenarnya menunjukkan bahwa alkitab adalah Firman TUHAN yang lengkap dan jelas. Kita dituntut untuk bijaksana.
profile picture
Di jaman Nabi sebenarnya sudah ada istilah hutang/meminjam, gadai dan jual beli dengan bayar angsur, mungkin praktiknya berbeda jika diterapkan di saat seperti sekarang ini, kuncinya adalah akad dan saling terbuka
profile picture
CoZiA
kaskus addict
Cuman contoh ya ini, buat mempermudah jalan berpikir.

Konvensional :
Ente utang 10 juta, untuk jangka waktu 2 tahun, kena bunga flat 10% per tahun. Berarti total yang ente kembalikan nanti adalah 12 juta.

Syariah :
Ente utang 10 juta, untuk jangka waktu 2 tahun, akad bagi hasil 14 juta. Berarti setelah 2 tahun, total yang harus ente bayar adalah 14 juta.

Faktanya, akad bagi hasil secara syariah justru seringnya lebih besar daripada metode bunga konvensional. Ini fakta lapangan.
Permasalahannya cuma di bahasa dan cara mengambil keuntungan saja.
emoticon-Wakaka
profile picture
abdoes
kaskus maniac
Untungnya drmana? Loh kan syariah jg pake bunga .. justru bunganya juga lebih besar drpd floating.

Tp bagi muslim kenapa hrus syariah. Karena hukum jual beli diualim wajib ada kesepakatan harga saat akad, dan tidak boleh berubah.

Sedang floating tidak diketahui harga yang disepakati, jd saat akad tidak ada kejelasan harga yang dibayarkan. Ini yang todak diperbolehkan.
profile picture
new.dreamer
kaskus addict
@abdoes setuju gan, jadi faktor riba bukan cma karena bunga doang
profile picture
CoZiA
kaskus addict
@abdoes
Minta bunga flat, konvensional banyak yang bunganya flat.
Bahkan kalau ente berhasil melunasi pokok utang sebelum tenggat, ente mungkin kena denda 1 atau 2 bulan aja.
Syariah mana bisa gan, ente berhasil lunasin sebelum tenggat tetap harus bayar sesuai akad, syukur2 kalau bisa nego atau perjanjian di awal.
Sekali lagi ini hanya masalah bahasa dan metode pengambilan keuntungan.
profile picture
new.dreamer
kaskus addict
@CoZiA @abdoes kalo udah ngomongin kepercayaan tetep balik lagi ke orangnya bre, kalo misalkan emang yang muslim percaya sma bank syariah ya silahkan aja, perihal itungan, istilah, dan teknis udah pasti ada yang mengkaji. Menurut ane gak bijak kalo ada orang yang condong ke satu bank dan mendiskreditkan bank lain. Padahal semua balik lagi ke kepercayaan masing-masing. Yang nasabah syariah ya silahkan aja urusan anda dengan bank anda, jangan jelek2in bank konven, sebaliknya para nasabah bank konven gaperlu ngata2in bank syariah. Simple
profile picture
m0buh41
kaskus maniac
Klo bank konvensional keuntungannya dari "bunga" dana yg dipinjamkan. Nah, klo yg syariah katanya harga rumah dijual ke peminat dng menggunakan skema akad/kesepakatan jual kredit setelah harga rumah di up harganya sbg keuntungan.

Tapi klo bicara hakikatnya, uang bank syariah juga byk diputar di bank konvensional lain yg dikembangkan dng cara skema kredit bank pengelola. Karena regulasinya, bank K mengelola dana bank S dan seterusnya saling silang untuk bank2 lain.

Intine, podo wae
profile picture
CoZiA
kaskus addict
@new.dreamer
Iya gan. Kita di sini berbagi fakta aja biar memperluas cara pandang. emoticon-Angkat Beer
profile picture
.soroga.
kaskus addict
@abdoes Gak masuk akal

Total biaya yang dikeluarkan pada akhir pinjaman juga sebenarnya bisa dihitung... Gak gelap kok.

Tinggal dikalkulasi dari awal juga bisa.

Jadi ketika pinjam 10 juga maka dengan skema bilang bunga konvensional peminjam harus balikin 12 juta

Dengan metode syariah peminjam diminta balikin duit 14 juta

Cuma permainan gaya bahasa aja
Sampai bikin orang sok suci berbusa-busa ngotot bilang sistem bank syariah dengan bank konvension itu beda di akad dan niat.

Memuat data ...
Menampilkan 1 - 20 dari 54 balasan
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di